Empat kehidupan, satu takdir terlarang. Di balik aura Antartika sang putri tersembunyi, ada pengawal Yakuza yang rela menantang maut demi melindunginya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KimiHaruka, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mental Breakdance...
Malam itu, hembusan angin dingin kota Tokyo seolah tidak sanggup mendinginkan kepala Lisa yang mendadak mendidih.
Sepanjang perjalanan pulang dari supermarket menuju penthouse mewahnya di kawasan Roppongi, jari-jemari Lisa mencengkeram kemudi Porsche 911 GT3 RS miliknya begitu erat. Penglihatan Lisa memang tertuju ke jalanan tol layang, tapi otaknya terus memutar ulang adegan di lorong makanan segar tadi.
“Saya cuma tidak ingin melihat Nona Lisa sakit... Apalagi setelah Nona selamat dari kejadian berbahaya di Roppongi minggu lalu.”
Suara berat, lempeng, dan tatapan mata Yamato di bawah topi hitam itu terus bergema di dalam kepala Lisa bagaikan kaset rusak!
"ANJIIIRRRR! BISA-BISANYA DIA NGOMONG GITU DENGAN MUKA LEMPENG?!" jerit Lisa sendirian di dalam kabin mobilnya, mukanya memerah padam sampai ke telinga. "Gila! Jadi beneran dia cowok yang malam itu?! Terus selama ini dia pura-pura jadi tukang kebun berkolor di rumahnya Yoona?! MAKSUDNYA APA COBA?!"
Saking tidak fokusnya dan sibuk mengomel sendiri, bencana kecil pun terjadi saat Lisa memasuki area garasi bawah tanah penthouse-nya.
Saat hendak memutar mobil masuk ke dalam lot parkir VVIP miliknya, Lisa tidak memperhatikan pilar beton di sisi kiri.
SREEEEEK!
Suara gesekan kasar antara besi dan beton terdengar begitu memilukan.
Mobil Porsche 911 GT3 RS warna abu-abu kustom kesayangannya—mobil mahal yang dirawatnya bagaikan anak sendiri—sukses tergores panjang di bagian fender samping!
STAP.
Lisa menginjak rem mendadak. Keheningan melanda kabin mobil selama tiga detik, sebelum akhirnya teriakan histeris Lisa pecah memenuhi garasi sunyi tersebut.
"ARGHHHH! ANJIIIIIRRR MOBIL GUEEEEEE!" teriak Lisa sambil memukuli setir mobilnya, frustrasi setengah mati. "GARA-GARA SI TUKANG KEBUN BERTATO ITU FOKUS GUE BUBAR CAT MOBIL GUE LECET! MAU MATI AJA GUE RASANYA!"
Malam itu berakhir menjadi malam paling menyiksa bagi seorang Tachibana Lisa.
Di dalam penthouse mewahnya yang berharga puluhan juta dolar, Lisa tidak bisa memejamkan matanya sama sekali. Padahal, selama 20 tahun hidupnya, Lisa adalah tipe cewek yang sangat terkenal jual mahal, dingin, dan tidak pernah membiarkan pria mana pun menyentuh perasaannya. Anak-anak konglomerat di Hokkaido sampai pengusaha muda di Tokyo tidak ada yang sanggup meluluhkan pertahanan Lisa.
Tapi malam ini? Lisa malah mondar-mandir bagaikan orang gila di atas karpet bulu ruang tamunya.
Dengan celana piyama dan rambut acak-acakan, Lisa berjalan bolak-balik sambil memegangi dadanya yang masih berdetak kencang—suara deg-deg-an yang sama sekali tidak mau berhenti sejak dari supermarket.
"Gue kesetrum setan apa sih?!" celetuk Lisa sambil mengomeli bayangannya sendiri di cermin kaca. "Masa cewek se-seksi dan se-mahal gue bisa degugdegug cuma gara-gara digantiin mi instan sama sup miso?! Lu gila ya, Lis?! Dia itu eksekutor Yakuza! Tukang bantai orang! Yang hobinya cuma pamer tato pakaikan kolor di rumah Yoona! SADAR LIS, SADAR!"
Lisa menjatuhkan tubuhnya ke sofa, menutup wajahnya dengan bantal sambil mengerang frustrasi hingga fajar menyingsing.
Senin Pagi — Kediaman Utama Uchiha.
Karena hari ini adalah hari libur nasional dan tidak ada jadwal kuliah, suasana di kediaman utama klan Uchiha terasa sangat senggang dan tenang.
Di dalam living room yang sejuk, Yoona sedang menikmati harinya dengan mode nge-gabut maksimal.
Penampilan Yoona pagi ini mengusung gaya cozy-loungewear santai dan manis.
Yoona mengenakan atasan Mantra T-Shirt warna putih dari merek JENNIE Mantra—sebuah kaus crop ketat berlengan pendek yang pas membungkus tubuhnya dan memperlihatkan pinggang rampingnya. Bawahannya dipadukan dengan Mantra Gym Shorts warna putih serasi yang memiliki lis garis biru gelap di bagian sampingnya. Rambut hitam panjangnya diikat asal gaya messy bun, dan wajah cantiknya polos tanpa polesan make-up sedikit pun.
REFERENSI OUTFIT by JENNIE BLACKPINK
Yoona sedang bersandar santai di sofa sambil menyedot es matcha latte-nya.
Pagi ini, Yoona ditinggal sendirian di rumah utama karena Hatake Kakashi sedang sibuk luar biasa sejak subuh.
Bukan cuma Kakashi, seluruh jajaran komando bawah tanah klan Uchiha sedang dalam posisi siaga satu. Itachi Uchiha di menara Uchiha Group Marunouchi sedang menghadapi serangan siber (cyber attack) besar-besaran. Ada kelompok peretas (hacker) profesional tak dikenal yang mencoba membobol enkripsi akun keuangan dan server data rahasia perusahaan.
Itachi sedang berada di ruang komando utama bersama tim IT eksekutif, sementara Kakashi, Yamato, dan Haneda bergerak di lapangan untuk melacak jejak sinyal fisik dan lokasi para peretas yang dicurigai berhubungan dengan pergerakan klan musuh dari luar kota.
SZZZT.
Di tengah ketenangan Yoona yang sedang menonton TV, pintu geser living room mendadak terkuak cepat.
Sosok Lisa melangkah masuk dengan gaya yang sangat mencurigakan.
Penampilan Lisa pagi ini mengusung gaya sporty-chic yang amat sangat trendi.
Lisa mengenakan Windbreaker in Lightweight dari CELINE bernuansa warna biru, putih, dan merah yang disampirkan santai. Di dalamnya, terbalut CELINE PARIS Cropped T-shirt warna abu-abu dengan kerah CELINE Sports Bra warna putih yang mengintip tipis di bawahnya. Bawahannya dipadukan dengan celana pendek denim Suzanne Shorts warna biru terang, kaos kaki CELINE Cotton Socks, serta Mid Sneaker warna putih bersih. Rambut poni khasnya dirapikan dengan CELINE Scrunchie warna biru di pergelangan tangannya.
REFERENSI OUTFIT by LISA BLACKPINK
Tapi yang bikin aneh adalah cara berjalan Lisa.
Lisa melangkah masuk sambil celingukan (clingak-clinguk) ke kiri dan ke kanan, matanya melotot meneliti setiap sudut lorong rumah, seolah-olah sedang menyusup ke markas musuh!
"Ssst! Na!" bisik Lisa setengah berteriak, matanya masih liar menatap ke arah pintu dapur.
Yoona menurunkan gelas es matcha-nya, menatap sahabatnya dengan dahi berkerut heran. "Lu ngapain sih, Lis? Datang-datang kayak maling jemuran gitu."
Lisa langsung berlari kecil, menjatuhkan tubuhnya di sebelah Yoona di sofa, lalu menyambar bantal kursi untuk menutupi dadanya.
"Pria itu... si Yamato-Yamato itu ada gak di rumah?!" bisik Lisa panik, matanya masih celingukan ke arah taman dalam. "Dia gak lagi pamer tato pakaikan kolor di luar kan?!"
Yoona seketika tertawa renyah, menggelengkan kepalanya melihat komuk panik Lisa. "Aman, Lis. Yamato ikut Kakashi dari jam lima subuh tadi. Kak Itachi lagi ada urusan darurat di kantor, jadi mereka semua lagi di luar."
Mendengar kata "aman", Lisa langsung menghembuskan napas lega yang sangat panjang, menjatuhkan punggungnya di sandaran sofa bagaikan orang yang baru saja lolos dari hukuman mati.
"Gila... untung banget," gumam Lisa sambil mengusap dadanya.
"Emang kenapa sih?" goda Yoona, menyunggingkan senyum tipis usilnya. "Kemarin habis dari supermarket lu kesetrum apa gimana? Muka lu bengek banget dari kemarin."
Lisa memelototkan matanya, lalu menepuk paha Yoona dengan heboh.
"YOONA! LU HARUS TAHU!" cerceh Lisa dengan suara melengking. "Gara-gara pria lempeng itu, semalam mental gue breakdown parah! Gue kagak bisa tidur semalaman! Terus... terus pas masuk parkiran penthouse, Porsche gue lecet tergores pilar gara-gara pikiran gue melayang ke dia! CAT MOBIL GUE LECET, NA! LECET!"
"BWAHAHAHA!" tawa Yoona akhirnya pecah kencang-kencang, sampai-sampai Yoona memegangi perutnya yang mulas. "Demi apa Porsche GT3 RS lu lecet gara-gara mikirin Yamato?! Gokil! Cewek paling jual mahal se-Hokkaido akhirnya kena pelet mas-mas kolor Uchiha!"
"IHHH! YOONA! JANGAN KETAWA DONG! INI MUSIBAH TAHU GAK!" jerit Lisa frustrasi, meremas bantal sofa. "Masalahnya gue kagak pernah begini! Gue tuh biasanya paling malas tanggapin cowok! Tapi semalam... jantung gue degugdegug kagak berhenti pas dia ngambil mi instan di troli gue terus ngomong sok perhatian begitu! Padahal mukanya lempeng banget kayak papan gilasan!"
Yoona meredakan tawanya, mengambil napas lalu menatap Lisa dengan pandangan penuh simpati tapi tetap usil. "Ya lagian, Yamato emang gitu, Lis. Dia tuh kelihatan lempeng dan murah senyum kalau di rumah. Tapi kalau udah di luar... dia tuh tipe pengawal yang bakal memasang dadanya duluan buat melindungin orang yang dia peduliin. Lu beruntung tahu, ditolongin sama eksekutor kayak dia."
Lisa mendadak kicep. Pipinya kembali merona merah tipis mendengar ucapan Yoona.
"Tapi... tapi dia tahu dari mana gue bakal sakit perut kalau makan mi instan malam-malam?" gumam Lisa pelan, suaranya mendadak berubah agak halus dan gengsi. "Terus kenapa dia harus repot-repot gantiin sup miso organik buat gue?"
Yoona menyunggingkan senyum misterius. "Mungkin... karena dia merhatiin lu lebih dari yang lu kira, Lis."
"Ihh... tau ah! Pusing gue!" semprot Lisa cepat-cepat mengalihkan pembicaraan karena tidak kuat menahan rasa malu, menyambar gelas es matcha milik Yoona dan meminumnya habis.
Setelah suasana agak tenang, Yoona mengambil ponselnya yang baru saja berdering pelan. Sebuah notifikasi pesan singkat masuk dari Kakashi.
"Nuna, hari ini kemungkinan saya pulang agak malam. Ada sedikit gangguan siber di server pusat perusahaan Tuan Itachi. Tapi tim sudah menemukan titik lokasi pelaku. Kamu berhati-hatilah di rumah bersama Lisa."
Yoona menatap layar ponselnya, lalu menoleh pada Lisa. "Ngomong-ngomong soal sibuk... hari ini Kak Itachi lagi pusing banget di kantor."
Lisa menaikkan alisnya, menata windbreaker Celine-nya. "Hah? Kenapa? Uchiha Group kan perusahaannya giga-besa, ada yang berani nyari masalah?"
Yoona mengangguk pelan, raut wajahnya berubah sedikit lebih serius. "Ada peretas yang mencoba membobol sistem keamanan pusat di Marunouchi sejak subuh tadi. Mereka mencoba mengakses rekening cangkang dan dokumen transaksi rahasia perusahaan."
"Gila... nekad banget tuh hacker," celetuk Lisa heran. "Siapa yang berani nyenggol Sang Arktik?"
"Kemungkinan besar suruhan klan musuh dari luar kota yang kemarin asetnya dibekukan Kak Itachi," sahut Yoona dingin, membetulkan posisi kaus Mantra-nya. "Tapi Kak Itachi sudah mengunci seluruh enkripsi server. Kakashi dan Yamato sekarang lagi menuju lokasi fisik pemancar sinyalnya di kawasan pelabuhan."
Lisa tersentak pelan begitu mendengar nama "Yamato" disebut lagi. Ada rasa khawatir tipis yang mendadak menyusup di dada Lisa.
"Yamato... ikut ke lokasi peretas itu?" tanya Lisa pelan, berusaha terdengar biasa saja.
Yoona melirik Lisa dari sudut mata, lalu tersenyum usil. "Iya. Kenapa? Takut mas-mas bertato lu lecet?"
"I-Ih! Apaan sih! Siapa juga yang takut!" elak Lisa cepat-cepat dengan muka merah padam. "Gue cuma nanya aja! Palingan juga tuh peretas yang pingsan kalau ketemu si Yamato!"
Yoona tertawa kecil, menyandarkan kepalanya di bahu Lisa.
Di tengah gelak tawa dan obrolan santai dua sahabat itu di living room rumah utama, roda takdir di balik layar klan Uchiha terus berputar. Di luar sana, di bawah perintah dingin sang CEO Itachi Uchiha dan eksekusi cepat dari Kakashi serta Yamato, bayangan konflik baru perlahan mulai terurai—menyiapkan panggung yang jauh lebih besar bagi keselamatan dan cinta mereka di masa depan.
...----------------...
FYI : Cerita ini mengandung sedikit unsur kekerasan, adegan dewasa dan Age Gap (Cinta beda usia), bagi yang tidak suka boleh skip aja.
Cerita ini hanya fiksi belaka, tidak ada hubungan dengan tokoh atau organisasi manapun. Mohon bijak dalam membaca dan berikan komentar, saran, atau kritik yang sopan dan membangun. Arigatou Gozaimasu.