NovelToon NovelToon
MY DEAR SECRETARY

MY DEAR SECRETARY

Status: tamat
Genre:Cintapertama / CEO / Diam-Diam Cinta / Tamat
Popularitas:3.6M
Nilai: 5
Nama Author: zarin.violetta

Dia hanyalah sekretaris tak menarik dan berkacamata yang selalu terlihat sibuk dengan tugasnya.

Tapi di balik penampilannya yang polos, Cassia Manon diam-diam menyimpan rasa pada bos playboy, Maxence Kingsford.

Sayangnya, Maxence tak pernah menggodanya meskipun dia seorang playboy karena mungkin di matanya—Cassia sama sekali tak menarik.

Sampai suatu malam dalam sebuah pesta bisnis, Max dijebak dengan minuman perangsang oleh seorang wanita yang menginginkan dirinya.

Cassia Manon yang selalu bersamanya—akhirnya menyelamatkannya, tapi konsekuensinya berat, satu malam menjadi pelampiasan hasrat bosnya. Dan Cassia justru menyerahkan tubuhnya dengan sukarela.

Pagi harinya, Cassia mengira semuanya selesai. Tapi ternyata Maxence tak ingin berhenti.

Bagaimana hubungan mereka selanjutnya? Apakah tetap tanpa ikatan dan hanya sekadar pelampiasan semata? Ataukah akan ada benih-benih cinta di hati Max untuk Cassia yang semakin lama cintanya semakin besar?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zarin.violetta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Maxence Kingsford

Maxence Kingsford.

Dia dua puluh delapan tahun. Tinggi seratus sembilan puluh dua sentimeter. Rambut hitam legam yang selalu tertata rapi ke belakang.

Rahang tegas dengan garis yang terukir sempurna. Mata abu-abu gelap yang bisa membuat detak jantung siapa pun berhenti sejenak atau berdebar tak terkendali.

Tubuh kekar yang terlihat meskipun tertutup setelan jas mahal. Dan senyum miring yang entah bagaimana berhasil menjadi senyum paling mematikan.

Tapi di balik semua kemewahan dan ketampanan itu, Maxence Kingsford menyandang satu gelar yang tak pernah dia minta, namun dengan bangga dia emban, playboy, karena mudah bosan dengan wanita yang dia pacari.

“Natasha? Tidak menarik lagi. Dia terlalu murahan," kata Max sambil membuka kancing pergelangan kemejanya lalu menggulungnya, sembari duduk di kursi eksekutifnya sambil masih melihat layar ponsel.

Di depannya, Cassia, tampak memegang tabletnya. Dia menddngarkan apa yang dikatakan oleh bosnya. ‘Benarkan, tak lebih dari seminggu,’ batinnya.

"Ada jadwal dinner dengan Miss Aurora Valentino malam ini, Tuan," ucap Cassia.

"Aurora?" Max mengernyit. "Yang model itu? Hmm ... bilang saja aku ada rapat mendadak."

"Tapi, Tuan—"

"Dia terlalu banyak bicara. Batalkan memakai dia sebagai model produk. Dia terlalu … menempel padaku. Cari yang lain. Berikan beberapa rekomendasinya pada Betty bagian marketing, dia yang akan memilih model baru,” potong Max.

Cassia menghela napas dalam hati. Dia sudah bekerja selama dua belas bulan. Cukup lama untuk mengetahui bahwa bosnya adalah pria paling brengsek dalam urusan perempuan, tapi juga pria paling jenius dalam urusan bisnis.

Cassia hanya mengangguk, mencatat permintaan itu, dan mengirim pesan pada Betty. Setelah beberapa menit Max menjelaskan beberapa perintah lainnya, Cassia pun beranjak keluar.

*

*

Di koridor, Cassia hampir menabrak seorang perempuan yang tengah membawa setumpak dokumen.

"Astaga, Cassia. Maaf,” ucap wanita itu, Betty, staf marketing.

Cassia tersenyum tipis.

"Tidak apa-apa, Betty. Kau membawa daftar rekomendasi model yang Tuan Max minta?”

Betty menghela napas lalu mengagguk. "Ini daftar yang dari dua bulan lalu. Aku masih menyimpannya, jadi aku tak perlu mencarinya lagi.”

"Terima kasih, aku akan antar ke Tuan Max," kata Cassia mengambil dokumen itu.

Betty mengangguk dan berpamitan, berjalan menuju lift. Cassia kembali ke ruangan Max, masuk, dan meletakkan dokumen itu di meja besar Maxence.

"Apa itu?" tanya Max tanpa menoleh. Matanya masih tertuju pada layar laptop.

"Rekomendasi model yang anda minta, Tuan. Dari staf marketing.

Max hanya mengangguk acuh. "Taruh di pojok kiri. Nanti aku lihat."

"Baik, Tuan."

“Cass, tunggu!” Max memanggil Cassia lagi ketika wanita itu akan keluar dari ruangannya.

Cassia berhenti dan berbalik lagi, menghadap sang bos. “Iya, Tuan?”

“Minggu depan, jangan lupa ada pesta bisnis. Pergilah ke butik Le’Art nanti malam. Katakan pada manajernya bahwa kau sekretarisku. Dia akan membantumu memilih gaun untuk pesta,” ucap Max.

Cassia tak segera menjawab. Dia tak menyangka bahwa Max akan membelikannya gaun. Tapi, mungkin dia akan malu jika Cassia berpenampilan ala kadarnya. Karena jamuan bisnis ini cukup penting bagi perusahaan.

“Baik, Tuan.” Cassia mengangguk dengan sopan. Lalu dia mundur dan baru berbalik pergi.

Ketika Cassia pergi, ponsel Max berbunyi. Pria itu mengangkatnya, karena ada nama Marissa di layarnya, wanita barunya.

Max tersenyum tipis. “Marissa? Ada apa?”

“Max, aku sudah di kota sekarang. Kita jadi bertemu nanti?” tanya Marissa.

“Tentu saja. Nanti malam, datanglah ke rumahku,” jawab Max.

“Tidak bisa sekarang? Aku merindukanmu,” sahut Marissa.

“Aku masih sibuk.”

“Baiklah, aku akan menunggumu.”

1
Ima Kristina
Tenang Cass jangan terlalu berharap lebih pada Max kita lihat saja perkembangan ke depan bagaimana
Ima Kristina
Makin seruuu
Ima Kristina
Kamu tidak akan dipecat Cass justru akan dijadikan istri
Ima Kristina
Max tidak mau mengakui kalau hatinya sudah terjerat pesona Cass
Ima Kristina
Max itu namanya pelanggaran membuka hp Cass dan menghapus pesannya
Ima Kristina
Max cukup bijak menyuruh Cass pergi tapi ya gimana Cass nya cinta
Ima Kristina
Cass totalitas sekali menjadi sekretaris terbaik Max
Ima Kristina
Cass kan polos belum pernah merasakan yang begituan makanya penasaran dia tapi lebih pada rasa kuatir kondisi Max
Ima Kristina
Bagus Max pulang saja biar Cass yang merawatnya itu lebih aman
Ima Kristina
Wahh Clarissa mulai menunjukkan taringnya kalau dia Mak Lampir
Ima Kristina
Apes banget Clarissa dianggurin 🤭
Ima Kristina
Julian hati hati kalau bicara ya palingan kamu melongo saat melihat penampilan Cass nanti
Ima Kristina
Menyelidiki latar belakang Bryan segitunya tapi masih mengelak berapa berartinya Cass buatnya
Ima Kristina
Visual Cass cantik banget imut
Ima Kristina
Max bakalan murka loh Cass kalau lihat kamu sama Bryan
Ima Kristina
Cie cie pasti Max makin pinisirin pada Cass
Ima Kristina
Tanpa disadarinya Max sudah jatuh cinta pada Cass sekretaris lugunya
Ima Kristina
Next
Ima Kristina
Cie cie Max mulai perhatian sama Cass cemburu yang berkedok melindungi
Ima Kristina
Apes banget Clarissa dipesta pasti gigit jari nungguin Max datang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!