NovelToon NovelToon
Istri Kontrak CEO Dingin Yang Gaptek

Istri Kontrak CEO Dingin Yang Gaptek

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Nikah Kontrak
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Atha Diyuta

Kisah ini menceritakan tentang kisah seorang gadis desa yang gaptek dan dalam keadaan mendesak dia dipaksa menikah dengan CEO muda Arga Mahendra, seorang pengusaha muda yang tengah mencari istri sebagai jaminan kesehatan neneknya.
Mereka terpaksa menikah,disatu sisi Arga membutuhkan istri atas keinginan terahir neneknya dan disisi lain safa terpaksa harus mengorbankan masa mudanya demi mendapatkan uang karna ibunya terlilit hutang pada rentenir dan dia juga butuh biaya untuk berobat.
akankah cinta mereka bersemi diatas kertas kontrak?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Atha Diyuta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 8 Rambut yang indah

Semenjak menikah entah mengapa Arga tidak terlalu gila kerja,kini setiap hari itu Sabtu Arga libur ngantor.

Jam 10 pagi hujan deras mengguyur Jakarta. Suara hujan air hujan di dinding kaca penthouse lantai 32 terdengar begitu nyaring.

Seperti biasanya Safa selalu sibuk di dapur,apa lagi di cuaca yang dingin sperti sekarang ini.Safa tiba-tiba berinisiatif untuk membuat teh jahe,minuman itu memang cocok diminum saat cuaca dingin seperti sekarang ini.

"Mas ,mas Arga mau teh jahe? Kebetulan aku bikin banyak." teriak Safa dari dapur.

"Tidak usah!" jawab Arga dari sofa sambil membaca laporan di iPadnya.

Mendengar penolakan Arga membuat bibir safa mengerucut,namun tetap saja gadis itu menyajikan kedalam dua cangkir.

Setelah selesai dengan teh jahe ya ,Safa memutuskan untuk melakukan solat Sunnah dhuha.Untuk menyingkat waktu dia berwudu di kamar mandi yang ada didekat dapur.

Safa yang sudah tau jika pintu kamar mandi itu rusak dia tidak menutupnya dengan betul.Kemudian melepas semua jilbabnya.

Rambutnya yang panjang, hitam, tebal, dan bergelombang langsung terurai. Panjangnya sampai pinggang, masih agak basah karena berkeringat.

Dia wudhu seperti biasa, membasuh rambutnya.

Sementara Arga yang kehausan terpaksa meletakkan iPadnya dan pergi ke dapur untuk mengambil air putih dan tanpa sengaja dia melihat Safa yang sedang berwudhu.

Dia melihat punggung Safa yang berdiri membelakanginya safa sedang membasuh rambutnya. Rambut hitam panjang yang tebal itu terurai indah, air wudhu menetes dari ujung rambutnya.

Arga terpaku matanya membesar.

Selama ini Safa selalu tertutup rapat, tiba-tiba dia melihat rambut Safa yang ternyata sangat indah. Hitam legam, tebal, bergelombang natural, panjangnya sampai pinggang.

Jantung Arga berdegup kencang, lebih kencang dari biasanya.

Dia langsung memalingkan wajah dan berjalan cepat ke ruang tamu, pura-pura tidak melihat. Tapi wajahnya merah padam sampai ke telinga.

"Astaga!"gumam Arga pelan sambil memegang dadanya. "Ada apa dengan jantung saya,apa ini serangan jantung?" gumam Arga.

Di dalam kamar mandi, Safa tidak tahu apa-apa. Dia baru selesai wudhu kemudian mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil, lalu memakai hijabnya lagi dengan rapi.Sebelum ke kamarnya Safa kembali ke dapur, mengambil cangkir tehnya dan membawakanya untuk Arga.

"Mas Arga, teh jahenya sudah jadi. Minum dulu biar badan mas anget."

Safa meletakkan teh itu dimeja,tepat didepan Arga.

Arga tidak berani menatap Safa,matanya terus menatap layar iPadnya terus.

"Terima kasih!" ucapnya kaku.

Safa merasa bingung saat melihat wajah Arga yang sedikit memerah." Mas,ko wajah mas merah banget,mas sakit? Atau teh jahenya masih kepanasan? Tapi,tapi mas belum minum teh jahe itu.Terus mas kenapa?"

"Tidak apa-apa,saya tidak sakit hanya saya merasa gerah, mungkin ac-nya mati.

"Gerah? AC mati? Mas,yang benar saja.Diluar hujan deras ditambah AC disini juga nyala,ini dingin loh mas.Aku yang sempat berkeringat didapur aja udah ngerasa dingin lagi.Mas sakit pasti mas,atau mas demam? Mau aku kompres?" cerocos Safa tanpa ia tau Arga semakin salah tingkah.

"Sudah sudah saya mau kerja!" ucap Arga pada akhirnya, kemudian arga berdiri dan masuk ke ruang kerjanya, menutup pintu.

Safa makin bingung. "Aneh."

Siang harinya, Arga masih tidak fokus kerja. Bayangan rambut Safa yang panjang dan hitam itu terus muncul di kepalanya.

Dia mencoba menghapusnya dengan terus bekerja, tapi tetap saja tidak bisa.

Sampai sore hari hujan masih turun. Safa lagi-lagi ketiduran di sofa karena kelelahan setelah beberes.Hijabnya agak miring anak rambutnya sedikit keluar terlihat begitu jelas.

Arga yang kebetulan keluar dari ruang kerja matanya menangkap Safa yang lagi-lagi meringkuk diatas sofa,Arga berjalan mendekatinya.Matanya melihat lagi rambut itu,rambut yang sedari tadi mengganggu fikiranya sampai tidak fokus bekerja.Dia ingin merapikan hijab Safa yang miring itu, tapi tangannya berhenti di udara.

Arga tidak berani,dia takut jika dirinya melewati batas karena dalam kontrak mereka, jelas-jelas tertulis tidak boleh ada sentuhan yang tidak perlu.

Arga memutuskan untuk mengambil slimut dan menyelimuti tubuh Safa karna hujan semakin deras dan udara terasa semakin dingin.

Safa terbangun karena selimut.

"Mas Arga?" Safa mengucek matanya,dia selalu tidak sadar hijabnya miring.

"Dasar tukang tidur! Tuh hijab kamu miring." ucap Arga dengan ketus untuk menutupi rasa gugupnya.

Safa langsung panik dan membetulkan hijabnya. "Ya ampun, kelihatan nggak Mas rambut aku? Maaf ya Mas, aku nggak sengaja.

" Tidak,em mungkin tidak mana saya tau saya tidak memperhatikan saya hanya melihat sekilas hijab kamu miring." kilahnya.

Safa menunduk malu.

Arga diam sebentar, lalu berkata dengan suara pelan.

"Rambut kamu panjang? Itu sangat indah."

Safa kaget ditanya begitu. Wajahnya langsung merah.

"Iya Mas, panjang sampai pinggang. Ibu yang nggak bolehin aku potong rambut .Katanya rambut perempuan itu mahkota, harus dijaga." detik berikutnya Safa menatap Arga penuh telisik.

" Ko mas tau? Mas ngintip aku ya diam-diam!" tuduh Safa.

" Mana ada! Saya hanya menebak."kilah Arga.

" Oh menebak,kirain mas ngintip."

"Cantik."

Satu kata itu keluar dari mulut Arga tanpa dia sadari.

Safa mendongak. "Hah? Apanya mas yang cantik?"

Arga langsung salah tingkah. "Maksud saya,kamu pasti tidak bisa menjaga rambut kamu dengan baik,tidak seperti perempuan lain yang selalu tampil cantik dengan rambut indahnya." dusta Arga.

" Ish! Nyebelin! Mana tau mas Arga rambutku cantik atau tidak!" gerutu Safa.

Tanpa Safa tau Arga kembali teringat rambut Safa yang hitam legam terurai dengan sangat indah meskipun Arga hanya melihat dari belakang.

Suasana jadi hening,hanya terdengar suara hujan di luar.

Safa lalu iseng bertanya." Mas Arga penasaran mau liat aku tanpa hijab?Mas Arga mau liat rambut aku?"

" Ngga,saya ngga tertarik melihatnya!"dusta Arga.

" Saya sudah melihatnya Safa." gumamnya lirih sangat lirih.

" Apa mas? Jadi mas udah liat,apa tadi waktu aku dikamar mandi,pas lagi wudu? Iya mas?"

Cetak

Arga menjitak kening Safa dengan gerakan kilat.

" Aduuuh! Sakit mas!" desis Safa sembari memegang keningnya.

" Kamu itu ngawur,mana ada saya ngeliatin kamu.Saya memang lewat depan kamar mandi pas kamu wudu,tapi mana pernah saya tertarik melirik kamu! GR kamu!"

Safa tertawa kecil." Em,iya deh iya.Tapi kalau mas memang melihat ya ngga papa si, sah-sah saja lagipula mas kan suamiku.Suami yang sah Dimata agama dan Dimata hukum jadi ya ngga papa toh itu halal mas kan suamiku sendiri.

Kata "suami sendiri" itu membuat jantung Arga berdegup lagi.

Arga berdeham keras. "Sudah, saya mau lanjut kerja."

"Mas, tunggu."

Safa memanggilnya arga berhenti.

"Kalau Mas mau lihat ngga papa ko,nanti aku buka jilbabnya depan mas.Aku ngga marah mas,mas kan suami aku,halal mas."

Arga menatap Safa beberapa detik, kata-kata itu keluar begitu saja dari mulutnya tapi tanpa sadar dia sudah memberikan sesuatu yang berbeda,entah apa tapi Arga merasakan itu.

"Jangan sembarangan ngomong," kata Arga dengan suara pelan tapi tegas. "Saya ngga tertarik,tapi jangan pernah kamu bilang seperti itu didepan orang jangan bilang kamu ingin membuka jilbab kamu didepan orang lain selain saya! Itu aurat!"

"Iya Mas, cuma di depan Mas kok."

Malam harinya, kejadian kecil terjadi lagi.

Listrik penthouse tiba-tiba mati karena hujan badai. Penthouse Gelap total.

Safa yang takut gelap langsung teriak dari kamarnya. "Mas Arga! Mati lampu! Aku takut!"

Arga keluar dengan senter HP. "Jangan panik, genset akan nyala sebentar lagi."

Safa lari keluar kamar begitu saja tanpa memakai hijabnya yang sudah ia lepas karna memang Safa melepasnya saat tidur di dalam kamarnya.Rambut panjangnya terurai berantakan karena baru bangun tidur apalagi karna panik.

"Mas, gelap banget!"

Arga menyorotkan senter HPnya ke arah Safa. Dan lagi-lagi dia melihat rambut panjang Safa yang terurai di kegelapan, terkena cahaya senter.

Indah sekali. Di tengah gelap, rambut hitam itu terlihat berkilau.

Safa baru sadar rambutnya belum ditutup. Dia langsung menutup rambutnya dengan kedua tangan.

"Ya ampun Mas, jangan lihat!"

Arga langsung mematikan senternya dan memalingkan wajah.

"Saya tidak lihat!"

"Bohong, Mas lihat kan?"

"Tidak!"

Keduanya sama-sama salah tingkah di tengah kegelapan.

Tiba-tiba genset menyala, lampu kembali terang.

Safa sudah memakai hijabnya lagi dengan cepat, wajahnya merah.

Arga juga wajahnya merah, tapi berusaha terlihat dingin.

" lain kali kalau mati lampu, pakai hijab dulu baru keluar," kata Arga.

"Iya Mas, maaf."

Tapi setelah itu, Arga menambahkan pelan.

"Tapi tadi,em tadi itu.Rambut kamu indah sangat indah Panjang dan hitam. Dijaga terus ya."

Safa tersenyum malu-malu.

Malam itu Safa tidur dengan senyuman mengembang di bibirnya , suaminya yang kaku dan dingin itu ternyata diam-diam terpesona dengan rambutnya.

Sementara Arga,bayangan wajah Safa dengan rambut terurainya terus menari-nari di pelupuk mata,dia baru sadar ternyata Safa secantik itu,cantik karna kesederhanaannya cantik karna terlihat natural dengan rambutnya yang tergerai indah.

Bersambung

1
falea sezi
uda q krim hadiah thor🤭 up banyak ya.. 👍 g sabar nunggu bocil saseettnya
Atha Diyuta: trimakasih ka, ditunggu kemasan sasettnya 🤭🤭
total 1 replies
falea sezi
lanjut q kirim hadiah👍
Atha Diyuta: mksh kaa ditunggu ya
total 1 replies
falea sezi
Arga kenpa dlu pcrn sama lampir 5 tahun🤣
Dewi kunti
Iki kepiye kok dadi ngulang meneh🤦
Dewi kunti: oalaaaaahhh
total 2 replies
Dewi kunti
typo
Dewi kunti
kenapa sekarang gampang banget ya main tium2 manjaaaa😘😘😘😘😘
Atha Diyuta: udah kecanduan ditium tium
total 1 replies
Dewi kunti
jangan buru2 jetiknya thor, perhatikan tanda bacanya juga
Atha Diyuta: iyaa ka udah keyboard hpku typo tanganku juga typo makanya q lagi revisi dari bab 1 ☺️☺️
total 1 replies
Dewi kunti
emang desanya Arga dimana thor😄😄😄😄
Atha Diyuta: asale aja dia mah,biar Safa diem gak banyak tanya😄😄
total 1 replies
Dewi kunti
Weh kembali berhijab
Dewi kunti
udah gak jilbaban didepan suami,dah dikuncir rambutnya
Dewi kunti
otw belah duren 😄😄😄😄
Dewi kunti: Sprin aj,🤣🤣🤣🤣🤣
total 6 replies
Dewi kunti
tp kmrn masak rendang,ngajarin ngidupin kompor,kata siapa gak pernah msk dapur, author nya blm ngopi ini
Atha Diyuta: 🙈🙈🙈belum sempet direvisi 😅😅😅
total 3 replies
Atha Diyuta
trimakasih siap revisi
Dewi kunti
pergi kepasar dong🤭🤭🤭ini keyboard nya ngeyel kynya
Atha Diyuta: astaghfirullah iya ka baru ngeh🙈🙈🙈
total 1 replies
Dewi kunti
witing tresno jalaran Soko kulino
Atha Diyuta: 😄😄😄😄😄😄😄😄
total 3 replies
Dewi kunti
tangan sangat kalian cocok,maksude piye🤭🤭🤭🤭
Atha Diyuta: kadang" 😅😅
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!