NovelToon NovelToon
LULA, SI PUTRI KECIL KESAYANGAN EMPAT CEO

LULA, SI PUTRI KECIL KESAYANGAN EMPAT CEO

Status: tamat
Genre:Anak Genius / CEO / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:167.6k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Lula, bocah 5 tahun yang hidup luntang-lantung di kerasnya jalanan Jakarta, mendadak jadi putri bungsu kesayangan keluarga konglomerat Ayodhya setelah kekuatan supernya menyelamatkan nyawa sang istri CEO. Kini, dengan kemampuannya berbicara dengan hewan dan melihat kabut nasib buruk, Lula bukan cuma jadi jimat penyelamat Grup Lentera, tapi juga pusat dunia bagi empat kakak laki-lakinya yang kelewat protektif.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17

Pagi yang cerah menyambut kediaman keluarga Ayodhya.

Baskoro sedang duduk santai di ruang makan sambil menyeruput kopi hitamnya.

Layar televisi di depannya menyiarkan berita ekonomi pagi.

"Saham Perusahaan Matahari anjlok drastis setelah kehilangan proyek logistik terbesarnya," suara presenter berita terdengar jelas.

Baskoro tersenyum tipis mendengar berita kemenangan kecil itu.

Itu baru permulaan dari hancurnya kerajaan bisnis milik Surya.

Tap tap tap.

Suara langkah kaki kecil terdengar berlari menuruni tangga rumah.

Lula muncul dengan memakai gaun bunga-bunga berwarna biru muda.

Jepit rambut kelinci pemberian Adrian bertengger manis di rambutnya.

"Pagi Papa! Lula sudah siap pergi jalan-jalan!" seru Lula dengan semangat.

Baskoro meletakkan cangkir kopinya dan merentangkan tangannya.

Lula berlari masuk ke pelukan ayah angkatnya itu sambil tertawa girang.

"Wah putri Papa cantik sekali hari ini, mau beli mainan apa di mall nanti?" tanya Baskoro lembut.

"Lula mau beli buku gambar sama pensil warna Pa," jawab Lula polos.

"Hanya itu? Kamu boleh beli satu toko mainan kalau kamu mau," sahut sebuah suara berat dari arah tangga.

Adrian berjalan turun dengan memakai kemeja kasual berwarna putih bersih.

Pria dingin itu terlihat jauh lebih santai dari biasanya.

Di belakang Adrian, ada Cakra dan Dewa yang juga sudah berpakaian rapi.

Hari ini adalah hari Minggu, jadi mereka semua libur sekolah dan bekerja.

"Lula harus beli boneka beruang yang besarnya seukuran rumah!" usul Cakra heboh.

Dewa menendang pelan betis kakaknya itu dari belakang.

"Jangan ajari anak kecil jadi rakus sepertimu," omel Dewa ketus. "Nanti kalau beli boneka sebesar itu, kamarnya jadi sempit bodoh."

Arini menyusul dari belakang sambil membawa tas tangan mewahnya.

"Sudah siap semua? Ayo kita berangkat sekarang sebelum mallnya terlalu ramai," ajak Arini.

Bastian terpaksa tidak ikut karena ada jadwal piket di rumah sakit.

Baskoro juga harus pergi ke kantor untuk memantau pergerakan saham musuh.

Jadi hari ini pasukan yang pergi ke mall adalah Arini, Adrian, Cakra, Dewa, dan tentu saja Lula.

Mereka menaiki mobil van mewah berwarna hitam yang dikemudikan oleh sopir baru yang sangat terpercaya.

Perjalanan menuju mall terbesar di pusat kota Jakarta memakan waktu sekitar empat puluh menit.

Sesampainya di sana, mulut Lula terbuka lebar melihat gedung raksasa yang menjulang tinggi itu.

"Gedungnya tinggi sekali Kak Cakra, tidak akan roboh kan?" tanya Lula takjub.

Cakra tertawa terbahak-bahak mendengar pertanyaan polos adiknya.

"Tentu saja tidak akan roboh, pondasinya sekuat baja," jawab Cakra sambil menggandeng tangan kanan Lula.

Dewa yang berjalan di sebelah kiri Lula tiba-tiba menyodorkan tangannya.

"Pegang tanganku erat-erat, di dalam sana banyak orang jahat yang suka menculik anak kecil," ancam Dewa dengan wajah garang.

Padahal sebenarnya Dewa hanya gengsi mau menggandeng tangan adiknya.

Lula tersenyum lebar dan langsung menggenggam tangan Dewa dengan erat.

"Siap Kak Dewa galak! Lula pegang kuat-kuat," jawab Lula patuh.

Adrian dan Arini berjalan di belakang mereka sambil tersenyum melihat kekompakan tiga saudara itu.

Mereka mulai menyusuri lorong-lorong mall yang luas dan terang benderang.

Arini langsung memimpin jalan menuju toko pakaian anak bermerek mahal.

Lula dipakaikan berbagai macam baju, gaun, dan sepatu yang cantik-cantik.

Setiap kali Lula keluar dari ruang ganti, Cakra dan Dewa langsung bertepuk tangan heboh.

"Wah adikku seperti putri raja!" puji Cakra berlebihan.

"Lumayan, tidak sejelek tadi pagi," komentar Dewa yang aslinya juga sangat kagum.

Adrian hanya diam berdiri di dekat kasir sambil mengeluarkan kartu hitam tanpa batasnya.

"Bungkus semua baju yang tadi dicoba, jangan sampai ada yang terlewat," perintah Adrian kepada pelayan toko.

Pelayan toko itu sampai gemetar saking senangnya mendapat pelanggan sultan.

Tanpa mereka sadari, ada sepasang mata yang terus mengawasi mereka dari luar toko pakaian itu.

Seorang pria berjaket kulit hitam dan bertopi merendahkan pandangannya sambil memegang ponsel.

Itu adalah mata-mata suruhan Surya.

Pria itu memotret Adrian dari kejauhan lalu mengirimkannya ke bosnya.

"Bos, target sehat walafiat, tidak ada tanda-tanda patah tulang sedikitpun," lapor pria itu melalui pesan singkat.

Pria berjaket hitam itu terus mengikuti rombongan keluarga Ayodhya dari jarak aman.

Setelah berbelanja baju, mereka pindah ke area restoran mewah untuk makan siang.

Lula makan dengan sangat lahap karena dia memesan pasta keju yang rasanya sangat gurih.

Tring tring.

Ponsel Adrian tiba-tiba berbunyi memanggil.

Adrian melihat nama ayahnya di layar dan segera mengangkatnya.

"Halo Pa, ada apa?" sapa Adrian.

"Adrian, ada dokumen penting yang salah urut di email, Papa butuh password komputermu sekarang," kata Baskoro dari seberang telepon.

Adrian bangkit berdiri dari kursi restorannya.

"Aku akan kirim lewat pesan Pa, tapi sinyal di sini sedikit susah," jelas Adrian.

"Ma, aku keluar restoran sebentar ya cari sinyal," pamit Adrian kepada ibunya.

Arini mengangguk sambil mengusap mulut Lula menggunakan tisu.

"Iya hati-hati Adrian, jangan lama-lama."

Lula yang sudah selesai makan tiba-tiba merasa ingin pergi ke toilet.

"Mama, perut Lula geli, Lula mau ke toilet," kata Lula sambil memegangi perutnya.

Cakra langsung berdiri dengan semangat.

"Biar aku yang antar Ma, sekalian aku mau cuci tangan karena kena saus pasta," tawar Cakra.

Dewa mendecih pelan.

"Hati-hati bawa anak orang, jangan sampai kau tinggalkan di toilet," pesan Dewa ketus.

Cakra menjulurkan lidahnya ke arah Dewa lalu menggandeng tangan Lula keluar dari restoran.

1
Sri Wulandari
mereka orang² yg berpendidikan tp cara berpikirnya terlalu dangkal karna yg ada d pikiran mereka hanya bgmn cara mempertahankan status sosial & harta mereka
Sri Wulandari
waktu masih berjaya sj mengajari anaknya utk bersikap sombong & membulli teman sekelasnya skrng jatuh miskin memohon ampun... ternyata sikapmu benar² buruk Hermawan
kiyoe: heheh penyesalan datangnya belakangan kak 🤭
total 1 replies
Ita Xiaomi
Sport jantung Kepala Sekolah ama Bu Risa. Apalah Adrian nih pakai adegan tendang pintu pula.
Ita Xiaomi
Ndak sempat serangga nak gigit. Malah asyik diajak ngobrol ama Lula😁
Sri Wulandari
skrng qm merasakan gmn jd Lula...Manda d jauhi & g punya teman & skrng hanya Lula yg mau bicara & dekat sm qm sedangkan yg lainnya takut dekat² sm qm
Ita Xiaomi
Alhamdulillah ada Lula jd anggrek hitam ndak kesakitan lg😁
Sri Wulandari
klu qm terus diam g mau bicara sm teman sebangku mu yg ada qm akan terus d bulli sm mereka... sekali² qm harus melawan & bersikap tegas Lula... patuh sm kakakmu bkn berarti qm diam sj klu teman² mu terus bersikap buruk pd mu qm harus bs menjaga diri qm sendiri karna g selamanya kakak² mu akan sllu ada utk mu walaupun mereka mengirim pengawal bayangan tp ada area tertentu yg mn pengawal bayangan itu g sllu terus d dekat mu
Ita Xiaomi
Belikan aja boneka kelinci yg imut😁
Sri Wulandari
harusnya kalian sprti dulu melindungi Lula tanpa harus menyakiti atau mengekangnya karna justru pertengkaran kalian memberikan celah sm orang² yg membenci klrg kalian terutama lawan bisnis klrg Ayodya...
bersikap bijaklah Andrian apalagi qm kakak yg paling tua harusnya qm yg lebih bs menjadi contoh yg baik utk adik² mu bkn mlh membuat permusuh dg mereka hanya gara² beda pendapat & cara pandang dlm menjaga Lula adik kecil kalian
Sri Wulandari
biasanya anak SD pertama kali msk sklh d antar orang tuanya tp Lula d antar sm kakak² protektif nya😃
Sri Wulandari
knp g pkai bros sj d sematkan d baju yg d kasih alat pelacak sprti pin dulu waktu TK lagian Lula jg sdh pkai jam tangan dr Dewa yg ada tombol darurat nya
Sri Wulandari
itu yg d namakan kasih sayang yg sesungguhnya harta & kekayaan terbesar sebuah klrg🤗😍😍😍
Sri Wulandari
Ternyata papa Baskoro yg menyimpan rapi barang² putranya....mngkin barang² itu sangat special utk k 4 putranya makanya d simpan baik² sm papa Baskoro
Sri Wulandari
kak Andrian mmng yg paling gercep klu soal Lula... dia sllu bs mencari celah k 3 saudaranya ketika berdebat soal adik kecil mereka 🤗
Sri Wulandari
tentu sj Lula adalah harta Karun paling berharga karna kehadirannya rumah klrg Ayodya yg biasanya dingin & cuek dg ego & urusan masing-masing skrng menjadi hangat sejak kehadiran adik kecil mereka dg perdebatan² kecil yg lucu tp penuh kasih sayang itu...

bahagia sllu smua 😍😍😍🥰🥰🥰🥰🥰💐🎆


😍😍😍😍
Sri Wulandari
adik kalian k tiduran d gudang karna bosan 🤗
Sri Wulandari
demi menjaga senyum Lula klrg Ayodya g perduli brp banyak uang yg hrs mereka keluarkan 😜
kiyoe: hehehe uang bukan hal yang sepele buat keluarga Ayodya kak
total 1 replies
Sri Wulandari
jd guru koq pkai riasan tebal saat mengajar memangnya mau kondangan 😜🤭
Sri Wulandari
eehm....tentu sj itu kue terenak d dunia karna kue itu d buat dg banyak cinta & kasih sayang oleh kakak²mu & mama Arini😍😍🥰🥰🥰
Sri Wulandari
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!