NovelToon NovelToon
Ibu Tiri Jeratan Daddy

Ibu Tiri Jeratan Daddy

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Penyesalan Suami / Ibu Tiri
Popularitas:278.5k
Nilai: 5
Nama Author: kenz....567

"Bukan aku pelakunya!"

Demi biaya berobat ibunya, Aeris Calythea mengantar ratusan kue ke sebuah rumah mewah. Namun, bukannya uang, ia justru menemukan istri pria kaya tergeletak berlumuran darah. Niat tulus Aeris menolong justru menjebaknya. Sidik jarinya tertinggal, menjadikannya tersangka utama.

Dunia Aeris runtuh saat ibunya meninggal akibat terlambat ditangani. Hilang arah, Aeris bersimpuh pasrah.

"Bunuh aku sekarang! Tujuanku tetap hidup sudah tiada!"

Namun Kaizel Vardan, suami korban yang dibakar dendam, menolak. "Mati terlalu mudah untukmu. Kau harus menggantikan posisi istriku dan menjadi ibu untuk anak kembarku! Tebus dosamu, Aeris!"

Bagaimana nasib Aeris? Di tuduh dan terpaksa menjadi istri serta ibu tiri dari 2 anak kembar? Terlebih dia baru tahu, jika 2 anak kembar Vardan bahkan disiksa di rumah ayahnya sendiri.

"Jangan pukul, kami nda nakal hiks ...,"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kenz....567, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hasil Autopsi

Kaizel menatap amplop cokelat di tangan Ravelys dengan sorot mata yang menggelap. Jemari kokohnya terulur, menyambar amplop tersebut dengan gerakan cepat dan dingin.

"Keluar," perintah Kaizel tanpa mengalihkan pandangannya dari amplop di tangannya.

Ravelys menunduk hormat, lalu berbalik dan membungkuk pelan sebelum melangkah keluar dari ruangan, membiarkan Kaizel tenggelam dalam keheningan yang mencekam.

Dengan napas yang tertahan di tenggorokan, Kaizel merobek segel resmi kepolisian tersebut. Ia menarik beberapa lembar dokumen berstempel forensik dan autopsi medis mendiang Nayvera. Matanya yang tajam memindai baris demi baris kesimpulan ilmiah yang tertulis di atas kertas.

Urat-urat di pelipis dan leher Kaizel seketika menegang tajam.

KESIMPULAN HASIL AUTOPSI & INVESTIGASI FORENSIK:

Korban meninggal akibat pendarahan hebat dari luka tusukan senjata tajam di area vital.

Ditemukan residu darah dan sidik jari yang amat jelas pada gagang pisau serta barang bukti di lokasi kejadian, yang secara spesifik sangat cocok dengan sidik jari Aeris Calythea.

Waktu kematian diperkirakan terjadi hanya beberapa menit sebelum panggilan darurat dilakukan oleh Aeris Calythea, mengindikasikan kehadiran pelaku utama di tempat kejadian saat korban meregang nyawa.

Tidak ditemukan jejak paksaan dari pihak luar, memperkuat dugaan bahwa pelaku mengenal atau menjebak korban secara langsung.

Brak!

Kaizel menghantamkan telapak tangannya keras-keras ke atas meja kerja kayu mahoni hingga dokumen-dokumen di atasnya berhamburan. Wajahnya memerah padam, dadanya naik-turun memburu oleh amarah, kebencian, dan rasa dendam yang meluap-luap bagaikan gunung berapi yang meletus.

Semua prasangka dan keraguan kecil yang sempat terlintas di benaknya sirna tak berbekas. Bukti fisik dan laporan forensik sudah tertulis hitam di atas putih, Aeris Calythea adalah pembunuh istrinya.

"Dasar wanita iblis kurang ajar ...," desis Kaizel dengan suara berat nan parau yang sarat akan niat membunuh.

Pria itu meremas lembaran dokumen di tangannya hingga renyuk. Bayangan wajah polos Aeris yang menangis terisak saat meminta pertolongan malam itu kini tampak tak lebih dari sandiwara murahan yang menjijikkan di matanya.

Kaizel mendongak, menyambar ponsel di mejanya dan menekan nomor Ravelys.

"Ravelys! Selesaikan semua jadwal rapat dan urusan kantor secepatnya!" panggil Kaizel dengan nada membentak yang sangat dingin dan mematikan.

"B-baik, Tuan. Ada masalah dengan hasil autopsinya?" tanya Ravelys berhati-hati dari seberang telepon.

"Gadis pembunuh itu bernapas terlalu tenang di rumahku," potong Kaizel dengan napas memburu dan mata yang memerah penuh lahar amarah. "Aku akan segera pulang dan berhadapan langsung dengan wanita yang sudah berani menyentuh milikku!"

Kaizel mematikan sambungan telepon secara sepihak. Ia menyambar jas mewahnya dari sandaran kursi, melangkah lebar menembus pintu ruang kerja dengan aura kegelapan yang siap menghancurkan siapa saja yang menghalangi jalannya.

.

.

.

.

Aeris bertekad penuh untuk memperbaiki pola hidup dan gizi kedua putri sambungnya. Sore itu, aroma lezat tumisan ayam gurih dan aneka masakan tinggi protein membumbung hangat dari area dapur. Dalam pikiran Aeris, keberanian dan mental baja seorang anak berawal dari fisik yang kuat serta asupan gizi yang cukup. Tubuh mungil Zara dan Ezmira yang selama ini tampak kurus dan pucat membuatnya yakin bahwa mereka tak akan sanggup melawan jika terus dibiarkan lemas dan kelaparan.

"Ezmira, Zara, ayo sini makan!" seru Aeris riang.

Ia meletakkan dua piring porselen berisi porsi melimpah di atas meja makan. Tak butuh waktu lama, derap langkah kecil terdengar berlari menghampiri. Kedua putri kembar itu datang dengan senyuman mengembang bahagia. Sebelum memanjat kursi, mereka meletakkan buku gambar dan pensil warna di ujung meja.

"Haluuuum kali ini, Bunda!" seru Ezmira tak sabar. Matanya berbinar menatap potongan daging ayam goreng hangat di piringnya.

Jemari mungil Ezmira baru saja hendak meraih lauk itu secara langsung sebelum sebuah pukulan pelan melayang mendarat di punggung tangannya dari sang kakak.

"Awh! Apa ciiiiih, Kakaaaak?! Kenapa pukul-pukul tangan Mila?! Dikira Mila capi apa dipukul-pukul?!" teriak Ezmira kesal dengan wajah merengut gusar.

"Beliciiiik kali! Cuci tangan dulu, kotoooool! Kau habis galuuuuuk pantat tadi, kan?!" desis Zara menatap adiknya dengan lirikan tajam sok dewasa.

Ezmira makin merengut. Dengan bibir mengerucut maju, ia terpaksa meluncur turun dari kursi makan dan berjalan menghentakkan kaki kecilnya menuju arah wastafel dapur.

"Alah ... cuma galuuuuk pantat cendili pun macalah. Nanti juga macuknya ke mulut cendiliiii, akhilnya di pantat lagiaaaaa," desis Ezmira bersungut-sungut pelan, meninggalkan Zara dan Aeris yang hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala melihat tingkah menggemaskan itu.

Ezmira melangkah riang mendekati area wastafel di sudut dapur. Namun, tepat saat kaki mungilnya hendak menaiki pijakan tangga kayu kecil untuk menggapai kran air, sebuah dorongan kasar menghantam bahunya dari samping.

Brugh!

"Aaa! Sakit!" jerit Ezmira terkulai jatuh di atas lantai granit yang dingin.

Ezmira menengadah, mendapati Lala sedang berdiri berkacak pinggang dengan tatapan mata yang menyipit galak. Ezmira buru-buru beranjak berdiri sembari meraba lengannya yang linu akibat terbentur.

"Kenapa dolong-doloong?!" pekik Ezmira berani, mengusap tangannya yang sakit.

"Nakal kamu sekarang sama aku, ya?! Ambilin aku makanan sekarang!" gertak Lala dengan nada memerintah yang sangat tinggi, berusaha menakut-nakuti seperti biasanya.

Tubuh Ezmira sempat bergetar panik. Bayangan rasa takut pada anak itu mendadak terbayang kembali di kepalanya. Namun, detik berikutnya, petuah tegas dan hangat dari Aeris pagi tadi berngaung kuat di dalam benaknya. Kalian harus berani melawan!

Ezmira mengangkat dagunya tinggi-tinggi, menatap anak bertubuh gemuk di hadapannya tanpa rasa gentar sedikit pun.

"Kan yang dilalang nakal cama manuciaaaa ... kalau nakal cama capi gembloooot nda papaaa!" seru Ezmira lantang dengan kepolosannya yang tak terduga.

"KAUUUU—!" Lala melotot sempurna, mukanya memerah padam mendengar ejekan menohok dari balita yang biasanya selalu ia siksa itu.

1
Eli Rahma
wanita macam apa ini hohoooo
Eli Rahma
wahhh,ternyata nayvera masih hidup
Eli Rahma
👍👍👍👍👍👍👍
Eli Rahma
cieeeee istriiii
Eli Rahma
awas keselek
Eli Rahma
lojali apa bang toyib
Eli Rahma
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Eli Rahma
astagaaaaaaa 😅😅
GiZaNyA
astagaaa... ternyata Nayvera masih hidup... lha terus yg dikubur sama si Kaizel siapa cobaaa...??
Cristella Tella
kembar gk butuh mama ular sepertimu
Cristella Tella
lawan Aeris.... ternyata msih hidup nikmati hari2 mu dngan indah sbelum pnjara menantimu
GiZaNyA
tuhh Tuan Vardan... dengerin Aeris... tertamlar kenyataan kamu kan sekarang... ckckck....
Esther
Ternyata Nayvera masih hidup😱.
Tega sekali dia berbohong soal.kematiannya
Susma Wati
astaga ternyata nayvera masih hidup, dengan kejamnya membunuh seorang wanita untuk menggantikan dirinya menjadi korban pembunuhan, dengan merubah wajah wanita itu menjadi wajah nayvera, dan menjebak aeris sebagai tersangka pembunuhan, wah bisa segitu kejamnya seorang nayvera hanya karena tidak rela dengan pernikahan bisnis? kaizel bakal usut itu pastinya terbongkar
🌷Vnyjkb🌷
hidup si nayv, waahhhh penjahat aslinya ini, nayv dan kekasih gelapnya🤭
𝐵💞𝓇𝒶𝒽𝒶𝑒🎀
gimana reaksi si kesel tau permaisuri idaman nya ternyata tdk lebih dri ular berbisa busuk,MAKAN NO DENDAM KOCAK klu gw MALU sih😏
𝐵💞𝓇𝒶𝒽𝒶𝑒🎀
anak nya mau bebas lh ortunya gila harta, pdhl semple yh tinggal cerai ngk perlu bikin drama
ahs@
wow, ternyata nayvera masih hidup...bener bener kaizal di bohongi 🤣🤣🤣
𝐵💞𝓇𝒶𝒽𝒶𝑒🎀
wowowo liat siapa ini?👏🏻👏🏻😏
Lala
ni laki cari bukti SJ lemot x
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!