NovelToon NovelToon
Batal Cerai Setelah Suami Mendengar Isi Pikiran Sang Istri

Batal Cerai Setelah Suami Mendengar Isi Pikiran Sang Istri

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Penyesalan Suami
Popularitas:58.6k
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

Lorenzo Matteo Romano sudah mantap menceraikan Alina Seraphine Bellamy, setelah tiga tahun menikah.

Namun, kecelakaan terjadi tepat setelah Lorenzo mengajukan perceraian. Ketika sadar, Lorenzo justru mendapatkan kemampuan aneh—ia bisa mendengar isi pikiran Alina.

Betapa terkejutnya Lorenzo saat mengetahui bahwa wanita yang selama ini terlihat begitu patuh ternyata menyimpan segudang rahasia, keluhan, dan komentar pedas yang tak pernah berani diucapkannya.

Lorenzo akhirnya memutuskan berpura-pura amnesia agar perceraian mereka batal.

Sayangnya, rencana itu justru membuat Alina semakin stres. Sebab, di depan Lorenzo, Alina harus tetap menjadi istri yang lembut dan penurut.

Sementara di dalam hatinya, “Ya Tuhan, kenapa orang ini belum juga ingat kalau dia mau menceraikanku?!”

Sejak saat itu, pernikahan mereka berubah menjadi permainan rahasia: seorang istri yang tak sadar isi kepalanya bisa didengar, dan seorang suami yang berbalik mati-matian mempertahankan pernikahannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4

Keesokan paginya, nama Lorenzo Matteo Romano sudah memenuhi berbagai portal berita. Foto mobilnya yang ringsek di depan sebuah gerbang kuil terpampang di layar televisi ruang tunggu rumah sakit. Beberapa wartawan bahkan sudah berjajar di luar gedung, menunggu perkembangan kondisi pria itu.

“Putra keluarga Romano mengalami kecelakaan hebat tadi malam.”

“Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan.”

“Belum diketahui apakah kecelakaan tersebut murni akibat kehilangan kendali atau terdapat unsur sabotase.”

Alina yang sedang duduk di samping tempat tidur langsung menoleh ke televisi. Tangannya masih memegang sendok berisi bubur. Matanya menyipit.

“Sabotase? Jangan-jangan ada yang mau membunuh manusia kulkas ini.”

Alina melirik Lorenzo yang sedang bersandar di ranjang.

“Apa dia punya musuh?”

“Hmmm, kalau melihat status dan tabiatnya wajar punya musuh karena orangnya nyebelin! Suka pamer dan sok paling berkuasa.”

Lorenzo yang mendengar isi kepalanya langsung menoleh. Tatapannya tajam. Dia mengakui kalau punya banyak saingan di dunia bisnis dan punya saingan itu hal yang lumrah terjadi di dalam bidang apapun.

Alina tidak menyadarinya. Dia malah meniup bubur di sendok sebelum menyodorkannya kepada Lorenzo.

“Buka mulut.”

Lorenzo menatap sendok itu. “Aku bisa makan sendiri.”

Alina tersenyum lembut. “Dokter bilang kamu jangan terlalu banyak bergerak.”

Lorenzo diam.

Alina mendekatkan sendok. “Ayo.”

“Dasar merepotkan. Semalam aku belum tidur, sekarang harus menyuapi orang dewasa.”

Lorenzo akhirnya membuka mulut. Satu suapan masuk.

Alina kembali mengambil bubur. “Enak?”

“Biasa saja.”

Alina tersenyum. “Kalau begitu, makan lagi.”

“Biasa saja? Yang masak perawat rumah sakit, Tuan. Kalau mau rasa restoran bintang lima, ya jangan jadi pasien di rumah sakit.”

Lorenzo hampir tersedak.

Alina langsung menepuk dadanya. “Pelan-pelan.”

Lorenzo menatap wajah istrinya. Wajah itu terlihat begitu tulus, sabar, dan lembut. Padahal beberapa detik lalu dia baru saja menghinanya di dalam hati.

Lorenzo mulai bertanya-tanya. Selama ini, apakah memang seperti itu cara Alina menjalani hidupnya? Tersenyum ketika ingin mengomel? Mengangguk ketika ingin menolak? Dan meminta maaf ketika sebenarnya bukan dia yang bersalah?

Pintu kamar tiba-tiba terbuka. Seorang perawat masuk sebentar untuk memeriksa infus Lorenzo.

“Maaf, Tuan Romano. Ada seorang wanita yang ingin menjenguk.”

Alina berhenti mengaduk bubur. “Siapa?”

Perawat tersenyum. “Namanya Bianca Moretti.”

Sendok di tangan Alina berhenti di udara.

“Wah, wanita gatal datang menjenguk! Aku yakin dia akan main drama. Air mata, hidung merah, suara bergetar tinggal tambahkan musik sedih.”

Lorenzo langsung menatap Alina. Namun wanita itu sudah kembali tersenyum.

“Silakan masuk.”

Tidak lama kemudian, pintu terbuka. Bianca muncul. Perempuan itu mengenakan gaun sederhana berwarna putih. Rambutnya ditata rapi, wajahnya terlihat pucat, dan kedua matanya sembap.

Begitu melihat Lorenzo, Bianca menutup mulut dengan tangan. Air matanya langsung jatuh. Ia berjalan cepat menuju tempat tidur.

“Lorenzo, Sayang.”

Lorenzo terdiam. Bianca menggenggam tangannya. Dengan suara bergetar dia berkata, “Aku sangat takut. Aku pikir aku akan kehilanganmu.”

"Nah, bener kan? Drama di mulai.”

Alina berdiri di samping tempat tidur. Wajahnya tetap tenang. Di malam pernikahannya dia tahu akan hubungan Lorenzo dan Bianca, jadi baginya tidak aneh jika wanita itu datang menjenguk.

Bianca menoleh kepadanya. Tatapan keduanya bertemu.

Bianca segera mengusap air mata. “Aku benar-benar khawatir sejak mendengar berita itu.”

Alina mengangguk. “Terima kasih sudah datang.”

“Iya, iya. Terima kasih sudah datang membawa air mata satu ember. Sayangnya aku lupa membawa gayung.”

Bianca kembali menatap Lorenzo. “Aku bahkan tidak bisa tidur semalaman.”

“Bohong.” Alina mengambil mangkuk bubur. “Kalau benar tidak bisa tidur, kenapa wajahmu segar sekali? Bedakmu bahkan masih sempurna. Aku kalau tidak tidur semalaman, mataku seperti mata ikan asin.”

Lorenzo menahan ekspresi.

Bianca mengusap punggung tangan Lorenzo. “Aku benar-benar takut terjadi sesuatu kepadamu.”

“Lebih tepatnya takut kehilangan uangmu, mungkin.”

Lorenzo melirik Alina. “Kenapa kamu berpikir seperti itu?”

Seolah menjawab pertanyaan yang tidak terucap, pikiran Alina kembali bergulir.

“Karena aku pernah melihat sendiri. Perempuan ini bukan cuma punya satu-dua pria. Dia sering jalan dengan pria berduit.”

Lorenzo membeku. “Apa?”

Alina menatap Bianca dari ujung kepala sampai kaki.

“Waktu itu di hotel sebulan yang lalu dia pikir aku tidak melihat. Dia keluar dari lift bersama pria berambut pirang. Tangannya bahkan melingkar mesra di lengan pria itu. Dan tiga hari kemudian dia masih bisa datang ke rumah ini sambil bilang, “Aku hanya mencintai Lorenzo.” Luar biasa. Kalau kebohongan bisa menghasilkan uang, perempuan ini sudah menjadi miliarder.”

Lorenzo menatap Bianca. Senyumnya perlahan menghilang. Selama ini dia tidak pernah berpikir seperti itu. Bianca selalu mengatakan bahwa dia hanya mencintainya. Dia juga selalu percaya bahwa Alina-lah yang terlalu dingin terhadap hubungan mereka. Namun, sekarang...

Lorenzo kembali menatap Bianca. Perempuan itu sedang mengusap air matanya.

“Untung kamu baik-baik saja.”

Lorenzo menarik tangannya perlahan. Bianca terlihat terkejut.

“Kenapa?”

“Tidak apa-apa.”

Lorenzo bersandar. Matanya masih mengamati Bianca.

“Jangan-jangan Alina benar.” Pikiran itu membuat dadanya terasa tidak nyaman.

Di sisi lain, Alina justru sedang menahan kesal.

“Lihat! Lihat, Lorenzo. Gunakan matamu. Kalau matamu tidak bisa melihat, tolong buang dulu beleknya. Kalau hidungmu tidak bisa mencium, buang dulu ingusnya. Itu perempuan sudah membawa aroma pria lain ke sini.”

Lorenzo langsung menatap Alina dengan wajah datar.

Alina tersenyum. “Kenapa?”

“Tidak.”

“Bagus. Jangan tanya aku. Karena aku tidak mau dituduh merusak hubungan orang.”

Lorenzo hampir tertawa. Namun, rasa curiga terhadap Bianca membuatnya tidak bisa benar-benar tersenyum.

Bianca kembali mendekat. “Aku ingin menemanimu dan menjagamu.”

Alina langsung menyela dengan suara lembut. “Tidak perlu.”

Bianca menatapnya. “Aku bisa menjaga Lorenzo.”

Alina tersenyum sopan. “Terima kasih. Tapi aku istrinya.”

Bianca terdiam. Lorenzo pun ikut diam.

Alina menarik kursinya lebih dekat ke tempat tidur. “Aku akan menjaganya.”

“Kalau soal merawat suami yang sakit, aku tidak mau kalah. Kalau soal merebut suami, silakan ambil. Sebentar lagi juga suamiku mau menceraikanku.”

Lorenzo terdiam. Kalimat terakhir itu kembali menusuknya.

1
Inooy
aq kira Alina akan mudah terintimidasi ama Bianca,,ternyata Alina modelan senggol bacok niih 😆

bagus Aal, kamu jangan mudah terprovokasi oleh kata2 Bianca..walaupun ada kata2 Bianca yg sedikit nya benar, tp kamu jangan takut..karena status kamu lebih tinggi dr pada Bianca yaitu seorang istri,,skali pun terjadi nya pernikahan karena perjodohan..tp kamu lebih kuat kedudukan nya, apalagi skarang Lorenzo nya udh mulai membuka hati dn membuka mata..klo selama ini dia udh d berikan berlian berkat perjodohan....
Inooy
hayooo..klo apa niiih!?? 🤔
Inooy
kamu y Reen mulai nakal kamuu,,kasian tau jantung Alina pasti g bisa d kondisikan gara2 serang ngedadak kamu 😆
Uthie
Kalaauuuuu... ?!???
penasaran niii Thor 😆😍🙏🙏
Inooy
itu kamu tau sendiri,,ada yg udh halal knapa masih ngurusin yg lain..nyesel kan kamu Ren!? 🤦‍♀️
Inooy
ckckck,,mulai curi2 ciuman nih Lorenzo..ketagihan y kamuu 😁
Inooy
waduuuhh, gara2 ciuman kamu ngedadak garang Aal...😆
Inooy
nyesel kan kamu Reen, punya istri selama 3 taun d anggurin..kamu malah sibuk dengan kekasih kamu, yg jelas2 udh selingkuhin kamuuu...😮‍💨
Uthie
Duhhhhh... jadi makin sukkkkaaa BANGETTT sama chemistry mereka 😍😍😍
Eka Haslinda
Kamu kira Alina bahagia dgn pernikahan mereka.. nggaaaakkk.. kamu kira Alina suka sama Lorenzo.. nggaaakkkk 🤣🤣🤣
Inooy
koq y pengen ketawa yaaa,,kamu kaya remaja yg baru kesentuh hati nya oleh seorang pria, Al..klo d dekat nya pasti aj salah tingkah 😁
Esther
Lorenzo bibirmu ada lipstiknnya🤣🤣🤣
Uba Muhammad Al-varo
hadeuh....... Bianca perkiraanmu meleset dikira Alina wanita lemah tak tahunya Badas dan nggak gampang ditindas 😊😊😊
Desifa Juni Raya: ini klanjunjutan nya mana
total 1 replies
ryuka
bagusss.. lucuuu menyenakan baca nya bikin senyum senyum sendirii 😂😂😂
ryuka
kalau apa thooorrr ??? kamu bikin penasaran
ryuka
🤣🤣🤣🤣🤭🤭🤭🤭🤭🤭
Aidil Kenzie Zie
kalo Lorenzo bercerai dari aku maka dia akan miskin 🤭🤭🤭🤭
Aidil Kenzie Zie
lipstik Alina pindah ke Lorenzo 🤣🤣🤣
Muslimah Adn
maraton dari bab 1 Sampek sekarang kesimpulan ku adalah : terlepas dari suasana humor, kayaknya terlalu cepat baikannya, kenapa gak ada sanksi buat Lorenzo ?
1. dia selingkuh selama pernikahan, berniat menceraikan istrinya demi menikahi wanita lain, membiarkan istrinya diperlakukan semena-mena dikeluarganya, tapi tidak dihargai dirumah, 2.Alin dibuat bertahan 3 tahun dengan suami yang dingin, tidak menghargai istri dan selingkuh dengan pacarnya, sekaligus tekanan dari keluarga suami, tidak punya Sandaran, mengurus rumah dan sekaligus masih bekerja dikantor suami yang mana entah itu privat / disembunyikan.
coba kesampingkan humor tentang membaca pikiran, yg aku tangkap dari rumah tangganya itu semua, rasanya terlalu mudah dimaafin, padahal untungnya cuma Alin gak cinta, dan Lorenzo gak celap celup. sisanya kalo dipikir sakit ya
Muslimah Adn: btw semangat Thor, jangan buat Alin gampang disentuh ya, soalnya kalau sudah hamil, padahal rumah tangganya masih stuck rasanya cuma Alin yg rugi
total 1 replies
Uthie
ditunggu double or more update nya lagii 😍🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!