NovelToon NovelToon
Marni, LC Sholehah

Marni, LC Sholehah

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Mengubah Takdir / Penyelamat
Popularitas:32.8k
Nilai: 5
Nama Author: Qinan

Marni gadis desa yang mencoba peruntungannya di kota namun karena ditipu oleh temannya sendiri membuatnya terpaksa menjadi seorang LC disebuah karaoke, saat bulan ramadhan tiba karaoke tempatnya bekerja harus ditutup dan terpaksa membuatnya pulang kampung untuk sementara waktu.

Namun siapa sangka pekerjaannya yang sudah ia tutup rapat-rapat itu tak sengaja terbongkar oleh warga desa hingga membuatnya hampir diusir dari kampungnya jika saja Firman anak pak lurah seorang pemuda sholeh menolongnya, saat pria itu berkeinginan melamarnya tiba-tiba ditolak mentah-mentah oleh keluarganya sendiri karena pekerjaan gadis itu yang tidak pantas dan juga mereka telah menyiapkan seorang calon istri yang jauh lebih sholeha.

Lalu bagaimana nasib hubungan Marni dan Firman selanjutnya, akankah mereka akan direstui saat di hari kemenangan tiba atau justru kandas begitu saja sebelum hari raya? yuk kepoin di cerita Marni, LC sholeha (cerita edisi ramadhan)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Qinan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab~03

"Astagfirullah, apa kamu baik-baik saja Susan?"

Pagi itu Marni yang baru bangun langsung mendatangi tetangga kostnya yang tak lain adalah rekan kerjanya yang dini hari tadi dihajar oleh istri pelanggannya, terlihat wajahnya babak belur dengan lebam dibeberapa bagian dan juga bibir hampir pecah belum lagi sebagian rambutnya digunduli. Rupanya kejadian semalam begitu parah hingga membuat rekannya itu harus pergi ke rumah sakit untuk berobat.

"Kamu harus melaporkan ini semua ke pihak berwajib Susan," ucap Marni memberikan saran karena bagaimana pun juga temannya tidak bersalah tapi pria itu yang memang dengan kesadaran penuh datang ke tempat mereka bekerja.

"Aku tidak yakin laporannya bakal ditanggapi yang ada malah pak pol nya minta jatah," celetuk temannya yang lain sembari terkekeh.

Tiba-tiba Wulan mendekat dan membisikkan sesuatu di telinga Marni. "Sebelumnya dia memang ada main dengan pria itu makanya bininya murka, bahkan mereka beberapa kali check in diluar." bisik Wulan teman sekamar Marni.

Marni pun sedikit terkejut mendengarnya, pantas saja istri pria itu murka karena hubungan mereka sudah lebih dari sekedar ladies dan pelanggan, sebenarnya hal ini sudah menjadi hal biasa bagi para pemandu karaoke memiliki hubungan khusus diluar pekerjaan dengan para pelanggan. Karena bagaimana pun juga selain kesenangan para pria itu juga pasti ada yang tertarik dengan para ladies dan ada rasa ingin memiliki mereka apalagi saat membandingkan dengan istrinya di rumah yang kurang terawat.

Bagaimana tidak, seorang ladies memang harus menjaga penampilan dan juga badannya karena tak jarang dari mereka itu seorang janda korban perceraian, mungkin untuk sekelas seorang gadis ditempatnya bekerja bisa dihitung dengan jari seperti halnya dirinya. Mereka juga harus memiliki kemampuan khusus untuk membuat seorang pria nyaman berada disisinya tanpa menghakimi kekurangan mereka, harus menjadi pendengar yang baik maupun perayu ulung dengan memberikan makan ego mereka agar pelanggannya betah dan akan kembali lagi.

Saat Marni dan Wulan hendak keluar menuju kamarnya karena harus bersiap-siap untuk mudik tiba-tiba mereka tak sengaja berpapasan dengan rekan kerjanya bersama seorang pria yang terlihat mesra.

"Itu laki baru intan, katanya seorang bos besar dan sangat royal karena suka nyawer dengan jumlah yang tak sedikit," bisik Wulan yang sepertinya serba tahu urusan teman-temannya disini.

Marni memperhatikan teman pria Intan itu yang dilihat dari mana pun seperti orang kampung, meskipun kulitnya tidak terlalu gelap namun ia yang sudah setahun tinggal di kota mampu membedakan mana orang kota asli dan mana orang yang berasal dari kampung.

"Seperti tak asing," gumamnya ketika melihat pria berusia tiga puluh lima tahunan itu yang kini telah masuk ke dalam kamar Intan lalu ditutup pintunya dengan rapat dari dalam.

Setelah ini Marni bisa membayangkan apa yang akan mereka lakukan di dalam sana mengingat kostnya lumayan bebas meskipun terkadang pemilik kost sering mengingatkan jangan sampai kebablasan.

Marni pun hanya menggeleng kecil kemudian kembali ke kamarnya, dilihatnya barang-barangnya sudah ia persiapkan semuanya, beberapa pakaiannya yang lumayan sopan karena tidak lucu jika ia mengenakan pakaian seksi di kampungnya, beberapa oleh-oleh juga seperti kue maupun pakaian muslim untuk kedua orang tuanya tak lupa juga nampak beberapa amplop untuk ia bagikan kepada para keponakan dan juga anak-anak tetangganya saat hari raya nanti.

"Oh astaga aku sampai pangling Marni," ucap Wulan saat baru keluar dari kamar mandi dimana melihat teman sekamarnya itu sudah siap dengan pakaian muslimnya serta hijab menutupi kepalanya.

Marni hanya tersenyum kecil, begitu pun dirinya juga sangat pangling dengan penampilannya sendiri dan entah kenapa ada getaran di hatinya ketika menatap wajahnya dari pantulan cermin. Inilah Marni yang sebenarnya, wanita berwajah polos dengan pakaian tertutup dan tingkah laku yang lembut, bukan Marni dengan pakaian terbuka dandanan menor serta tingkah laku liar ketika bersama seorang pria.

Tak terasa butiran kristal nampak jatuh dari sudut matanya namun wanita itu dengan cepat segera menghapusnya sebelum temannya itu melihatnya.

"Baiklah aku harus pergi sekarang karena busku sebentar lagi akan berangkat," ucapnya seraya berbalik badan menatap temannya yang juga sedang bersiap-siap untuk pulang kampung tersebut.

Wulan tidak berpenampilan seperti dirinya, wanita itu tak mengenakan hijab tapi pakaiannya cukup gaul khas anak kota bahkan rambutnya dibiarkan pirang begitu saja lain halnya dengan dirinya yang sejak pagi sudah mengecat rambutnya dengan warna hitam.

Mereka pun nampak berpelukan berharap bisa ketemu lagi karena tak jarang beberapa ladies tak kembali lagi setelah pulang kampung, karena berkat perawatan di kota para pria di kampungnya berlomba-lomba untuk mendapatkannya dan mereka pun berakhir menikah meskipun pada akhirnya ada yang kembali dengan alasan pernikahan yang kurang bahagia, kekerasan dalam rumah tangga maupun masalah ekonomi.

Seorang ladies memang sudah biasa hidup glamor di kota, biaya hidupnya lumayan mahal jadi ketika mereka menikah dan hidupnya tidak sama seperti sebelumnya maka kebanyakan dari mereka akan memilih kembali kepada pekerjaannya. Karena sejatinya mereka indah jika hanya untuk di pandang bukan untuk dimiliki.

Marni segera menuju terminal bus, dari kota ke kampungnya lumayan jauh dengan memakan waktu hingga lima sampai enam jam perjalanan namun ia sengaja membeli tiket bus VIP yang lumayan dingin dan nyaman bebas dari para pedagang keliling.

"Cantik sekali mbak, apa di kota sedang kuliah?" ucap seorang ibu-ibu yang baru duduk disebelahnya.

Marni hanya tersenyum tipis menatapnya, penampilannya memang bak anak kuliahan yang masih polos karena usianya pun juga baru baru 20 tahun. Kulitnya yang terawat memang terlihat bersih daripada kebanyakan para gadis yang satu bus dengannya.

"Tidak bu, saya bekerja." sahutnya dengan sopan.

"Oh kerja, kalau boleh tahu kerja dimana?" tanya wanita itu lagi ingin tahu.

Marni nampak menghela napasnya pelan, tidak mungkin ia bilang bekerja di tempat karaoke karena bisa-bisa ia akan di usir dari bus ini mengingat semua penumpang terlihat alim dengan hijab menutupi kepalanya.

"Cuma pelayan cafe bu." sahutnya, ia tidak merasa berdusta karena salah satu pekerjaannya memang melayani pelanggannya minum.

"Oh kerja di restoran ya pantas cantik karena sekelas restoran sekarang cari karyawan harus spek model, tinggi cantik dan masih muda, kadang heran sama negara ini bikin peraturan kok ya seperti itu terus yang tidak cantik dan tua harus kerja apa."

Wanita paruh baya itu terdengar ngedumel sendiri dan Marni hanya bisa tersenyum tipis menanggapi karena memang yang diucapkan wanita itu sangat benar.

Akhirnya ia pun memilih untuk tidur saja karena perjalanan masih sangat lama, terlalu banyak bicara ia takut keceplosan malah membuka aibnya sendiri.

"Tunggu, bukankah ibu-ibu ini yang semalam melabrak rekan kerjanya di tempat karaoke hingga babak belur?" gumam Marni setelah ia perhatikan wajah wanita yang juga mulai tertidur itu lalu pandangan Marni beralih ke arah kursi sebelahnya dimana suaminya rupanya juga orang yang sama.

Dunia benar-benar sempit pikirnya, untung semalam ia hanya sekilas memperhatikan mereka dan langsung pergi jika tidak mungkin wajahnya sudah dikenali.

1
Rahmawati
wes mundur alon alon mar
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
dah pada gila ..anak pondok tapi geh begitu si Kania sama Farah 😌.... Astuti kamu pantes nya pake karung goni pas di badan mu 🤣
Arsyad Algifari.
Astuti ini ga punya kaca besar kali ya .yang kampungan itu kamu Astuti .kalau beneran lebel baju mu beneran ga di copot .sangat memalukan.dan PD amat kau Astuti punya badan kaya kerbau beranak aja .masih aja julid sama orang
վօօղíҽ̀z࿐༅ɯιƚԋ ʅσʋҽ࿐༅
Curiga si ibu sering konsumsi oseng kecubung /Sob/...
Ngereog mulu 🤦...
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
aduh.. mana udah diulti kalo ini karya gasampe lepas lebaran lagi ,sama othornya 😂
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
gada hubungannya wooiii.. salahin noh tiang listrik dipinggir jalan 😂😂
վօօղíҽ̀z࿐༅ɯιƚԋ ʅσʋҽ࿐༅
Waduhh jaga lilin kali dianya Mar, atau jual warisan /Panic/...
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
aku mulai ada di posisi ini, gabutuh validasi
վօօղíҽ̀z࿐༅ɯιƚԋ ʅσʋҽ࿐༅
Hati-hati Mas Paino nanti rezekimu seret penuh dengan elemen negatif 🙊...
Tuti Tyastuti
𝘮𝘶𝘭𝘶𝘵 𝘢𝘴𝘵𝘶𝘵𝘪 𝘮𝘪𝘯𝘵𝘢 𝘥𝘪 𝘴𝘶𝘮𝘱𝘦𝘭👟
Arsyad Algifari.
ibunya Marni ko gitu ya .di mana" seorang ibu itu mendoakan yang terbaik untuk anaknya dari segi jodoh dan pekerjaan .ini MH seperti di pakai umpan . walaupun miskin jangan keterlaluan lah Bu .
վօօղíҽ̀z࿐༅ɯιƚԋ ʅσʋҽ࿐༅
Waduuuww ketemu kumbang ganasss lagi 😱, predator kelas kakap..
Arsyad Algifari.
tinggal di panti jompo kalau ga ada duit pasti ga akan di terima mar .
aku juga orang kampung Lo bang qinan .aku anak ke 11 dari 18 bersaudara..tapi ga terlalu susah walaupun bapakku seorang petani . sekaligus pegawai pemerintah . karena walaupun petani tapi lahan punya sendiri
վօօղíҽ̀z࿐༅ɯιƚԋ ʅσʋҽ࿐༅
Nasibmu Mar, sana sini apes mulu /Sob/..
Penggemarmu gentayangan di mana -mana 😣...
Shafa 💫💫
perilaku Muh itu yg miskin akhlak astuti😆😆😆
Shafa 💫💫
wkwkw benar semahal apapun y tetap aja lebar 🤭🤣🤣🤣🤣
Eva Karmita
Tuti....Tuti mulutmu ya pengen di kasih salam biar mingkem....mau ibadah masih aja sempat bikin dosa 😤😏

sabar Marni fokus ibadah jangan dengarkan omongan seyton" di sekitar mu
Hanima
Oooooo
Naysila mom's arga
si astuti corocos aja kyk petasan imlek ya allah kalo aku gx kuat tetanggan sama dia, kapan tuh mulut bisa diem dpt karma sekalian
L i l y ⁿʲᵘˢ⋆⃝🌈💦
Sabar y Mar, jodoh g akan kemana mana
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!