Mendadak jadi istri dari seorang billionaire? mungkin ini sebuah keberuntungan bagi kalian, tapi tidak dengan Serafina. Semenjak menjadi istri dari pria billionaire, Serafina tidak bisa menjadi dirinya sendiri dan harus menjadi standar perilaku para wanita kalangan atas didunia. Apalagi suaminya tidak mencintainya dan hanya menganggap nya sebatas istri pelunas hutang.
demi melunasi hutang hutang paman dan bibinya, Serafina dipaksa masuk kedalam kehidupan para kalangan elit. dia harus bisa menjadi seorang istri yang anggun dan menjadi contoh para wanita di dunia.
apakah pernikahan Serafina bertahan?
______________
hai semua, aku author Flower senang bisa bertemu dengan kalian🦩❤️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon flower, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Love Me Hubby⁷
Alexander mengamati Serafina yang sedang makan, bahkan mengabaikan apa yang kakeknya katakan. Entah mengapa Alexander merasa tidak asing dengan wajahnya, bahkan cara Serafina bergerak seperti mengingatkan nya pada masa lalu.
"Alex!" ucap kakek William mengejutkan Alexander, lantas Serafina ikut menatap kearah Alexander. "apa kau dengar apa yang kakek sampaikan?"
"hmmm" dengan cuek Alexander fokus pada makanannya dan mengabaikan tatapan Serafina. "kalau begitu, kakek ingin kalian menginap disini untuk sementara" Alexander yang mendengar nya lantas tersedak. "tidak bisa," tegas Alexander "karena besok aku harus menghadiri meeting tepat waktu" Alexander berdiri dan merapikan jas nya.
"kalau begitu, kau saja yang pulang, biarkan Serafina disini bersama kakek" ucapan kakeknya membuat Alexander menghela nafas dengan berat. "terserah pada kakek saja, aku mau pulang" Alexander pun melangkah meninggalkan ruang makan, dan membuat kakek William hanya bisa menggelengkan kepalanya.
"k-kakek....aku keluar sebentar ya..." ucap Serafina tersenyum kaku, kakek William balas tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Serafina mengejar langkah Alexander yang sudah menjauh. Kakek William tersenyum melihat tingkah Serafina yang mengingatkannya pada mendiang istrinya. "aku seperti melihatmu kembali Lara...." kakek William tersenyum sedih melihat Serafina yang kini sudah menghilang dari pandangannya.
Sementara itu, Serafina mendekati Alexander yang kini sudah menghampiri mobilnya. "t-tuan...." Alexander berhenti dan menatap kebelakang, ia menghela nafasnya dengan malas. "ada apa?"
"a-apa anda akan pulang hari ini?"
"menurutmu? aku akan kemana? ke rumahmu?" balas Alexander dengan dingin. "b-bukan begitu tuan, hanya saja...kau pulang sendiri dan tiba tiba meninggalkan aku disini, aku bukan siapa siapa disini" Serafina menundukkan kepalanya menghindari tatapan pria itu yang kini sudah menatapnya dingin.
Alexander melangkah maju mendekati gadis itu, membuat Serafina mundur kebelakang. Karena kesal melihat Serafina yang seolah olah menjauh darinya, Alexander meraih pergelangan tangan Serafina dan mendorong Serafina kearah mobil, hingga kini tubuh kekar Alexander mengunci tubuhnya.
"sebenarnya apa yang kau inginkan? bukankah kau harusnya bersyukur bisa serumah dengan kakekku? banyak sekali wanita diluaran sana yang mengidam idamkan agar bisa mendekati kakekku...ohh...atau kau, berpura pura sok jual mahal ya" bisik Alexander begitu pedas di telinga Serafina.
'ini orang make ya, orang bilang apa dia jawab apa' batin Serafina menatap mata biru tajam itu. "aku hanya bingung tuan....mengapa kau membiarkan aku sendiri dirumah orang asing" jawab Serafina menahan rasa takutnya. Alexander tertawa sinis, dia tidak suka dengan jawaban Serafina. "orang asing? kau menganggap kakekku yang sudah bersikap baik kepadamu itu sebagai orang asing? baiklah....selama kau menjadi istriku, aku juga akan memperlakukanmu seperti orang asing"
'pria ini maunya apasih...' batin Serafina benar benar frustasi menghadapi sikap Alexander yang tidak tahu arahnya kemana. Melihat Serafina diam, Alexander tersenyum sinis dan melepaskan tubuh Serafina. Dia memasukkan kedua tangannya kedalam saku dan menatap Serafina dengan dingin. "Kau sudah menjadi calon istriku, otomatis kau orang yang penting dikeluargaku, jadi lain kali jaga ucapanmu, kakek ku bukan orang asing tapi kakekmu juga"
Serafina diam, dia masih mencerna setiap kata yang dilontarkan Alexander. Melihat Serafina tak bergeming, Alexander membuka pintu mobil, membuat tubuh Serafina terdorong kedepan dan menabrak tubuh kekarnya. "ah, m-maaf tuan" Serafina menyingkir sedikit dan melihat Alexander yang memasuki mobil.
mobil Alexander meninggalkan Serafina yang masih berdiri disana dan menatapnya menjauh, hingga kini mobil keluar dari pintu gerbang. Serafina menoleh kebelakang dan melihat kakek William sudah berdiri dipintu mension menunggunya, membuat Serafina tak enak dan segera mendekati kakek William. Kakek William tersenyum hangat melihat Serafina yang kini mendekat kearahnya. "pastikan kamar Alexander bersih, untuk calon istri cucuku, agar dia nyaman disana" jelas kakek William pada pelayan disampingnya.
Serafina kini menundukkan pandangannya saat sudah sampai dihadapan kakek Arnold. "Tubuhmu pasti lelah, kau harus beristirahat malam ini, karena besok akan menikah" kakek William tersenyum dan meraih tangan gadis itu. "ayo, beristirahat, besok kamu tidak boleh lelah"
melihat perlakuan lembut kakek William membuat Serafina tertegun, dia tidak pernah mendapatkan perlakuan manis seperti ini, entah mengapa rasanya air matanya akan meluncur begitu saja.
Bersambung.....
*
*
*
Hai para readers kesayangan Author, tetap semangat dalam menjalani hari hari biasa ya, jangan pernah menyerah dalam menghadapi keadaan🍃
Seraphina lagi bahaya
tapi kita lihat apa akan sama Kya yg lain suka oleng kalau masa lalu datang