NovelToon NovelToon
Legenda Mutiara Naga Kosmik

Legenda Mutiara Naga Kosmik

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Epik Petualangan / Mengubah Takdir
Popularitas:6.1k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Dianggap sebagai sampah karena meridiannya yang hancur, Ling Tian hidup dalam penghinaan dan keputusasaan. Namun, takdirnya yang kelam berubah selamanya saat ia secara tak sengaja membangkitkan Mutiara Naga Kosmik, sebuah artefak ilahi yang menyimpan jiwa Naga Purba dan rahasia ruang-waktu.

Dengan warisan yang menentang langit ini, perjalanan Ling Tian dimulai. Dari seorang pemuda yang dicemooh, ia bangkit untuk membalas dendam, mengguncang sekte, dan menaklukkan kerajaan. Perjalanannya membawanya melintasi dunia fana menuju alam abadi, di mana setiap langkah adalah pertaruhan antara hidup dan mati. Ini adalah kisah tentang bagaimana seorang sampah bisa naik menjadi penguasa kosmos, mengungkap konspirasi universal, dan memegang takdir jutaan dunia di tangannya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5: Langkah Naga Bayangan

Di dalam ruang sunyi yang dipenuhi bintang, Ling Tian duduk bersila dengan napas yang teratur. Tiga butir Pil Pemurni Qi tingkat rendah yang ia dapatkan telah ia konsumsi, tetapi efeknya seperti setetes air di lautan yang luas. Qi yang dihasilkan hampir tidak terasa sama sekali.

"Pil sampah seperti itu tidak ada gunanya bagimu," suara Kaisar Naga menggema di benaknya. "Qi kosmik yang kau serap di sini ribuan kali lebih murni daripada pil tingkat rendah mana pun. Jangan buang waktumu dengan hal-hal sepele."

Ling Tian mengangguk mengerti. Ia kembali memfokuskan diri, menjalankan 'Sutra Hati Kaisar Naga'. Energi kosmik yang tak terbatas sekali lagi mengalir ke tubuhnya, mengisi Dantian-nya yang sudah penuh hingga ke batas. Ia bisa merasakan sebuah dinding tak kasat mata yang menghalanginya. Ini adalah penghalang menuju tingkat keempat Alam Pemurnian Qi.

"Hancurkan!"

Dengan raungan dalam hati, Ling Tian mengumpulkan semua Qi di Dantian-nya dan menabrakkannya ke dinding penghalang itu.

BOOM!

Sebuah ledakan mental yang dahsyat terjadi. Dinding itu retak, lalu hancur berkeping-keping. Gelombang Qi yang baru dan lebih kuat mengalir deras ke seluruh meridiannya. Jika Qi tingkat 1-3 terasa seperti aliran sungai, maka Qi tingkat 4 terasa seperti ombak pasang yang kuat.

Alam Pemurnian Qi, Tingkat Keempat - Awal!

Ling Tian membuka matanya, kilatan cahaya tajam melintas. Ia berhasil! Hanya dalam satu hari di dunia luar, ia telah melonjak dari tingkat pertama ke tingkat keempat. Kecepatan ini, jika diketahui orang lain, akan mengguncang seluruh Kota Awan Bambu.

"Terobosanmu stabil," puji sang Naga. "Tetapi kekuatan saja tidak cukup. Dalam pertarungan, kecepatan seringkali menentukan hidup dan mati. Aku akan mewariskanmu sebuah teknik gerak, 'Langkah Naga Bayangan'."

Sebuah gelombang informasi baru memasuki pikiran Ling Tian. Itu adalah teknik gerak yang sangat mendalam, meniru gerakan naga yang meliuk-liuk di antara awan—tak terduga, cepat, dan penuh ilusi.

"Berlatihlah. Kuasai langkah pertama sebelum kau keluar dari sini."

Sisa sembilan hari di dalam ruang mutiara, Ling Tian habiskan untuk berlatih. Ia terus-menerus mencoba 'Langkah Naga Bayangan', tubuhnya bergerak seperti bayangan hantu di tengah lautan bintang. Dari yang awalnya kaku dan sering tersandung, gerakannya perlahan menjadi lebih cair dan alami. Pada saat yang sama, ia juga terus menyerap energi untuk menstabilkan fondasinya di tingkat keempat.

...

Sepuluh hari di dalam ruang mutiara telah berlalu. Di dunia luar, pagi kedua telah tiba.

Ling Tian membuka matanya di kamar tidurnya yang sederhana. Ia merasa tubuhnya lebih ringan dan penuh dengan kekuatan eksplosif. Ia mengepalkan tinjunya, merasakan kontrol yang jauh lebih baik atas Qi-nya.

"Waktunya berburu."

Ia mengganti pakaiannya dengan satu set pakaian hitam yang lebih cocok untuk bergerak di hutan dan menyembunyikan sebilah belati murah di pinggangnya. Tepat saat ia membuka pintu dan hendak melangkah keluar dari halaman rumahnya, sesosok bayangan menghalangi jalannya.

Orang itu berdiri dengan angkuh, tangannya bersedekap di dada. Dia adalah Ling Jian, salah satu pengikut terkuat Ling Feng, seorang kultivator di Alam Pemurnian Qi tingkat kelima.

"Mau kemana, Tuan Muda Ling Tian?" tanya Ling Jian dengan nada sarkastis yang kental.

Ling Tian mengerutkan kening. "Bukan urusanmu."

Ling Jian tertawa dingin. "Tentu saja ini urusanku. Kakak Ling Feng mendengar bahwa kau mulai berani mengangkat kepala kemarin. Dia memintaku untuk datang dan mengingatkanmu akan posisimu."

Aura kuat dari seorang kultivator tingkat kelima menekan ke arah Ling Tian. Ini jauh lebih kuat dari tekanan yang diberikan Ling Feng kemarin. Di masa lalu, tekanan ini akan cukup untuk membuat Ling Tian berlutut.

Namun, Ling Tian hanya berdiri diam, ekspresinya tidak berubah. Tekanan tingkat kelima memang kuat, tapi baginya yang sudah berada di tingkat keempat dengan fondasi Sutra Hati Kaisar Naga, tekanan itu hanya terasa seperti angin sepoi-sepoi yang sedikit kencang.

Ling Jian terkejut melihat Ling Tian tidak terpengaruh sama sekali. Ia mengira Ling Tian hanya beruntung kemarin. Mungkinkah sampah ini menyembunyikan sesuatu?

"Hmph, sepertinya kau punya sedikit ketabahan," kata Ling Jian, sedikit kesal. "Tapi ketabahan tidak akan menyelamatkanmu."

Dalam sekejap, Ling Jian bergerak. Ia muncul di depan Ling Tian dan melayangkan sebuah tamparan ke wajahnya. "Tamparan ini untuk mengajarimu cara menghormati seniormu!"

Gerakannya cepat, jauh lebih cepat dari Ling Hu. Di mata seorang kultivator biasa, tamparan ini mustahil dihindari.

Namun, di mata Ling Tian, gerakan itu masih memiliki celah.

Langkah Naga Bayangan!

Tanpa berpikir, insting yang telah ia latih selama sembilan hari mengambil alih. Tubuhnya sedikit bergeser ke kiri, hanya beberapa inci, dengan gerakan yang aneh namun sangat efisien.

Swoosh!

Telapak tangan Ling Jian lewat tepat di depan hidung Ling Tian, hanya berjarak beberapa milimeter dari kulitnya, tetapi tidak mengenainya sama sekali.

Ling Jian terbelalak. Serangannya meleset!

Bagaimana mungkin seorang sampah tingkat pertama bisa menghindari serangannya?!

Sebelum ia bisa bereaksi, Ling Tian, yang kini berada di sampingnya, berkata dengan suara rendah yang hanya bisa didengar oleh mereka berdua.

"Jika kau tidak ingin kehilangan tanganmu, sebaiknya kau menyingkir."

Suara itu tenang, tetapi membawa hawa dingin yang menusuk tulang, membuat Ling Jian tanpa sadar membeku di tempatnya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!