Terlahir kembali sebagai pangeran tertua di Kekaisaran Xingluo seharusnya adalah tiket keberuntungan. Namun bagi Dai Xuan, itu adalah hukuman mati. Di bawah hukum rimba keluarga kerajaan Dai yang kejam, kegagalan membangkitkan Martial Soul Harimau Putih berarti satu hal: tersingkir atau binasa.
Dunia mencemoohnya. Saudara-saudaranya memandangnya rendah sebagai "produk gagal". Namun, mereka tidak tahu bahwa di balik tubuh yang dianggap lemah itu, tersimpan kekuatan dari dunia lain.
Bukan Harimau Putih biasa yang ia bawa, melainkan White Tiger Soul-Locking Ability. Kekuatan unik yang mampu mengunci takdir, membelenggu jiwa, dan mematahkan aturan absolut Benua Douluo. Dengan kekuatan jiwa penuh bawaan (Innated Full Soul Power), Dai Xuan memulai langkahnya dari kegelapan.
"Aturan dibuat oleh mereka yang berada di atas. Karena Harimau Putih kalian tidak mengakuiku, maka aku akan menciptakan takdirku sendiri."
Dingin, analitis, dan tanpa ampun kepada musuh. Dai Xuan tidak butuh pengakuan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RavMoon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Warisan Klan dan Kelahiran Zhu Zhuqing
Akademi Kerajaan Star Luo
Ruangan penerimaan yang tenang menjadi saksi akan pertemuan yang penuh makna. Yin Xiong berdiri dengan sikap hormat di sisi pintu, sementara Dai Xuan melangkah maju dengan langkah yang mantap. Ekspresi wajahnya yang biasanya acuh tak acuh kini sedikit lunak seolah mengenali nilai dari apa yang akan diberikan kepadanya.
“Ketua Klan Yang, ini adalah hal kecil dari kami sebagai bentuk rasa terima kasih atas kerja kerasmu selama ini.” Kata Dai Xuan dengan suara yang lebih hangat dari biasanya, menampakkan rasa penghargaan yang tulus. “Buku-buku ini berisi pengetahuan tentang farmakologi yang kami kumpulkan dari berbagai sumber. Mungkin bisa membantu menyembuhkan anggota klanmu yang terluka.”
Yang Wudi mengangkat pandangannya, mata yang masih penuh dengan kesadaran melihat ke arah buku-buku yang ditawarkan. Ada kilatan harapan di dalam kedalaman matanya yang terbakar. “Terima kasih… ini berarti banyak bagi kami.”
Setelah beberapa saat berbicara, Dai Xuan mengangguk perlahan sebelum berbalik. Zhu Zhuyun segera menyusul, tangannya dengan lembut menggenggam lengan Dai Xuan. Di kejauhan, Xiao Hui dan Yan Yuqing berdiri dengan ekspresi yang lebih tenang mereka mulai mengerti bahwa setiap pertemuan seperti ini adalah bagian dari pembelajaran yang tak ternilai.
Beberapa hari kemudian, ketika rombongan sedang dalam perjalanan kembali ke Akademi, kereta mereka tiba-tiba berhenti. Suara waspada dari pengemudi terdengar jelas:
“Yang Mulia! Di depan ada banyak jejak pertempuran, bahkan beberapa mayat yang terbentang!”
Dai Xuan segera membuka tirai kereta dan melihat ke luar. Di kejauhan, ia melihat sosok seorang pria paruh baya yang tengah dikelilingi oleh sekelompok orang berpakaian hitam. Pria itu memegang tombak panjang yang tampak sangat berat, dan tujuh cincin Roh dengan warna berbeda melingkar di sekitar tubuhnya menunjukkan bahwa ia adalah seorang ahli yang sangat berpengalaman.
“Yang Wudi!” Pemimpin kelompok itu mengeluarkan seruan penuh dengan ancaman. “Serahkan apa yang kamu bawa atau kami akan menghabiskanmu!”
Sebelum mereka bisa bergerak, suara keras menggema dari belakang:
“Berhenti saja!”
Semua orang menoleh dan melihat Dai Xuan yang sedang mendekat dengan langkah mantap, diikuti oleh Zhu Zhuyun dan beberapa anggota akademi. Ekspresi wajahnya sangat serius—ia merasa bahwa tindakan kelompok itu adalah penghinaan bagi hukum di wilayahnya.
“Siapa kamu yang berani menghalangi jalan kami?” Tanya pemimpin kelompok itu dengan nada menyengat, namun segera berubah menjadi terkejut saat melihat lambang kerajaan di dada Dai Xuan.
“Kalian sedang melakukan kekerasan di wilayah Kekaisaran Star Luo tanpa izin sedikit pun.” Kata Dai Xuan dengan suara dingin namun tegas. “Apakah kalian berpikir Kaisar akan tinggal diam jika tahu hal ini?”
Ekspresi pemimpin kelompok itu menjadi sangat gelisah dia tahu bahwa tindakan mereka telah menyentuh batas yang tidak boleh dilanggar.
Setelah beberapa hari
Di dalam ruangan yang hangat, Hu Liena berdiri dengan sikap yang lebih tenang dibandingkan pertemuan pertama. Kali ini aura pesonanya sudah bisa dia kendalikan dengan baik.
“Selamat atas kemenanganmu di kompetisi, Dai Xuan.” Ucapnya dengan senyum yang lebih hangat. “Kalian memang luar biasa, tapi kami juga tidak akan kalah pada pertemuan selanjutnya!”
Dai Xuan mengangguk dengan senyum yang lebih hangat. “Kita akan bertemu lagi nanti, bukan?”
Setelah Hu Liena pergi, Zhu Zhuyun mendekat dengan sedikit ragu sebelum berbicara, “Aku merasa dia berbeda dari sebelumnya ya?”
“Semua orang bisa berubah seiring waktu, Zhuyun.” Jawab Dai Xuan dengan lembut menyentuh kepala gadis itu. “Yang penting adalah kita tahu apa yang kita inginkan dan siap untuk berjuang untuknya.”
Beberapa bulan kemudian
Suara penuh kegembiraan menyambut kedatangan mereka di kediaman keluarga Zhu. Zhu Zhuyun berlari cepat menuju arah suara itu, dan wajahnya langsung bersinar ketika melihat sosok yang datang: Zhu Zhu Yu adik perempuannya yang kini sudah tumbuh lebih dewasa, mengenakan gaun yang lebih sederhana namun tetap cantik. Di sisinya ada seorang bayi perempuan yang sangat kecil, dengan wajah yang mirip dengan Zhu Zhuyun.
“Kakaknya sudah mencapai tingkat sepuluh dan akan segera mendapatkan cincin Roh pertamanya!” Ucap Zhu Zhu Yu dengan suara penuh kegembiraan, menggendong bayi itu dengan lembut. “Ini adik kita yang paling kecil, Zhu Zhuqing!”
Zhu Zhuyun langsung mendekat dengan hati yang berdebar kencang. Wajahnya menunjukkan ekspresi bahagia yang tak bisa disembunyikan.
“Wah, adik kita yang paling kecil!” Kata Zhu Zhu Yu dengan senyum ceria, menggendong bayinya dengan lebih erat. “Kalian pasti ingin bertemu dengan dia ya?”
Dai Xuan mengangguk dengan senyum yang lebih hangat. “Kita akan segera pergi kembali ke akademi.”
Setelah mereka pergi, Zhu Zhuyun melihat ke arah Dai Xuan dengan ekspresi yang lebih lembut. “Aku merasa dia benar-benar berubah ya?”
“Ya, semua orang bisa berubah seiring waktu.” Jawab Dai Xuan dengan lembut menyentuh kepala gadis itu. “Yang penting adalah kita tahu apa yang kita inginkan dan siap untuk berjuang untuknya.”
Di halaman belakang kediaman keluarga Zhu, udara yang segar menyapu wajah mereka. Zhu Yan ayah dari Zhu Zhuyun—berdiri dengan ekspresi yang lebih tenang dibandingkan biasanya. Di sisinya berdiri Qin Yu istrinya yang cantik dengan wajah yang penuh perhatian.
“Kalian berdua memang telah tumbuh menjadi orang yang luar biasa.” Kata Zhu Yan dengan suara penuh penghargaan. “Akademi kerajaan memang berbeda dari yang lain.”
Setelah beberapa saat berbicara, mereka pun pergi meninggalkan kediaman itu. Di jalan pulang, Zhu Zhuyun mendekat dengan sedikit ragu sebelum berbicara, “Aku merasa dia benar-benar berubah ya?”
“Ya, semua orang bisa berubah seiring waktu, Zhuyun.” Jawab Dai Xuan dengan lembut menyentuh kepala gadis itu. “Yang penting adalah kita tahu apa yang kita inginkan dan siap untuk berjuang untuknya.”
Beberapa bulan kemudian
Ketika mereka sedang dalam perjalanan menuju Akademi Kerajaan Star Luo, kereta mereka tiba-tiba berhenti. Suara pengemudi terdengar jelas:
“Yang Mulia! Di depan ada banyak jejak pertempuran dan beberapa orang yang sedang bertempur!”
Dai Xuan segera membuka tirai kereta dan melihat ke luar. Di kejauhan, ia melihat seorang pria paruh baya sedang dikelilingi oleh sekelompok orang berpakaian hitam. Pria itu memegang tombak panjang yang tampak sangat berat, dan tujuh cincin Roh dengan warna berbeda melingkar di sekitar tubuhnya.
“Kita harus melihat lebih dekat.” Kata Dai Xuan dengan tegas sebelum turun dari kereta bersama Zhu Zhuyun. Richard dan beberapa guru segera mengikuti dengan hati-hati—mereka tahu bahwa jika ada yang mengganggu Dai Xuan, konsekuensinya akan sangat besar.
Di tengah lokasi kejadian, pria itu berdiri dengan gagah meskipun tubuhnya penuh dengan luka dan darah. Tombak panjang yang dia pegang tampak seperti bagian dari dirinya sendiri, dan ekspresinya penuh dengan kemarahan.
“Yang Wudi! Kamu tidak bisa melarikan diri lagi! Serahkan apa yang kamu bawa atau kami akan memberikan kematian yang cepat!” Teriak pemimpin kelompok itu dengan suara penuh penghinaan.
“Kalian dari Aula Roh benar-benar tidak tahu batas ya? Beraninya melakukan kekerasan di wilayah Kekaisaran Star Luo!” Jawab Yang Wudi dengan suara penuh kemarahan, matanya merah karena amarah dan rasa sakit yang menyiksa dirinya.
Sebelum mereka bisa bergerak, suara keras terdengar dari belakang:
“Berhenti saja!”
Semua orang menoleh dan melihat Dai Xuan yang sedang mendekat dengan langkah mantap, diikuti oleh Zhu Zhuyun dan beberapa guru serta siswa akademi. Ekspresi Dai Xuan sangat serius—ia merasa bahwa tindakan kelompok itu adalah penghinaan bagi hukum di wilayahnya.
“Siapa kamu yang berani menghalangi jalan kami?” Tanya pemimpin kelompok itu dengan nada menyengat, namun segera berubah menjadi terkejut saat melihat lambang kerajaan di dada Dai Xuan.
“Kalian melakukan kekerasan di wilayah Kekaisaran Star Luo tanpa izin sedikit pun.” Kata Dai Xuan dengan suara dingin namun tegas. “Apakah kalian berpikir Kaisar akan tinggal diam jika tahu hal ini?”
Ekspresi pemimpin kelompok itu menjadi sangat gelisah—dia tahu bahwa jika Kaisar mengetahui tentang hal ini, konsekuensinya akan sangat besar.
Di kediaman keluarga Zhu
Udara yang hangat menyelimuti ruangan di mana Zhu Zhuyun sedang bermain dengan bayi kecil Zhu Zhuqing di pangkuannya. Bayi itu tertawa ceria saat jari kecilnya mencoba menyentuh wajah Zhu Zhuyun.
“Kakaknya sudah bisa menangis dengan kuat ya?” Kata Zhu Zhu Yu dengan suara penuh kegembiraan, menggendong bayi itu dengan lembut. “Namanya Zhu Zhuqing, dan dia akan tumbuh menjadi wanita yang kuat seperti kakaknya!”
Zhu Zhuyun mendekat dengan ekspresi yang lebih lembut. “Dia sangat lucu ya?”
“Ya! Aku sangat senang bisa memiliki adik yang kecil seperti ini.” Kata Zhu Zhu Yu dengan senyum ceria. “Kamu tahu tidak, Zhuyun? Aku merasa bahwa adik kita ini akan tumbuh menjadi orang yang sangat luar biasa nanti!”
Di sudut ruangan, Dai Xuan berdiri dengan senyum yang hangat melihat mereka berdua. Dia merasa bahwa momen seperti ini adalah hal yang paling berharga dalam hidupnya—kebahagiaan yang sederhana namun penuh dengan makna.
Setelah beberapa saat, suara Xiao Hui dan Yan Yuqing terdengar dari pintu:
“Pangeran Pertama! Kami sudah siap untuk berlatih di Arena Roh!”
Dai Xuan mengangguk dengan senyum yang lebih hangat. “Baiklah, mari kita pergi ya!”
Setelah mereka pergi, Zhu Zhuyun mendekat dengan sedikit ragu sebelum berbicara, “Aku merasa bahwa mereka semakin dewasa ya?”
“Ya, semua orang bisa berubah seiring waktu, Zhuyun.” Jawab Dai Xuan dengan lembut menyentuh kepala gadis itu. “Yang penting adalah kita tahu apa yang kita inginkan dan siap untuk berjuang untuknya.”
Di luar jendela, matahari mulai menyingsing ke arah barat, menandakan bahwa hari itu akan segera berlalu. Namun bagi mereka semua, masa depan masih panjang dan penuh dengan harapan—harapan untuk menjadi lebih kuat, untuk melindungi yang mereka cintai, dan untuk menjadi legenda yang akan dikenang oleh generasi mendatang.