NovelToon NovelToon
"CINTA DALAM KODE KESEMPATAN : KETIKA TAKDIR MENULIS ULANG KISAH KITA"

"CINTA DALAM KODE KESEMPATAN : KETIKA TAKDIR MENULIS ULANG KISAH KITA"

Status: tamat
Genre:Penyelamat / Romansa Fantasi / Dunia Masa Depan / Tamat
Popularitas:52
Nilai: 5
Nama Author: Gretha

Di Medan tahun 2026, Rania Putri pendiri startup yang membantu UMKM dengan teknologi data terpaksa bekerja sama dengan perusahaan besar dari Jakarta yang dipimpin oleh Reza Aditya, mantan kekasihnya yang menghilang tanpa kabar sepuluh tahun lalu.

Pada awalnya, mereka hanya fokus pada pengembangan aplikasi "UMKM Connect", namun menemukan kode aneh dalam sistem yang menyimpan jejak masa lalunya. Saat menyelidiki asal usul kode tersebut, mereka mengungkap rahasia mengejutkan, perpisahan mereka dulu adalah rencana jahat dari Doni Pratama, mantan sahabat Rania yang mengambil alih bisnis keluarga dia.

Di tengah penyelidikan yang penuh kejadian lucu dan tantangan bisnis, rasa cinta lama mereka kembali muncul. Setelah berhasil membongkar kejahatan Doni dan mendapatkan dukungan pemerintah, mereka tidak hanya menyelesaikan proyek aplikasi yang bermanfaat bagi jutaan UMKM, tapi juga menemukan kesempatan kedua untuk cinta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gretha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 21 : RENCANA UNTUK MEREBUT RESEP

Sinar matahari siang hari menyinari ruang gudang kecil yang telah diubah menjadi ruang arsip sementara di belakang kantor UMKM Connect. Rak-rak kayu yang penuh dengan berkas dokumen dari Prima Teknologi tersusun rapi, sementara Rania, Reza, Bu Lina, dan Pak Budi Santoso sedang sibuk mengklasifikasikan setiap berkas dengan hati-hati. Udara di dalam ruangan terasa hangat dan penuh dengan aroma kertas tua yang khas, sementara suara kertas yang dilipat dan buku yang dibuka menjadi irama utama di ruangan tersebut.

“Bagian ini tampaknya berisi dokumen tentang proyek kerja sama dengan berbagai usaha lokal pada tahun 2008-2010,” ucap Bu Lina sambil menyortir tumpukan berkas di mejanya. “Ada banyak kontrak kerja sama yang pernah dilakukan Prima Teknologi dengan usaha kecil di seluruh Sumatera.”

Rania sedang membongkar sebuah kotak kayu besar yang baru saja mereka bawa dari gedung lama Prima Teknologi ketika dia menemukan sebuah berkas dengan amplop berwarna merah tua yang ditandai dengan tulisan tangan yang jelas: “RAHASIA – PROYEK KHUSUS”. Tangan nya sedikit gemetar saat dia membuka amplop tersebut, merasa bahwa ada sesuatu yang penting di dalamnya.

Di dalam amplop terdapat beberapa lembar kertas yang penuh dengan catatan rahasia, surat elektronik yang dicetak, dan sebuah rancangan kontrak yang belum ditandatangani. Rania mulai membacanya dengan penuh perhatian, dan wajahnya segera berubah dari ekspresi penasaran menjadi ekspresi terkejut dan sedikit marah.

“Reza… kamu harus melihat ini,” bisik Rania dengan suara yang sedikit bergetar. Dia menunjukkan isi berkas tersebut kepada Reza yang segera mendekat dengan ekspresi khawatir.

Di dalam berkas tersebut tercatat rencana rahasia Prima Teknologi pada tahun 2007 untuk “mengambil alih hak cipta resep makanan khas keluarga Hidayat” – keluarga Rania. Rencana tersebut mencakup berbagai strategi, mulai dari menawarkan kerja sama yang tampak menguntungkan hingga upaya untuk mendapatkan resep secara tidak sah jika perlu.

“Bagaimana mungkin ini bisa terjadi?” ucap Reza dengan suara penuh kekaguman dan kemarahan. “Kita selalu berpikir bahwa Prima Teknologi adalah perusahaan yang baik yang hanya ingin membantu usaha kecil. Tapi ternyata mereka juga memiliki rencana yang tidak terpuji seperti ini.”

Pak Budi Santoso yang sedang membaca berkas di mejanya lain segera mendekat setelah mendengar suara mereka yang khawatir. Dia melihat isi berkas tersebut dengan ekspresi yang semakin memerah karena rasa malu dan kesal. “Saya tidak bisa percaya ini,” ucapnya dengan suara yang bergetar. “Saya tidak tahu ada rencana seperti ini di Prima Teknologi saat itu.”

Bu Lina juga datang melihat dan segera mengenali tulisan tangan pada dokumen tersebut. “Ini adalah tulisan tangan Pak Herman, mantan Direktur Operasional Prima Teknologi yang bekerja di perusahaan hanya selama satu tahun pada 2007,” cerita dia dengan suara penuh kesal. “Saya selalu merasa bahwa dia memiliki niat yang tidak benar saat bekerja di perusahaan, tapi saya tidak pernah menyangka dia merencanakan sesuatu yang seburuk ini.”

Mereka semua duduk bersama di mejanya, mulai membaca setiap detail dari rencana rahasia tersebut dengan penuh perhatian. Dokumen tersebut menjelaskan bahwa Pak Herman melihat potensi besar dalam resep makanan khas keluarga Rania yang sudah terkenal di Medan bahkan luar kota. Dia berencana untuk mengambil alih hak cipta resep tersebut dan menjualnya kepada perusahaan makanan besar dengan harga yang sangat mahal.

“Mereka bahkan merencanakan untuk membuat kontrak kerja sama yang tampak menguntungkan bagi keluarga kita,” ucap Rania dengan suara penuh kemarahan sambil menunjukkan bagian kontrak rancangan yang menyatakan bahwa usaha keluarga akan mendapatkan modal besar namun harus menyerahkan seluruh hak cipta resep mereka kepada Prima Teknologi. “Jika ayah saya menandatangani kontrak ini, semua resep keluarga kita akan hilang selamanya.”

Pak Budi semakin merasa bersalah mendengarnya. “Saya sungguh menyesal dengan apa yang terjadi, Rania,” ucapnya dengan suara penuh permintaan maaf. “Saya sebagai pendiri perusahaan seharusnya lebih memperhatikan apa yang terjadi di dalam perusahaan. Saya tidak tahu bahwa ada orang yang memiliki niat seperti ini di dalam tim kita.”

Bu Lina menepuk bahu Pak Budi dengan lembut. “Ini bukan kesalahan Anda, Pak Budi. Anda selalu memiliki visi yang baik untuk membantu usaha kecil. Pak Herman adalah orang yang menyalahgunakan posisinya untuk kepentingan pribadi.”

Mereka mulai mencari lebih banyak dokumen terkait dengan rencana ini dan menemukan bahwa usaha keluarga Rania bukanlah satu-satunya target. Ada beberapa usaha kecil lain yang memiliki resep atau produk khas yang unik yang juga menjadi target rencana tersebut. Namun, dari dokumen yang mereka temukan, tampaknya tidak ada satu usaha pun yang menandatangani kontrak tersebut.

“Lihat ini,” ucap Reza dengan suara penuh kegembiraan setelah menemukan sebuah surat resmi dari tahun 2008. “Ternyata Pak Herman akhirnya terbongkar dan dipecat dari perusahaan sebelum dia bisa menjalankan rencananya. Dan semua rancangan kontrak yang dia buat dibatalkan secara resmi oleh manajemen Prima Teknologi.”

Mereka menemukan surat pemberitahuan pemecatan Pak Herman yang menyatakan bahwa dia dipecat karena mencoba menyalahgunakan sumber daya perusahaan untuk kepentingan pribadi dan merencanakan tindakan yang tidak etis terhadap usaha kecil yang bekerja sama dengan mereka. Selain itu, perusahaan juga telah mengirimkan surat maaf resmi kepada semua usaha yang menjadi target rencana tersebut, termasuk usaha keluarga Rania.

“Kenapa keluarga saya tidak pernah memberitahu saya tentang ini?” tanya Rania dengan suara penuh kebingungan. Dia ingat bahwa ayahnya memang pernah mengatakan bahwa ada usaha besar yang ingin membeli resep keluarga mereka, namun dia tidak pernah menyangka bahwa itu terkait dengan Prima Teknologi.

Pak Budi mengambil napas dalam-dalam sebelum menjawab. “Saya sendiri yang datang menemui ayahmu pada saat itu untuk memberikan maaf secara pribadi,” cerita dia dengan suara penuh kenangan. “Kami juga memberikan kompensasi kecil dan memastikan bahwa tidak ada satu pun usaha kecil yang dirugikan akibat tindakan Pak Herman. Ayahmu adalah orang yang sangat baik hati – dia memaafkan kami dan bahkan tetap ingin bekerja sama dengan Prima Teknologi karena dia tahu bahwa visi perusahaan saya adalah benar.”

Rania merasa hati nya menjadi hangat mendengarnya. Dia mengingat bahwa ayahnya memang selalu berbicara dengan penuh rasa hormat tentang Prima Teknologi dan bahkan sering mengatakan bahwa mereka adalah perusahaan yang benar-benar peduli dengan usaha kecil.

“Dan tahukah kamu Rania?” lanjut Pak Budi dengan suara yang semakin lembut. “Setelah insiden itu, saya membuat kebijakan baru di Prima Teknologi yang mengharuskan semua kerja sama dengan usaha kecil harus berdasarkan rasa hormat penuh terhadap hak cipta dan kekayaan intelektual mereka. Kita bahkan membantu banyak usaha kecil untuk mendaftarkan hak cipta produk mereka agar tidak mudah diambil alih oleh orang lain.”

Mereka menemukan lebih banyak dokumen yang menunjukkan bahwa setelah insiden tersebut, Prima Teknologi benar-benar berubah menjadi perusahaan yang lebih peduli dengan hak dan kepentingan usaha kecil. Mereka tidak hanya membantu usaha kecil dengan teknologi, tapi juga dengan masalah hukum dan hak cipta untuk melindungi produk dan resep mereka.

“Lihat ini,” ucap Bu Lina dengan suara penuh bangga sambil menunjukkan sebuah daftar usaha kecil yang telah mendapatkan bantuan hukum dari Prima Teknologi untuk mendaftarkan hak cipta produk mereka. “Banyak dari usaha yang ada di daftar ini sekarang menjadi bagian dari proyek UMKM Connect dan produk mereka sudah dikenal luas karena terlindungi dengan baik.”

Rania merasa sangat lega dan bersyukur setelah mengetahui seluruh cerita di balik rencana tersebut. Meskipun awalnya dia merasa marah dan kecewa.

Rania merasa bahwa semuanya sudah menjadi jelas sekarang. Semua yang terjadi dalam hidupnya ternyata bukan hanya kebetulan belaka, melainkan sebuah rantai hubungan yang telah terjalin sejak lama dan terus berkembang seiring waktu.

“Saya baru menyadari bahwa ayah dan keluarga Prima Teknologi sebenarnya memiliki tujuan yang sama,” ucap Rania dengan suara penuh pemahaman. “Mereka ingin membantu usaha kecil berkembang, dan itu yang membuat saya semakin yakin bahwa proyek UMKM Connect adalah kelanjutan dari impian mereka dulu.”

Pak Budi yang telah bergabung dengan tim mereka beberapa hari kemudian datang mengunjungi kantor UMKM Connect. Dia melihat semua dokumen yang telah mereka kumpulkan dan langsung mengenali setiap berkasnya. “Ini benar-benar warisan yang harus kita lestarikan untuk generasi mendatang,” ucapnya dengan suara penuh haru.

“Saya akan membantu mengklasifikasikan setiap dokumen ini sesuai dengan periode waktu dan jenis usaha yang dibantu,” lanjut Pak Budi dengan semangat yang sama seperti dulu. “Kita bisa membuat bagian khusus di platform UMKM Connect untuk menceritakan sejarah setiap usaha kecil yang pernah mendapatkan bantuan dari Prima Teknologi, sehingga mereka tahu bahwa karya mereka tidak terlupakan.”

Tim mulai bekerja dengan giat mengolah semua data dan dokumen yang telah mereka kumpulkan. Mereka membuat sistem klasifikasi baru yang menghubungkan sejarah kerja sama Prima Teknologi dengan usaha keluarga Rania hingga dengan proyek UMKM Connect sekarang. Hal ini membuat mereka semakin yakin bahwa semua yang terjadi adalah bagian dari rencana yang lebih besar untuk membantu usaha kecil di seluruh Indonesia.

“Sekarang saya mengerti mengapa nenek sering mengatakan bahwa setiap kesuksesan ada dasar yang kuat di baliknya,” ucap Rania dengan suara penuh rasa syukur saat berkumpul bersama seluruh tim dan keluarga di rumahnya. “Semua yang kita lakukan sekarang adalah kelanjutan dari semangat yang sama yang dulu dimiliki oleh orang-orang hebat sebelum kita.”

Nenek Aminah melihat semua ini dengan senyum bangga. “Ayahmu dan keluarga Prima Teknologi dulu juga seperti kamu sekarang, nak. Mereka bekerja keras bukan hanya untuk keuntungan sendiri, tapi untuk membantu banyak orang. Dan sekarang kamu semua melanjutkan perjuangan itu dengan cara yang lebih baik lagi.”

Pada hari berikutnya, seluruh tim berkumpul untuk merencanakan langkah selanjutnya. Mereka memutuskan untuk membuat sebuah pameran sejarah usaha kecil yang pernah mendapatkan bantuan dari Prima Teknologi dan sekarang dari UMKM Connect. Pameran ini akan menampilkan perjalanan setiap usaha dari masa lalu hingga sekarang, menunjukkan bagaimana teknologi bisa membawa perubahan yang luar biasa.

“Kita akan membuat pameran yang tidak hanya menampilkan produk mereka, tapi juga cerita di balik setiap usaha tersebut,” ucap Reza dengan penuh semangat. “Semua ini adalah bukti bahwa semangat untuk membantu orang lain tidak pernah padam, hanya berubah bentuk dan cara penyampaiannya.”

Pada hari pelaksanaan pameran, banyak usaha kecil yang pernah mendapatkan bantuan datang dengan penuh semangat. Mereka membawa produk mereka yang kini telah berkembang pesat berkat teknologi yang diberikan. Pak Joko dari Warung Makan ‘Cita Rasa’ bahkan membawa hidangan spesial yang dulu pernah dibuat bersama Prima Teknologi dan sekarang dengan UMKM Connect.

“Rasanya sama seperti dulu, bahkan lebih nikmat karena sekarang kita bisa menikmatinya bersama banyak orang,” ucap Pak Joko dengan bangga. “Ini adalah bukti bahwa kerja sama yang didasari niat baik akan selalu menemukan jalan untuk terus berkembang.”

Semua orang berkumpul menikmati acara tersebut dengan penuh kegembiraan dan rasa syukur. Mereka tahu bahwa setiap usaha kecil yang mereka bantu adalah bagian dari rantai hubungan yang telah terjalin sejak lama dan terus berkembang hingga sekarang.

“Saya berterima kasih kepada semua orang yang telah membantu dan diperjuangkan selama ini,” ucap Rania dengan suara penuh rasa syukur saat berdiri di depan semua orang. “Semua yang kita lakukan sekarang adalah kelanjutan dari impian besar orang-orang hebat sebelum kita. Mari kita lanjutkan semangat ini untuk membantu lebih banyak orang lagi ke depannya.”

Tepukan meriah menggema di seluruh ruangan. Semua orang tahu bahwa perjalanan mereka masih panjang, namun dengan semangat yang sama dan dukungan dari semua pihak, mereka yakin bahwa masa depan akan lebih baik lagi.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!