Mati tertabrak mobil.
Tiba-tiba bangun di rumah mewah dan memili anak tiri,yang kelak menjadi penjahat besar.
Dan suami psikopat yang belum bisa move on dari cinta lama nya.
Di bantu oleh sistem untuk meluluhkan hati kedua nya.
mampu kah Kaira meluluhkan hati, kedua orang yang sangat membenci nya itu.
"Kau bukan ibu ku, berhenti berlagak seolah kau perduli! Jangan mengatur ku!"( Kaiden Alfaro Lucifer)
"Tugas mu hanya untuk mendidik Kaiden, kau tak perlu ikut campur urusan ku dengan Dorothea, sampai kapan pun yang kucintai hanya lah Dia. kau hanya istri pajangan!" (Albert Gavriel Lucifer).
Siapa yang perduli dengan urusan percintaan mereka, yang terpenting aku jadi orang kaya, akan kubawa Kaiden bersama ku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sang senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kaiden
Langit yang begitu gelap berhias bintang-bintang yang berkelap-kelip. Bumi hampir sunyi, karena kebanyakan penduduk nya telah terlelap dengan punya, tinggal segelintir orang saja yang masih terjaga.
Aylin pun begitu tidur dengan pulas nya di kasur super empuk, yang begitu nyaman, sangat berbeda dengan kasur di kosan nya yang sudah bantat di makan waktu. Membuat tubuhnya terasa sakit semua, ketika bangun tidur.
Aylin tidak sadar bahwa ada sosok kecil yang mengendap-endap masuk ke kamar Aylin. Sosok itu terlihat membawa sebuah pisau tajam, memandang Aylin penuh dengan kebencian. sosok kecil itu tanpa ragu, mengangkat tangan nya untuk membunuh Aylin.
Ding...
"Peringatan bahaya!! Peringatan bahaya!! Nona bangun nona, atau kau akan mati, untuk kedua kalinya!!" Teriak sistem di dalam fikiran Aylin.
Dengan segera Aylin langsung membuka matanya. Pandangan pertama nya langsung tertuju pada pisau yang ter acung ke arah nya. "Aaa... !!!!" Teriak Aylin , lalu berguling menghindari pisau yang hampir saja, menancap di perutnya. Namun sedikit dari baju tidur nya sobek karena terkena pisau tajam itu.
"Kau harus mati!!" Teriak sosok kecil itu dengan pandangan membunuh ke arah Aylin. Aura nya begitu dingin, membuat bulu kuduknya berdiri semua.
"Kau siapa? Hai.. anak kecil, jangan pernah bermain dengan benda berbahaya itu. Itu sangat berbahaya!!" Teriak Aylin mencoba merebut pisau tersebut dari anak kecil itu.
Akhirnya mereka saling berebut pisau, meski masih anak-anak tetapi, anak tersebut memiliki kekuatan yang sangat kuat, membuat Aylin lumayan kualahan. Aylin berhasil merebut pisau tersebut dari anak kecil itu, meski lengan nya tergores pisau yang sangat tajam itu.
Aylin segera bergegas menyalakan lampu kamar nya, dan terlihat jelas anak laki-laki usia tujuh tahun dengan wajah yang sangat tampan. Namun pandangan anak laki-laki itu begitu tajam bagaikan pedang. Suap untuk mencabik-cabik seluruh tubuhnya.
"Hai.. Kau siapa? Kenapa, masih kecil sudah ingin membunuh orang?" Tanya Aylin sedikit kesal memandang anak kecil itu. Meski Aylin sempat merinding dengan aura gelap anak laki-laki itu.
"Karena kau layak mati, dasar nenek sihir jahat!!" Teriak anak kecil tersebut. Karena kamar Aylin kedap suara, jadi orang-orang tidak mendengar keributan yang terjadi di dalam kamar Aylin.
Aylin mengeryit dalam. "Apakah kau Kaiden anak ku?" Tanya Aylin memastikan. Anak laki-laki itu langsung melotot marah, mendengar pertanyaan dari Aylin. "Aku bukan anak mu!! Aku tidak sudi, memiliki ibu seperti mu!!" Teriak Kaiden penuh Amarah.
Aylin berfikir untuk mendekati Kaiden dengan penuh kasih sayang, baru saja, Aylin melangkah satu langkah, sistem dalam pikiran nya langsung memberikan peringatan keras. "Peringatan.. Peringatan, di larang mengubah karakter, dengan tiba-tiba, atau nona akan langsung di musnahkan oleh sistem pusat!!!"
Aylin akhirnya mundur kembali, dengan melipat Kedu tangan di atas berut rata nya, dan dengan nada sombong Aylin memandang Kaiden dengan penuh hinaan. "Aku juga berfikir begitu, mana mungkin aku memiliki anak seperti mu, bahkan jiwa mu penuh dengan kejahatan. Aku hanya mendengar dari para maid, bahwa aku memiliki putra bernama Kaiden! tapi setelah melihat diri mu, sepertinya mereka membohongi ku!"
Kaiden mengeryit dalam, namun pandangan nya masih setajam pedang, sebenarnya Aylin lumayan merasa ngeri dengan aura yang Kaiden keluarkan, namun dia hanya berpura-pura tegar saja, padahal tangan nya sedikit gemetar.
"Ada apa dengan wanita jahat ini, apa benar kata Nany jubaila, dia sedang lupa ingatan, tapi dia tetap sombong seperti biasanya. Hingga rasanya aku ingin mencabik-cabik tubuh nya, lalu memberikan daging nya pada anjing liar!!". Kata Kaiden dalam hati.
Aylin berdecak kesal melihat Kaiden yang hanya diam saja, lalu melihat tangannya Kaiden yang penuh dengan memar-memar merah karena bekas cambukan. "ya tuhan.. Seperti nya Aylin yang asli ini bukan manusia, bagaimana dia bisa dengan kejam nya mencambuk anak tujuh tahun, hingga seperti itu."
Aylin melangkah dengan cepat memegang tangan Kaiden lalu menarik nya, Kaiden tentu saja berontak, bahkan badannya sedikit gemetar, takut jika Aylin akan kembali menyiksa nya seperti biasanya. Apalagi dia ketahuan, ingin mencelakai Aylin. Pasti lah wanita jahat ini, akan menghajar nya, lebih keras dari biasanya. Pikir Kaiden.
Tapi Kaiden tidak menyangka bahwa Aylin malah menarik nya menuju ranjang nya yang empuk, lalu mengendong Kaiden, Kaiden berontak tetapi tetap saja tenaga Aylin lebih besar, akhirnya Kaiden menggigit pundak Aylin hingga berdarah. Aylin dengan kesal melempar Kaiden de kasur nya. "Kau ini manusia atau anjing, kenapa menggigit pundak mami? Diam di situ, atau aku akan meng hukum mu dengan berat!!" Ancam Aylin.
Kaiden mengerakkan gigi nya karena marah, wanita jahat itu, meski sudah lupa ingatan tetapi tetap kejam dan tidak mau melepaskan dia. Kaiden sangat benci dengan keluarga ini. Dia bertekad, bila dia sudah besar nanti, dia akan menghancurkan keluarga nya sendiri, sama seperti mereka menghancurkan dirinya di saat ini.
Aylin datang dengan membawa kotak obat, " sini, mana tangan mu?" kata Aylin sambil menampilkan wajah galak nya, Kaiden segera menyembunyikan Kedu tangan nya, Kaiden berfikir mungkin saja Aylin, akan menyiram tangan nya dengan air keras. Wanita jahat ini tidak mungkin mau mengobati lukanya, yang ia dapatkan dari wanita jahat itu sendiri.
Aylin berdecak kesal melihat Kaiden menyembunyikan kedua tangan nya, dengan tidak sabar Aylin menarik salah satu tangan Kaiden, lalu mengobati luka-luka yang ada di tangan Kaiden, sambil sesekali melirik ke arah Kaiden. Aylin mengamati raut wajah Kaiden saat di obati, dia tidak menangis, mengaduh atau pun meringis, padahal luka-luka itu seharusnya perih, saat bersentuhan dengan obat merah. Tetapi Kaiden seolah sudah kebal dengan rasa sakit seperti itu. Membuat hati Aylin terasa di iris-iris.
Tanpa sadar Aylin mengeluarkan airmata. Kaiden mengeryit bingung, melihat air mata Aylin. "Ada apa dengan wanita jahat ini, dia tak hanya mengobati tangan ku yang terluka, tetapi bahkan menagis. Cih.. buat apa ber akting sedih, toh disini tidak ada Daddy." Kata Kaiden dalam hati.
"Kau harus memiliki tangan yang kuat, sebelum membunuh ku, aku tau, aku bukan mami yang baik untuk mu, kau bebas membalas ku sesuka hati mu." kata Aylin dengan wajah jutek nya.
Kaiden mendengus kasar, dia langsung segera turun dan berlari keluar dari kamar Aylin, sebelum dia benar-benar keluar dari kamar Aylin, Kaiden menoleh ke arah Aylin dengan wajah tidak bersahabat. " Tentu saja, aku pasti membalas mu, tunggu hingga tangan dan tenaga ku lebih besar. Kau pasti habis di tangan ku. Dan satu hal yang harus kamu ingat, kamu bukan mami ku, ibu ku hanya mommy fahrin!!!" Teriak Kaiden dengan lantang. Ia tak akan luluh dengan sikap sok baik wanita ular itu.
kata kata untukmu:
"semangat dan sehat selalu dan jalani harimu dengan kisah yang indah 💪"