NovelToon NovelToon
Alana : Wounds And True Love

Alana : Wounds And True Love

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / Romansa Fantasi / Perjodohan
Popularitas:6.5k
Nilai: 5
Nama Author: Hee_Sty47

Area 21 +
Rasa kecewa tak bisa terbendung lagi bagi kedua orang tua Alana kala mengetahui dirinya tengah hamil di luar nikah.
"Katakan sama papi, siapa laki laki itu. Kalau kamu tidak ingin memberitahu. Papi akan cari tahu sendiri. Dan kamu tentu tahu bagaimana dengan mudahnya papi mencari. Papi hanya ingin kamu jujur saat ini." Tekan papi Wibowo menatap putrinya yang menangis tersendu sendu. Alana meragu.
~~~~~~~
Alana tak menyangka karena rasa cinta yang begitu sangat dalam membawa nya kejurang yang salah.
Dia harus mengandung tanpa seorang suami di sisinya. Alana memutuskan pergi meninggalkan tanah air tanpa memberitahu anak yang di kandung nya pada ayah biologis.
Alana juga berusaha untuk membuang rasa cinta nya, pada pria yang merupakan cinta pertamanya itu. Pada sepuluh tahun kemudian, Alana memutuskan untuk kembali ke tanah air dengan status yang berbeda.
Bukan single mom.
Tapi sebagai seorang istri dan memiliki seorang putra.
Alana menikah dengan pilihan orang tua nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hee_Sty47, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 3

***

Dengan menghalau rasa sakit di pusat intinya, Alana tetap mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang.

Wajahnya nampak pucat. Bayangan bagaimana Bian nampak frustasi di tambah bantingan kencang pada pintu kamar mandi masih membuatnya takut dan merasa sedih lama satu waktu.

Cairan bening kristal mengalir tanpa di minta. Alana menambah kecepatan mobilnya, gadis itu meliak liuk menyelip kendaraan lainnya tanpa rasa takut. Jujur perasaan nya campur aduk sekali.

Hingga sampai di kediamannya. Alana keluar dari mobil dengan mempertahankan jalannya seperti biasa, meskipun dirinya merasa sangat tersiksa. Dia tidak ingin ada yang menyadari perubahan jalannya saat ini .

Asisten rumah tangganya menyambut kedatangan Alana.

"Non sudah sarapan?. " Tanya bibi

"Sudah bi, tadi di rumah nya Miska." Kilah Alana berdusta. Bibi mengangguk tanda mengerti . "Saya ke atas bi. " Pamit Alana yang langsung di jawab oleh bibi.

Alana menaiki satu persatu anak tangga dengan meringis pelan. Sampai tiba di kamar dia langsung masuk ke dalam kamar mandi dan merendamkan tubuh nya di dalam bathtub usai mengisi air hangat serta memasukan bath bomb ke dalam bathtub itu.

Tubuhnya yang sempat menegang kini mulai begitu rileks. Alana menikmati sambil memejamkan kedua matanya. Bayangan pergulatan semalam kembali menghantui isi kepalanya.

Entah setan apa yang membuat nya tak bisa berpikir jernih. Atau memang setan itu dirinya sendiri yang menciptakan nya.

***

Bian tiba di kediaman Alana. Tadi usai mengenakan pakaiannya, Bian memutuskan untuk langsung menyusul Alana.

Untungnya mobil milik Alana sudah terparkir rapi di garasi, menandakan gadis itu sudah pulang. Bian bernapas lega. Dia sempat berpikir jika Alana akan kabur, entah kemana.

"Bi." Sapa Bian.

"Loh den Bian, mau cari Alana ya? " Tanya ART di rumah Alana.

"Ia bi , Alana di mana?" Tanya Bian.

"Non Alana di kamar nya den. " Sahut asisten rumah tangga itu, Bian mengangguk. Usai mendapatkan jawaban, Bian tanpa sepatah kata pun langsung melengos begitu saja.

"Bi aneh nggak sih pak Bian dekat sekali dengan nona Alana. Bahkan masuk kamar bebas, tuan besar tidak marah bi?" Tanya salah satu asisten rumah tangga yang baru bekerja dua bulan ini.

"Ssttt, sudah sana kembali kerja. Itu bukan urusan kita, kita disini untuk bekerja. " Sanggah cepat bi Lastri pada asisten rumah tangga yang bernama Nurul.

Nurul akhirnya mengangguk dan kembali melanjutkan pekerjaan nya. Sebab wajah bibi yang sudah lama bekerja di rumah itu begitu serius dan tegas.

Bian langsung masuk ke dalam kamar Alana tanpa mengetuk pintu. Dan untung nya kamar itu tak terkunci.

Kosong, Bian lantas menutup pintu dan melangkah ke arah pintu kamar mandi yang tak sepenuhnya tertutup.

Mata Bian membeliak lebar dan langsung masuk ke dalam kamar mandi. Tangan nya dengan cepat menarik tubuh Alana yang tenggelam dalam bathtub.

Uhukkkk Uhukkkkk

Alana tersedak karena terkejut. Dia menatap tak percaya Bian ada di disini, di dalam kamar mandinya.

Sebagian tubuh nya jelas dapat di lihat oleh Bian.

"Kamu apa apaan Alana. " Bentak Bian dengan napasnya yang kembang kempis. Rasa khawatir nampak jelas di wajah pria itu.

Alana yang mendapat bentakkan sampai memejamkan kedua matanya sesaat. Lantas kembali membuka. Bian menatap nya dengan kilat amarah, namun juga kekhawatiran.

"Kakak yang apa apaan, masuk kesini." Sentak Alana dengan kedua mata nya yang berkaca kaca. Suara nya bergetar dengan perasaan tak menentu.

Dia tidak suka di bentak seperti ini apalagi Bianlah orangnya. Karna ini untuk pertama kalinya Bian membentaknya cukup keras.

Bian mendesah kesal. "Kamu mau bunuh diri?" Tanya nya dingin.

Dahi Alana mengernyit, bingung dengan pertanyaan Bian barusan. Namun seakan tersadar, dia lantas mengerti kemana arah ucapan Bian.

Dia hanya merendamkan seluruh badanya. Dia tidak mencoba bunuh diri .

"Nggak."

Brian menatap dalam. "Terus kenapa tubuh mu kamu masukan ke dalam air." Desis Bian

"Gue cuma berendam kak."

Sial

Brian lantas melepas dekapan nya. Dengan segera dia berdiri dan mengusap wajahnya frustasi. Dia menoleh ke arah Alana seketika ia tersadar tubuh atas Alana yang terpampang. Bahkan nampak jelas bekas sesapannya merah keunguan di terus leher, hingga atas dada Alana.

Baji n9an Umpatnya dalam hati melihat itu.

Bian buru buru memalingkan wajahnya. "Cepat mandi kakak tunggu, kita perlu bicara." Usai berkata seperti itu Bian lantas keluar dari kamar mandi tanpa menunggu jawaban dari Alana.

Alana menatap pintu kamar mandi yang tertutup. Lantas dia bangkit dari posisinya dan melangkah ke bawah pancuran shower.

Beberapa saat kemudian Alana menyelesaikan mandinya dan langsung keluar menggunakan bathrobe.

Bian yang melamun lantas menoleh ke arah Alana. Dan kembali dia memalingkan wajahnya dengan cepat.

Baru Bian sadari jika lekuk tubuh Alana begitu sangat indah.

Buru buru Alana melangkah ke ruang wardrobe. Meraih baju kaos polos yang kebesaran dan menggunakan nya. Celana pendek yang di pakainya sampai tak terlihat. Usai itu dia kembali keluar dari sana. Segera menemui Bian dengan perasaan gugup dan terasa canggung.

Kini Alana duduk di samping Bian dengan meraih bantal sofa dan meletakkan nya di atas pangkuan.

Hening sesaat...

Hingga Bian memecahkan keheningan itu "Kenapa?" Jedanya sambil menoleh ke samping menatap Alana. "Kenapa kamu mau melakukannya Alana? " Tanya Bian tenang, namun penuh keresahaan di dalam dirinya.

Dia sepanjang perjalanan menuju kediaman Alana terus bertanya tanya. Mengapa Alana alih alih melawan saat dirinya ingin melakukan hal itu, jursru yang di lakukan adik nya tak menolak sama sekali. Padahal ini yang pertama untuk gadis itu. Di tampah kondisi Alana yang sepenuhnya sadar. Berbeda dengan dirinya yang sedang mabuk.

Bian memang merasakan nyata saat melakukan hubungan b4dan, namun alam sadar nya mengira itu hanya sebuah mimpi. Di mana memang dia sering mimpi hal seperti itu.

Tapi Alana?

Alana meremas jemarinya. Cewek itu menunduk dalam. Nama panggilan yang lengkap di berikan Bian menandakan pria itu dalam kondisi serius dan tak ingin di bertele tele.

"Alana." Brian bahkan kini sudah duduk menyerong guna sepenuhnya menatap Alana.

"Jawab Ala, Apa yang ada di otak kamu dengan keadaan sepenuhnya sadar. "

"Karena gue cinta sama lo kak. Gue kasih apa yang paling berharga di diri gue supaya kakak menyadari hati gue benar benar untuk kakak."

Bian mengeraskan rahangnya. Sungguh Bian tak dapat berkata kata saat ini. Pria itu meluruhkan bahu nya.

Alana kembali buka suara. "Gue sama sekali nggak menyesal kak, gue lakuin itu pakai cinta. " Bian sampai menatap tak percaya pada adik sepupunya saat ini.

Entah itu cinta atau obsesi semata, sama hal nya seperti dirinya yang mencintai Caca sampai detik ini.

Hening

Suasana di dalam kamar itu kembali senyap. Hanya suara deru nafas keduanya yang begitu berat.

"Ala cinta kamu itu salah, kamu tidak lupakan kita adalah keluarga . Jadi suatu tidak mungkin kita bisa bersama. Dan lagi perlu kamu ketahui, di hati kakak sampai detik ini hanya ada kak Caca dan kamu tahu itu. Karena kakak sudah bertekad jika bukan bersama Caca, maka tidak dengan siapa pun. Termasuk kamu. " Tukas Bian tanpa rasa empati terhadap perasaannya.

Alana sampai tidak dapat berkata kata, suatu tamparan keras sampai mengenai dadanya hingga terasa begitu mencengkram di dalam sana dan menimbulkan rasa sesak.

Hancur, semakin hancurlan sudah hati Alana. Cinta nya sampai kapan pun tak akan terbalaskan. Lalu? Apa yang harus dia lakukan sekarang? Bahkan dia sampai menjatuhkan harga dirinya, Bian sama sekali tak berniat untuk mencoba dengannya.

Apa salah nya menikah dengan sepupu. Lebih lagi mereka tak sedarah. Memang akan sedikit rumit, tapi kalau dua dua nya sama sama berjuang di depan keluarga tentu nya restu itu akan di dapatkan.

Dan lagi ada satu rahasia yang tak di ketahui oleh Bian. Dan hanya Alana yang tahu, karena ia tanpa sengaja mendengar percakapan kedua orang tua nya saat SMP.

Di mana Bian merupakan anak angkat dari tante nya, karena dulu tante nya tidak bisa hamil hamil. Untung itu mengadopsi anak, dan itu Bian.

Hanya saja memang semua di rahasiakan. Bian tidak tahu dirinya hanya seorang anak angkat. Karena memang om dan tante nya sudah menganggap Bian seperti anak kandung nya sendiri.

Dan sekarang tidak mungkin Alana kembali berkorban sendiri kan. Di saat Bian benar benar tak bisa menerima hatinya. Meski apa yang ada di dirinya sudah tidak utuh lagi.

"Gue ngerti kak, lupakan aja apa yang sudah terjadi semalam. Meskipun gue tahu lo nggak sepenuhnya sadar kak. Biarkan ini menjadi rahasia yang nggak perlu orang lain tahu. Kakak bisa pergi sekarang." Beber Alana menatap Brian dengan tersenyum tipis. Menutupi rasa luka yang begitu mendalam dengan berusaha sekuat tenaga untuk tetap tenang di hadapan Bian.

"Tapi Alana, kamu sud_" Bian mendesah tak berani melanjutkan ucapan nya.

"Gue nggak apa apa kak. Lo nggak sepenuhnya salah, gue di sini yang salah. Gue terbuai dan berakhir seperti ini. Gue nggak akan minta pertanggungjawaban lo. Jadi lo tenang aja kak. " Sahut Alana cepat. "Gue capek kak, lo bisa pulang. Urusan kita selesai mengenai semalam." Imbuhnya lagi.

Bian menatap lekat, terlihat tak ada kebohongan saat kata kata itu terlontar dari mulut Alana.

Bian menghela napas berat. Dia kesusahan untuk berkata kata lagi. Entahlah, Bian seketika buntu.

"Kakak pulang dulu ya, soalnya tante mu telpon kakak untuk pulang." Putus Bian pada akhirnya. Dia tidak berbohong, karena saat perjalanan tadi Bian mendapat telpon dari sang mamah, agar dia segera pulang ke rumah utama.

Bian memang memilih tinggal sendiri di apartemen. Karena menghindari sang mamah yang selalu memintanya menikah.

Alana mengangguk sebagai jawaban.

Rasa kecewa nya semakin menjadi. Meski mulut nya mengusir namun hati kecilnya meminta Bian untuk tetap tinggal.

Bian lantas keluar dari kamar Alana usai pamit.

Alana segera mengunci pintu kamar nya dan seketika tubuhnya meluruh di lantai. Ia terisak dengan membekap mulutnya agar tak terdengar. Hatinya hancur berkeping-keping. Dadanya terasa di sayat dengan sangat luar biasa. Ekspetasi memang tak sejalan dengan realita. Dan inilah yang di rasakan oleh Alana saat ini .

Dia dengan keyakinan bisa membuat Bian jatuh cinta dengan adanya kesalahan satu malam yang terjadi pada mereka. Namun apa? Ucapan Bian tadi, sungguh Alana mati matian menahan tangisnya di depan pria itu agar tidak terlihat lemah. Karena itu akan semakin membuat dirinya sangat kotor dan tidak ada harga dirinya. Meskipun pada kenyataannya dia memang seperti itu.

Tidak ada harga diri

Dan barang murahan.

"Tuhan ini sangat menyakitkan." Isaknya dengan pilu, tangannya sampai menepuk dadanya yang begitu sesak. Jejak air mata tak kunjung berhenti mengalir.

***

Sebulan kemudian....

Seminggu setelah dirinya dan Brian berc1nta Alana kembali bangkit. Selama itu juga dia selalu menghindar dari Bian. Meskipun Bian kerap kali menghubungi nya, dia akan balas atau menjawab seadanya. Tidak seperti dulu lagi.

Bukan rasa cintanya sudah pudar, namun dia tak ingin membuat dirinya semakin rendah.

Hari ini Alanamerasa tubuhnya sangat amat lelah. Padahal dia ada mata kuliah pagi ini.

Dengan rasa yang tak nyaman di tubuhnya itu , Alana memilih tetap berangkat ke kampus.

Menuruni anak tangga dengan tangan nya yang berpegangan pada railing tangga. Karena takut jatuh, dengan tubuh nya yang lemes

"Pagi pi, mi." Sapa nya pada kedua orang tuanya, saat tiba di area meja makan.

"Pagi sayang." Sahut keduanya.

"Loh kamu sakit La " Tanya mami Marina pada sang putri. Wajah Alana terlihat nampak pucat pasih.

"Nggak tau mi rasanya lemes, padahal nggak ada ngapa ngapain. " Keluh Alana.

"Terus kamu mau kuliah? Dengan kondisi kamu seperti ini? Lebih baik libur." Cecar papi Wibowo.

"Iya La, biar papi urus ijin kamu." Alana akhirnya mengangguk menyetujui.

Kini mereka menikmati sarapan pagi bersama. Papi Wibowo memang jarang ada di rumah karena pekerjaanya yang padat. Akhir akhir ini bahkan Alana jarang bertemu sang papi.

Di pertengahan menikmati sarapan, rasa mual tiba tiba menyerang tenggorokan dan perut Alana. Dia langsung melepas sendok membuat suara hentakan cukup keras. Alana membekap mulutnya dan langsung bergegas ke area dapur kotor di belakang.

Tentu saja aksi Alana membuat kedua orang tuanya kaget. Mami Marina langsung menyusul sang putri.

Hoekk... Hoekk... Hoekk...

Alana langsung memuntahkan isi perutnya. Tubuhnya sampai bergetar dengan perut yang begitu bergejolak di dalam sana.

Keringat sebesar biji jagung menghiasi keningnya. Kedua sudut matanya berair. Alana semakin merasa lemas, tubuh nya tak berdaya.

Mami Marina langsung mengusap tengkuk Alana dengan lembut, saat tiba di dekat putrinya itu .

"Habis ini istirahat, papi sudah hubungi dokter Raisa untuk periksa keadaan kamu." Alans mengangguk saja sambil membersihkan mulutnya.

Mami Marina membawa Alana kembali ke meja makan. Namun saat mendekati meja makan kepala Alana terasa berputar dan dalam sekejap menggelap.

Alana jatuh pingsan.

Jangan di tanya lagi bagaimana keadaan kedua orang tua Alana, melihat putri mereka yang jatuh pingsan. Area meja makan itu seketika riuh, karena terkejut bukan main.

Papi Wibowo langsung mengangkat tubuh sang putri ke kamar tamu, lantaran itulah yang dekat saat ini.

Mami Marina segera memberikan minyak angin ke hidung Alana, usai bibi memerikan pada nyonya besar nya itu.

Tak lama dokter Raisa pun tiba dan mulai memeriksa Alana yang masih tak sadarkan diri . Dokter Raisa juga sempat bertanya mengenai apa keluhan Alana. Mami Marina pun menjelaskan semuanya.

Alana perlahan sadar, namun kepalanya begitu pusing membuat dirinya hanya memejamkan kedua mata.

"Bagimana dok ?" Tanya mami Marina cemas bukan main.

"Kalau menurut saran saya, nona Alana perlu di periksa lebih lanjut dengan dokter kandungan."

Deg

Hamil

Satu kata di benak nya, membuat nafas Alana rasanya terhenti.

Ucapan dokter Raisa barusan tentu dia sangat tahu arahnya kemana. Angannya langsung kembali pada dirinya yang bersama Bian kala itu.

"Dokter kandungan. " Beo Papi Winowo dan mami Marina, sambil saling menatap. Setelah nya kedua nya menatap pada dokter Raisa menuntut kejelasan.

"Dari hasil pemeriksaan saya barusan dan gejala yang terjadi , kemungkinan nona Alana sedang mengandung."

Duaarrr

"Apa?! "

1
Ameliaputri Putri
pepet terus ray pasti tdk lama lg aluna akan jtuh d pelukanmu krn dia udah cinta kamu
tia
lanjut thor ,,,jgan sampe ada pelakor
Ameliaputri Putri
makin seru lanjut thor
Ameliaputri Putri
komunikasi suami istri itu penting, begitulah jadinya kalau miscom, alana salah knp g terus terang aja selalu kalau ada apa² d pendam d hati g mau ngungkapin
RnStar
Salah paham lagi pasti nih. Yang satu lemot, yang satu cepat menyimpulkan
Dwi Retno
lanjuutt thorrr
RnStar
gas Alana.
RnStar
Sweet, lanjut dong Thor 🙏
RnStar
bouwlehh🤣
RnStar
ulat bulu mulai nongol nih huh
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
RnStar
Alana kalau nggk mau sama Rayan, biar sama aku aja 🤣
RnStar
Bagus, seru
RnStar
lanjut Thor double 🙏
RnStar
Sepertinya Alana mulai ada perasaan.
RnStar
seneng deh, Rayan mode sat set
RnStar
Ketebak kan, ktmu ma Bian. Move on Alana, ada Rayan yang sudah cinta sama kamu
RnStar
Curiga nanti ktmu ma Bian
RnStar
yakin bapak nya Kevin nih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!