NovelToon NovelToon
Luka Rembulan

Luka Rembulan

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Keluarga / Kutukan
Popularitas:347
Nilai: 5
Nama Author: Yikkii

Chandra Baswara lahir pada malam yang indah di bawah cahaya rembulan, tetapi kebahagiaan itu retak sejak awal ketika ayahnya menolak dirinya hanya karena tanda lahir besar di wajahnya. Sejak kecil Chandra tumbuh dengan kasih sayang ibunya, namun dunia di sekitarnya tidak selalu sebaik itu. Tatapan aneh, bisikan, dan ejekan membuatnya terbiasa menyendiri dan perlahan menutup hatinya dari orang lain. Baginya, hidup sendiri terasa lebih aman daripada harus kembali merasakan penolakan. Namun semuanya mulai berubah ketika seseorang hadir tanpa memandang kekurangannya, sementara sebuah rahasia yang selama ini disembunyikan keluarganya perlahan terungkap. Di tengah luka, penerimaan, dan pencarian jati diri, Chandra harus belajar memahami bahwa manusia tidak selalu sekejam yang ia bayangkan, dan bahwa nilai dirinya jauh lebih besar daripada apa yang terlihat di wajahnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yikkii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB XI—MASA LALUNYA

Posisi mereka tetap duduk di antara banyak bangku ruangan ekstra, ruangan tersebut telah sepi, semua anggota telah menuju ke rumahnya masing-masing sudah tak ada anak-anak di dalam ruangan kecuali mereka berdua yang mengisi ketenangan ruangan, terasa sunyi hanya dialog mereka saja yang terdengar. Tak ada yang lain.

“Jika memang kau sendiri ingin berteman dengannya, aku sebagai kakaknya akan membantunya dan membantumu” Ujarnya

“Membantunya?”

“Kau akan tahu kalau mendengarkan ceritaku” Dalih Baskara.

Arka mengangguk dua kali menandakan dia siap mendengarkan tentang Chandra dari Baskara.

“Dapat di katakan hidupnya Chandra itu berat mulai dari fisik batin bahkan fikirannya saling beradu dalam satu tubuh. Dari kecil dia tak tahu menahu rasa kasih sayang dari sosok ayahnya bahkan saat keluar dari dalam rahim kehadirannya sendiri sudah tertolak oleh ayahnya sendiri.”

“Hah…mengapa seperti itu kak?” Tanya Arka sambil mengangkat kedua alisnya dan wajah serius.

“Kamu tahu apa yang ada di wajah Chandra kan?.”

“Ya tahu kak.”

“Hal itu yang membuat ayahnya menolaknya, ayahnya yang anjing itu terlalu mengedepankan kesempurnaan manusia, ia berfikir kesempurnaan itu di atas segalanya.”

“Kata ayahku orang itu sungguh rupawan bahkan di cap oleh masyarakat sebagai orang yang sempurna dari fisik ataupun materi, ia selalu di sanjung orang-orang di sekitarnya dan akhirnya membuat orang itu menjadi pemuja kesempurnaan” Lanjutnya.

“Terus apa hubungannya kak dengan Chandra?”

Baskara menghela nafas panjang “huuuuuh…seharusnya kamu dapat mencerna dari perkataanku tadi bahwa apa yang ada di wajah Chandra” keluh Baskara.

Arka hanya terdiam tanpa suara tak paham dengan perkataan Baskara

“Ayahnya itu terlalu memandang suatu kesempurnaan. Dengan wajah Chandra yang seperti itu ayahnya menolaknya dan meninggalkannya-”

“Tunggu dulu kak, maaf aku potong perkataanmu, ayah seperti apa yang tega menolak anaknya sendiri bahkan meninggalkannya dari sejak anaknya baru lahir cuma karena tanda lahir di wajah anaknya” Potong Arka terhadap Baskara.

Lirikan tajam Chandra menatap ke arah Arka sejenak lalu menurunkan tatapannya dan melanjutkan perkataannya “Kalau gak percaya aku akan menghentikan mulutku untuk bercerita, lupakan semua pembicaraan ini dan lupakan bahwa kamu ingin berteman dengan adikku.”

Arka menelan ludahnya kedua kali “Maksudku bukan seperti itu kak, tolonglah jangan salah paham dulu aku hanya sulit mempercayai ada seorang ayah yang menolak kekurangan anaknya sendiri yang dimana itu sudah garis dari tuhan, mengapa ayahnya memandang tanda lahirnya itu sebuah kekurangan? Dari sudut pandangku tanda lahir nya bukan sama sekali kekurangan”. Ujar Arka menjelaskan.

Kali ini raut wajah Baskara sungguh serius dan ia menjawab pertanyaan Arka “Itu menurutmu, beda dengan menurut ayahnya. Jangan sama ratakan sudut pandang dari setiap manusia, mungkin sudut pandangmu dan sudut pandangku sama yang menilai tanda lahir Chandra bukan sebagai kekurangan akan tetapi berbeda dengan ayahnya yang selalu menjunjung nilai kesempurnaan dia atas apapun, sehingga menilai tanda lahir di wajah anaknya sendiri sebagai kekurangan mutlak.”

“Harusnya kamu itu sudah paham dengan penjelasanku dari awal hanya saja kamu kurang mempercayainya saja karena kamu tak tahu kejadian yang sebenarnya seperti apa, begitu pula denganku tapi memang itulah faktanya yang terjadi pada Chandra” Lanjutnya.

Arka mengangguk perlahan karena paham dengan penjelasan Baskara “Berarti selama ini dia tak pernah bertemu dengan ayahnya?.”

Baskara terdiam sejenak dan menggelengkan kepalanya perlahan “Tapi dia tahu betul wajah ayahnya, karena dia menyimpan foto ayahnya di dalam kamarnya. Dulu waktu kecil dia selalu berharap bertemu dengan ayahnya, Dia selalu berkata ribuan kali di depanku bahwa ayahnya akan pulang kerumah untuk menetap bersama-sama lalu akan merawat dan bahkan akan menyayanginya namun semua itu hanya dulu, sekarang kata seperti itu tak pernah terdengar lagi di kedua telingaku.”

“Dia menyimpan foto ayahnya? Apa dia tak membenci sosok di foto itu?.”

“Aku tak tahu isi hati Chandra pada ayahnya, yang pasti antara cinta dan benci.”

Arka menunjukkan muka melas sejenak seakan permasalahan Chandra hampir sama dengan dirinya. Kemudian ia melontarkan pertanyaan singkat “Bagaimana dengan ibunya.”

“Ibu Dira ya….”

“Ibu Dira berbeda dengan ayah anjing itu, dari melahirkan Chandra, ia tak pernah melihat Chandra dari sisi kekurangannya sama sekali, Ibu Mandira melihat sosok Chandra ini sebagai anugerah yang telah di turunkan oleh Tuhan sendiri untuknya. Beliau telah merawat Chandra sendirian sepenuh hati tanpa mengeluh sedikitpun.”

“Chandra bisa menghadapi hidupnya selama ini semata hanya untuk ibunya” Lanjutnya

“Baguslah kalau begitu kak masih ada orang disisinya” Jawab Arka tersenyum tipis namun cepat menghilang.

Baskara melotot lagi kearah Arka kali ini lebih serius dari pada tadi “Kau anggap aku tak berada disisinya… hah?.”

“Eh bukan gitu kak, Aku tahu kamu selalu berdiri di sisi Chandra, maksudnya di dalam keluarga intinya, tolong jangan selalu menyalahpahamkan omongan” Kilahnya menjelaskan ketakutannya pada Baskara.

“Dasar anak orang kaya huh….”

“Eh…kog sampai ke sana”

“Sikap Chandra seperti itu bukan hanya karena ayahnya saja kau tahu, salah satunya ialah karena dulu dia selalu menjadi korban bullying, kau sendiri pasti bisa menebaknya dengan jelas mengapa dia selalu menjadi objek perundungan”. Ungkap Baskara melanjutkan ceritanya.

“Karena tanda lahirnya?.”

“Ya, mereka sering mengolok-olok langsung di hadapan Chandra ataupun di belakang, tak luput di sekolah maupun di luar sekolah kondisinya tak dapat di rubah.

Tangan Baskara mengepal keras di atas lututnya sendiri lalu berkata “Mereka selalu menanyakan hal yang sudah mereka tahu seperti; itu mukamu kenapa ya? itu luka ya? kenapa bisa gitu? Mereka menanyakannya dengan nada merendahkan untuk sekedar candaan mereka semata, selain itu mereka menatap secara berlebihan seakan adikku memiliki dosa yang terlihat di mukanya.

“Tak berhenti disitu saja lama kelamaan adikku di kucilkan oleh anak-anak lain, mereka menjauh dan memperlakukannya seperti berbeda dari mereka. Aku sampai malu menjadi manusia karena tindakan-tindakan dari mereka, parahnya adikku sendiri yang di perlakukan seperti itu.” Lanjutnya dengan kepalan tangan yang semakin mengeras.

Bulu Arka merinding, instingnya merasakan bahaya ada di sampingnya, ia menggeserkan pinggulnya untuk menjauh sedikit dari Baskara. “Aku paham kak, tak kusangka Chandra mengalami hal itu semua, sekarang aku paham mengapa ia selalu bersikap seperti itu dan satu hal yang pasti dia tak begitu padaku saja tapi ke semua orang.”

“Tapi bagaimana peranmu sebagai seorang kakak?” Celetuk Arka sambil mengorek kupingnya menggunakan jari kelingking kirinya.

Kepala Baskara memerah seakan akan meledak oleh amarah tapi dia dapat menahannya “Huh…Selama ini aku melakukan sebisaku sebagai kakaknya.”

“Apa yang telah kamu lakukan sebagai seorang kakak?” Tanya Arka lagi seakan memancing Baskara.

“Ya melindunginya” Jawabnya dengan kesal.

“Melindungi bukannya banyak ya macamnya, maksudku, seperti apa cara kakak melindunginya, begitu loh” Ujar Arka menjelaskan maksudnya

Baskara menghadap keatap ruangan mengehela nafas pendek mengingat masa lalu “Aku melindunginya dengan cara paling bodoh yaitu kekerasan….”

1
Roar22
jarang banget sih genre kayak gini, semangat-semangat aja thor/Determined/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!