NovelToon NovelToon
'SUAMI BUTA' Ku Yang Kaya Raya

'SUAMI BUTA' Ku Yang Kaya Raya

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Cinta Seiring Waktu / Menyembunyikan Identitas
Popularitas:21k
Nilai: 5
Nama Author: Elprasco

"Dasar pria buta, dia cuma hidup dari sumbangan keluarga Wijaya!" cibir seorang wanita.

Sepertinya kehadiran Elang telah menjadi tontonan bagi mereka. Semua orang mengatainya sebagai pria tak berguna,

"Aku calon istri dari pria yang kalian bicarakan."

Entah naif atau bodoh, ucapan Nila berhasil menarik perhatian Elang.

Setelah kecelakaan 10 tahun lalu, pria itu kembali dari pengasingan panjang. Diam-diam bertingkah lemah demi membalaskan dendam,

Namun siapa sangka? Di tengah sandiwara dia justru bertemu seorang gadis liar yang membuat hidupnya berubah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elprasco, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertemuan keluarga

Malam pertemuan keluarga akhirnya tiba.

Elang beserta Nila hadir mengenakan baju senada berwarna emas, gadis itu bersolek dengan rambut yang disanggul rendah, menunjukkan wajah anggunnya.

Sebenarnya ini hanyalah acara makan-makan yang kakek adakan untuk mempererat keharmonisan keluarga besar.

"Selamat malam, kakek." sapa Nila tersenyum ramah pada pria tua yang baru saja bangkit dari duduknya.

Terlihat sudah banyak orang menunggu di meja makan, bahkan berbagai kudapan telah tersedia. Mereka memang sengaja datang terlambat agar tak berlama-lama di sana,

"Selamat malam, Nila. Sudah lama aku tidak bertemu kalian," sahut Surya merendahkan suara, menyambut gadis yang tengah mengandeng cucu sulungnya.

"Bagaimana kabar kakek? Maaf, kemarin kami belum sempat berkunjung." ujar Elang menunjukkan penyesalan,

"Ga perlu minta maaf, aku baik-baik saja!" ungkapnya santai.

Tanpa sadar perbincangan mereka yang terdengar akrab mampu membuat iri beberapa orang. Lembang tampak muak memandang senyum merekah di wajah Surya,

"Wah, dari dulu ga pernah berubah! Elang tetap jadi cucu kesayangan kakak." bisik wanita paruh baya di sisi lain, adik dari Surya yang datang bersama putranya.

"Pantesan dari tadi kita ga makan-makan, ternyata nunggu Elang datang." jawab Setyo menyahuti bisikan ibunya.

Di sana tampak Rangga yang hanya diam memalingkan muka, tak kaget lagi mendapati pemandangan itu. Dia duduk bersanding dengan adik perempuannya Sila,

"Oh ya, Nila. Aku ada sesuatu untukmu!" lugas Surya meraih sebuah kotak dari saku bajunya.

Mengeluarkan sebuah kalung permata biru berukuran cukup besar sebagai hadiah.

"Pernikahan kalian terlalu mendadak, dan aku belum sempat memberi hadiah--"

"Ayah! Itu kan kalung warisan milik keluarga Wijaya. Apa ga berlebihan ngasih barang sepenting itu sebagai hadiah?" tegur Lembang meninggikan nada bicara,

"Ayah benar. Dulu waktu aku menikah, kakek ga ngasih apapun!" lugas Rangga memberi keluhan, merasa diperlakukan tak adil.

"Cuma kalung saja kenapa harus protes?! Dulu aku yang membiayai pesta pernikahanmu. Apa itu kurang?" Mengernyit sambil menatap sinis.

Kedua pria tadi dibuat tak berkutik, hanya bisa mendengus kesal mendengar alibi tersebut.

"Terima lah, ga usah dengerin ocehan mereka." Surya kembali menatap gadis yang tampak kebingungan,

Sepertinya dia merasa bimbang karena perdebatan mereka, pantaskah menerima barang berharga itu? Melihat bentuknya saja sangat menyilaukan, entah berapa nominal uang yang dikeluarkan untuk membeli kalung ini.

Padahal pernikahan mereka hanyalah hubungan di atas kertas. Apa reaksi Surya jika tahu kebenaran itu?

"Ambil saja, jangan menolak hadiah dari kakek." suruh Elang memberi jalan pintas, tahu kalau istrinya sedang kebingungan.

Nila mengangguk sambil tersenyum, mengikuti arahan lalu menerima kotak berisi kalung tadi. "Terima kasih, kakek. Aku akan menjaganya dengan sebaik mungkin,"

Setelah perbincangan tersebut mereka pun duduk di kursi masing-masing, 

"Sudah lama aku ga ngelihat kalung itu. Ga nyangka kakak memberikannya pada istri Elang,"

"Apa ibu tahu soal kalung itu?" ujar Setyo penasaran, 

"Tentu saja. Kalung itu turun temurun diwariskan dari buyut kita dulu---biasanya diberi kepada putri atau istri pewaris perusahaan!" tambahnya bergumam lirih.

Meski berbisik, perbincangan mereka tak bisa ditutupi dari telinga Lembang yang dilanda kebencian. Amarah di hatinya semakin berkecamuk melihat sikap Surya yang pilih kasih,

"Rangga, dimana istrimu?" ungkap Lembang dengan wajah datar, mencari keberadaan Dewi yang sebelum ini izin menidurkan putrinya.

"Kakek, jangan mau ditipu olehnya." celetuk suara Dewi yang baru saja muncul dari sisi lain.

Mereka menoleh, dalam sekejap disuguhkan pertunjukan baru. Ini lah momen yang paling ditunggu, Elang menyeringai tak sabar menanti gadis itu mempermalukan dirinya sendiri,

"Menantu yang kakek sayangi ini, diam-diam menggoda suamiku. Kalau tidak percaya, lihat saja---ini buktinya." menunjukkan layar ipad berisi foto kebersamaan Rangga dan Nila.

"Kakek, ini salah paham. Aku ga pernah melakukannya!" Nila menggenggam erat telapak tangan suaminya guna mencari perlindungan. "Elang, percayalah padaku." 

Dengan cepat Nila memberi penjelasan, tak ingin memperkeruh suasana. Tak menyangka kalau Dewi akan mencari sensasi di acara sepenting ini, 

Surya tertegun dibuat tak berkata-kata, sulit dipercaya tapi foto itu buktinya. "Rangga! Jelaskan apa maksud semua ini?"

"Kakek, sebenarnya kami dulu pernah punya hubungan." ucap Rangga mengaku,

"Nila adalah mantan pacarku,"

Entah apa yang dipikirkan, bukan membela diri, dia justru menambah kayu bakar seperti sengaja menambah kesalahpahaman tadi. 

"Memang benar kalau kami masih punya perasaan. Dan diam-diam menjalin hubungan, tolong restuilah kami!"

"Nggak! Itu ga benar. Aku ga punya perasaan apapun padamu," amuk Nila menepis tuduhan yang mengarah padanya. "Elang, jangan percaya dan jangan dengarkan dia!"

"Masalah apalagi ini? Padahal aku sudah lapar..." gerutu Setyo dibuat kewalahan.

Menghela nafas, matanya menoleh malas, mengikuti alur drama yang semakin melebar kemana-mana.

"Buktinya sudah jelas, kamu mau alasan apalagi? Kakak ipar sudah tahu kebusukanmu!" ucap Dewi bersikap angkuh, merasa yakin kalau Elang akan membelanya sesuai rencana.

Nila menoleh dengan tatapan kecewa, memandang pria yang hanya terdiam, "Elang..."

"Dasar tidak tahu diri! Berani-beraninya kamu menggoda putraku." bentak Lembang tak sudi menerima kalau Rangga berselingkuh.

"Hhh, cuma foto seperti itu. Anak kecil pun bisa mengeditnya, Iya kan kak?" lugas Sila menghela nafas panjang, 

"Benar, itu tidak membuktikan apapun." jawab Elang dengan santai, reaksinya berhasil mengejutkan Dewi.

Kenapa berbeda dari rencana? "Apa maksud kakak? Bukannya sudah jelas---suamiku juga sudah mengakuinya."

Foto milik Dewi bukan satu-satunya bukti yang memperlihatkan kejadian minggu lalu. Namun masih ada CCTV yang merekam secara jelas percakapan mereka,

"Bukti yang valid itu kayak gini--" ujar Sila menunjukkan hp miliknya yang telah menyalin rekaman tersebut.

Alhasil semua orang tahu perbincangan ketika Rangga bersikeras menahan Nila. Jelas membuat mereka semakin tak berkutik,

Rangga menggigit bibir sambil menahan malu, mengalihkan mata dari jangkauan kakeknya.

"Dari mana kamu dapat video itu?" gumam Dewi putus asa, rencananya hancur sudah.

Nila menoleh, mulutnya menganga merasa lega.

"Jadi kamu percaya kepadaku?"

"Tentu saja. Kamu tidak mungkin meninggalkan pria setampan diriku hanya untuk tikus curut sepertinya..."

"Pft...kamu benar," Nila terkekeh.

"Aku tau kamu menemui Rangga untuk urusan pekerjaan," imbuh Elang merendahkan suara, berhasil menenangkan hati istrinya yang nyaris dibuat kecewa.

"Rangga! Berani-beraninya kamu menggoda istri kakakmu!" amuk Surya sambil melotot. 

Dilihat dari reaksi semua orang, sepertinya rencana ini berjalan sesuai harapan.

"Smirk..." Elang tersenyum puas, menatap singkat gadis yang telah membantunya.

Sehari sebelum pertemuan, Elang mendatangi dan mengungkan rahasia Sila yang berselingkuh dengan pengawalnya sendiri.

Sampai akhirnya gadis itu terpaksa membantu rencana Elang untuk menjebak iparnya.

"Kakek, lebih baik aku pamit. Aku tidak mau istriku dituduh macam-macam," sontak Elang tanpa menunggu sahutan bergegas menarik lengan Nila pergi meninggalkan ruang.

Dia sudah tahu apa yang akan Rangga terima, jadi tidak perlu melihat lagi. Buang-buang waktu saja,

"Elang, tunggu dulu--" Surya berusaha memanggil namun punggung mereka telah menghilang.

Surya menyesal tak bisa menghentikan mereka. Wajahnya lalu memerah, diikuti kemarahan menoleh pada biang masalah.

"Lihatlah, anakmu! Kamu terlalu memanjakannya sampai dia jadi seperti ini."

"Dasar tidak tahu malu! Sudah punya istri tapi masih mengincar wanita lain,"

"Lihat saja. Kalau kamu tidak merubah sikap, aku akan menghapusmu dari hak waris!" ancam Surya berjalan keluar,

Sepertinya sudah terlalu muak untuk melanjutkan acara tersebut.

"Aih--jadi kita di sini cuma jadi penonton saja? Percuma ada makanan tapi ga boleh dimakan!" protes wanita tua itu beranjak bangun,

"Baru kali ini, acara makan keluarga Wijaya cuma nyicip kacang doang." 

Satu persatu dari mereka mulai pergi dengan raut kecewa, menyisakan hanya beberapa orang.

"Apa yang sudah kamu lakukan. Dasar bodoh!" bentak Lembang menarik kerah baju putranya, tak segan memarahi.

"Apa ga ada gadis lain? Kenapa harus istrinya Elang?!

"Dia lah yang merebutnya dariku! Aku ga bohong, kami memang pernah pacaran." dalih Rangga tanpa rasa bersalah, masih terobsesi menggapai hati Nila. 

"Kalau kamu sampai kehilangan hak waris, habis sudah! Bahkan ayah pun ga bisa membantumu." 

"Maaf, ayah. Lain kali aku akan berhati-hati..."

"Tapi, masalah ini tidak akan terbongkar kalau bukan gara-gara menantu bodohmu itu!" jawab Rangga melempar kesalahan,

Dewi yang mendengarnya dengan sigap bersimpuh memohon ampunan. "Aku hanya ingin memberinya pelajaran. Aku ga tau akan seperti ini jadinya---maafkan aku!"

"Ck, ayah ga mau tahu. Bereskan masalah ini sendiri!" suruh Lembang berdecak kesal kemudian pergi,

"Sayang, maafkan aku. Aku janji tidak akan--"

"Menjauh dariku!" pekik Rangga mendorong tubuh gadis yang berusaha merangkulnya.

"Sekarang juga aku akan menceraikanmu. Bawa semua barang-barangmu dan angkat kakimu dari sini!"

"Apa maksudmu?! Jangan bercanda, bagaimana dengan anak kita." ujar Dewi membulatkan mata, tak kuasa menerima keputusan sepihak dari suaminya.

"Kamu bisa membawa anakmu. Kalau tidak sanggup, tinggalkan saja di sini---jangan mempersulit hidupku!"

1
Lintang
bercerita tentang prahara rumah tangga sih ini/Drool/
Cntia
Ceritanya bikin betah pembaca, sajian alur yang berjalan cepat dan bahasa ringan yang mudah dipahami. Naik turun emosi membuat saya tidak sabar menunggu kelanjutan episode selanjutnya./Good//Heart/
Eka
julid amat sih neng/Awkward//Puke/
sutimh
lanjut thor😍
sutimh
cerita manis sekali/Drool/
jelita
seru nih nolak jodoh biasanya dapet pewaris tunggal🤣
Giska
dibuat ngakak sm tingkah pasutri 🤣
Giska
wkwkwk ngakak🤣elang kurang gercep
ᴹᴵᴹᴵ a ʙᴊɴ💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ: Nanggung tuh ciann deh tunggu ntar malem dijamin Nila gak bisa jalan🤣
total 1 replies
Giska
rekomendasi buat yang suka cerita rumah tangga. dari yg bodoamat berubah jd cinta/Kiss//Rose/
rindu
eak...akhirnya sadar juga😍
rindu
cerita ringan dan bikin nagih. crazy up thor/Drool/
ᴹᴵᴹᴵ a ʙᴊɴ💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
Betul kata Herman kamu sendiri yang jejaskan semua supaya Nila bisa terima alesan kamu pura-pura buta untuk mengungkap kematian Orang tua juga kecurangan yang dilakukan pamanmu sendiri Elang sekarang semua udah terungkap kamu gak perlu khawatir lagi bisa melindungi Nila
Veline
Cerita nya keren Thor/Casual/ jangan lupa mampir novel " Masih Tentangmu di setiap detikku"
Iqlima Al Jazira
mantap elang👍
Iqlima Al Jazira
seru thor👍
Iqlima Al Jazira
🤣🤣🤣
Iqlima Al Jazira
GO.. go.. herman🤩
Iqlima Al Jazira
🤣🤣🤣
penulis hiatus
Ceritanya ga bertele-tele dan bikin geregetan, ga sabar nungguin lanjutannya/Tongue//Casual/
Elprasco
Alur cerita sengaja dibuat cepat, silahkan nikmati.
Jangan lupa tinggalkan komen ya/Pray//Kiss/
Komen kalian menambah semangat author dalam menulis, biar lebih sering updatenya. Hehe...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!