NovelToon NovelToon
When Gods Grow Bored

When Gods Grow Bored

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Action / Epik Petualangan / Fantasi
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: jhoven

When Gods Grow Bored berlatar di sebuah benua kuno "Nirenva" yang dilanda perang tanpa akhir, tempat kerajaan-kerajaan saling membantai atas nama para dewa yang pernah turun dan meminjamkan kekuatan mereka kepada umat manusia. Di dunia di mana nilai hidup diukur dari restu ilahi, Kai Jhoven: seorang anak tanpa berkah dan tanpa asal-usul tumbuh sebagai sosok terbuang, dipaksa bertahan di tengah kekacauan yang tidak pernah ia pilih. Ketika sebuah kekuatan asing akhirnya menjamah dirinya, Kai Jhoven terseret ke dalam pusaran konflik yang jauh lebih besar dari perang antar manusia: intrik ilahi, kekuasaan yang dipinjam, dan kebenaran kelam di balik mukjizat yang disembah dunia. Dalam perjalanan dari medan perang hingga jantung kekuasaan, takdir, kepercayaan, dan kemanusiaan diuji; sementara langit yang selama ini dipuja perlahan mulai retak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon jhoven, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Vitalii Aizen

Pengadilan Desa.

Dengan tubuh dirantai, Kai berdiri dihadapan para tetua Desa. Disana ada juga Darwin, Pemimpin Desa sekaligus ayah Derik.

"Kai.. Dengan sebenar-benarnya, katakan apa yang telah kau perbuat pada Selina, Putri dari Tetua Khan." Ucap sang Pemimpin Desa.

"Kau kelamaan Ayah! langsung eksekusi mati saja anak buangan itu!!" Derik menyela.

"Diam Derik! Saat ini Ayahmu sedang bekerja." balas Ayahnya dengan tatapan mencekam.

Dari jauh terlihat seorang pria paruh baya berlari bergegas menuju ruangan.

"Tunggu! Ketua Desa.. dan para Tetua.. pasti ada kesalahpahaman disini. Kai bukanlah anak yang seperti itu! saya sudah mengenalnya sejak ia masih sangat kecil.. Tolong dipertimbangkan!"

Itu adalah Pak Garo, pedagang kecil tempat Kai bekerja.

"Pak Garo!" Teriak Kai dengan mata berkaca-kaca.

"Tunggu sebentar Pak Garo. kamu mengganggu prosesi pengadilan desa, disini kita hendak menghakimi penjahat ! terlebih lagi.. Putriku yang jadi korbannya." Ucap Khan, Ayah Selina, Tetua Desa.

"Apa buktinya?" tanya Garo.

"Hah? Apa maksudmu pak tua?"

"Apa buktinya, bahwa Kai telah melakukan kejahatan pada putrimu?" tanya Garo sekali lagi dengan nada serius.

Ketegangan itu tidak lama, muncul Darel, seorang pria yang diduga menjadi "saksi" dari peristiwa itu. Darel memutarbalikkan fakta, mengarang dan mulai bersandiwara.

####

Sekedar info; Darel adalah salah satu dari pria yang di kupingi pembicaraannya oleh Kai pada awal, dan dia juga merupakan sepupu dari Derik, masih satu keluarga dengan ketua desa.

Kejadian aslinya adalah Derik (12 Th) yang meminta Darel (17 Th) untuk membuntuti Selina (12 Th) karena ia sadar Selina menunjukkan ketertarikannya pada Kai. Derik tidak ingin Selina berpaling jadi ia menyiapkan rencana untuk mensabotase Kai seperti yang telah terjadi saat ini.

####

"APA?? MUSTAHIL! Ketua Desa, dengan kebijaksanaanmu, saya yakin anda dapat menilai mana omongan fakta dan mana yang hanya bualan belaka!"

"Cerita nak Darel sangat tidak masuk akal!"

Pak Garo berusaha keras meyakinkan Ketua Desa dan para tetua.

Namun semua tetua hanya bisa menunduk. Dan Ketua Desa menjatuhkan hukuman mati pada Kai.

Sebelum pedang algojo desa menyentuh leher Kai, sebuah berita menggemparkan datang.

"LAPOR!! KETUA DESA! PASUKAN VLADMIR DALAM JUMLAH BESAR SEDANG MENUJU KESINI!" ucap pembawa pesan itu dengan panik.

"APA?? KAMU SERIUS? KEMANA PARA SAVIOR KHANOX YANG MENAHAN MEREKA DI DATARAN HEIAN??" tanya salah seorang tetua.

"M-maaf tetua.. Tapi kabarnya komandan besar Senno Xaverius telah gugur dalam pertempuran dan pasukan Savior Kerajaan Khanox berhasil dipukul mundur oleh Kerajaan Vladmir.."

"HAHHH? KAU YAKIN? SIAPA YANG BISA MEMBUNUH KOMANDAN BESAR SENNO KERAJAAN INI?" tanya kembali tetua yang lain.

"Itu.. Yang berhasil membunuhnya adalah salah satu Komandan Besar Kerajaan Vladmir, Komandan Besar.. Vitalii Aizen."

Maka paniklah seluruh ruang pengadilan itu. Mereka semua sudah tahu soal kekejaman Komandan Besar Vitalii Aizen dari Vladmir. Tidak ada yang ingin tertangkap olehnya.

"Ketua Desa.. Kita harus pergi." ucap salah satu tetua.

"Tch. BAIKLAH SEMUANYA, SEBARKAN KABAR UNTUK SEGERA MENGUNGSI. JANGAN SAMPAI ADA YANG TERTINGGAL. LINDUNGI ANAK ANAK PEWARIS KEKUATAN DEWA, MEREKA ADALAH HARAPAN MASA DEPAN BANGSA KITA!"

Dengan segera mereka semua pergi meninggalkan ruang pengadilan itu, Kai masih terikat oleh rantai besi, ia tidak bisa kabur.

"Bertahanlah.. Nak Kai. Aku akan membebaskanmu."

Pak Garo berusaha membuka rantai besi itu.

"Sudah cukup pak! Pergilah! Rantai ini membutuhkan kunci untuk membukanya.. Dan sekarang kita tidak tahu dimana kuncinya berada.. Cepatlah ikut mereka keluar desa pak." ucap kai sambil menahan air matanya.

"Diamlah sebentar kai. sebentar lagi akan terbuka."

Disisi lain..

Tetua Khan membawa putrinya, Selina dan keluarganya pergi menggunakan kereta kuda.

"AYAH, KENAPA KITA MENINGGALKAN KAI ?! DIA MASIH TERKUNCI DIDALAM RUANG PENGADILAN BUKAN?! AYO KITA KEM-"

*PLAKKK! Sang ayah menampar anak putrinya itu.

"Cukup Selina, bahkan disaat seperti ini kau masih mengkhawatirkan dia? Kau ngelihat apa sih dari anak buangan itu?! Dia bahkan tidak disukai para dewa!" Balas ayahnya itu.

Sang Ibu langsung memeluk Selina dan menegur perbuatan suaminya.

Sementara itu..

Ketua Desa; Darwin, Derik, Darel dan seluruh keluarganya juga telah berhasil keluar desa dengan kereta kuda.

"Ayah.. Apa Dewa sedang marah pada kita?" Tanya Derik.

"Tidak nak, Ayah yakin Dewa Khae’Thuun akan melindungi kita dari para penjajah Vladmir itu. Terpujilah Dewa!"

"Terpujilah Dewa.."

####

Namun semua terlambat.

Sebenarnya, pasukan Kerajaan Vladmir telah mengepung jalan keluar para pengungsi desa Mooire.

"Ayah! Didepan ada prajurit!" Teriak Derik.

Mereka mengira itu adalah bala bantuan dari Ibu Kota Kerajaan Khanox, namun..

"Tunggu, mereka tampak berbeda.." ucap Darel.

"SIALAN, ITU PASUKAN MUSUH!"

Oh Dewa.. Mengapa ini terjadi.. Apa yang telah ku perbuat hingga kau mengirimkan petaka padaku dan desa yang ku pimpin..

Mengapa.. Engkau mengirimkan kami ke tangan musuh kami..?

Darwin memeluk anggota keluarganya.

"Ayah... Apa kita akan mati..?"

"...."

Terpujilah Dewa

*BOOMMMMM!

Pembantaian penduduk berskala besar terjadi pada Desa Mooire.

Disisi lain, Pak Garo berhasil melepas rantai besi yang mengikat tubuh Kai. Mereka berlari keluar ruang pengadilan, namun pemandangan yang mereka dapatkan sangatlah mengerikan. Tumpukan tubuh manusia yang tidak berbentuk, rumah-rumah warga yang terbakar, bau darah segar dan asap menyelimuti seluruh wilayah itu. Suara teriakan tak berhenti terdengar dari segala arah.

"Apakah sudah berakhir.. Semuanya telah hancur.."

Kai kehilangan harapannya. Dari kejauhan kereta kuda musuh mendekat dengan rasa haus darah yang pekat.

"Apa yang kamu lakukan Kai! Ayo pergi sebelum mereka menangkap kita!"

Pada akhirnya pak Garo membawa paksa tubuh Kai untuk kabur dari kejaran musuh.

Mereka berlari, terus berlari tanpa henti. Bersembunyi dalam bayang bayang dan pasukan Vladmir terus menyisir desa memastikan tidak ada penduduk yang selamat.

Ketakutan memenuhi pikiran Kai.

Bagaimana ini.. Aku akan mati.. Dan para dewa sialan itu belum juga menunjukkan tanda tanda berkah padaku!

"Kita akan hidup nak Kai." ucap pak Garo menenangkan.

"Saat ditengah jalan tadi.. Aku tidak sengaja melihat tubuh istri dan kedua anakku yang tergeletak tak bernyawa lagi. Demi mereka, aku akan tetap hidup." Lanjutnya.

Kai tampak terkejut, ia ikut merasakan sedih mendengarnya.

"Maaf pak.." balas Kai.

"Apaan! Manusia itu selalu datang dan pergi! Bergembiralah karena kita pernah bertemu dan membangun kisah bersama Kai!" Ucap pak Garo dengan senyuman lebar, tapi air matanya mengalir perlahan.

Kai tahu, pak Garo merasakan kehancuran batin yang luarbiasa didalam dirinya. Melihat keluarganya mati tanpa bisa berbuat apapun, pasti sangat menyesakkan.

Ia terluka hebat, tapi masih bisa tersenyum untukku. Aku tahu, sejak dulu kita bertemu pak.. Kamu adalah orang yang tangguh, sungguh.. Andai saja.. Mungkin dikehidupan lain.. Kau adalah ayahku.. Maka aku akan sangat bahagia mempunyai ayah hebat seperti dirimu.

Tidak ada waktu untuk berdiam diri. Aku akan membawa Pak Garo keluar dari neraka ini.

Dengan semangatnya yang telah kembali, Kai dan pak Garo berusaha mati-matian mencari celah yang dapat dimanfaatkan untuk bisa kabur dari kekacauan ini.

Namun celah tersebut tidak pernah datang. Hingga Pak Garo menawarkan rencana beresiko yang dapat membahayakan dirinya sendiri.

"Nak. Kamu pergilah duluan, gerbang keluar desa sudah dekat bukan? Tapi ada pasukan yang menjaga gerbang itu. Jadi.. Aku akan mengalihkan perhatian mereka sehingga gerbang itu bisa terbuka bebas tanpa penjagaan."

"TAPI KALAU BEGITU-!" Teriak Kai tidak terima.

"Jangan meremehkanku bocah.."

Ia melihat tato bintang bermahkota pada bahu kiri Pak Garo yang berarti..

"Tua-tua begini aku tetaplah mantan Savior Kerajaan Khanox. Aku tidak berniat untuk mati."

Kai terkagum mengetahui bahwa Pak Garo adalah mantan Savior Kerajaan.

"Kenapa nak? Keren bukan tato ini? Maka hiduplah, dan jadilah Savior terhebat sepertiku ini! HA HA!"

Kai hanya bisa mengangguk dan menyetujui rencana berbahaya Pak Garo.

*JDERR JDERR JDERR!!

Suatu peluru berwarna biru melesat cepat dan menghancurkan kepala sebagian prajurit Vladmir.

"Halo penjajah, sudah selesai bersenang-senangnya?"

Para pasukan itu bingung dengan apa yang terjadi.

"Hei siapa dia?"

"Apa yang pak tua lakukan disini?

"Dia adalah Savior. Berhati-hatilah." ucap salah satu prajurit pada temannya.

Tanpa pikir panjang, para pasukan Vladmir langsung menyerang bersamaan kearah pak Garo. Masing-masing mereka memiliki kekuatan dewa yang berbeda.

*SWOOSH!

*BURNN!

*BOOMM!!

Jual beli serangan tejadi dengan begitu intens. Pak Garo dengan mudahnya menghindari semua serangan yang dilemparkan musuh.

Kai dari kejauhan melihat pertarungan itu dan ia menjadi semakin terkagum.

Jadi.. Ini kah Savior..

Dari belakang, suara lain terdengar.

"Wah, pak tua itu hebat sekali bukan? Bisa menghindari banyak serangan dari pasukan eliteku dengan mudahnya.."

"IYA LAH! PAK GARO ITU MANTAN SAVIOR KERJAAN LOH! SUDAH PASTI DIA KUAT!" ucap Kai membalas.

"Begitu ya.. Jadi namanya Garo.. Desa ini punya orang hebat juga rupanya."

Kai langsung tersadar.

Desa ini? Mengapa ia berkata seolah olah ia bukan orang sini? Jangan jangan-!

Kai menoleh untuk melihat dengan siapa sebenarnya ia berbicara.

Terlihat sosok pria dewasa muda umurnya sekitar 28 Tahun. Rambutnya hitam, ia membawa pedang panjang dipinggangnya. Dari pedang itu Kai merasakan hawa kematian yang menyesakkan. Sosok itu berdiri tegak, tinggi besar menggunakan jubah dan zirah perang dengan lambang pedang dan tengkorak ditengahnya. Menandakan bahwa ia adalah pasukan dari kerajaan Vladmir.

Kai sangat terkejut, ia mati kutu. Tidak bisa bergerak, keringat dingin membasahi tubuhnya. Ia tahu sosok dihadapannya bukanlah orang sembarangan. Ia merasakan hawa binatang buas.. Tidak.. lebih dari binatang buas atau monster sihir manapun.

Sosok itu menoleh ke arah Kai.

"K-Kamu.. " ucap Kai terbatah-batah.

"Ahh! maaf aku lupa memperkenalkan diri. Salam, aku Vitalii Aizen."

1
ùrizen
/Smile/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!