Oskar Biru Arkais sorang pemuda yang berusaha mencari arti cinta Sejati,
Dan Si Mahira Elona Luis si Gadis Tomboy yang Tak Pernah Percaya akan Adanya cinta Sejati
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erna Lestari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28
"Aku tidak pernah bosan mencintaimu,karena mencintaimu adalah kebahagiaanku"
PERASAAN YANG SALING MENYAKITI
Biru duduk di kursi mobil dengan wajah yang semakin tegas. Dia melihat ke arah luar jendela dengan ekspresi yang penuh kesedihan dan kebingungan. Pikirannya terus terganggu dengan apa yang telah terjadi dan apa yang mungkin akan terjadi.
“Mengapa harus seperti ini?” gumamnya dengan suara rendah. “Aku sudah melakukan yang terbaik untukmu, Elona. Aku sudah mencoba segala cara untuk membuktikan bahwa cintaku padamu itu tulus dan tidak ada yang bisa menggantikannya. Tapi mengapa kamu tetap ingin menjauh dariku?”
Dia menghela napas dalam-dalam dan menutup mata sejenak. Di dalam hatinya, dia merasa bahwa mungkin dia telah melakukan kesalahan besar dengan terus mendekati Elona tanpa memikirkan konsekuensi yang mungkin terjadi. Namun, dia juga merasa bahwa dia tidak bisa tinggal diam dan melihat orang yang dia cintai terus terluka tanpa bisa melakukan apa-apa.
Setelah pulang dari sekolah, Biru langsung pergi ke ruang tamu rumahnya dengan hati yang penuh perjuangan. Ayahnya sedang duduk di sana dengan ekspresi yang penuh kekhawatiran. Mereka saling melihat satu sama lain tanpa banyak berbicara.
“Kamu harus berhati-hati, Biru,” ujar ayahnya dengan suara lembut namun tegas. “Ayah tidak ingin ada masalah lagi yang terjadi pada keluarga kita atau pada orang-orang yang kita cintai.”
Biru hanya bisa mengangguk dengan sopan. Dia merasa sangat bersalah karena tidak bisa melindungi Elona dengan baik dan membuat orang tuanya khawatir. Namun, dia juga merasa bahwa dia tidak bisa menyerah begitu saja pada apa yang diinginkan oleh orang lain.
“Aku akan selalu mencintainya, Ayah,” ujarnya dengan suara yang penuh keyakinan. “Tidak peduli apa yang terjadi atau siapa yang mencoba untuk menghalangiku. Aku akan melakukan apa saja untuk membuktikan bahwa cintaku padanya itu tulus dan tidak ada yang bisa menggantikannya!”
Ayahnya hanya bisa menghela napas dan melihat ke arah jendela dengan ekspresi yang semakin khawatir. Dia tahu bahwa putranya adalah orang yang sangat tegas dan tidak akan mudah menyerah pada apa yang dia inginkan. Namun, dia juga khawatir bahwa sikapnya yang terlalu keras akan membuat orang lain terluka dan menyebabkan masalah yang lebih besar.
DI RUANGAN ELONA
Saat malam tiba, Elona sedang duduk di kamar tidurnya dengan wajah yang penuh kebingungan. Dia baru saja selesai berbicara dengan Rekai tentang apa yang harus dilakukan agar tidak ada lagi masalah yang terjadi.
“Kamu harus lebih berhati-hati lagi, Elona,” ujar Rekai dengan suara yang penuh kekhawatiran. “Aku tidak ingin ada yang terjadi padamu atau pada orang-orang yang kamu cintai. Kamu sudah terlalu banyak mengalami hal buruk dalam hidupmu.”
Elona hanya bisa mengangguk dengan rasa syukur yang mendalam. Dia merasa sangat bersyukur memiliki sepupu seperti Rekai yang selalu ada untuknya dalam suka maupun duka. Namun, dia juga merasa bahwa dia tidak bisa terus bersandar pada orang lain dan harus belajar untuk mandiri.
“Terima kasih atas segala sesuatu yang kamu lakukan untukku ya, Rekai,” ujarnya dengan suara lembut. “Aku benar-benar tidak tahu bagaimana cara membayar semua ini.”
Rekai hanya tersenyum dan menepuk bahunya. “Kamu tidak perlu membayar apa-apa , Elona. Kita adalah keluarga kan? Sudah seharusnya aku membantu kamu.”
Setelah beberapa saat, mereka berdua terdiam sejenak sebelum akhirnya berpisah dengan senyum yang hangat. Elona merasa sangat bersyukur memiliki sepupu seperti Rekai yang selalu ada untuknya dalam setiap saat. Meskipun hidupnya penuh dengan tantangan dan kesulitan, namun dia tahu bahwa dia tidak sendirian dan selalu ada orang yang siap membantu dan mencintainya dengan sepenuh hati.
Biru duduk di ruang tamu dengan wajah yang semakin tegas. Dia melihat ke arah jendela dengan ekspresi yang penuh tekad. Di dalam hatinya, dia merasa bahwa sudah saatnya dia mengambil tindakan yang lebih tegas agar tidak ada lagi orang yang terluka atau dirugikan akibat masalah yang dia ciptakan.
“Sudah cukup!” gumamnya dengan suara yang semakin kuat. “Aku tidak akan pernah menyerah pada apa yang diinginkan oleh orang lain. Aku akan melakukan apa saja untuk membuktikan bahwa cintaku pada Elona itu tulus dan tidak ada yang bisa menggantikannya!”
Dia berdiri dengan mantap dan melihat ke arah langit yang semakin gelap. Di dalam hatinya, dia merasa bahwa sudah saatnya dia mengambil tindakan yang lebih tegas agar tidak ada lagi orang yang terluka atau dirugikan akibat masalah yang dia ciptakan. Namun, dia juga tahu bahwa dia tidak bisa melakukan semuanya sendirian dan perlu bantuan dari orang-orang terdekatnya untuk membuktikan bahwa cintanya pada Elona itu benar-benar tulus dan tidak ada yang bisa menggantikannya.