di Benua Roh Azure, kekuatan adalah segalanya. Ye Yuan, seorang murid luar dari Sekte Pedang Surgawi, ditakdirkan menjadi sampah seumur hidup karena Dantian-nya yang direbut kembali. Saat ia didorong ke dalam keputusasaan dan dibuang ke Lembah Kuburan Senjata, ia mendengar panggilan. Bukan dari pedang suci yang berkilauan, melainkan dari sebilah pedang besi hitam yang patah dan berkarat. Pedang itu bukan sekedar rongsokan; ia adalah pecahan dari "Penyegel Langit" yang dulu digunakan oleh Dewa Perang kuno untuk memenggal bintang. Dengan pedang patah di tangan, Ye Yuan bersumpah:"Jika Langit menindasku, akan kubelah Langit itu. Jika Dewa menghalangiku, akan kupatahkan leher Dewa itu!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hakim2501, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 28: Gerbang Dua Warna dan Kota Tanpa Tuan
Kota Perdagangan Barat (West Trade City).
Jika Kota Angin Hitam adalah sarang tikus, maka Kota Perdagangan Barat adalah sarang naga.
Kota ini terletak di tengah dataran tandus yang memisahkan Kekaisaran Roh Azure dan Kekaisaran Gagak Api. Keunikannya terletak pada temboknya. Sisi timur tembok kota dibangun dari batu granit biru khas Roh Azure, sementara sisi baratnya terbuat dari batu vulkanik merah khas Gagak Api.
Dua warna, dua kekuatan, satu kota netral.
Di bawah terik matahari siang, antrean panjang pedagang, kultivator, dan tentara bayaran mengular di depan gerbang utama.
Di tengah kerumunan itu, seorang pemuda berjubah hitam dengan caping bambu lebar berdiri tenang. Pedang besarnya tidak lagi dibungkus kain perban kumuh, melainkan disarungkan dalam sarung kulit binatang buas berwarna hitam pekat yang dia buat sendiri di perjalanan. Sarung itu menutupi kilauan dan aura mengerikan pedang, membuatnya tampak seperti senjata berat biasa.
"Pemeriksaan ketat hari ini," bisik seorang pedagang gemuk di depan Ye Yuan kepada temannya. "Kudengar Pangeran dari Kekaisaran Gagak Api akan datang untuk lelang besok."
"Bukan cuma itu," balas temannya. "Kau lihat papan pengumuman itu? Sekte Pedang Surgawi juga mengirim utusan. Mereka mencari buronan."
Ye Yuan mengangkat sedikit capingnya, melirik ke arah papan pengumuman di dinding gerbang.
Di sana, terpampang sketsa wajah seorang pemuda dengan tatapan tajam. Di bawahnya tertulis:
[BURONAN TINGKAT S: YE YUAN]
Kejahatan: Membunuh Tetua Sekte, Membantai Pasukan Kekaisaran, Menggunakan Ilmu Iblis.
Hadiah: 50.000 Batu Roh + Senjata Roh Tingkat Menengah.
Status: Hidup atau Mati.
Ye Yuan menyeringai tipis di balik kain penutup wajahnya.
"Lima puluh ribu? Hargaku naik cepat sekali."
Giliran Ye Yuan tiba. Dua penjaga gerbang—satu berseragam biru, satu berseragam merah—menghadang jalannya. Ini adalah simbol otoritas gabungan dua kekaisaran.
"Identitas?" tanya penjaga berseragam biru dengan nada bosan.
Ye Yuan mengeluarkan sebuah token perunggu yang dia ambil dari salah satu bandit gurun yang dia bunuh minggu lalu. Token itu milik kelompok tentara bayaran tak dikenal.
"Pengawal Bayaran. Namaku... Gu Jian (Pedang Hantu)," jawab Ye Yuan dengan suara serak yang disamarkan.
Penjaga itu memeriksa token, lalu menatap pedang besar di punggung Ye Yuan.
"Senjata berat. Apa isinya?"
"Besi tua," jawab Ye Yuan singkat.
Penjaga merah dari Kekaisaran Gagak Api mendengus. Dia bisa merasakan aura panas samar dari tubuh Ye Yuan—sisa penyerapan energi Zhu Hong. "Dia kultivator api. Biarkan dia lewat. Biaya masuk 50 Batu Roh."
Ye Yuan melempar kantong kecil berisi batu roh. Jumlahnya pas.
Dia melangkah masuk, melewati gerbang raksasa itu tanpa masalah. Di dalam kota, aura Ye Yuan yang telah dia tekan hingga Tingkat Tiga (menyembunyikan tingkat aslinya yang Tingkat Empat) membuatnya tidak terlalu mencolok di antara ribuan kultivator lain.
Distrik Perdagangan.
Ye Yuan tidak langsung mencari penginapan. Dia butuh uang tunai yang "bersih". Harta rampasan dari Zhu Hong dan Pasukan Elang Besi terlalu panas untuk digunakan langsung.
Dia masuk ke sebuah gedung megah bernama Aliansi Pedagang Gurun. Ini adalah saingan Paviliun Harta Seribu, dan dikenal tidak peduli dengan politik kekaisaran.
Di konter transaksi besar, Ye Yuan meletakkan tiga cincin penyimpanan di atas meja.
"Aku ingin menjual semua isinya. Borongan."
Pelayan konter, seorang pria tua berkacamata, mengambil cincin itu dan memeriksa isinya dengan indra spiritual.
Matanya melotot.
Di dalam cincin-cincin itu, terdapat ratusan tombak, perisai, dan zirah dengan lambang Elang Besi yang sudah dicoret atau dirusak. Ada juga beberapa senjata roh tingkat rendah milik Komandan Zhao.
"Tuan..." pria tua itu menelan ludah, menatap Ye Yuan dengan waspada. "Barang-barang ini... berbau darah tentara."
"Apakah Aliansi takut pada darah?" tanya Ye Yuan datar, mengetukkan jarinya ke meja. Tuk... Tuk...
Setiap ketukan mengirimkan getaran Qi yang membuat jantung pelayan itu berdetak tak beraturan.
"T-Tentu tidak! Kami beli semuanya!" Pelayan itu buru-buru menghitung. "Tapi karena barang ini 'panas' dan butuh dilebur ulang untuk menghilangkan jejak, harganya kami potong 30%."
"Lakukan," Ye Yuan tidak menawar. Dia butuh kecepatan, bukan keuntungan maksimal.
Sepuluh menit kemudian, Ye Yuan keluar dengan kartu kristal berisi 80.000 Batu Roh. Ditambah dengan kekayaan Zhu Hong yang dia simpan, total kekayaannya kini mencapai angka fantastis bagi seorang kultivator Pembentukan Fondasi: 130.000 Batu Roh.
"Cukup untuk membeli apa saja di lelang besok," pikir Ye Yuan puas.
Penginapan Awan Merah.
Matahari mulai terbenam. Ye Yuan mencari penginapan untuk beristirahat dan menstabilkan diri sebelum lelang. Dia memilih penginapan mewah yang sering dikunjungi kultivator kuat. Tempat mahal biasanya lebih aman dari gangguan remeh.
"Satu kamar kelas atas. Yang tenang," kata Ye Yuan pada pemilik penginapan, meletakkan 100 Batu Roh di meja.
"Tentu, Tuan! Kamar Langit Nomor 3 kosong. Itu kamar terbaik kami dengan pemandangan kota," pemilik penginapan tersenyum lebar.
Namun, saat Ye Yuan hendak mengambil kuncinya, sebuah tangan besar dengan sarung tangan kulit merah menahan tangan pemilik penginapan.
"Tunggu dulu."
Ye Yuan menoleh.
Di belakangnya berdiri sekelompok pemuda berjubah merah menyala dengan bordir matahari di dada. Aura mereka panas dan angkuh.
Pemimpin mereka adalah seorang pemuda tampan dengan rambut diikat tinggi, memegang kipas api. Di belakangnya, dua pengawal berwajah garang memancarkan aura Pembentukan Fondasi Tingkat Enam.
"Kamar Langit Nomor 3 itu milikku," kata pemuda itu, tidak melihat ke arah Ye Yuan, seolah Ye Yuan hanyalah udara. "Sekte Matahari Membakar (Burning Sun Sect) butuh tempat istirahat."
Pemilik penginapan pucat pasi. "Tuan Muda Yan Lie! Maafkan saya, tapi Tuan ini sudah membayar duluan..."
"Kembalikan uangnya. Dan suruh dia pergi," potong Yan Lie dingin. Pengawalnya maju selangkah, melepaskan tekanan aura yang membuat meja resepsionis retak.
Ye Yuan diam. Dia melihat tangan Yan Lie yang masih menahan kunci di meja.
"Lepaskan," kata Ye Yuan pelan.
Yan Lie akhirnya menoleh. Dia menatap Ye Yuan dari atas ke bawah. "Kau bicara padaku, sampah?"
"Aku bilang, lepaskan tanganmu. Atau aku yang akan melepaskannya dari tubuhmu."
Suasana di lobi penginapan membeku. Para tamu lain menahan napas. Sekte Matahari Membakar adalah salah satu sekte terkuat di Kekaisaran Gagak Api. Menantang Yan Lie sama saja bunuh diri.
Yan Lie tertawa. "Hahaha! Menarik! Di wilayah ini, jarang ada yang berani menatap mataku. Kau pikir pedang besarmu itu bisa menakutiku?"
Tangan Yan Lie tiba-tiba menyala dengan api merah. Dia hendak meremas kunci itu menjadi cair.
Namun, sebelum api itu menyentuh kunci...
WUUUNG!
Aura dingin yang menusuk tulang meledak dari tubuh Ye Yuan.
Bukan es biasa. Itu adalah aura Api Bintang Dingin.
Suhu di lobi turun drastis. Api di tangan Yan Lie berkedip-kedip, mengecil, lalu... padam. Beku.
Lapisan es tipis menjalar dari meja, naik ke tangan Yan Lie.
"Apa?!" Yan Lie terkejut, menarik tangannya mundur. Dia merasakan hawa dingin yang aneh menusuk meridiannya, membuat aliran Qi apinya tersendat.
Ye Yuan dengan tenang mengambil kunci yang sudah dingin itu dari meja.
"Api butuh oksigen untuk hidup," kata Ye Yuan, berbalik badan. "Tapi di hadapanku, bahkan udara pun membeku."
Ye Yuan berjalan menuju tangga, meninggalkan Yan Lie yang menatap tangannya yang membiru dengan syok dan amarah.
"Tuan Muda! Biar kami habisi dia!" teriak pengawal Yan Lie.
"JANGAN!" bentak Yan Lie. Dia menatap punggung Ye Yuan dengan serius.
"Dia menyembunyikan kekuatannya. Api es itu... itu Api Bumi Tingkat Tinggi. Jangan buat keributan sebelum lelang. Ayahku akan marah jika kita didiskualifikasi karena bertarung di penginapan."
Yan Lie mengepalkan tinjunya, menghancurkan lapisan es di tangannya.
"Cari tahu siapa dia. Setelah lelang selesai... kita akan lihat apakah darahnya sedingin apinya."
Di dalam kamar, Ye Yuan duduk di atas tempat tidur. Dia menghela napas panjang.
"Baru sampai sudah cari musuh lagi. Bakatku dalam menyinggung orang memang luar biasa."
Dia meletakkan Pedang Penakluk Langit di pangkuannya. Pedang itu bergetar lagi. Kali ini getarannya mengarah ke luar jendela, ke arah pusat kota.
Ke arah Gedung Lelang Kota Barat.
"Kau merasakannya juga, kan?" bisik Ye Yuan.
Di dalam gedung lelang itu, ada sesuatu yang memanggil pedangnya. Sesuatu yang berhubungan dengan Naga.
Dan bukan hanya itu. Indra spiritual Ye Yuan yang tajam merasakan kehadiran yang familiar di kota ini.
Kehadiran yang sangat kuat, sangat dingin, dan sangat... elegan.
Ye Yuan berjalan ke jendela, menatap ke arah menara tertinggi di kota.
Di balkon menara itu, berdiri seorang wanita berjubah putih yang menatap bulan. Aura pedangnya sedingin salju abadi.
Peri Pedang Mu Bingyun.
"Dia ada di sini..." Ye Yuan tertegun. "Apakah dia di sini untuk menangkapku? Atau untuk lelang?"
Takdir kembali mempertemukan mereka. Namun kali ini, Ye Yuan bukan lagi murid luar yang lemah yang butuh perlindungan.
Dia menyentuh dadanya, di mana pedang kecil di Dantian-nya berputar pelan.
"Besok... akan menjadi reuni yang menarik."
[Bersambung ke Bab 29]
Poin Ringkas Bab 28:
Setting: Kota Perdagangan Barat, zona netral dua kekaisaran.
Status: Ye Yuan menjadi buronan kelas kakap (50k Batu Roh).
Kekayaan: Menjual barang jarahan Pasukan Elang Besi, total kekayaan tembus 130.000 Batu Roh.
Konflik Awal: Gesekan dengan Yan Lie (Sekte Matahari Membakar) di penginapan. Ye Yuan memenangkan adu aura.
Cliffhanger: Ye Yuan merasakan kehadiran Mu Bingyun (Mentor/Penyelamatnya dulu) di kota yang sama.