NovelToon NovelToon
Teluh Kiriman Tetangga

Teluh Kiriman Tetangga

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Dendam Kesumat
Popularitas:6k
Nilai: 5
Nama Author: ummiqu

"Mulutmu harimaumu"

Demikian lah peribahasa sederhana yang seringkali kita dengar. Dijadikan pengingat agar kita berhati-hati dalam bertutur kata.

Sayangnya itu tak berlaku untuk seseorang di luar sana. Dengan ringan lisannya berucap tanpa peduli imbas negatif yang ditimbulkan.

Malam-malam yang tenang dalam sekejap berubah jadi menegangkan.

Hadirnya sosok tak kasat mata yang selalu mengawasi, tak hanya membawa rasa sakit tapi juga ketakutan.

Lalu siapa yang bisa bertahan sampai akhir, 'dia' atau mereka ...?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ummiqu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

3. Berdebat

Hari-hari Sartika setelah sang anak kembali pun berubah.

Sartika yang semula jadi buruh di sawah milik orang lain, kini justru jadi pemilik beberapa petak sawah. Jika biasanya dia berangkat pagi untuk bekerja, tapi kini dia berangkat pagi hanya untuk mengecek pekerjaan orang-orang yang bekerja di sawahnya.

Saat kembali ke rumah Sartika tak harus repot masak dan 'beberes' karena Azam membayar seseorang untuk melakukannya. Sartika hanya tinggal duduk menikmati semua. Jika lelah, dia bisa istirahat di kamar yang nyaman.

Azam adalah karyawan di sebuah developer perumahan berskala besar yang proyeknya tersebar di semua wilayah. Salah satunya terletak di luar desa dan berada dalam pengawasan Azam sebagai site manager.

Dengan jabatannya itu Azam punya wewenang merekrut karyawan, termasuk merekrut para tukang yang merenovasi rumahnya untuk bekerja di proyek yang dia tangani.

Perlahan namun pasti, taraf kehidupan kelima orang tukang dan keluarga masing-masing pun membaik. Sartika senang karena kehadiran Azam bisa membantu memperbaiki perekonomian orang lain.

Meski Azam dan ibunya telah menghadirkan kebahagiaan di keluarga lain dengan tulus, tapi tak semua orang menyukai apa yang mereka lakukan. Bahkan Azam diisukan memanfaatkan kelima tukang itu untuk mendapatkan keuntungan pribadi.

"Kita ga bisa maksa orang untuk suka sama kita. Jadi biarin aja Bu," kata Azam saat sang ibu menyampaikan rumor yang beredar.

"Apa kamu gapapa Le, ga sakit hati atau kecewa gitu?" tanya Sartika.

"Kecewa sih iya. Tapi bukannya itu udah jadi makanan kita sejak dulu Bu. Bedanya dulu aku kecewa karena ga ada yang bantuin kita, tapi sekarang kecewa karena orang masih aja nyinyir sama apa yang kita lakukan. Padahal aku ga minta uang mereka lho," sahut Azam sambil tersenyum kecut.

"Terus gimana?" tanya Sartika.

"Ya ga gimana-gimana Bu. Aku merekrut tukang bukan karena sekedar menuhin janji tapi karena mereka punya kemampuan. Semua orang kantor juga mengakui kemampuan mereka kok. Yah, walau pendidikan mereka ga tinggi, tapi mereka punya skill dan hasil kerja mereka juga bagus. Kalo dibilang aku ngambil untung dari mereka, biarin aja. Yang ngomong begitu berarti ga tau apa-apa. Ini kan dunia kerja bukan yayasan amal. Kita terbiasa berpikir untuk ngambil keuntungan. Tapi jangan lupa, hubungan ini ga hanya menguntungkan aku tapi juga mereka Bu," sahut Azam.

Sartika tersenyum mendengar jawaban bijak sang anak.

"Iya, kamu bener Le. Lagian orang yang kamu bawa, yang katanya dimanfaatin sama kamu itu justru terlihat seneng aja tuh. Makanya aneh kalo ada yang bilang mereka sengsara karena tenaga mereka diperas tanpa upah yang sepadan," kata Sartika.

"Orang ga suka, bakal terus cari cara untuk menjatuhkan kita. Abaikan itu dan fokus aja sama rencana kita ya Bu," sahut Azam sambil merangkul sang ibu.

"Rencana?. Artinya itu termasuk rencana untuk menikah, iya kan. Terus siapa gadis itu Zam. Kapan kamu mau kenalin dia sama ibu?" tanya Sartika antusias.

Alih-alih menjawab pertanyaan sang ibu, Azam justru mengurai pelukan lalu bergegas masuk ke dalam kamar. Sartika pun menggelengkan kepala melihat tingkah sang anak.

"Azam, Azam. Ga terasa kamu udah dewasa sekarang. Setelah bertahun-tahun ga pulang, sekarang yang kita bahas bukan lagi soal makan apa besok, tapi berapa uang yang harus kita keluarkan untuk membayar orang besok ya Le," gumam Sartika sambil tersenyum bangga.

Sartika ingat, dulu dia selalu menangis membayangkan Azam hidup menderita di perantauan. Tapi ternyata semua tak terbukti.

Azam justru hidup lebih baik. Dia bekerja sebagai OB di sebuah perusahaan swasta. Meski harus menghemat dan tinggal di kost murah tapi Azam rela. Itu semua dia lakukan untuk mewujudkan mimpinya yaitu melanjutkan pendidikannya hingga meraih Sarjana.

"Ga usah cerita apa-apa sama orang-orang tentang apa yang aku lakukan di kota ya Bu. Pokoknya Ibu tunggu aja di rumah, ga usah terlalu capek atau berpikir yang buruk. Aku pasti pulang untuk Ibu nanti," kata Azam kala itu.

Sartika pun mengiyakan permintaan sang anak. Dia selalu bungkam saat orang bertanya tentang Azam. Bahkan saat Ginah menuduh Azam lupa diri dan malu mengakuinya sebagai ibu, Sartika hanya membisu. Tapi saat Azam kembali dengan membawa kesuksesan, Ginah lah yang paling terpukul.

Sartika tahu, Ginah lah yang menyebar berita buruk tentang anaknya. Tapi Sartika memilih diam karena merasa tak ada gunanya meladeni Ginah.

Sayangnya aksi bungkam Sartika membuat Ginah berpikir dia takut hingga membuat wanita itu makin merajalela. Bahkan kini Ginah menyebar rumor yang lebih menyakitkan tentang Azam. Walau pun diucapkan dengan nada gurauan, tapi itu berhasil memantik amarah Sartika.

"Kenapa Azam ga mau nikah Tik. Rumah udah punya, kendaraan ada, kerjaan juga ada. Apa lagi yang dia tunggu?" tanya Ginah pada satu kesempatan.

"Bukan ga mau, tapi masih nyari yang cocok Mbak. Lagipula Azam lagi dikejar deadline kerjaan. Daripada terlanjur dekat sama perempuan tapi ga kunjung dilamar, nanti malah jadi fitnah. Makanya Azam menunda dulu niatnya untuk cari pasangan," sahut Sartika.

"Oh gitu. Aku kira Azam ga mau nikah karena ga suka sama perempuan Tik," gurau Ginah yang disambut tawa semua orang.

Ucapan Ginah tentu saja membuat Sartika tersinggung. Apalagi itu diucapkan di hadapan banyak orang.

"Apa maksud Mbak ngomong begitu?" tanya Sartika.

"Bukan apa-apa. Abis selama ini Azam selalu ngumpul sama laki-laki. Aku belum pernah liat dia ngobrol sama perempuan tuh. Makanya aku kira dia ga tertarik sama perempuan," sahut Ginah ringan.

"Jangan keterlaluan Mbak. Anakku normal dan bukan golongan yang dilaknat Allah," kata Sartika gusar.

"Buktiin aja Tik. Kalo Azam memang normal, kenapa dia nolak waktu pak Satrio mencoba menjodohkan dia dengan anak perempuannya?" tanya Ginah.

"Kita semua tau gimana anak pak Satrio itu. Cantik iya, tapi itu aja ga cukup untuk jadi istri Mbak. Pergaulannya terlalu bebas, bahkan orangtuanya aja kewalahan. Itu sebabnya Azam nolak dijodohin sama dia. Azam yakin bakal sulit mendidiknya nanti," sahut Sartika.

"Alasan," gumam Ginah sambil mencibir.

"Terserah Mbak mau percaya atau ga. Tapi aku yakin anakku bisa dapat yang lebih baik dari anaknya pak Satrio nanti. Yah, walau ga secantik anaknya pak Satrio, yang penting sholehah. Menurutku Azam perlu pendamping yang setia dalam setiap kondisi dan bisa ngingetin supaya Azam ga salah jalan nanti. Makanya wajar kalo Azam lebih hati-hati memilih pasangan hidup," kata Sartika.

Semua orang terdiam mendengar ucapan Sartika.

Ginah yang kalah telak terlihat mendengus kesal. Seolah belum puas, dia bersiap membuka mulut untuk kembali memprovokasi Sartika. Tapi sebelum niatnya terwujud, ucapan Sartika lebih dulu menghantamnya.

"Eh sebentar, daripada Mbak sibuk nyariin Azam jodoh, kenapa Mbak ga mikirin anak perempuan Mbak aja. Dia juga kan belum laku, padahal umurnya udah hampir tiga puluh tahun lho," kata Sartika.

"Eh, kok malah bawa-bawa anakku sih. Itu urusanku bukan urusan kamu Tika!" kata Ginah lantang.

Sartika pun tertawa mendengar ucapan Ginah.

"Akhirnya sadar juga. Semua orang tau Azam itu anakku, tapi kamu ikut mengomentari hidupnya seolah kamu ibunya Mbak. Gimana rasanya saat anak sendiri disindir-sindir, ga enak kan?. Makanya ga usah sok-sok an ngurusin hidup orang. Wong urusan sendiri aja masih berantakan kok," kata Sartika sambil tersenyum mengejek.

"Kamu ... " ucapan Ginah terputus karena beberapa orang langsung menariknya agar menjauh dari Sartika.

Sartika nampak menghela nafas lega mengetahui Ginah dijauhkan darinya. Beberapa orang juga mencoba menenangkannya.

"Saya udah cukup sabar selama ini Bu. Saya diam bukan berarti takut tapi saya berusaha menjaga keutuhan keluarga. Tapi kali ini mbak Ginah keterlaluan dan saya ga bisa diam lagi," kata Sartika sambil bangkit dari duduknya.

Setelah menyelesaikan kalimatnya Sartika pun segera berlalu meninggalkan semua orang begitu saja.

"Bu Ginah emang keterlaluan. Dari omongannya tadi dia tuh jelas-jelas nuduh Azam sebagai penyuka sesama jenis. Jelas aja ibunya marah," kata salah seorang warga.

"Tapi saya suka jawaban Bu Tika. Apalagi pas dia bilang supaya Bu Ginah ngurusin anak perempuannya yang belum laku itu," sahut warga lainnya.

"Iya. Bisa-bisanya ngurusin hidup orang padahal hidupnya sendiri aja ga beres," kata yang lain sambil mencibir.

Begitu lah. Akhirnya perdebatan Sartika dan Ginah tadi menjadi bahan gunjingan warga desa. Tak ada permintaan maaf dari Ginah setelahnya. Sedangkan Sartika memilih menjaga kewarasannya dengan cara menjaga jarak dari Ginah.

\=\=\=\=\=

1
Nurr Tika
lanjut thor 💪
any Sulistiani: in syaa Allah siap 👌🏻😊
total 1 replies
Nurr Tika
dikasih suami baik mlh selingkuh
any Sulistiani: yup, begitu lah klo org krg bersyukur.

lanjut lg ya say, mksh 😘
total 1 replies
Nurr Tika
lanjut
any Sulistiani: Alhamdulillah.., mksh kak 🙏🏻😊
total 1 replies
💜⃞⃟𝓛 ☘𝓡𝓳❤️⃟Wᵃf•§͜¢•🍒⃞⃟🦅
ehh nemu bacaan yg baru
bru baca soalnya
💜⃞⃟𝓛 ☘𝓡𝓳❤️⃟Wᵃf•§͜¢•🍒⃞⃟🦅: iya kk tp maaf klo aq blm lanjut baca aoalnya aq ada kenadala kk di quota kadang ada kadang tidak
total 2 replies
Nurr Tika
pantesan ginah benci sma sartika ternya oh ternyata
any Sulistiani: betul. cinta masa lalu yg blm selesai berujung dendam yg ga berkesudahan 😖
total 1 replies
Nurr Tika
waktu hidup ngongnya nyinyir udah jdi pocong ja ngomongnya masih nyinyir ya ginah
any Sulistiani: he he 😄
total 1 replies
Nurr Tika
nyeselkan kamu ginah
Nurr Tika
sabar ya sastro
any Sulistiani: siaaapp 👌🏻
total 1 replies
Nurr Tika
somoga hubunganya langeng ya laras
any Sulistiani: aamiin ... mksh kak 🙏😊
total 1 replies
Nurr Tika
apa ginah kena santet
any Sulistiani: lanjut dulu ya kak ..
total 1 replies
Nurr Tika
kasiankan laras gara" kelakuan ibunya
Nurr Tika
mendinganurusin keluargamu sendiri drpada ngurusin hidup orang lain
any Sulistiani: yup, se7 kak 👍🏻
total 1 replies
Arlena Lena
cepet amat dibuat mati
Arlena Lena
si Ginah mirip si kokop kalo ngomong ta da remmm
any Sulistiani: in syaa Allah siaap KK 😊
total 3 replies
deepey
betul. ini tetangga julid satu ngajak gelud
any Sulistiani: he he ... iya KK 😄
total 1 replies
💎hart👑
dapet notif ada cerita baru dari ummibebs cus langsung baca...
any Sulistiani: Alhamdulillah.. mksh kak 🙏😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!