"Jika dunia membuangmu, ingatlah ada satu orang yang akan menghancurkan dunia demi menjemputmu kembali."
Bagi Kyrania Ruella, masa kecil di desa Sukamaju adalah satu-satunya memori indah yang tersisa. Di sana ada Herjuno Allegra, bocah dekil pembawa ketapel yang selalu melindunginya dari nyamuk hingga anak-anak nakal. Namun, takdir memisahkan mereka secara paksa saat Kyra diseret kembali ke kota oleh ayahnya yang serakah. Hidup Kyra bak di neraka. Menjadi istri dari Nathan Sagara, pria kaya yang patriarki dan pelit, Kyra diperlakukan lebih rendah dari pelayan. Ia terjebak dalam pernikahan hampa, bahkan nyaris dijual oleh suaminya sendiri demi menutupi hutang keluarga.
Di saat Kyra nyaris menyerah pada hidupnya, Juno kembali. Namun, ia bukan lagi bocah desa pembawa ketapel. Ia kini adalah Herjuno Allegra, pewaris tunggal kerajaan bisnis raksasa yang dingin, berkuasa, dan sangat protektif.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Galeri Rahasia dan Fitnah di Karpet Merah
Hari itu, suasana di kediaman Allegra terasa berbeda. Juno tidak pergi ke kantor, melainkan menggandeng tangan Kyra menuju sebuah sayap bangunan yang selama ini selalu terkunci rapat. Para pelayan bahkan dilarang melintas di depan pintu jati berukir itu.
"Jun, kamu mau bawa aku ke mana? Bukannya ini area terlarang?" tanya Kyra bingung.
Juno tidak menjawab, ia hanya tersenyum tipis dan menempelkan sidik jarinya pada alat pemindai di pintu. "Pintu ini hanya terbuka untukku. Tapi mulai hari ini, ini adalah duniamu juga."
Klik.
Pintu terbuka, dan Kyra seketika mematung. Di hadapannya terbentang sebuah galeri pribadi yang sangat megah. Namun, yang membuat jantungnya berhenti berdetak bukanlah kemewahan ruangannya, melainkan isinya. Di sepanjang dinding, terpajang puluhan lukisan hasil tangan Kyra—lukisan-lukisan yang ia buat selama masa-masa sulitnya dan ia jual melalui agen anonim untuk membiayai pengobatan ibunya.
"Ini... kenapa semua lukisanku ada di sini?" bisik Kyra, air mata mulai menggenang.
Juno membawanya ke bagian tengah ruangan. Di sana, di dalam sebuah kotak kaca antipeluru dengan pencahayaan khusus, terdapat sebuah lukisan kecil yang tampak kusam namun sangat emosional. Itu adalah lukisan pertama Kyra di desa, yang catnya dibeli dari uang receh hasil Juno dan kyra membungkus camilan ringan di gudang.
"Selama ini, akulah pembeli anonim itu, Ra," ucap Juno rendah. "Aku tidak bisa membiarkan karyamu jatuh ke tangan orang yang tidak menghargainya. Dan aku ingin memastikan uang yang kamu terima cukup untuk perawatan terbaik Ibu Saraswati."
Kyra berbalik dan langsung menghambur ke pelukan Juno. Ia menangis tersedu-sedu, mendekap suaminya itu dengan sangat erat. Ia tidak menyangka bahwa di saat ia merasa sendirian melawan dunia, Juno sudah ada di sana, menjaga martabatnya tanpa pernah sombong.
"Terima kasih... Terima kasih banyak, Juno," isak Kyra yang lalu mencium bibir Juno, Juno langsung membalas ciuman itu dengan intensitas yang luar biasa.
Malam Harinya, Jakarta Art Exhibition.
Juno membawa Kyra ke pameran lukisan bergengsi. Kyra tampil memukau dengan gaun malam berwarna biru safir, senada dengan cincin di jarinya. Saat Juno sedang berbincang serius dengan beberapa rekan bisnis internasional di sudut ruangan, Kyra memilih untuk melihat-lihat karya lain di dekat pintu masuk.
Tiba-tiba, suara langkah kaki yang terburu-buru terdengar. "Oh, lihat siapa ini! Si pelacur yang berhasil naik kasta!"
Kyra berbalik dan mendapati Ibu Nathan, mantan ibu mertuanya, yang kini penampilannya jauh lebih kusut daripada biasanya. Ia datang dengan wajah penuh kebencian karena rumahnya baru saja disita.
"Ibu..." ucap Kyra mencoba tetap tenang.
"Jangan panggil aku Ibu! Kamu itu wanita pembawa sial!" teriak Ibu Nathan cukup kencang hingga mengundang perhatian tamu-tamu sosialita lain. "Semua orang harus tahu! Wanita ini menceraikan anakku setelah menghabiskan uang kami, lalu dia menjebak anakku sampai dipenjara supaya bisa tidur dengan pria kaya ini! Dia menjual diri demi lukisan-lukisan murahan ini!"
Kehebohan pecah. Bisikan-bisikan miring mulai terdengar di antara para tamu. Ibu Nathan semakin berani, ia bahkan mencoba menarik tangan Kyra untuk dipermalukan.
"Kamu mencuri perhiasan keluargaku untuk beli gaun ini, kan?! Dasar pencuri!" fitnah Ibu Nathan semakin menjadi-jadi.
"Lepaskan tangan Anda dari istri saya."
Suara itu pelan, namun bergetar dengan kemarahan yang luar biasa. Juno sudah berdiri di belakang Kyra, matanya berkilat menakutkan. Ia tidak langsung memaki, namun kehadirannya saja membuat Ibu Nathan ciut seketika.
"Tuan Allegra! Anda harus tahu wanita ini—"
"Aku tahu segalanya lebih baik dari Anda," potong Juno dingin. Ia memberi isyarat pada petugas keamanan. "Bawa wanita ini keluar. Dan pastikan daftar hutang pribadinya yang baru saja saya beli segera ditagih besok pagi. Karena dia bilang istrinya pencuri, maka biarkan dia merasakan bagaimana rasanya kehilangan segalanya sampai ke sepeser pun."
Ibu Nathan diseret keluar sambil terus memaki, namun kini semua orang menatapnya dengan jijik, bukan pada Kyra. Juno merangkul pinggang Kyra, mencium pelipisnya di depan semua orang untuk menunjukkan perlindungan absolutnya
😍😍😍
didunia nyata ada gak sihh cowok kayak juno 🤭🤭🤭
kasihan kyra udah terlalu banyak menderita apalagi lg hamil skrng 🥹🙏
cintanya ugal-ugalan bet daahh....
baguslah.... buang eek ayam dapet berlian nih si Kyra.. /Heart//Heart//Heart//Heart//Heart/
daripada sama cowok pelit/Bye-Bye/