NovelToon NovelToon
DEWA IBLIS : SHEN YU

DEWA IBLIS : SHEN YU

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Sad ending / Antagonis Jahat / Epik Petualangan / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Mengubah Takdir
Popularitas:36.5k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Shen Yu, seorang pemuda yang memikul takdir terlarang sebagai pewaris Raja Iblis Purba (Tangan Asura, Mata Iblis, dan Jantung Ketiadaan), memimpin sekelompok jenius buangan untuk melawan takdir mereka: Ye Qing sang Dewa Pedang Bintang, Su Ling pemilik Mata Iblis Surgawi, Feng Jiu sang Ratu Phoenix, dan Long Tu sang Jenderal Setengah Naga.

Setelah menghancurkan ambisi Sekte Mayat dan menolak menjadi wadah pengorbanan bagi Istana Langit Utara, Shen Yu melakukan langkah gila: ia meledakkan Jantung Iblis untuk merobek dinding realitas, membawa timnya melarikan diri ke dalam celah dimensi yang mematikan.

Tiga tahun berlalu dalam kehampaan. Kini, mereka muncul kembali di Benua Roh Abadi, sebuah dunia tingkat tinggi yang jauh lebih buas dan kuno. Dengan kekuatan yang telah berevolusi mencapai ranah Nascent Soul, Shen Yu tidak lagi berniat lari.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 27

Jalur Kuno Perbatasan - Siang Hari.

Perjalanan pulang dari Hutan Tulang Putih terasa lebih berat dari saat berangkat. Meski Cermin Bulan telah meredakan sakit fisik Su Ling, beban peringatan roh pelayan dan pembantaian utusan tadi malam menggantung di udara seperti awan mendung.

Di tengah jalan setapak yang dikelilingi kabut abadi, langkah Shen Yu tiba-tiba terhenti.

Di depannya, di sebuah persimpangan jalan yang seharusnya kosong, berdiri sebuah gubuk kayu reyot. Di depan gubuk itu, berkibar bendera kain lusuh bertuliskan satu huruf: [TAHU].

Seorang kakek tua bungkuk sedang duduk di beranda gubuk, menyeduh teh di atas tungku tanah liat kecil. Asap tehnya beraroma aneh campuran antara bunga melati dan bau tanah kuburan.

"Aneh," gumam Shen Yu. "Mata Iblisku tidak bisa melihat tingkat kultivasinya. Dia tampak seperti mortal, tapi mortal tidak mungkin hidup di perbatasan monster ini."

"Mungkin dia ahli yang menyembunyikan diri?" bisik Su Ling waspada.

Kakek tua itu tidak menoleh, tapi suaranya yang serak terdengar jelas.

"Teh sudah seduh. Tamu jauh dari masa lalu, tidakkah ingin singgah sebentar untuk membeli jawaban?"

Shen Yu menyipitkan mata. "Tamu dari masa lalu." Orang ini tahu sesuatu.

Shen Yu menggenggam tangan Su Ling dan berjalan mendekati gubuk itu. Dia duduk di bangku kayu di depan si kakek tanpa rasa takut.

"Apa yang kau jual, Orang Tua?" tanya Shen Yu lansung ke intinya.

Kakek itu menuangkan dua cangkir teh. Dia memiliki mata yang putih semua buta, namun seolah melihat segalanya.

"Aku menjual apa yang kau cari, dan apa yang kau tidak tahu kau butuhkan."

"Harganya?"

"Satu pertanyaan, satu tahun umur."

Su Ling tersentak. "Umur?"

Shen Yu tertawa kecil. "Murah."

Bagi kultivator Transformasi Dewa yang umurnya ribuan tahun, satu tahun tidak ada artinya.

"Baiklah," Shen Yu meletakkan tangannya di meja. "Katakan padaku. Siapa yang mengirim dua utusan bodoh yang kubunuh kemarin? Dan apa yang sebenarnya terjadi di Benua Tengah?"

Kakek itu tersenyum, memperlihatkan gigi yang hitam. Dia menyesap tehnya.

"Utusan itu berasal dari Sekte Langit Suci (Holy Sky Sect). Tapi mereka hanyalah pion kecil."

"Kau bertanya apa yang terjadi? Sebuah jaring raksasa sedang ditenun untuk menangkapmu, Shen Yu... atau haruskah kupanggil, Reinkarnasi Kaisar Malam?"

Shen Yu tidak terkejut identitasnya ditebak. Aura Jantung Iblis dan Cermin Bulan terlalu jelas bagi mereka yang memiliki pengetahuan kuno.

"Siapa penenunnya?" desak Shen Yu.

Kakek itu meletakkan cangkirnya. Wajahnya menjadi serius.

"Namanya sekarang adalah Tian Fa, sang Patriark Langit Suci. Penguasa Aliansi Benua Tengah saat ini."

"Tapi di zaman kuno, saat kau masih menjadi Kaisar Malam... dia dikenal sebagai Jenderal Cahaya, saudaramu, dan tangan kananmu."

DEG.

Ingatan samar bergejolak di kepala Shen Yu. Potongan memori dari Jantung Iblis. Dia melihat bayangan seorang pria berjubah emas yang selalu berdiri di belakangnya, tersenyum ramah, namun memegang pisau di balik punggung.

"Pengkhianat itu..." geram Shen Yu, aura pembunuhnya bocor, membuat gubuk itu bergetar.

"Benar," lanjut si kakek. "Dialah yang membocorkan kelemahanmu pada musuh ribuan tahun lalu. Dialah yang menyebabkan kematian Permaisuri Bulan (masa lalu Su Ling) untuk mematahkan hatimu."

"Kenapa?" tanya Su Ling lirih, tangannya gemetar memegang cermin.

"Keserakahan," jawab kakek itu.

Dia menunjuk dada Shen Yu.

"Tian Fa tidak hanya ingin membunuhmu. Dia menginginkan Jantung Iblis Asura itu."

"Dia percaya bahwa Jantung itu adalah kunci untuk menembus batas alam semesta dan menjadi Dewa Sejati. Ribuan tahun dia mencarimu. Dan sekarang, saat kau mengambil Cermin Bulan, sinyal keberadaanmu menyala terang di radarnya."

Shen Yu mengepalkan tinjunya hingga buku jarinya memutih.

Jadi ini bukan sekadar perang wilayah. Ini adalah dendam pribadi yang melintasi ribuan tahun. Musuhnya bukan orang asing, melainkan 'saudara' yang menusuknya dari belakang.

"Dia tahu dia tidak bisa mengalahkanmu dalam duel fisik sekarang, karena tubuhmu sudah ditempa ulang oleh Petir Nirwana," kata kakek itu lagi.

"Jadi, dia menyiapkan panggung."

Kakek itu mencelupkan jarinya ke dalam teh, lalu menggambar peta sederhana di meja kayu.

"Lembah Penyegel Jiwa (Soul Sealing Valley)."

"Tian Fa telah menyebarkan rumor bahwa di sana terdapat Bunga Sembilan Nyawa satu-satunya tanaman yang bisa menyempurnakan mata gadis di sebelahmu dan menghapus kutukannya selamanya."

"Itu adalah umpan."

"Di lembah itu, dia telah menyiapkan Formasi Pembunuh Iblis Sembilan Surga. Formasi yang dirancang khusus untuk memisahkan Jantung Iblis dari tubuh inangnya."

Shen Yu menatap gambar peta itu. Dia tahu itu jebakan. Sangat jelas itu jebakan.

Tapi...

Dia menoleh pada Su Ling. Dia melihat mata Su Ling yang meskipun tidak sakit lagi berkat cermin, namun tatapannya mulai kosong karena penglihatannya dikorbankan perlahan.

Jika dia tidak mendapatkan Bunga Sembilan Nyawa itu, Su Ling akan buta permanen, atau lebih buruk, jiwanya akan habis dimakan matanya sendiri.

Tian Fa tahu kelemahan Shen Yu. Dulu dan sekarang.

Kelemahannya adalah wanita ini.

"Terima kasih informasinya," kata Shen Yu. Dia berdiri.

"Ambil bayarannya."

Shen Yu membiarkan kakek itu menyerap sedikit Qi kehidupannya (setara 1 tahun). Kakek itu tampak sedikit lebih muda setelah menerimanya.

"Satu nasihat terakhir, Anak Muda," kata kakek itu saat Shen Yu berbalik pergi.

"Sejarah adalah roda yang berputar. Jika kau ingin memutus rantainya... kau harus rela menghancurkan rodanya."

"Terkadang, untuk menyelamatkan apa yang kau cintai, kau harus menjadi apa yang paling kau benci."

Shen Yu berhenti sejenak, tapi tidak menjawab. Dia menggandeng Su Ling dan melesat terbang, meninggalkan gubuk misterius itu.

Di udara, Su Ling memeluk pinggang Shen Yu erat.

"Itu jebakan, Shen Yu," kata Su Ling. "Kita tidak perlu pergi. Aku tidak butuh Bunga Sembilan Nyawa. Cermin ini sudah cukup."

"Cermin itu membunuhmu pelan-pelan," balas Shen Yu tajam.

"Tian Fa mengundangku ke pesta," mata Shen Yu menyala merah mengerikan. "Tidak sopan jika Raja Iblis tidak datang."

"Dia menginginkan jantungku? Biar dia coba ambil."

"Tapi kali ini... aku akan memastikan dia tidak punya tangan untuk mengambil apa pun."

Shen Yu mempercepat terbangnya menuju Puncak Asura. Perang besar di cakrawala sudah tidak terelakkan. Dia harus mempersiapkan pasukannya untuk pertempuran terakhir di Lembah Penyegel Jiwa.

Di belakang mereka, gubuk tua itu perlahan memudar menjadi kabut, seolah tidak pernah ada.

1
saniscara patriawuha.
gassdd manggg shennnn...
teguh andriyanto
🤣🤣🤣
Fatur Fatur
cepat bantai yama dengan cara paling kejam thor bantai keluarganya juga thor
Dzik Cam
baguss dangat bagus kekurangan nya hanya 1 bab perhari
Dzik Cam
hadehhh 1 bab sehari
10 bab sehari kek pelit bener
MyOne
Ⓜ️🤬😡🤬Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️👿😈👿Ⓜ️
saniscara patriawuha.
tunjukannn kesadisanmuuuu....
MyOne
Ⓜ️🤨🤨🤨Ⓜ️
saniscara patriawuha.
runtuhhhhhkannnnnn....
saniscara patriawuha.
nahhhh lohhhh....
MyOne
Ⓜ️😎😎😎Ⓜ️
Mamat Stone
⚒️⚔️⚒️
Mamat Stone
😈😈😈
Mamat Stone
/Hammer/
Mamat Stone
⚒️
saniscara patriawuha.
gasssd pollllll...
Mamat Stone
/Determined/
Mamat Stone
/Angry/
Mamat Stone
👻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!