NovelToon NovelToon
Agen Rahasia Dan Gadis Bercadar

Agen Rahasia Dan Gadis Bercadar

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Tunangan Sejak Bayi / Crazy Rich/Konglomerat / Diam-Diam Cinta / Mata-mata/Agen / Misteri Kasus yang Tak Terpecahkan
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: Sindya

Daniel merupakan seorang agen rahasia yang sedang menjalani misinya untuk mencari para pengkhianat negara termasuk keturunan mereka. Dalam menjalankan misinya, tanpa sengaja ia menolong seorang gadis bercadar yang sedang dihadang oleh para penjahat saat gadis itu hendak pulang ke rumahnya. Tanpa Daniel ketahui jika gadis bercadar itu adalah targetnya yang selama ini ia cari. Apakah Daniel tega membunuh gadis itu demi misinya ataukah ia harus mengkhianati agen nya sendiri demi cintanya? ikuti cerita mereka penuh dengan misteri dan setiap adegannya sangat menegangkan...!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sindya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

3. Pertemuan

Alea mengambil beberapa bahan makanan dan kebutuhan rumah tangga di salah satu supermarket besar itu. Tanpa diduga dirinya sedang diawasi oleh beberapa orang penjahat yang berpura-pura ikut belanja. Namun disisi lain ada seorang pria tampan yang juga sejak tadi terpana dengan mata indah Alea. Siapa lagi kalau bukan Daniel yang sempat berpapasan dengan Alea saat gadis bercadar ini turun dari mobilnya yang parkir disebelah mobil Daniel.

"Siapa gadis itu? Apakah gadis itu keturunan arab? mengapa ia berpakaian seperti itu? apakah orangnya sangat cantik seperti matanya itu?" Entah mengapa Daniel merasa tertarik pada Alea. Padahal sebelumnya pria tampan ini tidak pernah jatuh cinta pada wanita manapun yang ditemuinya.

Setelah menyelesaikan pembayaran belanjaannya, Alea mendorong trolinya menuju mobilnya. Daniel terlihat gelisah karena ia masih menunggu antrian di depan kasir.

"Sial, jika aku menunggu di sini, aku bisa kehilangan gadis itu. Apakah aku tinggalkan saja belanjaannya?" gerutu Daniel.

"Silahkan tuan duluan...!" ucap salah satu ibu muda yang melihat Daniel tampak gelisah.

Daniel tersenyum lalu mengucapkan terimakasih pada ibu muda itu. Matanya kembali tertuju pada sosok Alea yang sedang memasukkan barangnya ke dalam mobil. Setelah menyelesaikan pembayarannya, Daniel buru-buru keluar dari supermarket itu. Baru saja hendak masuk ke mobilnya, mobil Alea sudah meninggalkan tempat parkir yang berada disebelahnya.

"Kenapa gadis itu cepat sekali perginya?" Daniel berusaha mencari keberadaan mobil Alea diantara mobil lainnya yang ada di jalanan itu. Ia harus menjulurkan kepalanya keluar jendela mobil untuk melihat mobil Alea. Namun mobil itu tetap saja tidak ditemukan. Daniel menambahkan kecepatan mobilnya. Menyalip beberapa mobil yang menghalangi jalannya. Matanya menengok kanan kiri hanya untuk mendapatkan mobil Alea di mana nomor mobil Alea sudah ia kantong. Namun tiba di persimpangan, daniel bingung harus belok ke arah mana. Ini salah satu arah jalur puncak. Apakah gadis itu sedang liburan ke puncak?" tebak Daniel.

Daniel mengikuti instingnya. Ia mengambil jalur yang tampak sepi yang juga mengarah ke tempat tinggalnya. Hujan perlahan mulai mengguyur puncak ditambah kabut tebal yang menutupi arah pandang. Baru beberapa menit mobilnya melaju ditempat itu tiba-tiba Daniel mendengar teriakan seorang wanita. Daniel segera melajukan mobilnya ke arah suara. Dan benar saja, di depan sana ada beberapa orang pria kekar sedang berantem dengan Alea yang juga memiliki ilmu bela diri.

Pertempuran itu terhenti saat Daniel sengaja melajukan kecepatan mobilnya ke arah para penjahat yang mengepung Alea. Mereka buru-buru menghindar dari terjangan mobil Daniel termasuk Alea. Daniel menghentikan mobilnya dengan cepat dan keluar dari mobilnya untuk menyelamatkan Alea.

"Sialan....! siapa kamu?!" bentak salah satu penjahat.

"Pergilah dari sini dan jangan ganggu gadis itu atau...?" Daniel mengeluarkan pistolnya mengarah ke arah lima orang penjahat yang langsung ciut begitu melihat pistol itu.

"Lari....! itu polisi...!" kata salah seorang penjahat yang langsung kabur dari tempat itu diikuti oleh teman-temannya.

Alea termangu ditempatnya berdiri sambil memperhatikan gerak gerik Daniel yang sedang menghampirinya.

"Apakah anda baik-baik saja?" tanya Daniel pada Alea yang mengangguk gugup karena terpesona ketampanan Daniel.

"Iya, saya tidak apa-apa kak", ucap Alea yang sudah bisa menguasai dirinya.

"Mau aku antar?" tanya Daniel kemudian.

"Tidak perlu. Saya bawa mobil sendiri", tolak Alea.

"Tolong jangan menolak...! aku hanya ingin memastikan anda aman", paksa Daniel.

"Waduh...! mana mungkin aku membawa pria ini ke tempat persembunyian kami. Ya Allah, apakah yang harus lakukan untuk menghindarinya?" batin Alea.

"Apakah kamu juga takut padaku? aku memang orang asing di sini. Tapi aku bukan orang sembarangan. Tolong percaya padaku...!" ucap Daniel meyakinkan Alea.

"Oh, bukan begitu. Begini, aku hanya tidak ingin orang asing mengantarku saja. Rumahku cukup dekat dari sini. Tolong jangan salah paham kak. Maaf sudah merepotkan anda. Terimakasih sudah menolong ku tadi. Aku permisi...!" ucap Alea sambil berjalan ke arah mobilnya.

"Tunggu. Kalau tidak keberatan, apakah kita boleh berkenalan?" tanya Daniel penuh harap.

"Namaku Daniel. Panggil saja aku Dani...!" ucap Daniel sambil mengulurkan tangannya ke arah Alea.

Alea berpikir sebentar lalu menyebutkan namanya sambil mengatupkan tangan di dada.

"Panggil saja aku Alea. Maaf, aku tidak bisa bersalaman denganmu karena kamu bukan mahramku", ucap Alea dan Daniel paham apa yang dimaksud Alea karena dia juga faham aturan dalam agama islam.

"Tidak masalah. Tapi, apakah kita bisa tukar nomor kontak?" Daniel tidak ingin melepaskan Alea begitu saja karena hatinya sudah terpaut pada gadis bercadar itu.

Alea menyebutkan sebaris nomor ponselnya yang biasa ia gunakan untuk komunikasi dengan beberapa orang yang dikenalnya untuk kepentingan pribadi. Begitu pula Daniel. Setelah tukar nomor handpone, Alea masuk ke dalam mobil dan buru-buru meninggalkan Daniel yang menatapnya penuh kagum.

"Seperti apa wajahnya dan siapa sebenarnya dia? harusnya aku memakai kacamata pintar agar bisa mengetahui identitas seseorang dengan mudah", sesal Daniel. Ia melanjutkan lagi perjalanannya menuju Villa tempat ia menginap.

Setibanya di rumah, Alea disambut adik kembarnya." Kak, kenapa perginya lama sekali? kami sangat mengemaskanmu", ucap Aska.

"Maafkan kakak. Tadi ada sedikit masalah di jalan", ucap Alea seraya mengeluarkan belanjaannya dibantu si kembar.

"Kakak tidak bertemu dengan penjahatkan?" celetuk Arka.

Alea tersenyum sambil menggelengkan kepalanya. "Tidak. Tapi, kakak bertemu dengan seorang pangeran", ucap Alea pelan namun terdengar oleh si kembar.

"Apakah kakak sedang jatuh cinta sekarang? apakah dia orang baik? apakah dia tampan? kenapa tidak diajak kesini?" cecar si kembar secara bergantian.

"Kalian sudah seperti seorang detektif. Ayo kita makan malam...!" ajak Alea sambil menyiapkan makan malam untuk mereka.

"Kak. Pasti orangnya seru. Semoga dia orang baik. Dan kakak bisa jadi pacarnya", ucap Aska sambil mengunyah makanannya.

"Aamiin", ucap Alea yang saat ini sedang memikirkan Daniel sambil menikmati makan malamnya.

Daniel saat ini mulai melacak nomor ponsel milik Alea dengan peralatan canggih yang dimilikinya. Anehnya nomor itu tidak bisa dilacak.

"Kenapa nomor gadis ini tidak bisa dilacak keberadaannya?" Daniel mulai melacak kepemilikan nomor ponsel itu dan nama yang tertera adalah nama seorang pria.

"Apakah gadis itu sedang menipuku? lebih baik aku menghubunginya agar tidak salah paham", Daniel melakukan panggilan dan suara merdu di seberang telepon itu langsung dikenalinya. Namun Daniel tetap melakukan pelacakan nomor tersebut namun tidak muncul titik keberadaan Alea.

"Siapa sebenarnya gadis ini?" batin Daniel bingung.

"Hallo Daniel..!" sapa Alea beberapa kali karena Daniel tidak menjawabnya.

"Iya, hallo Alea...! Maaf, aku sedang mematikan kompor", ucap Daniel memberi alasan.

"Oh tidak apa. Apakah kamu sedang makan malam?" tanya Alea basa-basi.

"Iya. Begini, aku ingin bertemu denganmu besok pagi. Apakah bisa?" ajak Daniel ingin menyelidiki Alea lebih jauh.

Alea menatap wajah adik kembarnya. Ia kemudian menjawab pertanyaan Daniel.

"Baiklah. Kita ketemu di taman kota", ucap Alea dan Daniel merasa sangat senang.

1
vitrienoor99
menegangkan, bacanya sambil tahan nafas
vitrienoor99
akhirnya yang ditunggu-tunggu update juga, semangat KK updatenya
deepey
big hug alea
vitrienoor99
ternyata Daniel juga merasakan ngidam, semoga nanti ending nya mereka bahagia
vitrienoor99
akhirnya update juga KK, penasaran dengan kelanjutan ceritanya, semoga setelah hasil tes DNA nya keluar, Daniel dan alea bisa bersatu lagi
vitrienoor99
wah alea hamil, mana Daniel udah diusir lagi
Tini Uje
waahh..hamidun ini sialeya 🤭
vitrienoor99
betul kata Peter, orang yang paling dekat dengan kita itu adalah orang yang paling berbahaya
vitrienoor99
akhirnya tuan Marlon ketemu juga sama orang tuanya daniel
vitrienoor99
oh ternyata Steven dan Reagen teman ayahnya Daniel, semoga Marlon selamat sampai di kediaman ayahnya daniel
vitrienoor99
tiap hari hidupnya Daniel,alea dan si kembar penuh bayang bayang penjahat euy, semoga alea dan keluarga selalu dilindungi Alloh SWT, semangat updatenya kk
vitrienoor99
masih banyak rahasia alea yang belum diketahui Daniel, semangat updatenya thor
vitrienoor99
bacanya sambil deg degan euy, Daniel mending kamu ajak alea dan si kembar pergi dari Indonesia untuk sementara waktu
vitrienoor99
nyawa Daniel terancam juga, semoga Daniel,alea dan si kembar baik baik saja, semangat thor updatenya
vitrienoor99
hadehhhhhhh kocak banget dah dengan pasangan alea dan Daniel.... semangat Thor updatenya 💪
vitrienoor99
sebenarnya nama kakaknya si kembar itu Niken apa alea thor
deepey: owh... begitu ternyata...
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!