Lea Michele wanita berusia ( 22 ) tahun, seorang wanita berdarah dingin, dan bekerja sebagai pembunuh bayaran, yang harus mengalami kecelakaan hebat. alih-alih pergi ke alam baka. jiwanya malah terperangah di dalam tubuh seorang gadis yang bernama Carlin Christine. seorang gadis yang sudah menikah. tapi yang tidak pernah di anggap sebagai istri oleh suaminya.
__________________________________________
lantas bagaimana kelanjutan kisahnya, mari kita bersama-sama untuk membacanya. mampukah Lea sang pembunuh bayaran, berperan sebagai Carlin Christine. atau malah sebaliknya...!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ecly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
( Lea syok.)
Setelah merasa cukup lama, meredamkan emosinya, Sarah pun kembali berbicara.
" Maafkan, saya. yang begitu lancang Carlin..! maksud saya Nyonya Alexander! Beliau sudah sadar, dari komanya. tadi malam Salah satu pelayan di mansion, yang sudah memberi tahu kabar kepada ku.!" ucap Sarah, dengan perasaan yang tidak tenang. Grace mengeryit heran.
" Pelayan, menghubungi mu. Tapi tidak dengan kami? Seharusnya yang mereka hubungi bukalah kamu, melainkan ayah, ataupun aku. Konyol sekali." Grace tidak bisa menyembunyikan perasaan anehnya, dia menatap Sarah dengan tajam.
Deg~
Tubuh Sarah menegang, dia bersusah payah menelan ludahnya yang tiba-tiba nyangkut di tenggorokannya. itu artinya tanpa sadar dia sudah membongkar sesuatu, yang seharusnya tidak boleh di ketahui oleh orang lain, selain dirinya.
Grace beralih menatap, ke arah Johan Lalu bicara dengan penuh kelembutan.
" Ayah, aku akan menghubungi kepada pelayan, dan juga dokter Aron. Untuk memastikan kebenarannya, kalau menghubungi Axel. pasti dia tidak akan mengangkat telponnya karena anak itu, terlalu sibuk dengan pekerjaannya."
Johan mengangguk kepalanya, dia menatap mesterius ke arah Sarah. yang nampak sekali sedang duduk dengan gelisah, dan tidak nyaman.
" Begitu, beraninya...! " batin Johan.
Johan tahu, apa yang sedang di pikirkan Sarah, tapi dia memilih diam saja dulu, dia ingin melihat sejauh mana wanita itu. berulah dan bertindak seolah-olah memiliki kuasa.
Demi mempersingkat kan waktunya, Grace melakukan panggilan itu. Dengan speaker ponsel yang di aktifkan, Supaya mereka semua, bisa langsung mendengarnya tanpa perlu ia menjelaskannya lagi.
Tuuttt~
* Hallo, nyonya. besar? selamat pagi?* sapa di seberang telponnya, setelah panggilan terhubung.
* Selamat pagi, juga paman Sam. aku ingin mengetahui tentang perkembangan menantu ku. Bagaimana dengan keadaannya saat ini? Apakah benar, dia sudah siuman dari tidur panjangnya? *
Sam di seberang sana, segera memberi tahu semuanya kepada Grace. Termasuk sikap Carlin, yang tiba-tiba berubah, setelah bangun dari koma nya.
*****
" Apa, masih lama atau memang kinerja mu yang lelet? "kesal Lea, Karena dari tadi dokter Aron. begitu lama memeriksanya Sedangkan ia sudah tidak tahan lagi harus berlama-lama di rumah sakit.
Merasa kinerjanya, sudah di rendahkan, dokter Aron. pun menegurnya, dengan ekspresi yang marah.
" Nyonya, tolong jaga Tutur kata Anda. Saya melakukan pekerjaan sesuai dengan prosedur yang berlaku, untuk semua dokter."
Lea mendengus dingin, dia kemudian memilih turun dari katel rumah sakit. setelah selesai melakukan pemeriksaan menyeluruh, dia hanya menunggu 1 kali lagi.
Saat dokter Aron, ingin bertanya kepada Lea. Ponselnya berdering, dokter Aron memilih mengangkat panggilan telponnya dulu, yang berasal dari ibunya, tuan Axel Alexander.
Sedangkan Lea memilih berdiri, di dekat jendela ruangannya, pemandangan yang lumayan memanjakan matanya, di bawah sana.
" Sialan, aku harus membentuk diriku. mulai dari awal lagi." gumam nya.
Lea akan memulai kehidupan, yang sangat menjengkelkan. dengan berbagai macam jenis cara, agar bisa membuat tubuh ini kuat dan terawat. Membiasakan tubuh lemah itu untuk menerima banyaknya latihan, plus mempertajam kan, indra pendengaran, dan juga indra pengelihatannya.
" Apa, Kelly masih menunggu ku. di luar sana?" Batinnya, Dia menatap datar ke arah dokter Aron. Yang sedang berbicara di sambungan telponnya.
Lea merasa sedih, saat melihat seluruh tubuh Kelly. yang di penuhi luka cambukan, dari Axel tadi. Kalau tadi dia tidak masuk lagi ke dalam kamarnya. mungkin Kelly, sudah sekarat. gara-gara di hajar oleh Axel.
" Jangan-jangan, kamu bertahan menjadi istrinya. Karena kamu takut di perlakukan seperti itu." Lea bicara, dengan tubuhnya Carlin. Menurut Lea wajar jika Carlin memilih bertahan, dan takut dengan Axel karena pria itu, selalu main tangan, Ketika sedang marah.
* Iya, Nyonya. saya masih melakukan pengecekan terhadap nyonya Alexander.*
Lea menoleh, menatap ke arah dokter Aron. yang menyebut namanya. dokter Aron tersentak kaget' saat matanya tanpa senjata bertemu langsung dengan mata Dinginnya Lea, dia buru-buru memutuskan pandangan matanya.
* Baik nyonya, anda tidak perlu khawatir. saya akan melakukan yang terbaik.* ucap dokter Aron, yang langsung mematikan sambungan teleponnya Lalu menoleh ke arah Lea.
" Dokter itu. bicara dengan siapa? Siapa yang di sebut sebagai nyonya, di sebrang sana. trus kenapa dia melaporkan semuanya tentang ku? " batin Lea, bertanya-tanya.
" Nyonya, kembalilah. ke tempat semula, ini tes terkahir. Setelah anda selesai anda sudah boleh pulang." ucap dokter Aron.
Lea hanya mengangguk kepalanya, lalu berjalan menuju ke arah katel, dan berbaring dia membiarkan dokter Aron. melakukan pemeriksaan Di seluruh tubuhnya.
*****
Axel melonggarkan dasinya, Sambil melangkah keluar dari restaurant, pria tampan itu, langsung masuk ke dalam mobilnya setelah Juan membuka pintu mobilnya.
Dug~
Pintu mobilnya di tutup, Baru saja Juan ingin membuka pintu pengemudi, dan hendak masuk ke dalam mobilnya, atensinya langsung teralihkan pada Restaurant.
Duar~
Ledakan dahsyat itu, menghancurkan restaurant mewah, yang berlantai 3. Dengan efek guncangan yang cukup membawa area di sekitarnya ikut terbawa.
" Tunggu, apa lagi Juan. Apa kamu nggak mau pulang? " tegur Axel, yang dari tadi sedang tersenyum menyeringai puas, Ledakan dahsyat itu. terjadi atas ulahnya Axel sendiri, Soalnya tadi dia baru saja bertemu dengan penghianat, yang mencoba mengkambing hitamkan, perbuatannya kepada orang lain.
Juan mengangguk kepalanya, pria itu langsung masuk ke dalam mobilnya, dan mengencangkan seat belt nya. Dia menghidupkan mesin mobilnya, Tidak lama kemudian mobil jenis Bugatti itu, segera melaju dengan kecepatan tinggi.
Di dalam mobil Axel, fokus menatap layar ipad. yang menunjukkan hasil dari perusahaannya, yang sedang di kelola oleh sepupunya.
" Perempuan, bodoh itu. apakah sudah selesai dengan pemeriksaan nya? " suara Axel tiba-tiba, memecahkan keheningan.
Juan lagi-lagi di buat terkejut, karena sang tuan. tiba-tiba bertanya tentang istrinya itu, Menyadari Juan yang termangu, Axel segera menyadarkannya dengan cara berdeham kecil.
" Iya, tuan. Seharusnya sih sudah selesai, dan mungkin sudah pulang ke mansion." Sahut Juan, Pria itu berharap sang tuan bisa menerima nyonya-nya, sebagai istrinya dan bisa mencintai Carlin. dengan tulus serta memperlakukan Carlin, dengan baik meskipun hanya sedikit saja.
" Dengan, sopir? "
" Tidak tuan, Setelah sopir yang mangantar nyonya, dan Kelly. ke rumah sakit tadi, nyonya menyuruh sopirnya. kembali pulang dan tidak mau di jemput. Katanya nyonya dan Kelly bisa pulang sendiri tuan.."
Axel mengeryit dahinya heran, istrinya itu benar-benar banyak tingkah sekarang, setalah bangun dari koma nya.
" Cih, wanita itu. sepertinya ini cara terbarunya agar aku perduli dengannya." batin Axel.
Juan melirik, ke arah tuannya. dari kaca spion mobilnya. dia penasaran dengan apa yang sedang tuan-nya itu, pikirkan apa lagi sekarang wajah tuannya, menunjukkan ekspresi yang berbeda.
" Tuan, apakah kita. akan menjemput nyonya?"Juan bertanya, penuh hati-hati.
" Tidak..." tegas Axel.
Pria tampan itu, masih di landa emosi mengingat soal kejadian tadi pagi, di mana istrinya itu. berani melawannya bahkan berani menampar nya, di depan para pekerja di mansion nya. Axel merasa harga dirinya sudah di injak-injak oleh perempuan, yang selama ini selalu menurut dan patuh itu.
*****
" Kelly, apa kamu. sedang bercanda? " tanya Lea, dia menatap Kelly. dan sebuah bangunan yang ada di seberang sana, secara bergantian.
" Tidak, saya. mana mungkin berani bercanda dengan nyonya. rumah itu memang rumah keluarga anda nyonya Carlin.."
Lea menatap datar bercampur sebal, Kemudian menatap rumah mewah yang sudah mulai tua, dan tidak terawat itu! Setelah selesai memeriksanya dari rumah sakit tadi Lea meminta tolong kepada Kelly, mengantarkannya ke kediaman orang tuanya Carlin Christine. Meskipun awalnya Kelly menolak Dan takut di hukum sama Axel, tapi Kelly, tidak berdaya. Saat mendengar ancaman dari nyonya-nya. Itu sebabnya mereka sekarang ada di depan rumah mewah milik orang tuanya Carlin.
Kelly terkejut, saat sang nyonya. tiba-tiba mengandeng tangannya.
" Tidak, usah berlebihan. Aku hanya merasa sedikit pegel, kamu juga tidak bisa jalan dengan cepat, tanpa bantuan..!" ucap lea sambil tersenyum.
Meskipun terdengar dingin dan berat suaranya, Kelly merasakan keperdulian di dalamnya, wanita yang berusia ( 25 ) tahun itu diam-diam tersenyum manis, sambil berjalan beriringan dengan sang nyonya. Apa lagi sang nyonya mengandeng tangannya meskipun Kelly, sangat takut dan segan, setidaknya sang nyonya, sekarang lebih banyak bicara dari pada yang dulu.
" Ngomong-ngomong, aku dan tuan mu itu. sudah berapa lama menikah? Kamu juga ada bilang aku kecelakaan, setelah pulang dari kerja. kamu tau soal pekerjaanku? Aku dari kemarin ingin bertanya soal itu, tapi yah aku lupa trus..."
Kelly yang awalnya tersenyum senang, tiba-tiba menatap sendu, ke arah nyonyanya apakah nyonyanya, benar-benar tidak ingat dengan apapun Batinnya merasa sedih.
" Em, nyonya. dan tuan! masih pengantin baru kok, bulan ini usia pernikahan kalian berdua baru masuk ke 5 bulan."
" Hah, masih pengantin baru. dan aku berakhir koma selama beberapa bulan? " ucap lea dengan mata yang melebar.
" Iya, soal pekerjaan nyonya. anda sebagai guru private, untuk anak kecil. biasanya 3x dalam seminggu, Nyonya akan pergi ke rumah anak-anak yang nyonya didik."
Duar~
Rasanya ada suara petir, tepat di sampingnya setelah mendengar pekerjaan, yang di tekuni oleh. Carlin Christine itu, Lea memasang wajah suram.
" Apa...! aku seorang guru, dan mengajar anak-anak kecil. secara private? " ucap lea sambil menahan dirinya, agar tidak terlalu syok.
" Iya, nyonya..."
Lea tidak bisa bicara lagi, tapi Otaknya sudah mengeluarkan kata-kata mutiara. Bayangkan saja seorang Lea Michale Jackson wanita berdarah dingin, yang tidak suka dengan anak kecil. Sekarang harus berperan sebagai Carlin membayangkan berdekatan dengan anak-anak kecil, sudah bisa membuatnya merinding. Belum lagi jika anak-anak menangis dan rewel, dan tantrum. Aih bisa-bisa mengamuk sejadi-jadinya.
" Kamu ini, suka anak kecil. atau apa? Kenapa dari banyaknya pekerjaan. kamu harus memilih sebagai guru private. untuk anak-anak, lagian kamu juga sudah menikah dengan si Axel brengsek itu. Kenapa harus bekerja lagi? Apakah si Axel sialan itu, tidak memberi mu uang? Itu tidak mungkin pria itu, kaya-raya dan juga sebagai seorang pemimpin kelompok mafia terbesar di kota ini...! Ah, aku lupa bajingan Axel, kan tidak pernah perduli dengan istrinya sendiri." omel Lea, dalam hatinya.
Tiba-tiba saja, Lea teringat pada dirinya yang bergelimang harta. dan memiliki seorang saudara. Lea sangat menyesal karena belum sempat membuat surat warisan, untuk adik satu-satunya, Sekarang bahkan adiknya tidak bisa menikmati harta peninggalannya, karna tidak ada surat warisan darinya.
" bryan, bagaimana. dengan kabarmu sekarang? Setelah ini aku akan menemui mu Semoga saja kamu percaya denganku nanti, bahwa aku ini, memang kakak mu. sialan kenapa sampai sekarang, aku tidak ingat apa-apa." batin Lea berkecamuk.
ahh keren Thor cerita.. i like 😍😍😍
semangat up trus sampai tamat ya... 😍😍😍😍 aku menunggu kelanjutan nya
emang si Lea bar bar banget..
semangat up nya trus thor😍😍😍🤭🤭🤭😂😂
semoga seru dan sampai tamat ya 😍😍
aku lanjut baca lagi