NovelToon NovelToon
Malaikat Yang Tersakiti

Malaikat Yang Tersakiti

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Bullying dan Balas Dendam / Bullying di Tempat Kerja / Putri asli/palsu / Nikah Kontrak / Pernikahan rahasia
Popularitas:27.8k
Nilai: 5
Nama Author: Yenny Een

Keheningan malam yang gemuruh memeluk kota Topaz. Sinar gelap menerobos kegelapan dalam penantian panjang. Sunyi riuh memeluk hati yang gaduh merenung diri. Dhona, wanita berusia 22 tahun, dikurung di dalam ruangan sempit di salah satu rumah sakit jiwa.

Apakah dia gila? Tentu saja tidak. Dhona sengaja dibuat gila oleh saudara angkatnya agar dia bisa diusir dari rumah orang tuanya.

Semenjak kehadiran saudara angkatnya, kehidupan Dhona berubah. Dhona yang berhati bak malaikat, dimanfaatkan kebaikannya oleh Alia, anak angkat yang ditemukan ayahnya di sebuah panti asuhan.

Dhona dijadikan pembantu, difitnah, dibully.
Dalam keputusasaan, Dhona lelah menjadi orang baik. Dhona mematahkan julukan malaikat yang selama ini melekat. Dhona dipengaruhi ilmu hitam.

Apakah Dhona benar-benar terjebak dalam lingkaran kebencian?

Terus ikuti jalan ceritanya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yenny Een, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3

PRAAAAAAAANG!

Bu Apli meloncat dan jatuh dari lantai tiga rumah sakit. Suasana rumah sakit mulai gaduh. Orang-orang berteriak dan berkerumun melihat apa yang sedang terjadi.

Seorang wanita ditemukan tidak sadarkan diri di samping bangunan rumah sakit. Wanita itu bersimbah darah. Pecahan kaca berserakan di sekitarnya. Wanita itu penuh luka. Orang-orang mengira Bu Apli melakukan percobaan bunuh diri.

Dengan penuh hati-hati perawat dan dokter menyingkirkan pecahan kaca yang menempel di tubuh Bu Apli. Bu Apli langsung mendapatkan perawatan malam itu juga dari rumah sakit.

Devi yang menyamar sebagai perawat memberitahu kepada orang-orang. Sebelumnya dia melihat Bu Apli masuk ke dalam ruangan pasien sewaktu mau mengganti infus.

Dia mendengar Bu Apli merasa menyesal karena pernah memfitnah pasien yang ada di kamar melati 02. Karena perbuatannya pasien yang berada di kamar melati 02 dipecat dari pekerjaannya.

"Sungguh jahat!" Salah satu perawat merasa kesal.

Devi juga menambahkan, dia melihat Bu Apli dibawa paksa oleh petugas keamanan entah apa yang dilakukannya di kamar pasien sebelum akhirnya dia ditemukan jatuh dari lantai tiga.

Setelah menyebarkan berita palsu, Devi menghilang. Berita itu mulai tersebar dari mulut ke mulut. Berita itu juga sampai ke telinga Zayyan dan Rendra.

"Zay, ternyata yang mau bunuh cewek itu mantan bosnya," kata Rendra.

"Malang banget nasibnya," Zayyan menatap Dhona.

"Ren, gue minta tolong, temanin gue malam ini. Gue lagi nunggu keluarganya cewek ini," ucap Zayyan.

Malam pun terus berlalu. Dhona perlahan membuka matanya. Dhona merasakan lebih nyaman dari sebelumnya. Dhona memandangi orang-orang yang ada di sekelilingnya.

Satu persatu Dhona perhatikan dan mencoba mengingat-ingat siapa mereka. Di sebelah kanan Dhona, ada seorang wanita yang berbadan sangat putih, rambutnya coklat panjang lurus bergelombang, tinggi, bermata coklat dengan berteteskan air mata dia menatap Dhona.

"Maaf, Anda siapa?" Dhona mengernyitkan keningnya.

Wanita itu bukannya menjawab, dia semakin banyak mengeluarkan air mata. Cowok yang ada di sampingnya memeluk wanita itu sambil menepuk-nepuk pundaknya.

"Maaf, aku Zayyan dan ini Rendra. Kami berdua menemukanmu tergeletak di jalan raya. Kami berdua yang membawa kamu ke sini. Kalo boleh tau namamu siapa?" tanya Zayyan.

"Aku Dhona. Terima kasih banyak atas kebaikan kalian," jawab Dhona sambil sesekali memperhatikan mereka yang masih asing di matanya.

"Kenalin, aku Athar dan ini Bunda Mavisha. Kami berdua adalah keluargamu."

"Keluarga? Keluarga yang mana?" Dhona mencoba mengingat-ingat. Selama ini dia tidak punya lagi keluarga selain ibu tirinya.

Devi yang kasat mata, tidak suka melihat Dhona dekat dengan keluarganya. Devi melihat ketulusan dari keluarga Dhona. Devi tidak ingin Dhona kembali menjadi orang baik.

Devi meniupkan sesuatu ke ruangan Dhona. Tiba-tiba saja, Dhona, Zayyan, Rendra, Athar dan Mavisha merasakan kantuk yang luar biasa. Dhona kembali tertidur di atas tempat tidurnya sedangkan Zayyan, Rendra, Athar dan Mavisha tertidur di atas sofa yang ada di ruangan itu.

Devi masuk ke dalam tubuh Dhona. Devi mengendalikan tubuh Dhona. Devi melepas semua alat kesehatan yang menempel di tubuh Dhona. Devi pergi ke kamar mandi mengganti baju Dhona dengan seragam perawat.

Devi menutup wajah Dhona dengan masker. Dia keluar dari ruangan Dhona. Devi menyusuri koridor rumah sakit. Dengan santainya Devi masuk ke dalam ruangan UGD. Devi mencari Bu Apli.

Satu persatu diperiksa Devi. Dan akhirnya Devi menemukan Bu Apli. Bu Apli masih belum sadarkan diri. Banyak sekali alat medis yang menempel di tubuhnya.

"Orang jahat harus dibalas. Biar dia tau rasanya sakit," Devi penuh kebencian menatap Bu Apli.

Devi mulai melakukan sesuatu dari jarak jauh tanpa sedikitpun menyentuh. Seketika tubuh Bu Apli kejang-kejang. Dari mulutnya keluar busa putih. Devi tanpa merasa bersalah sedikitpun keluar dari ruangan UGD.

Tidak ada yang tahu saat ini Bu Apli dalam kesakitan yang teramat sangat. Devi sengaja menghilangkan Bu Apli sesaat. Tidak akan ada yang mendengar maupun melihat Bu Apli. Devi ingin menyiksa Bu Apli secara perlahan.

"Belum saatnya kamu mati. Nanti kita akan bertemu lagi," Devi menyeringai.

Devi berdiri di depan rumah sakit. Devi melambaikan tangannya ke arah abang ojol yang melintas. Devi memberitahu lokasi tujuan kepada abang ojol. Mereka semakin menjauh meninggalkan rumah sakit.

Tibalah mereka di depan sebuah rumah. Devi turun dan membayar ongkos kepada abang ojol. Devi lama memandangi rumahnya. Setelah sekian lama, akhirnya Devi bisa kembali ke rumahnya.

Devi mengitari rumahnya. Rumah ini masih terawat. Devi meneteskan air mata. Devi ke samping rumah. Devi mencari pot bunga. Dan seperti biasa, kunci rumah itu selalu ada di sana. Devi masuk ke dalam rumah.

Rumah itu sama persis seperti terakhir kali dilihat Devi. Devi masuk ke ruangan tamu, dapur, kamar mandi dan masuk ke dalam kamarnya. Rumah itu hanya ada satu kamar karena Devi hanya tinggal sendiri.

"Terima kasih Bi Imas sudah merawat rumah ini. Saya sudah kembali. Bi Imas, saya kangen bibi," Devi meneteskan air mata.

Devi merebahkan diri di atas tempat tidurnya. Devi perlahan keluar dari tubuh Dhona. Devi menatap Dhona yang masih terlelap karena tenaganya terlalu banyak dipakai Devi.

"Dhona, lu gak gue izinin kumpul keluarga lu. Lu harus balas dendam kepada orang-orang yang sudah nyakitin lu. Hidup ini memang kejam. Dan lu korban dari kekejaman hidup. Gue akan bantu lu," Devi perlahan menghilang karena di luar sudah terdengar azan subuh berkumandang.

...----------------...

🌑 keesokan paginya di rumah sakit.

Zayyan, Rendra, Arhar dan Mavisha terbangun. Orang yang pertama kali menyadari Dhona menghilang adalah Zayyan. Zayyan keluar ruangan bertanya kepada perawat yang piket tadi malam apakah melihat Dhona keluar dari kamarnya.

Mereka semua kompak menjawab tidak. Zayyan sampai meminta bantuan petugas keamanan untuk memeriksa kamera keamanan. Dhona sama sekali tidak terlihat keluar dari ruangannya. Yang terlihat hanya seorang perawat tapi Zayyan tidak yakin itu adalah Dhona.

Zayyan kembali ke ruangan Dhona dan memberitahu Mavisha bahwa Dhona menghilang.

"Tante, maaf. Entah mengapa di antara kita semua tidak ada yang menyadari kepergian Dhona," sesal Zayyan.

"Tante juga salah. Setidaknya kita tau, Dhona masih hidup," Mavisha menepuk lengan Zayyan.

"Tante, aku punya rumah di kota ini. Kalian bisa tinggal di rumahku sampai kalian nanti menemukan Dhona," kata Rendra.

"Baiklah, terima kasih," ucap Mavisha.

Zayyan teringat dengan Bu Apli. Zayyan mengajak mereka semua ke ruangan UGD. Zayyan mendapatkan informasi dari penjaga keamanan, Bu Apli ada di ruangan UGD.

Mereka berharap, akan menemukan alamat Dhona dari Bu Apli. Zayyan secara singkat menceritakan kejadian Bu Apli yang menutup wajah Dhona dengan bantal kepada Mavisha dan Athar.

"Kenapa? Apa Dhona berbuat jahat sebelumnya?" Athar mengernyit.

"Menurut kabar yang kami dengar, Dia mencuri ide konsep iklan Dhona. Dhona difitnah mengambil hasil kerja Bu Apli. Dhona dipecat setelah itu. Tapi kami tidak tau, alasan kenapa Bu Apli ingin menghabisi Dhona," sahut Rendra.

Mereka berada di depan ruangan UGD. Zayyan bertanya kepada perawat di sana apakah ada pasien yang bernama Bu Apli. Perawat itu masuk memanggil dokter yang kebetulan ada di dalam.

"Maaf, apakah Anda anggota keluarga Bu Apli?" tanya Pak Dokter.

"Bukan. Kami hanya ingin menanyakan sesuatu kepada Bu Apli," jawab Zayyan.

"Bu Apli, baru saja menghembuskan napas terakhirnya," Dokter mengatakan dengan wajah penuh berduka cita.

""Innalillahi wa inna ilaihi raji'un," ucap mereka semua.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
Fang
Mungkinkah ini Devi?
Queen
Jgn², Devi
Queen
Astaga 😱
Queen
Dikira digebukin 🤭
Khong
yg nabrak ternyata komplotan Alia
Fang
😱😱
Fang
😱
Fang
Maklum belum honeymoon 😄
Al!f
Seru, salaj paham keluarga. Apakah Zayyan digebukin? 🤣
Al!f
Doa mau tidur 🤣
Al!f
Mantap 😍
Al!f
😱😱😱😱
Al!f
Wawwwwwe
Fang
Mukul tembok akhirnya 🤣
Fang
😱😱😱😱
Na!
Dhona ngaku
Al!f
lanjut 💪
Al!f
Tabrak aja sekalian
Al!f
/Tongue/
Al!f
Hadeh, lepas dari Alia ketemu Mak Lampir 😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!