NovelToon NovelToon
TAWANAN CINTA MAFIA TAMPAN

TAWANAN CINTA MAFIA TAMPAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Aliansi Pernikahan / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir / Wanita Karir
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: Desty Cynthia

"Lepasin...sakit tahu!!!"
Teriak seorang gadis yang di seret paksa oleh seorang pria tampan namun bringas.
Arabella Jenevile Dirgantara terjebak atas kecerobohannya sendiri.
Dia tak sengaja melihat hal yang seharusnya tak dia lihat.

"Jangan coba coba lari dariku gadis nakal. Nyawamu ditanganku!" Seringai pria bernama Dariush Cassano.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desty Cynthia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terjebak Dalam Penjara

BUGH

Bella di rebahkan di kasur kamar pria bringas itu. Yah! Dia adalah Dariush Cassano. Siapa yang tidak kenal pria ini.

Dingin bak kutub utara, irit bicara dan pastinya semua tunduk padanya. Meskipun tampan dan mapan tapi belum ada wanita yang berhasil meluluhkan hatinya.

"Eugh...kepalaku pusing."

Bella melenguh dia bangun dari pingsannya dan matanya melihat sekeliling. Tatapannya tertuju pada pria yang duduk di sofa didepan kasurnya.

"Sudah puas nona tidurnya?"

Bella membulatkan matanya dia juga baru menyadari jika kaki tangannya di ikat. "Lepaskan aku! Kamu siapa? Tolong lepas!" Teriak Bella berontak sudah seperti cacing kepanasan.

"DIAM! Siapa kau? Apa kau mata mata Rudolf?"

"Heuh? Mata mata? Ngaco ini orang!" Bella berdecak sebal mendengarnya. Badannya masih meraung berharap ikatannya di lepaskan.

Dariush berdiri dan mendekati Bella, dia mencengkram wajah blasteran yang ada di hadapannya dan menelisiknya.

"Mau apa kamu? Lepaskan aku!! Jangan macam macam yah!!" Bella makin membentak pria yang menculiknya ini. Yaitu Dariush Cassano.

Sebetulnya Bella sangat takut, tapi dia harus mencoba tegar di hadapan Dariush. Daripada dia harus mati di tangan pria syalan itu.

"Aku janji akan diam!" Bella makin memohon dan merengek, bahkan bulir bulir air matanya sudah basah di pipinya.

Dariush melepaskan cengkramannya. Dia masih menatap dalam gadis yang ia culik. "Jangan berisik!" Sentaknya.

Bella menciut dia tak mampu lagi merengek dan menunduk masih dengan isak tangisnya yang sangat menyedihkan.

"Aku ingin pulang. Aku janji tidak akan kasih tahu orang lain." Lirihnya.

Pria tampan yang keras kepala itu pergi meninggalkan Bella dikamarnya. Dia ke ruang tamu melihat anak buahnya memeriksa barang barang Bella termasuk passport.

"Tidak ada yang mencurigakan boss! Sepertinya wanita itu datang memang untuk liburan." Ucap Fabio.

Dariush tak menjawabnya dia mengambil passport gadis yang ditawannya, dia melihat setiap detailnya. Dia membuka laptop itu memeriksa setiap datanya.

Bibirnya bahkan tersenyum sangat tipis sekali melihat photo photo Bella. Sangat jarang terjadi.

"Siapa dia?" Tanya Dariush penasaran.

"Boss, dia anak tunggal dari pengusaha Dirgantara. Namanya sangat populer di Asia. Sepertinya dia memang bukan mata mata Rudolf." Celetuk Fabio.

Dariush menyuruh anak buahnya untuk menyimpan semua barang barang Bella di kamar sebelah yang kosong dan tidak lupa untuk menguncinya. Passport itu dia bawa dan di masukan ke brankas di ruang kerjanya.

-

-

-

"Dariush mana?" Ucap pria yang baru datang yang tidak kalah tampannya dengan Dariush.

"Tuan Sean! Boss besar sedang di ruang kerjanya." Jawab Fabio sopan.

Sean melangkah ke ruang kerja menemui Dariush. "Ada apa? Kenapa anak buahmu ceroboh sekali? Apa perlu aku turun tangan?" Geram Sean yang mengepalkan tangannya.

"Tidak perlu!"

Dariush berdiri dari kursinya melewati Sean begitu saja. "Kau mau kemana hey! Aku belum selesai bicara!" Teriaknya.

"Tidur!"

"What!! Jam segini? Ini masih sore."

Dariush tak menghiraukan kicauan Sean, dia ke atas menuju kamarnya. Sean tampak curiga dengan gelagat kakaknya itu.

"Sepertinya ada yang dia rahasiakan." Gumamnya. Sean masih duduk terdiam di ruang kerja kakaknya.

BRAK

Dariush kembali ke dalam kamarnya, dia mendekati Bella. Dan nampaknya Bella tertidur lagi wajahnya sangat kelelahan dan sembab, ditambah dia belum mandi dan ganti baju. Dia membawa paper bag yang tadi di berikan Fabio.

Dia melemparkan paperbag itu ke badan Bella yang masih tertidur. "Bangun! Cepat ganti baju!" Sentaknya.

Bella terkejut ketika ada sesuatu yang dilemparkan ke badannya. Kepalanya terasa sangat pusing. "Hmm, gimana caranya ganti baju? Tangan dan kakiku di ikat." Lirihnya.

Tenaganya sudah terkuras habis akibat tangisannya. Dariush menatap matanya. Bella menelan salivanya di tatap seperti itu.

"Ja-jangan melihatku." Bella gugup luar biasa.

Bella memalingkan wajahnya. Ini tidak seperti di tatap Dylan. Jantungnya berdegup kencang ketika Darisuh menatapnya lekat. Tangan pria kokoh itu membalikkan wajah Bella. Tak bicara hanya memandangnya lama.

"Mau apa sih? Nyebelin banget! Kenapa ngelihat aku kayak gitu?" Gerutu Bella dalam hatinya.

"Ayo lepasin om, katanya aku di suruh ganti baju." Rengek Bella dengan manjanya.

"Jangan macam macam kalau kamu masih sayang dengan nyawamu!" Ucap suara berat itu penuh penekanan. Dan itu berhasil membuat Bella ciut.

Tangan Dariush terulur membuka ikatan tali gadis cantik yang membuatnya berdesir. Dia menarik tangan Bella ke kamar mandi. "Ayo cepat aku tunggu!"

"Iya! Aku lapar om." Lirih Bella.

"Aku bukan om kamu! Cepat sana ganti baju mu! Atau perlu aku yang membukanya?" Celetuk Dariush sambil mendekatkan wajahnya yang hanya beberapa centi dengan hidung Bella.

Bella menunduk dia tak kuasa. "Iya iya, abang, kakak, daddy!" Dia justru mengejek Dariush yang tampak lucu dimatanya.

"Ayo cepat aku tunggu!"

"Apaan sih? Kenapa harus tunggu disini. Aku nggak akan kabur Yang Mulia."

Dariush tak menjawabnya dia lebih memilih diam bersandar di tembok. Bella kesal dia menghentakkan kakinya ke dalam kamar mandi.

BRAK

"Dasar orang gila! Ini rumah atau penjara? Kamar mandi aja nggak ada ventilasi sedikit pun. Gimana mau kabur coba? Ya Tuhan aku terjebak disini." Bella merosot ke lantai dia pasrah akan keadaan ini.

Bella melepas semua pakaiannya dia masuk ke dalam bathub lalu memejamkan matanya merasakan hangatnya air. Cukup lama dia disana, tanpa di sadari Dariush sudah berdiri di hadapannya.

"Kau sengaja ingin menggodaku gadis nakal?" Gumamnya, Dariush bukan orang yang munafik. Hasratnya naik ketika melihat ada wanita di kamar mandinya.

Mata indah itu terbuka dan betapa kagetnya Bella melihat Dariush sudah ada di depannya. "Astaga! Kamu mau apa hah? Keluar!!" Dia menutup asetnya cepat, padahal seluruh tubuhnya sudah tertutup busa dari sabun.

"Cepatlah! Atau harus ku mandikan?" Dariush mendekatkan lagi wajahnya ke wajah Bella.

Bisa dibayangkan Bella sudah bagaikan kepiting rebus, dan jantung yang berdebar. Dylan saja tidak berani seperti ini.

"Ii-iya aku segera keluar! Ayo sana pergi. Gimana aku mau selesai kalau kamu masih disini, om?" Gerutu Bella yang makin kesal.

Dariush menyeringai dia pergi keluar kamar mandi. "Oh shit!!! Bisa gila aku melihat dia seperti itu!" Dia melangkah lagi ke kamar sebelah dan menyalurkan hasratnya yang tertunda akibat Bella.

Bella mengendap ngendap keluar kamar mandi, dia melihat sekeliling ternyata Dariush sudah tidak ada dikamarnya.

"Huft! Aman, dia udah pergi. Aku bisa ganti baju."

Tangannya memegang perutnya Bella merasakan lapar yang luar biasa.

"Kenapa tidak ada kulkas dikamar ini? Aku lapar sekali, om tadi kemana yah? Pintunya dikunci lagi. Arghhh kenapa harus terjebak disini sih? Ya Tuhan tolong aku!" Lirih Bella.

Tak berselang lama Dariush kembali ke kamarnya, dia melihat Bella yang tengah meringkuk sambil memegang perut. "Bangun!! Sebentar lagi pelayan kesini."

Bella sebetulnya tidak benar benar tidur tapi badannya lemas sekali, terakhir dia makan sebelum penculikan itu.

"Iya." Jawabnya lemah. Dia duduk bersandar di kasur, wajahnya sangat memprihatinkan.

Pintu kamar itu dibuka Dariush, dia membawa makanan ke hadapan Bella. "Ayo makan! Sebelum nyawamu melayang."

"Suapin."

1
Vivi Alfia Dewi
next Thor di tunggu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!