NovelToon NovelToon
The Queen Of Different World

The Queen Of Different World

Status: tamat
Genre:Action / Romantis / Fantasi / Tamat
Popularitas:1.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: Andrea.NL

Dibawah gugusan bunga Wisteria, aku bertemu dengan seorang pria mysterius.

Wajah tampan penuh karisma, dengan beberapa goresan luka kecil pada dirinya.

Tapi hal yang mampu menyihir pandanganku adalah sorot matanya. Ya Matanya berwarna biru sebiru samudra tapi terasa dingin untuk diarungi.

Dia menarik pinggangku, mencoba untuk lebih mendekatiku.

Lalu berbisik manis kepadaku.


“Menikah lah denganku, lalu jadilah Ratu untukku, My Soul Mate.”


Untuk pertama kalinya dalam hidupku.
Ada seseorang yang berani menarik ku keluar dari persembunyian malam hidupku, dan mencoba merubah tata kehidupan yang telah ditetapkan.

Meski takdir berkehendak melawan.

Dia adalah sang penguasa Kegelapan, seorang Crown Prince bangsa Demon.

-o0o-

"Berani kau sentuh Wanitaku, maka kuhancurkan kau tanpa satu organ tubuhmu yang tersisa!!"

--.o0o.--

Season II
Squel dari Buku Novel
🌹Queen Of Rulers From Another World.🌹

@Andrea.NL
©2019/2020

Harap bijak dalam menanggapi Karyaku!!
Maaf bila ada Typo😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Andrea.NL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

What Is Your Real Name

Tcring!

Lonceng dari pita merah itu kembali berbunyi dan bersinar membuatku terus penasaran. Perlahan aku berjalan menuju ranjang tidurku dan meraih pita merah itu, tak lama muncul sebuah tulisan pada pita merah itu.

“Welliam Cornelis Lorddark’s.”

“Kau memanggilku?”

DEG!

Aku menoleh gusar kearah belakang, menatap sosok hitam berdiri dibalik gorden jendela yang berkibar denga kasar.

Tak ada yang bisa kulihat dari wajahnya, hanya kilatan mata merah yang kian semakin menderang membuat tubuhku sukses menegang ketakutan, sebenarnya sosok apa itu?

Ia mulai bergerak, sosok itu mencoba mendekatiku. Siapa pun dia aku harus melarikan diri, tapi.., sial! Tubuhku tak dapat kugerakan aura membunuh yang dikeuarkan sosok menyeramkan itu terlalu megerikan.

Oh siapa saja tolong ak---tunggu, aku ingat, dibawah bantal selalu kuselipkan belati pisau milikku, untuk jaga-jaga kalau saja kejadian seperti ini terjadi. Walau sebenarnya untuk maling sih.

Aku melirik kearah bantal, bagus sepertinya jarakku tidak terlalu jauh. Aku harus cepat sebelum Sosok itu menyadari ren--

“He?”

Di-dia sudah di depanku? Secepat itu? tubuhku benar-benar menegang ketakutan. Bibirku terasa menjadi kelu untuk bersuara, sebenarnya apa salahku hingga makhluk menyeramkan ini menghantuiku?

Selama hidupku aku tidak pernah memusingkan hal-hal yang berbau mistis, jika memang ada ya sudah selama kita tak menggangu kurasa akan aman.

‘Kurasa..’

Aku memejamkan mataku saat tangan kekarnya mengelus kepalaku lalu memainkan suraian rambut hitamku.

Aku memberanikan diri untuk melihatnya, cahaya rembulan kembali bersinar setelah bersembunyi dari balik awan malam. Membuat wajah parasnya terlihat dengan sangat jelas.

“Si-siapa kau?”

“Aku? Bukankah kau sudah memanggil namaku, Honey.”

“He? Aku tidak memanggilmu.”

Sosok itu diam dengan wajah datarnya yang begitu dingin. Ia mendorongku dengan sedikit kasar membuatku jatuh tertidur diatas ranjang.

Sekarang sosok itu berada diatas ku dan mengunci semua pergerakan ku, bahkan bisa kurasakan pergelangan tanganku begitu sakit. Apa, apa yang ingin dia lakukan kepadaku?

“Akan kubuat kau selalu mengingat namaku!”

“Lepaskan!”

Aku berusaha memberontak tapi usahaku sia-sia dia terlalu kuat untuk kuhadapi. Sekarang bagaimana caraku bisa melepaskan diri.

“Apa yang kau inginkan dariku?”

“Kau.”

“Aku? Maksudmu?”

“Aku sudah bilang kau harus menjadi milikku!”

Suara ini, aku ingat dia pemuda yang ku temui di tempat aneh itu.

“Aku tidak mau! Sudah kubilang juga, aku tidak akan sudi!”

“Jaga bicaramu! Dengar, kau adalah milikku, gadisku, dan kau hanya boleh menjadi Ratu untuk ku!”

Apa? Pria ini sudah gila, bagaimana bisa dia menyatakan bahwa aku miliknya, padahal kami baru bertemu. Tidak bisa aku tidak boleh berurusan dengannya.

“Aku bukan milikmu!”

Sret...

“Akh!”

Aku meringis sakit saat kedua tanganku disatukan keatas dan digenggam kuat olehnya. lalu tangan kanannya mencengkram ke dua pipiku. Matanya kembali berkilat membuat nyaliku menciut, argh! Kenapa jadi seperti ini.

“Kau memang milikku dan selamanya akan tetap bersamaku, Honey! ”

“Aku bukan Honey, namaku Megum—“

“BUKAN! Kau juga bukan Megumi, itu bukan namamu!”

“...............”

“Aku tahu, kau pun tidak suka dipanggil seperti itu, beri tahu namamu!”

Ba-bagaimana dia—apa dia tahu masa laluku? Itu tidak mungkin. Pasti dia mendengar dari pelayan tadi.

“Kau tidak perlu tahu!”

“Katakan! Atau kau akan menyesalinya!!”

Bibirku bergetar, tubuhku merespon tatapan membunuhnya, aku menegang takut saat pria dihadapanku menunjukan dua taring putih yang begitu meruncing sangat tajam.

Siapa dia sebenarnya?

Aku membulatkan mataku saat dia membuka lebar piyama tidurku, membuat pundak porselinku terekspos dengan sangat menggoda.

Tid—tidak mungkin, apa dia...dia ingin membunuhku? Air mataku berlinang akibat rasa takut yang sudah mengejutkan jiwa dan ragaku.

“Lepaskan aku..”

“Aku tidak akan pernah melepaskanmu!”

Dia mulai mendekatiku. Aku tersentak takut dan bingung saat bisa kurasakan ujung taringnya menyentuh kulit leherku, bersiap untuk menusuk dengan sangat dalam. Tidak! Dia tidak boleh melakukannya.

“Hiks.., Aletha. Na-namaku..hiks, Aletha Wisteria..hiks.”

Aku memejamkan mataku, membiarkan air mata menuruni pipi lalu jatuh tepat dikullit yang hampir saja terluka akibat gigitannya.

Sosok itu berhenti lalu menatapku dengan diam. Tubuhku sangat gemetaran menahan rasa takut, dia menghapus air mataku lalu menyentuhkan keningnya dengan keningku.

Kubuka mataku menatap mata birunya yang sangat indah, tatapan dingin tadi telah berubah menjadi rasa nyaman dan hangat.

Perlahan aku mulai merasa tenang, derai nafasnya begitu sangat hangat. Meski tubuhnya terasa dingin seperti mayat, meski kulitnya pucat pasi itu tidak menutupi fakta bahwa sosok ini memiliki karisma tampannya sendiri.

“Aletha. Nama yang cantik untuk sebutan Ratuku!”

Kriet..

“Nona..”

“TIDAK!!!!!”

Aku membuka mataku sembari terbangun, nafasku terburu-buru dan jantungku berdetak dengan cepat. Selama satu menit aku diam mencoba memahami kondisi sekarang.

“Anda baik-baik saja, Nona?”

Aku melihat kedua pelayan rumahku yang sedang menatap bingung kepadaku.

“Kenapa kalian ada disini, dimana sosok itu?”

“So..sok? Maaf Nona kami tidak melihat siapa pun disini.”

“Ada, sosok itu punya mata marah dengan dua tar---em.., lupakan. Kalian menggangu tidurku.”

“Tidur? Nona sekarang sudah jam 3 sore. Apa semalam, Nona begadang mengurusi berkas Perusahaan?”

Tiga? Sore? Aku melihat jam di dinding yang menunjukan jam 15.24 sore. Kulihat seluruh lingkungan kamarku tak lupa melihat keluar jendela juga, dan memang hari sudah sangat terang.

Ada apa ini bukankah tadi seharusnya sosok itu..., tunggu apa semuanya hanya mimpi? Tapi rasanya begitu nyata?

“Akh! Kepalaku pusing, sepertinya aku harus pergi ke psikiater.”

“Nona and----“

“Aku baik-baik saja, tinggalkan aku sendiri.”

Kedua pelayan itu berjalan keluar kamarku. Aku memijat pelan kepalaku yang sudah sangat pusing dengan semua yang terjadi kepadaku.

“Nona maaf, itu ada yang ingin saya katakan.”

“Apa?”

“Em, itu...Nona, itu.....”

“Itu Apa?!”

“Di-dileher Nona ada tanda me-merah..” ucap pelayan tadi dengan sedikit bersemu merah.

Tanda? Aku berlari menuju meja riasku, melihat pantulan diriku dari cermin besar dihadapan ku. OH KAMI-SAMA! Apa-apaan ini, ada banyak sekali bekas gigitan kecil di..di—Argh! Pasti sosok itu yang melakukannya.

Bagaimana ini, apa dia melakukan hal lebih terhadapku juga?

“Nona?”

“Iya! Em.., jangan salah paham, ini..ini tanda aku sedang alergi suhu. Kamar ini begitu panas sekali, tubuhku sangat gatal mungkin aku harus mandi dulu.”

Kedua pelayan itu saling bertatapan dengan bingung, tentu saja pasti bingung. Aku yang biasanya terlihat dingin dan tenang, tiba-tiba saja berubah menjadi gupek dan sedikit salting.

“Kenapa kalian diam? Pergi, aku ingin mandi!”

“Ba-baik, Nona.”

Aku terduduk lemas dilantai saat pintu kamarku tertutup. Oh semua ini membuatku gila!

“Kau lihat tanda itu? aku yakin semalam Nona pasti bercumbu dengan kekasih rahasianya.”

“Shutt! Kau ini kebiasaan sekali. Nona bisa mendengar ucapanmu.”

“Ish, iya iya..."

“Bagus! Sekarang aku sudah menjadi bahan gosip dikediamanku sendiri!”

1
lily
Daebak top top top
lily
jngan sampe keguguran oh tidak
lily
emang bner jangan terlalu memanjakan anak jdinya gitu haish lucy
lily
makin tegang menuju perang
lily
aletha semngt, Willian ayoo jemput istri mu
lily
buset dah ujiannya sulit banget melebihi. UN 20 paket 🤣
lily
jangan bilang ini smcam ritual apa itu crystal yg terakhir
lily
seper sekali,,, mengunggu kpan anaknya aletha meluncur haha
lily
wuahhh daebak,,, adik kndung pun juga ada yg sprti itu di dunia nyata
lily
Will lindungi istrimu
lily
semngt papa fedrick 😂
lily
hah mending dihabisin saja tu si harlie
lily
sweet banget William
lily
masih penasaran
lily
mending di awal aja hatlie langsung di bnuh gaak usah dengerin ortunya
lily
sweet banget sih
lily
eh udah mulai ada rasa
lily
ternyta belum berakhir perangnya dipending dlu
lily
fredick Bantulah anak mu itu
lily
wawwwwww
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!