Sinopsis : Kisah seorang wanita juara taekwondo ,silat dan kungfu dalam mencari cinta sesungguh nya dari pria yg jadi idaman nya .
gagah dalam berjalan hingga di sebut wanita gagah dan berani .
ia di kelilingi oleh banyak lelaki tetapi tak satu pun ia pilih sebab menurut nya belum cocok dan pas tuk menjadikan sosok seorang suami bagi nya.
terutama teman semasa kuliah nya yg begitu mengejar ngejar selalu sampai membuat nya risih sebal dan kesal
mampukah ia menemukan sosok idaman nya??"
simak di novel satu ini .karya asli bukan plagiat karna akan berbeda dari yg lain .
jika suka beri dukungan nya dan komen .
selamat membaca , ikuti terus sampai end .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon delita bae, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
ep 3 " lelaki asing
Di sebuah hotel tampak seorang lelaki berseragam kerja .sedang membersihkan sela sela setiap sudut kamar .itu
dengan wajah penuh peluh mengalir ia tetap fokus membersihkan sampai kinclong .demi mencari biaya tuk mengobati sang kakak yg keterbelakangan .
tak hanya itu ia juga bekerja sebagai penjual buah yg ia ambil dari perkebunan milik teman almarhum ibu nya .
Pulang dari hotel ia langsung mengambil buah itu tuk di jual ke para pelanggan pasar .
benar benar pekerja keras demi memenuhi kebutuhan sang kakak dan bapak nya.
dia adalah Ervino Amir Zainal ( 26) seorang pekerja keras yg bekerja dengan paruh waktu demi mendapatkan uang tuk mengobati sang kakak .
lahir dari pasangan Amir Zainal dan Fira Anita .
Fira sang ibu telah tiada karna sakit .jadi dia dan sang kakak anak yatim .
ia lahir dari keluarga sederhana tak kaya tak miskin jadi sedang.
Walau demikian ia tetap menerima dengan bahagia .
kakak nya bernama Evran Amir Zainal .( 28)
Di hotel itu ia sudah beres dan segera pulang karna waktu sudah menunjukan jam tuk pulang.
Ia berjalan kaki menuju rumah karna tak punya kendaraan.
Kebetulan rumah nya dekat dengan hotel.
Sampai lah di rumah .
Tok tok tok " ketukan pintu pun terdengar
" masuk nak" Amir sang bapak
" iya makasih pa aku mau mandi" Ervino mencium tangan nya
" vin vin vin udah udah datang datang" Evran menghampiri dengan jalan yg tak beraturan
" iya kak udah aku mau mandi dulu " Ervino mencium nya.
" iya iya iya " Evran duduk sambil tersenyum
Ervino pun menuju kamar nya tuk mengambil handuk
" nak kasihan adik mu yg bekerja keras untuk kita " Amir memberikan pundak nya
" iya iya iya aku aku tak tak bisa bisa membantu membantu " Evran sedih
" iyah bapak juga cuma kerja jadi satpam " Amir mengelus nya
" udah tidak papa kok aku ikhlas walau tubuh ku rasanya remuk " Ervino menghampiri dengan wajah segar
" iya tapi kami kasihan pada mu nak" Amir mengelus nya sambil memijit kaki nya.
" aku senang kok hidup seperti ini diriku janji tak akan menikah sebelum perekonomian kita stabil " Ervino mencium kedua nya
" makasih makasih ya ya harus harus nya kakak kakak yg yg bekerja bekerja" Evran mencium nya
" iya kak tidak papa aku ikhlas demi kau dan bapak " Ervino memeluk kedua nya.
Sementara di rumah ,Evita sedang duduk makan bersama
" bibi nanti kita main ya" Reza makan sambil menatap mata nya
" iya sayang habiskan dulu aja makanan mu" Evita mencium nya
" benar tuh nanti tersedak " Reid merapihkan rambut nya .
" iya dad aku mau makan lagi" Reza tersenyum
Ervino akan menjadi cinta sejati dari Evita .karna Evita suka dengan tipe yg pekerja keras seperti Ervino .
Cinta mereka akan di uji oleh ketidak sukaan Kevran yg masih berharap tuk bersama Evita.
Evita awal nya menolak tapi ia menerima nya dengan terpaksa karna pertemuan keduanya terjadi karna ketidak sengajaan .
Ervino merasa tak pantas tuk menjadi pendamping dari Evita karna ia sadar betul akan siapa sebenarnya hanya bekerja sebagai karyawan hotel dan penjual buah sementara Evita putri orang berkecukupan
tetapi ia bisa meyakinkan bahwa Ervino adalah cinta seutuh nya yg selama ini ia cari .
Kembali pada Ervino yg sedang duduk bersama Evran dan Amir
" pa aku habis ini mau ke kebun pa Yanwar ya " Ervino
" jangan sekarang besok aja bapak ga mau kau sakit karna kerja terus " Amir mengelus tangan nya"
" tapi aku mau mengumpulkan biaya tuk mengobati kakak" Ervino menatap nya
" udah istirahat aja kau udah kurus takut nya kau yg sakit " Amir mengelus kaki berbulu itu
" iya iya benar benar kakak kakak tak tak mau mau kau kau sakit sakit " Evran menyandar ke pundak sang adik
" ya udah deh aku akan menuruti permintaan kalian " Ervino mencium Evran.
" makasih ya nak , kau mau bekerja keras membantu bapak " Amir memeluk tubuh kurus Ervino .
" iya pa , ini udah jadi tanggung Jawab ku juga dalam membantu perekonomian keluarga" Ervino mencium pipi Amir .
Amir hanya diam terharu melihat sang putra yg begitu besar tanggung jawab nya.