NovelToon NovelToon
Sistem Penguasa Sekolah

Sistem Penguasa Sekolah

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Action
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: Notdrick

"Woy sampah rendahan."

"Sampah? Sampah? Sampah seperti ku masih bisa di daur ulang, tapi sampah seperti mu pantasnya dihancurkan."

Juna Adiwiyata hanya siswa beasiswa yang datang dengan tangan kosong ke Akademi Arcapolis—sekolah elite tempat nama keluarga menentukan siapa yang berhak menunduk dan siapa yang berhak menginjak.

Di sana, tidak ada yang peduli seberapa keras kau belajar. Yang ada hanya empat faksi, empat Raja, dan satu aturan tak tertulis: yang lemah akan diinjak sampai lupa cara berdiri.

Juna pernah jadi bagian dari yang lemah itu. Dihina, dipukuli, diseret ke gudang gelap sampai tubuhnya nyaris tak bernyawa—sampai malam itu, sebuah sistem bangkit dari titik matinya sendiri dan mengubah segalanya.

Bukan sistem yang memberi kekuatan cuma-cuma. Sistem yang mengukur kekuasaan.

"Aku bangkit bersama orang-orang terbuang, dan akan menghancurkan mereka yang membuang"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Notdrick, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20

Malam itu, Juna dikejutkan oleh ketukan panik di pintu kamarnya, tiga kali berturut-turut dengan jeda yang terlalu pendek untuk terdengar tenang. Begitu pintu terbuka, ia mendapati Gery berdiri dengan bahu dipapah oleh Kevin, wajah keduanya penuh luka baru yang jauh lebih parah dari sebelumnya.

Bibir Gery pecah, darah kering menempel di sudut mulutnya, salah satu matanya membengkak hingga hampir tertutup sepenuhnya. Kevin memegangi rusuknya sendiri, wajahnya meringis kesakitan setiap kali mencoba bernapas dalam, langkahnya terseok-seok seolah setiap gerakan kecil terasa seperti siksaan.

"Apa yang terjadi?!" Juna langsung menarik keduanya masuk, matanya menyapu cepat setiap luka yang tercetak di tubuh mereka, dari lengan yang lebam kebiruan hingga kaki yang terlihat sedikit pincang.

"Mereka nungguin kita di parkiran sepeda," Kevin menjawab dengan suara tercekat, meringis menahan sakit di rusuknya. "Enam orang sekaligus. Kita nggak sempat lari, langsung dikepung dari segala arah."

"Mereka mukulin kita bergantian," Gery menambahkan, suaranya nyaris berbisik karena bibirnya yang bengkak membuatnya susah bicara jelas. "Sambil bilang, ini titipan dari raja mereka. Katanya, biar kamu makin cepet keluar dari persembunyian."

"Salah satu dari mereka sempet motret kita juga," Kevin menambahkan, meringis menahan sakit saat mencoba duduk di kursi kamar Juna. "Katanya buat dikirim ke Kaisar, biar dia tau misinya berhasil."

Juna menatap luka-luka itu satu per satu, rahangnya mengeras semakin dalam, tangannya terkepal erat hingga buku-buku jarinya memutih. Sesuatu yang panas dan gelap mulai membakar dadanya, jauh lebih besar dari amarah biasa yang pernah ia rasakan sebelumnya.

'Mereka menyakiti orang-orang yang aku lindungi,' batinnya, giginya bergemerutuk pelan. 'Cuma buat mancing aku keluar. Sialan, sialan, sialan.'

[Misi Baru Tersedia]

[Pecahkan Kepercayaan dalam Hierarki Bully]

[Hadiah: Kenaikan Kepercayaan Bully secara Bertahap]

Panel biru itu berkedip di sudut pandangannya, namun kali ini Juna hampir tidak memperhatikannya, terlalu larut dalam amarah yang membakar dadanya untuk sekadar membaca detail hadiah yang ditawarkan.

Ia mengambil kotak obat dari lemari, membalut luka-luka Gery dan Kevin dengan gerakan cepat namun teliti, meski tangannya sendiri bergetar menahan amarah yang membuncah. Setiap kali kapas yang dibasahi antiseptik menyentuh luka terbuka, Gery meringis pelan, namun tidak sekali pun mengeluh atau meminta Juna berhenti.

"Kalian tunggu di sini malam ini," Juna berkata sambil membereskan kotak obat, "biar aku yang tidur di lantai. Aku nggak mau kalian jalan lagi malam-malam kayak gini."

"Kamu sendiri gimana?" Gery bertanya, matanya masih basah menahan tangis yang tersisa. "Kamu juga kecapean gara-gara Ben kemarin, terus sekarang kepikiran kita juga."

"Aku baik-baik aja," Juna menjawab pendek, meski luka-luka lama di tubuhnya sendiri masih terasa nyeri setiap kali ia bergerak terlalu cepat.

"Aku bakal urus ini," ucap Juna pelan setelah selesai membalut luka terakhir di lengan Kevin, suaranya rendah dan berat, sarat dengan kemarahan yang ditahan mati-matian. "Kalau kalian memang ingin bertarung, aku akan meladeni kalian, sialan..."

Gery menatapnya dengan mata sembab, sedikit takut melihat sisi Juna yang baru saja muncul, sisi yang jauh lebih dingin dan berbahaya dari yang pernah ia lihat sebelumnya, bahkan lebih dingin dari saat Juna menghajar dua anak Bully di lorong beberapa minggu lalu.

"Juna, jangan gegabah," Gery mencoba mengingatkan, suaranya bergetar. "Mereka banyak orang, dan kamu belum sepenuhnya pulih dari yang kemarin. Lukamu masih banyak yang belum kering."

"Aku tahu," Juna menjawab tanpa menoleh, matanya menatap kosong ke arah jendela kamar yang gelap, memantulkan bayangannya sendiri yang penuh luka. "Tapi kalau aku diam aja, mereka bakal terus nyakitin kalian berdua sampai kapan pun. Aku nggak bisa biarin itu terjadi lagi."

Ia berdiri, mengambil jaketnya yang tergantung di kursi, gerakannya penuh tekad yang tidak bisa dibendung lagi oleh siapa pun di ruangan itu, meski Kevin dan Gery saling bertukar pandang cemas, tidak yakin apakah keputusan itu benar-benar bijak untuk diambil malam ini.

"Setidaknya tunggu sampai pagi," Kevin mencoba sekali lagi, suaranya masih menahan sakit di rusuknya. "Kalo kamu maksa keluar malam ini, sendirian, itu sama aja kayak jalan ke perangkap yang mereka pasang sendiri."

Juna terdiam sejenak di ambang pintu, mempertimbangkan kata-kata itu meski amarahnya masih membara.

"Oke," ucapnya akhirnya, menghela napas panjang. "Aku tunggu sampai pagi. Tapi begitu ini kelar, aku janji Kaisar bakal nyesel udah manfaatin kalian berdua."

Ia meletakkan kembali jaketnya di kursi, lalu duduk di lantai bersandar ke tembok, menjaga kedua sahabatnya yang perlahan mulai tertidur meski wajah mereka masih menyisakan bekas ketakutan yang belum sepenuhnya hilang.

1
NayiRiyyy
"Alur yang mungkin Anda kenal"🤭
Notdrick: iya kak🤣
total 1 replies
Riyyyyyyy
ada lolinya gak thor?
Riyyyyyyy: asiiik😍 ingat pepatah, banyak loli banyak rezeki🤭
total 2 replies
Notdrick
Bukan novel BL yahh /Hey/
Feri
novel baru lagi,bisa tamat gak ini/Sly/
Feri: ku tunggu ya/Sly//Sly/
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!