NovelToon NovelToon
SANTANA MILIK SENJANA

SANTANA MILIK SENJANA

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Crazy Rich/Konglomerat / Romansa Fantasi
Popularitas:125
Nilai: 5
Nama Author: little ky

Kisah cinta yang tak usia saat masih berseragam abu-abu, akankah bisa terjalin kembali? Disaat keduanya sudah tak lagi sama, namun hati tak bisa dibohongi, cinta mereka nyatanya masih ada.
Namun, disaat cinta kembali mengalahkan logika, keadaan justru menyudutkan keduanya.
Akankah SANTANA masih bisa menjadi milik SENJANA?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon little ky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Putih abu-abu

Langkah kaki mungil itu dipaksa berlari menelusuri lorong sekolah. Tanpa peduli pandangan siswa lain yang memandangnya aneh. Ditengah lautan siswa yang tengah merayakan hari kelulusan, lain dengan seorang siswi cantik yang justru tidak ada gurat bahagia di wajahnya yang cantik itu.

Senjana Radiyaksa, siswi yang meraih nilai tertinggi seangkatan. Yang parasnya begitu cantik mirip boneka Barbie, kulitnya putih, rambutnya bergelombang, pipinya tirus, namun terdapat lesung pipi. Yang juga merupakan Putri tunggal keluarga Radiyaksa yang merupakan salah satu jajaran keluarga berpengaruh di negara ini.

Senjana yang terkenal selalu ceria dan selalu bisa mencairkan suasana, pagi ini justru terlihat begitu panik berlarian menelusuri lorong sekolah. Kepalanya menengok ke kanan dan kiri, berusaha untuk menemukan seseorang yang tengah dicarinya. Seseorang yang sudah Senja, panggilan akrab Senjana, anggap sebagai orang penting dalam hidupnya.

" Hasan.. Wait.. Tunggu dulu!!! " suara lengkingan Senja, memanggil salah satu siswa yang merupakan teman sekelasnya.

" Lo.. lo.. tahu dimana San? " tanya Senja terbata karena nafasnya ngos-ngosan.

" San? Maksud lo Satan? " Senja mengangguk cepat.

Hasan terkesiap, tidak biasana Senja diam saja saat San dipanggil Satan oleh teman-teman sekelasnya. Senja yang biasanya akan mereog, bahkan mengajak gelud siapa saja yang memanggil San dengan panggilan Satan.

" Lo.. kok nggak marah sih, Sen? " heran Hasan.

" Kali ini gue nggak sempet marah.. Sekarang jawab gue, Lo ada lihat San kagak? "

" Tuh.. Dia lagi di belakang sekolah. Tadi gue liat dia jalan ke arah sana habis liat nilai di papan pengumuman... " Hasan menunjuk ke arah taman di belakang sekolah yang biasa digunakan anak-anak nongkrong.

" Gila ya lo berdua.. Yang satu juara satu yang satu juara dua. Apa-apa lo berdua yang embat, kita kebagian apaan dah? Lo cantik, San ganteng. Duh.. Duh... Hei!!!! Senja, gue belom selesai ngomong.... " teriak Hasan diujung kalimat saat melihat Senjana main kabur saja tanpa peduli padanya.

" Ck.. Kebiasaan... "

" Eh tapi... mereka berdua kagak marahan kan? Ya kali mereka marahan. Romeo Juliet aja minder lihat mereka.. Hihihihi... "

******

Huft...

Helaan nafas gusar keluar tanpa bisa dicegah. Suasana hatinya buruk, tepatnya sejak semalam saat tanpa sengaja dia bertemu dengan seseorang yang selama ini sangat dia hormati. Tapi sejak semalam, yang ada hanya rasa benci dan dendam.

Apakah bisa dia membalas semua itu, disaat yang membuatnya menggila sejak semalam ternyata adalah seseorang yang sangat berpengaruh dalam. hidup gadis yang dia cintai?

" Bang***... " umpatnya.

Dia pun mengusap wajah tampannya, berusaha untuk meredam emosinya. Berusaha untuk memantapkan sesuatu yang sudah dia putuskan. Sesuatu yang akan merubah semua dalam hidupnya. Bahkan bisa saja melukai satu-satunya gadis yang dia cintai.

" Maaf Jana.. Gue nggak bisa terus-terusan begini.. Gue.. nggak bisa.. "

" Nggak bisa apa? Lo kemana aja sih San? Gue lari-lari cari lo kemana-mana nggak tahunya lo duduk mojok di.... si-ni... " Senjana tak melanjutkan ucapannya saat Santana, cowok yang dia kencani sejak kelas 2 SMA tahu-tahu memeluknya.

" San.. "

" Diem.. Gue mau ngomong penting tapi plisss, jangan benci gue setelah ini.. " bisik Santana sangat lirih. Kalau mereka tidak sedang berpelukan, Senjana yakin dia tidak akan bisa mendengarnya.

" Ada apa? Lo kenapa? "

" Kita putus ya?? Gue nggak bisa terus sama lo. Gue bisa manfaatin lo demi balas orang itu, dan gue nggak suka. Gue nggak mau... "

Dahi Senjana berkerut dalam, hatinya tiba-tiba tidak nyaman, " Maksud lo apa? Kenapa minta putus? Manfaatin apa sih? Gue nggak ngerti, dan pliss ngomong yang jelas, San. "

Tanpa menjawab semua pertanyaan Senja, Santana melerai pelukan keduanya dan bergegas meninggalkan Senjana.

" Nggak usah cari tahu apa yang terjadi. Nggak usah kejar gue, karena setelah ini kita nggak akan ketemu lagi.. Satu yang harus lo tahu, selamanya gue cinta elo.. " Santana langsung pergi.

" Kalau cinta gue kenapa lo putusin gue? San... San.. Santana!!!!!! "

SANTANAAAAAAAAA!!!!!

GUBRAK..

" Shit!!!! "

" Ih.. Ante Senja ngomong kasal.. Aku aduin papap lho... " suara cedal anak perempuan membuat Senjana langsung tersadar.

" Ha.. ru.. ka.. " mata Senjana berkedip kencang. Dirinya tersadar dia baru saja tertidur saat tengah bekerja.

Matanya awas menatap sekeliling, takut jika bos besar yang mulutnya pedas boncabe level seratus itu ada di sekitar tempatnya. Masalahnya ini bule kicik tidak pernah jauh dari si PAPAP, karena begitu lengket macam lem dengan Angkara Antasena. Bos besar Senjana, CEO Liquor Group.

" Ante cali papap ya? " tanya Haruka.

" Ya iyalah.. Kamu ke sini sama siapa? Biasanya kan lengket sama papap kek ingus sama tisu. Kok ini disini sendirian? " ujar Senjana asal jeplak. Wajah Haruka sudah masam, lantaran dikatai ingus olehnya.

" Halu bukan ingus ya ante.. Halu ini anak papap yang paling cantik. " kesal Haruka sudah ada di level 1.

" Ya iyalah Halu paling cantik. " ujar Senjana mengikuti Haruka menyebut namanya sendiri, " Kamu kan anak papap satu-satunya. Nggak ada saingannya. " setelah mengatakannya Senjana ngakak sejadinya.

Hobinya saat stres karena pekerjaan adanya menggoda putri bosnya ini. Salah sendiri bapaknya suka bikin Senjana sakit kepala.

" Ih... Ante ngeselin.. Halu kasih tahu papap nih!! " Haruka sudah prengat prengut.

" Kamu ngisengin anak saya lagi, Sen.. " nah lo, bapaknya datang.

" Mana ada pak? Mana saya berani, bapaknya aja galak kek anda. " sanggah Senjana masih asal jeplak.

Angkara melotot tajam, kesal, emosi tapi kalau sekretaris gendengnya ini ditanggapi, sudah pasti Angkara bakalan jadi langganan dokter penyakit dalam.

Pletak..

Alis Senjana menukik, dilihatnya aneh kunci mobil milik bos besarnya yang diletakan tepat di depannya.

" Bapak kasih saya mobil? " tanyanya tak tahu diri.

" Ngarep kamu!! " Angkara mendelik kesal.

" Pakai itu mobil saya, trus jemput Miyara di bandara!! "

" Nggak usah banyak tanya, cepet sana!! " sambar Angkara yang sudah tahu kalau sekretarisnya ini akan menyanggahnya.

Sungguh sial hidupnya, dikelilingi wanita-wanita gila sepanjang hidupnya. Mamanya saja sudah luar binasa aneh dengan segala ide-ide dan hobi yang bikin dia sakit kepala. Malah ketemu jodoh bule asal Jepang yang pandai membuat kepalanya pusing tujuh keliling karena keinginan aneh bin ajaibnya.

Jangan lupakan putri kecilnya, yang selalu memindahkan sekolah ke kantornya dengan alasan ingin sekolah sama papap. Tambah pusing lagi kalau wanita-wanita di keluarganya ini combo dengan adiknya yang manja minta ampun, cerewet dan gila.

Sekarang, tepatnya sejak 5 tahun lalu, dia harus mendapatkan sekretaris gendeng yang mulutnya asal jeplak, tidak ada takut-takutnya dengannya, selalu membantah, ceroboh, tapi harus Angkara akui kalau yang paling lama dan betah menjadi sekretarisnya hanyalah Senjana.

" Ya Tuhan.. Jangan sampai saya harus jadi pasien dokter penyakit dalam lagi gara-gara tensi saya naik drastis.. "

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!