NovelToon NovelToon
GARIS DEPAN ( Misi Senyap )

GARIS DEPAN ( Misi Senyap )

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Kehidupan Tentara / Cintapertama
Popularitas:4.7k
Nilai: 5
Nama Author: Bojone_Batman

Penugasan di medan perang adalah hal biasa. Namun, menghadapi pengkhianatan di dalam barak asrama dinasnya sendiri adalah pertempuran yang tak pernah ia duga.

Ketika ia memergoki lettingnya sendiri menelantarkan dan menyakiti seorang wanita di sudut pangkalan militer akibat hasutan keluarga, naluri pelindungnya bangkit. Dalam sebuah tindakan nekat demi menyelamatkan kehormatan sang wanita, ia mengambil alih takdir itu. Ia membawanya pergi, melindunginya di garis depan hidupnya, dan menikahinya.

Di bawah naungan seragam lorengnya, ia memulai misi paling rahasia dalam hidupnya.. Menyembuhkan luka batin gadis itu, namun, ia harus menghadapi dendam dari rekan satu lettingnya, dan mencintainya setulus hati tanpa syarat.

Sebab di garis depan hatinya, keselamatan wanita itu adalah perintah mutlak haram untuk gagal.

KONFLIK.. SKIP bagi yang tidak sanggup.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bojone_Batman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

10. Ribut asal usul anak.

"Mohon ijin.. Brigjen, Danyon, senior dan rekan sekalian. Saya sungguh menyesali kejadian ini, saya baru menyadari ada kesalah pahaman yang terjadi. Awal dari permasalahan ini adalah, Ibu saya." Ia mencoba menata perasaan nya. "Jujur.. Sebenarnya Anjani Pramudhita adalah gadis yang saya cintai. Dulu.. Saya sengaja mengambilnya dari pelukan Letnan Oscar, tapi karena kesalahan saya juga, saya kehilangan wanita yang paling saya sayangi."

Mendengar Bang Samuel mengatakan demikian, Pitta merasakan kesedihan yang teramat sangat.

Semua orang tertegun merangkai cerita yang seakan putus tanpa jalur. Suasana ruangan menjadi sunyi senyap, hanya terdengar napas berat para anggota yang hadir. Pitta menunduk, tangisnya meleleh. Pak Dante memejamkan mata sejenak, menahan sesak di dadanya melihat putra keduanya terlibat perselisihan yang begitu rumit.

Danyon menarik napas panjang, lalu berbicara dengan nada tenang namun tegas. "Mohon ijin, Brigjen.. Melihat situasinya, kejadian ini bukanlah perselisihan intern biasa, tapi akhirnya menyangkut kedinasan. Kedua Letnan sama-sama bersalah dan kedua Letnan setidaknya harus menjalani proses 'sidang sanksi kode etik' yang berlaku."

Pak Dante mengerti, beliau pun menarik nafas panjang lalu membuangnya perlahan. "Silakan, saya kawal sidangnya sampai selesai."

Sementara sidang intern mereka di tunda. Bang Oscar membantu Pitta untuk beranjak dari duduknya. Saat akan keluar dari ruangan, Bang Samuel menghampirinya.

"Boleh saya bicara dengan Pitta??" Dengan suara rendah dan sopan Bang Samuel meminta ijin pada sahabatnya.

Bang Oscar mengarahkan Pitta untuk duduk kembali, ia mengijinkan Pitta berbicara dengan pria yang sudah membuat akar semua masalah ini.

Siapa sangka Pitta menarik tangan Bang Oscar, dia tidak ingin pria itu meninggalkannya sendirian disana.

"Bicaralah kalian berdua, semua akan baik-baik saja, Abang tunggu di luar." Kata Bang Oscar, tapi Pitta yang ketakutan benar-benar tidak mau Bang Oscar meninggalnya. Bang Oscar lalu berjongkok, menatap kedua bola mata Pitta agar istrinya itu bisa sedikit lebih tenang. "Pasti ada hal yang sifatnya pribadi dan harus kalian selesaikan. Abang nggak masalah, Abang percaya sama Pitta."

Pitta menggeleng, ia terus mendekap lengan Bang Oscar. Pitta memang diam, tapi wajahnya yang pucat, tangannya yang dingin dan juga tubuhnya yang gemetar sudah menunjukan betapa gadis itu begitu ketakutan jika harus berhadapan dengan Bang Samuel.

"Di hadapan Oscar saya berjanji, tidak sedikit pun saya menyentuh kulitmu. Saya hanya ingin bicara dari hati ke hati." Kata Bang Samuel.

"Nggak mau, nggak mauuuuu..!!" Pitta sampai menarik pakaian Bang Oscar agar punggungnya bisa menutupinya.

"Lebih baik kau disini saja, Oscar. Hanya beberapa poin masalah saja yang ingin saya bicarakan." Ujar Bang Samuel.

Tanpa ekspresi apapun, Bang Oscar mengusap puncak kepala Pitta. Ia lalu melangkah dan menepuk bahu sahabatnya dan keluar dari ruangan.

"Abaaaang.. Nggak mau..!!! Pitta nggak mau bicara sama Bang Sam. Pitta mau ikut Abang..!!!!!"

"Pittaaa..!!!!"

"Pitta nggak mau dengar apapun lagi, Pitta benci Abang..!!!! Pernahkah selama kita bersama Abang melindungi Pitta??? Abang hanya percaya apa kata Ibu. Apa Abang tau kalau Baron pernah memukul Pitta??? Laki-laki itu hampir melecehkan Pitta tapi Abang tidak juga percaya." Pekik Pitta.

Hati Bang Samuel bagai tertusuk duri. Pitta pernah mengadukan hal ini padanya, tapi saat itu, ia memang tidak percaya perkataan Pitta sebab ibunya selalu 'meracuni' pikirannya.

"Abang minta maaf, ya. Abang sungguh minta maaf. Abang salah, Abang memang suami yang tidak bertanggung jawab." Bang Samuel mulai tersadar dan mengakui kesalahannya. "Abang juga memohon maaf jika selama bersama Abang, kamu tidak pernah bahagia. Abang tidak memberimu nafkah lahir yang layak, juga tidak memberimu nafkah batin yang seharusnya menjadi hak mu. Fitnah dari ibunya Abang membuat Abang tidak mempedulikanmu. Tapi satu yang ingin Abang tanya, pernahkah kamu di sentuh pria lain saat kita bersama, dan tolong katakan apakah saat ini kamu benar-benar hamil atau hanya sekedar menggertak saya??"

"Tanyakan saja sendiri pada Bang Oscar, beliau yang lebih bisa menjawab di banding Pitta..!!" Jawab Pitta.

...

"Nggak tau Ma, Pitta hanya betul merasakan benar-benar di audit Abang." Ujar Pitta dengan polosnya saat Mama Dilan menemaninya.

"Yang pertama???" Mama Dilan memang harus bertanya keabsahan semua peristiwa yang terjadi.

"Abang.. Mepet-mepet aja sambil nyolek dikit, Ma." Jawab Pitta.

Pak Dante yang mendengarnya sampai meraup wajahnya. Beliau sampai resah merasakan kepolosan menantunya. Bersama Bang Yudhistira, beliau mengawasi kedua Letnan yang sedang duduk berhadapan dari jarak jauh namun tetap waspada.

Disana Bang Yudhistira hanya bisa sekuatnya menahan senyum mendengar semua pengaduan Pitta pada Mama Dilan.

Asap mengepul di udara, Jaguar terus menatap Letnan Samuel, aura itu nampak sungguh mematikan.

"Saya ingin meminta penjelasan dari kamu." Kata Bang Samuel.

"B*****h tengik, seharusnya saya yang minta penjelasan dari kamu. Saya titip Pitta sebelum pendidikan ke Rusia, saya takut meninggalkan Pitta karena dia masih belum cukup umur, pikirannya masih labil. Tapi kenapa malah kau merusaknya seperti ini???" Tanya Bang Oscar.

Bang Samuel terdiam, pertanyaan Bang Oscar memang tenang. Tapi cukup kuat menekan batinnya.

"Tidak kah otakmu berpikir sebelum menghancurkan masa depan seorang gadis???" Bang Oscar menyentil batang rokoknya tapi tatap mata itu tidak beralih. "Pitta bukan barang yang seenaknya bisa kau pungut jika kau suka dan kau buang jika kau sedang malas. Beruntung kau tidak pernah menjengkali tubuhnya hingga akhirnya saya bisa langsung mengambil alih, karena kalau tidak.. Leganya napasmu hari ini tidak akan kau rasakan."

Mendengar hal itu, Bang Samuel merasa terpukul. Selama ini dirinya memang tidak bersikap baik pada Pitta dan selalu menurut apa kata ibunya.

"Masalah pertanyaanmu tadi, apakah Pitta pernah tersentuh pria lain saat kalian bersama.. Jawabannya adalah hampir. Tapi setelah Pitta pergi darimu, jelas sudah pernah. Saya yang mendatanginya."

Jemari Bang Samuel mengepal kuat seolah tidak terima namun ia tetap mencoba menahan diri.

"Kalau Pitta benar hamil, jelas itu anak saya."

"Tapi kata Pitta, dia hanya sekali denganmu. Itu pun semalam." Kata Bang Samuel masih berharap semua itu tidak terjadi.

"Haruskah saya mengulang ucapan saya tadi?? Bulan lalu saya sudah mendekati Pitta, meskipun tidak sempurna. Dan kemarin adalah kali kedua saya kembali mengajak Pitta." Jawab jujur Bang Oscar.

"Ini aneh. Nggak mungkin laki-laki bisa sekuat itu menahan diri. Atau mungkin Pitta pernah.........."

Bang Oscar kembali bereaksi tapi Bang Yudhistira sigap beranjak dan menahan emosi adiknya.

"Yang bener aja bacot lu..!!!!"

.

.

.

.

1
Maysuri
alah.... dalah tambah runyam iki toh thor.....
𝐁⃟⃝ᰲ⃞🧋"Asti"•§͜¢•🦢🍒
maulah aku tugasnya cuma rebahan sama scroll hp
dyah EkaPratiwi
😭😭😭 gimana ini ceritanya
Maysuri
thor aq sampai ikut gemetar,lah kok bisa gitu loh.....kmn aj ajudannya
Tanti
mba Nara....konfliknya udah mulai naik yaaa🥹🥹...perasaanq udaah campur aduk bacanya..
ditunggu lanjutanya mba
Tanti
wadooohhh....gawat!!!
Maysuri
wow.....ternyata....
Maysuri
eng....iiii.....eng.....thor🤦
Tanti
luar biasa hukuman yg diberikan pak Dante...selain dapet pahala jg bs perbaiki diri..mantappp

ditunggu lanjutannya mba Nara
Maysuri
klw engk mau sakit hati,lebih baik mundur bang,jngn 1 wilayah,lebih baik menjauh unk menata hati ....🤭
Bojone_Batman: Harusnya yaaa.. tapi SKEP yang menentukan dari pusat
total 1 replies
dyah EkaPratiwi
jangan berdinas disitu bang satria semakin dekat pasti sulit melepas perasaan
Bojone_Batman: Iya, karena pasti akan sering ketemu.
total 1 replies
Tanti
semoga mama dan calon baby nya ga kenapa-napa
Bojone_Batman: Aamiin.. Semoga selalu baik-baik saja.
total 1 replies
Maysuri
aq kira si fita pura" pusing dan keram perut..🤔
dyah EkaPratiwi
semoga kuat ya pitta
Maysuri
semangat buat kapan ber2,...💪💪
Septi Astuti
semoga lekas sembuh dan sehat kembali untuk orang tua mbak Nara.. Aamiin
Septi Astuti: sama-sama mb...
total 2 replies
Tanti
Tetap semangat semua...ingat pesannya mama Dilan💪💪💪
Tanti
seneng lihatnya...Bang Dante, Dilan, dan Bian bs rukun ky gini

lanjut mba Nara👍
dyah EkaPratiwi
semangat pitta
dyah EkaPratiwi
🤭🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!