NovelToon NovelToon
Kebangkitan Di Zaman Modern

Kebangkitan Di Zaman Modern

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Sistem / Transmigrasi
Popularitas:13.3k
Nilai: 5
Nama Author: Anisa Ammoera(_)

Yun Sheren seorang Putri Mahkota dari Kekaisaran Awan Emas terseret melintasi waktu. Dia terjebak di dalam raga sang ibu ketika masih muda di zaman modern.

Namun alih-alih takut--- Yun Sheren justru menikmati semua itu. Ia bersumpah akan membalaskan dendam ibu dan neneknya pada keluarga benalu yang telah merampas seluruh hak ibunya.

Namun--- perjalanan Yun Sheren tidak semudah itu, saat ia harus berhadapan dengan para kultivator iblis dari zaman modern--- kelompok kultivator tersembunyi yang ternyata bekerja sama dengan keluarga Jia.

Dalam perjalanan nya, Yun Sheren di pertemukan kembali sama kedua kakaknya yang ternyata juga terlempar ke zaman modern. Kini, sama seperti sang ibu yang menjalankan takdirnya di zaman kuno. Mereka juga harus menjalankan takdirnya di zaman modern.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anisa Ammoera(_), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertemu

Yun Shadom dan Yun Sharam bergerak dalam sinkronisasi yang mengerikan, membelah malam dengan kecepatan yang jauh melebihi hembusan angin terliar sekalipun.

Di bawah temaram lampu jalanan kota, pedang perak di tangan kedua saudara itu berkilat tajam—berdenting nyaring, menuntut darah yang harus segera ditumpahkan.

Mereka memecah formasi, bergerak ke arah berlawanan untuk mencari celah fatal dari targetnya. Lima kultivator iblis yang menjadi lawan mereka langsung terdesak. Napas mereka memburu, mata mereka terbelalak panik menghadapi badai serangan yang bertubi-tubi tanpa jeda.

BOOM!

Tanah di bawah kaki mereka retak hebat, aspal jalanan hancur berkeping-keping saat gelombang energi murni dari kedua saudara itu beradu frontal dengan energi jahat.

Melihat benturan energi yang begitu dahsyat, para pengawal bayangan dan bodyguard yang masih sadarkan diri spontan bergerak mundur dengan tubuh gemetar.

Di dalam benak mereka yang kalut, berkecamuk satu pertanyaan besar: apakah mereka harus berterima kasih atas bantuan ini, atau justru harus mati ketakutan melihat monster yang kini sedang membela mereka?

Yun Shadom berhenti sejenak. Ia mengangkat pedangnya tepat di depan mata, lalu dengan perlahan dan penuh penekanan, ia mengusap bilah perak tersebut dengan dua jarinya. Gesekan itu memicu percikan yang dalam sekejap berkobar menjadi elemen api murni yang membakar udara malam.

Di sisi lain, Yun Sharam tidak membuang waktu. Tubuhnya bergerak secepat kilat—menghilang dari pandangan, meninggalkan kekosongan yang membingungkan musuh.

Detik berikutnya...

CEAK!

DUAR!

Keheningan malam pecah. Satu kepala kultivator iblis melayang di udara dengan mata melotot, sementara satu tubuh lainnya meledak hancur menjadi serpihan daging akibat hantaman energi Yun Shadom. Darah segar bercucuran, membasahi aspal jalanan dengan bau amis yang menyengat.

Tiga kultivator iblis yang tersisa spontan melompat mundur, wajah mereka pucat pasi seperti mayat.

"S-sialan! Kekuatan mereka... kekuatan mereka jauh lebih besar dari pada kita!" ucap salah satu kultivator dengan suara yang gemetar hebat, lututnya hampir lemas.

Kultivator di sebelahnya mencengkeram senjata dengan tangan berkeringat dingin, "Kita tidak akan menang jika memaksakannya sekarang! Kita harus pergi dari sini dan melapor pada Guru!"

Namun, pelarian hanyalah ilusi di hadapan kedua saudara itu. Yun Shadom dan Yun Sharam tidak membiarkan mangsa mereka melangkah jauh. Mereka melangkah maju—terlihat santai, namun dalam sekejap mata, ruang seolah terlipat.

Pada detik berikutnya, tubuh mereka berdua sudah tegak berdiri di arah berlawanan, tepat di depan mata ketiga musuh yang tersisa, memotong jalan keluar.

Yun Shadom menatap mereka dengan tatapan kosong. Aura membunuh yang keluar dari tubuhnya membuat suhu udara malam itu turun drastis.

"Aku lupa bilang pada kalian," suara Yun Shadom terdengar begitu dingin, datar, dan benar-benar hampa dari emosi kemanusiaan. "Siapapun musuh yang sudah menjadi target pedangku... hanya bisa pergi dari tempat ini sebagai mayat."

Kata-kata menyeramkan itu bagai vonis mati yang diketuk. Ketiga kultivator iblis itu menelan ludah dengan susah payah.

Sadar bahwa melarikan diri sudah mustahil, mereka terpaksa harus kembali mengangkat senjata untuk melawan—atau setidaknya, bertahan hidup beberapa detik lebih lama.

Pertarungan kembali pecah, namun itu bukan lagi duel, melainkan pembantaian yang tertunda. Kekuatan Yun Shadom dan Yun Sharam berada di tempat yang sama sekali berbeda. Gerakan mereka begitu cepat, presisi, dan mematikan, seolah-olah hukum fisika dan angin malam tunduk pada kehendak mereka.

CRASH!

"AARRGGGGG!!!"

Teriakan menggelegar membelah malam saat pedang perak itu menebas putus satu lengan musuh hingga melayang ke udara. Darah menyembur layaknya air mancur. Di tengah keputusasaan, kultivator yang tersisa hanya bisa mengepalkan tangan mereka erat-erat.

"SIALAN! Bagaimana mungkin mereka sekuat ini?!" teriak salah satu dari mereka, suaranya parau, terjebak di antara rasa frustrasi yang memuncak dan ketakutan yang mencekik leher.

Dalam keputusasaan, salah satu di antara mereka mengibaskan tangannya. Belasan jarum beracun berkilau keperakan, melayang di udara, mengarah tepat ke jantung si kembar. Namun, refleks Yun Shadom dan Yun Sharam jauh lebih cepat dari desingan jarum-jarum mematikan itu.

Wusss!

Mereka menghilang dari pandangan. Detik berikutnya, hawa membunuh berembus tepat di belakang punggung dua orang yang masih berdiri dengan tubuh gemetar itu.

"Kalian terlalu lambat," bisik Yun Shadom dingin, tepat di telinga korbannya.

Secara serempak, Yun Shadom dan Yun Sharam mengepalkan tangan mereka, menghimpun energi murni, dan melayangkan pukulan telak ke punggung musuh.

BUM! Pukulan dua saudara kembar itu tidak hanya mematahkan tulang, tapi secara magis menembus rongga dada tubuh musuhnya.

"Uhukk!" Kedua kultivator iblis itu memuntahkan darah segar yang kental, mata mereka mendelik keluar sebelum akhirnya kehilangan cahaya kehidupan.

BRUK! Tubuh keduanya jatuh berdebam ke tanah dalam kondisi sudah tidak bernyawa lagi.

Yun Shadom dan Yun Sharam menurunkan tangan mereka secara perlahan. Mereka hanya menatap datar, dingin, tanpa emosi ke arah empat mayat yang kini terbujur kaku di depan mereka.

Sementara itu, satu-satunya kultivator iblis yang tersisa—pria tanpa lengan yang tadi tertebas—hanya bisa bersujud di tanah.

Wajahnya pucat pasi, peluh dingin bercampur darah menetes saat ia menahan rasa nyeri yang luar biasa pada lengan bajunya yang kini kosong. Ia mendongak, menatap keempat temannya yang sudah tewas dengan tatapan penuh kemarahan dan dendam yang membara.

"K-kalian... monster..." desisnya lirih, mencoba mengumpulkan sisa tenaganya untuk bangkit.

Namun, belum sempat lututnya terangkat dari tanah, sebuah ancaman baru datang tanpa peringatan. Sebuah tombak meluncur deras dari arah kegelapan malam.

SYUUTTT! CRAK!

Tombak itu menebas udara, dan dalam satu gerakan konstan yang presisi, kepala pria itu putus seketika. Tubuhnya ambruk, menyusul rekan-rekannya yang lain.

Yun Shadom dan Yun Sharam tersentak. Selama beberapa detik, tubuh mereka terpaku melihat sebuah tombak yang tertancap di aspal, bergetar hebat sembari dialiri oleh energi murni yang luar biasa padat dan bersih. Itu bukan energi kultivator iblis.

"Energi ini..." Yun Shadom bergumam lirih, matanya menyipit tajam.

"Siapa di sana?!" seru Yun Sharam, menyipitkan mata, mencoba menembus kegelapan malam di ujung gang.

Tap... Tap... Tap...

Langkah kaki terdengar ritmis, menggema pelan namun terasa berat menekan atmosfer di sekitar mereka. Yun Shadom dan Yun Sharam saling pandang, tubuh mereka otomatis mengambil posisi siaga penuh.

Namun, saat siluet seseorang perlahan melangkah maju dan terekspos oleh temaram lampu jalanan, tubuh mereka seketika menegang. Seluruh otot mereka membeku.

Disana—Jia Li berdiri.

Napas wanita itu memburu, tangannya mengepal di sisi tubuh. Tatapan matanya begitu rumit, penuh dengan campuran rasa tidak percaya dan kerinduan yang sulit diartikan.

Ia telah melihat semuanya sejak awal--- namun kakinya terasa berat untuk melangkah seolah takut bahwa matanya menipu. Dan kedua pemuda kejam itu akan menghilang saat ia mendekat.

Namun yang membuat jantung Jia Li berdegup kencang bukanlah pembantaian itu. Wajah kedua pria itu... Wajah itu tampak begitu tidak asing di matanya.

Ingatannya seolah mendobrak paksa kesadarannya, membuat seluruh tubuhnya gemetar menahan letupan emosi yang membuncah.

Matanya seketika berkaca-kaca, air mata menggenang di pelupuknya. Jia Li menggigit bibir bawahnya keras-keras, berharap bahwa apa yang ia lihat saat ini bukanlah sebuah ilusi kejam dari kerinduannya yang terdalam.

"Kalian..." suara Jia Li tercekat di tenggorokan, nyaris berupa bisikan yang bergetar.

Melihat reaksi wanita asing itu, Yun Shadom dan Yun Sharam kembali saling pandang dengan kening berkerut. Ada sesuatu yang aneh bergejolak di dalam dada mereka saat menatap wajah wanita itu.

Wajahnya... kenapa rasanya tidak asing? pikir Yun Shadom dalam hati.

Apakah kami pernah melihat wajah itu sebelumnya? Tapi di mana? batin Yun Sharam menimpali, tenggelam dalam kebingungan yang mendalam di bawah langit malam kota modern.

1
Thewie
pindah kemari kami bah.. kejaman modern🤭
Lee Yaa
tak kira kaisar yun shang yg dteng🤭
Sekar
lanjut thor💪💪💪💪
Atik Kiswati
next ...
Atik Kiswati
gk sabar tgg lnjt nya.....
Sekar
lanjut thor💪💪💪💪
Atik Kiswati
ada hubungan masa lalu kah....
Sekar
lanjut thor💪💪💪💪
Aeriah Kayla
tidak apa Thor better than nothing. get well soon ya thor
Sri Wulan
semoga cepat sembuh ya Thor..
Ayra Hijab
lekas sehattt thoorr 💪
Inay
semoga lekas sehat, dan semangat 💪!
Sekar
akhirnya ketemu
Anonim
Sedikit sekali updatenya
Dewiendahsetiowati
akhirnya ketemu juga
Aeriah Kayla
bagus Thor jangan di buat belibet ya kasian kkk kembarnya terlunta" . kumpulkan mereka jadi satu.
Atik Kiswati
gk sabar tgg lnjt nya.....
Ayra Hijab
asliii, karyanyaa keren skaalii thorrr
Anonim
Ditunggu bab yg banyak thor
Ayra Hijab
serruuuuu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!