NovelToon NovelToon
Jenderal, Menikahi Putri Duke Itu Bukan Hadiah Perang!

Jenderal, Menikahi Putri Duke Itu Bukan Hadiah Perang!

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Komedi / Romansa
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: jingrd24

"Aku hanya ingin Putri Katherine Raventhal menjadi istriku." -Salvatore Ardan.
"Kau pikir aku hadiah lotre?" -Katherine Raventhal.

Menjadi hadiah perang untuk Jenderal Agung yang dingin dan berhati batu adalah hal terakhir yang diinginkan Putri Katherine. Salvatore Ardan mungkin dipuja sebagai pahlawan perang, tapi di mata Kate, pria itu adalah monster arogan!

Demi mendapatkan kebebasannya kembali, Kate menyiapkan berbagai cara gila untuk mempermalukan dan menyingkirkan suaminya dari rumah. Namun, sekeras apa pun usaha Kate( mulai dari jebakan ulat bulu, sabotase dokumen militer, hingga perang dingin di kamar tidur) Salvatore selalu punya cara overpower untuk mengatasinya.
Bagaimana cara menundukkan seorang istri galak yang memusuhi seluruh keberadaanmu? Salvatore punya caranya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon jingrd24, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11: Peringatan!

Pertunangan yang berlangsung kemarin memang berjalan sesuai rencana. Kini, mereka kembali ke kegiatan masing-masing. Meski begitu, ada satu hal yang berbeda dari sebelum mereka bertunangan: Duke Raventhal secara tegas meminta Salvatore untuk lebih aktif mendekati Kate. Sang Duke tidak ingin putrinya menikah dengan pria yang kaku bagaikan batu giok dan sama sekali tidak memiliki chemistry.

Seharusnya perintah itu sangat membantu, dan Salvatore yang patuh tentu berusaha menuruti arahan calon mertuanya. Yang kalang kabut hanya satu orang: Kate. Ia sama sekali tidak mau Salvatore mencoba berbagai cara untuk mendekatinya. Kate tidak bisa membayangkan dirinya didekati oleh pria kaku yang memaksakan diri berpura-pura romantis.

"Itu benar-benar tidak masuk akal, Rhea! Kenapa Ayah repot-repot meminta Sal mencairkan sikap batunya hanya agar pembicaraan kami nyambung? Itu sangat tidak diperlukan! Tidak perlu ada chemistry atau apa pun. Kami menikah kan bukan karena perasaan!" ketus Kate.

Gadis itu kini duduk di depan meja riasnya. Rhea menyisir rambut Kate dengan telaten sembari mendengarkan gerutuan sang Putri yang sudah menjadi makanan sehari-harinya.

"Beliau kan hanya mencoba, Nona. Tidak ada salahnya berusaha," kata Rhea tenang, jemarinya terus bergerak secara teratur.

Kate menatap Rhea dari balik cermin. Ia merasa gemas karena Rhea memasang wajah sangat santai di tengah kondisi yang menurutnya sangat darurat. "Kau seharusnya ikut merasa kalau ini adalah hal yang sangat penting dan genting, Rhea!"

Rhea menghela napas panjang. Ia meletakkan sisirnya di atas meja rias, lalu mulai mengepang rambut Kate agar lebih rapi. "Lalu apa yang harus saya lakukan, Nona? Saya tidak memiliki wewenang atau kuasa untuk tiba-tiba membatalkan pertunangan Anda dengan Jenderal Sal."

Kate mendengkus. Tangannya bersedekap di dada, menatap Rhea tajam melalui pantulan cermin. "Kamu kan bisa berusaha melakukan apa saja! Aku yang benar-benar dirugikan di sini! Seharusnya kamu yang berada di pihakku memiliki langkah yang lebih jelas!"

Dengan tenang Rhea melanjutkan helai demi helai kepangan rambut sang Putri. "Saya selalu berada di pihak Anda, Nona. Hanya saja, saya tidak sepintar itu untuk membaca ramalan masa depan tentang apa yang akan Anda alami. Lagipula..."

Suara Rhea yang menggantung langsung membuat Kate kembali mendelik, menunggu kalimat berikutnya. "Lagipula apa?" tanyanya cerewet.

Rhea mengikat ujung rambut Kate yang sudah selesai dikepang rapi. "Lagipula saya pikir kali ini Anda tidak benar-benar sedang berada dalam bahaya, Nona."

Kate mengangkat sebelah alisnya. "Tidak bahaya bagaimana maksudmu?"

Rhea menurunkan tangannya setelah memastikan penampilan Kate sudah sempurna. "Ini bukan kondisi darurat. Ayah Anda hanya meminta Anda dan Tuan Sal untuk saling mendekatkan diri, bukan saling membunuh. Dan lagi... Tuan Sal sangat cocok menjadi pendamping Anda."

"Apa?"

Kate balik memutar tubuhnya, menatap Rhea dengan pandangan tak percaya. Matanya melotot lebar. "Cocok menjadi pendampingku, katamu?" pekiknya, suaranya naik satu oktaf.

Rhea mengangguk pelan sembari mengangkat bahunya santai. "Saya hanya menyampaikan pendapat jujur."

"Dia sama sekali tidak cocok denganku, Rhea!" tegaskannya pada setiap kata.

Kate bangkit berdiri dan berkacak pinggang tepat di hadapan Rhea. Posisinya kini jauh lebih terlihat seperti seorang guru yang sedang memarahi murid nakal. "Dia itu sangat kaku, seperti batu giok! Kau mau ketika aku mengajak dia bicara, dia hanya mengangguk-anggukkan kepala seperti patung air mancur di depan istana? Itu absurd!"

"Tapi menurut saya, orang yang banyak bicara seperti Anda justru membutuhkan seseorang yang mau mendengarkan tanpa banyak protes. Saya yakin Anda akan lebih tidak cocok jika dipasangkan dengan pria yang sama cerewetnya dengan Anda. Anda kan hanya ingin didengarkan, dan Tuan Sal sangat cocok untuk posisi itu."

Mendengar penjelasan Rhea, Kate bungkam. Sial. Rhea terlalu mengenal tabiatnya sampai-sampai setiap kata yang keluar dari mulut dayang itu selalu berupa fakta mendasar yang tak bisa dibantah.

"Kenapa tidak bisa membalas lagi, Nona? Apakah yang saya katakan terlalu telak sampai Anda kehilangan kata-kata?" goda Rhea pada majikannya yang masih mematung.

Sialan. Kate mendengkus kesal.

Ia buru-buru memutar tubuhnya kembali menghadap cermin, mengelak dari tatapan Rhea yang seolah bisa menembus tengkorak kepalanya. "Itu bukan karena ucapanmu fakta, Rhea! Aku hanya sedang menghemat energi suaraku agar tidak habis sebelum menghadapi batu giok itu siang nanti!" kilahnya sembari merapikan anting zamrudnya dengan gerakan kasar.

Rhea tersenyum tipis—jenis senyuman tipis yang selalu membuat Kate gemas ingin melempar bantal ke wajahnya. "Terserah Anda, Nona. Tapi omong-omong tentang menghemat energi, apakah hari ini Anda tidak berniat menyusun rencana baru? Biasanya lembar 'Daftar Hitam' Anda sudah penuh sejak subuh."

Pertanyaan Rhea langsung memantik kembali binar ambisi di mata Kate. Ia membuka laci meja rias, menarik selembar kertas baru yang bersih, lalu mengetuk-ngetukkan ujung pena bulu ke dagunya.

"Tentu saja ada! Kau pikir aku akan menyerah begitu saja setelah insiden teh asin kemarin?"

Kate mendengus bangga. "Dengar, Rhea. Kalau taktik fisik tidak mempan pada pria monster itu, aku akan menyerang stabilitas mental dan harga dirinya sebagai seorang Jenderal Agung!"

Rhea melipat tangan di dada, bersiap mendengarkan skenario ajaib berikutnya. "Silakan, Nona. Saya siap mematahkan semangat Anda dengan fakta lapangan."

"Jangan memotong kalimatku sebelum aku selesai!" semprot Kate ketus. "Rencana kali ini dinamakan: Operasi Membuat Jenderal Ilfeel Selamanya. Pertama, saat kami makan siang nanti, aku akan sengaja mengarang anggaran belanja gaunku dengan angka yang fantastis. Aku akan bilang kalau aku butuh minimal lima puluh gaun sutra baru setiap bulan yang diimpor langsung dari benua seberang, lengkap dengan sulaman benang emas murni. Dia pasti berpikir ulang untuk menikahiku karena takut bangkrut!"

Rhea mengerjapkan mata, memasang wajah datar andalannya. "Nona, apakah Anda lupa kalau bulan lalu Jenderal Ardan baru saja menghibahkan sepertiga harta rampasan perangnya ke kas kerajaan karena gudang pribadinya sudah tidak muat menampung emas? Menghadapi permintaan lima puluh gaun sutra Anda, beliau mungkin hanya akan menguap dan langsung membelikan satu pabrik tekstilnya sekalian agar Anda tidak perlu repot mengimpor tiap bulan."

Kate ternganga, mematung dengan pena menggantung di udara. "S-satu pabrik...?"

"Benar, Nona. Jadi alih-alih ilfeel, beliau mungkin akan menganggap Anda sebagai istri yang hemat karena hanya meminta gaun, bukannya meminta seluruh pulau pribadi," tambah Rhea tanpa dosa.

Kate meremas kertasnya gemas. "Sialan! Pria kaya memang menyebalkan! Baik, kalau begitu aku pakai rencana kedua. Aku akan bersikap sangat manja dan rewel di depannya. Aku akan menyuruhnya mengupas kulit anggur satu per satu untukku, lalu menyuruhnya meniup supku yang panas sampai benar-benar dingin! Pria militer yang tegas pasti merasa risih dan muak melihat wanita yang tidak mandiri!"

Rhea menghela napas pendek, lalu melangkah ke sudut kamar untuk merapikan mantel bulu milik Kate. "Nona, Jenderal Ardan terbiasa memimpin puluhan ribu prajurit kaku selama sepuluh tahun. Di matanya, semua bawahannya hanya tahu cara memberi hormat dan berteriak 'Siap, Jenderal!'. Ketika Anda menyuruhnya meniup sup atau mengupas anggur, beliau tidak akan risi. Beliau justru akan menganggap tingkah rewel Anda seperti anak kucing yang sedang menggemaskan. Pria dewasa dengan insting pelindung tinggi sangat menyukai hal-hal seperti itu."

"ANAK KUCING?" pekik Kate, hampir melompat dari kursinya. "Aku ini Putri Duke Raventhal yang paling disegani karena kegalakanku, Rhea! Kenapa di dalam otakmu aku selalu berakhir menjadi makhluk yang lucu di mata jenderal batu itu?"

"Karena Anda memang cantik dan tidak bisa menyeramkan sama sekali, Nona," jawab Rhea jujur dengan nada lelah. "Kalaupun Anda mencoba melotot sampai mata Anda keluar seperti kemarin, Jenderal Sal hanya akan mengira Anda sedang kelilipan debu taman."

Kate menjatuhkan kepalanya ke atas meja rias, meratapi nasib memiliki dayang yang terlalu realistis hingga merusak semua fantasi balas dendamnya. "Rhea, kau ini sebenarnya dayang pribadiku atau agen rahasia yang disusupkan Salvatore Ardan untuk merusak mentalku, sih?"

"Saya hanya pelayan yang digaji oleh Tuan Duke untuk memastikan Anda tidak mempermalukan nama baik keluarga dengan rencana-rencana konyol, Nona," balas Rhea tenang sembari menyerahkan secangkir teh hangat—yang kali ini murni berisi gula—kepada Kate. "Nah, minumlah. Kereta Jenderal Ardan kabarnya sudah memasuki gerbang depan kediaman. Bersiaplah untuk dicairkan batunya."

Kate menerima cangkir itu dengan bibir cemberut, memikirkan bagaimana caranya ia bisa mempertahankan harga diri siang nanti di hadapan sang Jenderal Tembok yang sialnya selalu berada tiga langkah di depan setiap taktik gila yang ia susun.

1
Iluvmacha
ga sabar Kate notice Sonia🤭
jinggaarundari: waduh bener lagi, tungguin bab selanjutnya kaa😍😍
total 1 replies
otter_orange
btw, semangat kaka authorr💪💪 lanjut terus
jinggaarundari: 😍😍makasi banyak kaa, makin semangat disemangati kakakk
total 1 replies
otter_orange
Menunggu reaksi Kate kalau suaminya deket sama wanita lain🤣
jinggaarundari: sipp, tunggu update bab nya kaa😍😍
total 1 replies
otter_orange
apaan sii, dia yg nunggu dia jg yg gengsi😭😭
jinggaarundari: emang kadang kidding🫣
total 1 replies
otter_orange
Akhirnya yg ditunggu-tunggu Kate kena karma kan, dibilang suaminya perfect gitu😭
La Vanya
waduhh, siapa tuh Sonia🤔
jinggaarundari: siapa ya🤔🤔, tunggu bab selanjutnya besok kaa😍😍
total 1 replies
La Vanya
katanya pemandangan merusak, tp kok ditungguin🤭
jinggaarundari: kalo ga gengsi bukan Kate namany🤭
total 1 replies
La Vanya
RHEA APRESIASI SETINGGI-TINGGINYA BUAT KMU WKWKWK😭😭😭
Minta es batu seember ga tuhh! Kate lagian sok-soakn mau acuh tak acuh, dikasih roti sobek 8 petak langsung bengek kan wkwkw! Sal tolong sering-sering latihan gpake bju demi ketenangan jiwa pembaca 🤭
jinggaarundari: hahaha, bener banget ka, emang orang kaya Kate butuh dayang kaya Rhea 😭😭
total 1 replies
Mommy Inci
plis Thor lngsung kebagian menyerah and falling in love ke jendral biar ga monoton...
jinggaarundari: siap kaa, pas banget besok bab 23 memang udh masuk Kate Denial suka suaminya, makasi kaa supportnya 😍😍
total 1 replies
lynn.flow
udah mampir nihh, ternyata seru juga, ga expect kalau si putri seberani itu😭😭
Vy
Seru ceritanya thorr😍
jangan lupa mampir juga ya Thor di ceritaku🤗
jinggaarundari
baik kaa, cuma agak tsundere aja🫣
Putry Chan
nih prmepuan keras lumayan sulit sih di bikin Lulu semoga nanti bisa ya
Putry Chan
hmmm tapi jasa juga ke kejuaraan lumayan besar
Putry Chan
owh jadi nih putri trlalu tinggi derajatnya dan sulit di atur
Putry Chan
owh hadiahnya trlalu besar nya mknya sulit dia kan seorang putri
Putry Chan
beh 100 tahun coy
Putry Chan
apakah dia orang baik
La Vanya
kaa lanjuttt💪💪
otter_orange
SERU BANGET ANJIRRR!! 😭😭 Kakinya Kate ga bisa diem banget pas nyusun rencana kabur tapi malah bikin makin nempel aama suaminya wkwkw! Salvatore ganteng banget tapi lempengnya minta ampun 😭 Pokoknya wajib baca guyss, ceritanya seger, komedinya banyak, cocok buat dibac selepas kerja atau sekolah yang penat. Lanjut part 22 thorr fast update!!!💙💙💙
jinggaarundari: waa, senang kalau kakak sukaa. makasi suportnya kaa😍😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!