NovelToon NovelToon
AKULAH SANG PENGUASA JIWA

AKULAH SANG PENGUASA JIWA

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Action / Fantasi
Popularitas:6.4k
Nilai: 5
Nama Author: Otna Forever

Xiao Yi pernah menjadi pembunuh yang ditakuti dunia. Namun sebuah konspirasi merenggut nyawanya.

Ketika membuka mata kembali, ia justru terbangun di Benua Yanlong, dalam tubuh seorang tuan muda lemah yang baru saja dikhianati tunangannya dan dibunuh sepupunya sendiri.

Semua orang menganggapnya sampah.
Mereka tidak tahu bahwa Xiao Yi yang dahulu telah mati.

Kini, di tubuh itu hidup seorang petarung yang terbiasa berjalan di antara darah dan kematian. Lebih mengejutkan lagi, Pedang Bingluan yang ikut menyebabkan kematiannya muncul kembali sebagai Jiwa Bela Diri misterius.

Dengan kehidupan kedua dan kekuatan yang seharusnya tidak dimilikinya, Xiao Yi hanya memiliki satu jawaban bagi mereka yang ingin menginjaknya lagi:

Jika dunia ini menghormati yang kuat, maka ia akan berdiri di puncaknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Otna Forever, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18: Patung Binatang Roh Misterius

Gua Ziyun terletak di bagian terdalam kediaman Keluarga Xiao.

Tempat itu dijaga ketat sepanjang tahun. Orang luar mustahil mendekat, bahkan keturunan Keluarga Xiao sendiri dilarang memasuki kawasan tersebut tanpa izin.

Ketika rombongan masih berjarak cukup jauh dari Gua Ziyun, seluruh anggota klan berhenti.

Para tetua dan diaken pun tidak melanjutkan langkah.

Hanya sepuluh generasi muda yang memperoleh kuota kultivasi yang diperbolehkan maju.

Di antara mereka terdapat Xiao Yi, Xiao Ruohan, Xiao Zimu, Xiao Zhuang, dan enam murid berbakat lainnya.

Mereka berjalan menuju kawasan terlarang di bawah tatapan penuh harapan anggota klan.

Kesepuluh orang ini merupakan generasi muda terbaik Keluarga Xiao.

Kelak, merekalah yang diharapkan menjadi pilar penerus keluarga.

Namun, di antara tatapan penuh harapan itu, terselip sepasang mata yang dipenuhi kebencian.

Tetua Kelima menatap punggung Xiao Yi dengan wajah suram.

Bersenang-senanglah selagi kau masih bisa.

Begitu Ruohan keluar dari Gua Ziyun, semuanya akan berakhir untukmu.

Rencana yang telah dipersiapkannya tentu tidak berhenti hanya karena kekalahan taruhan sebelumnya.

Tidak jauh di depan, Xiao Ruohan juga melirik Xiao Yi.

Sorot matanya dipenuhi rasa dingin.

Ia sudah mencapai Alam Penempaan Tubuh Tingkat Tujuh.

Hanya selangkah lagi menuju Tingkat Delapan.

Dan Alam Penempaan Tubuh Tingkat Delapan hanya satu alam besar di bawah Alam Pengumpulan Qi!

Dengan kesempatan berkultivasi selama sepuluh hari di Gua Ziyun, Xiao Ruohan yakin kekuatannya akan meningkat drastis.

Ketika keluar nanti, ia akan membuat Xiao Yi membayar semua penghinaan sebelumnya.

Xiao Yi menangkap tatapan itu dari sudut matanya.

Namun, ia hanya tersenyum tipis.

"Ayah dan anak itu pasti sedang merencanakan sesuatu lagi," gumamnya pelan.

Ia tidak terlalu memikirkannya.

Selama kekuatannya cukup besar, segala tipu muslihat hanyalah permainan anak-anak.

Namun setelah berjalan beberapa saat, langkah Xiao Yi mendadak berhenti.

"Hm?"

Tatapannya tertuju ke depan.

Sebuah patung raksasa berdiri tidak jauh dari sana.

Patung itu berwarna merah tua dan menjulang tinggi, memberikan tekanan tak kasatmata kepada siapa pun yang memandangnya.

Wujudnya menyerupai Binatang Roh yang tidak dikenal.

Tubuhnya menyerupai singa raksasa, tetapi jauh lebih ganas. Sepasang tanduk melengkung tumbuh di kepalanya, sementara dua sayap besar terbentang di belakang punggungnya.

Ukirannya begitu hidup.

Seolah makhluk itu bukan patung, melainkan Binatang Roh purba yang sewaktu-waktu dapat terbangun.

Tidak seorang pun di Keluarga Xiao mengetahui nama sebenarnya.

Mereka hanya mengetahui satu hal.

Patung itu telah berada di sana sejak leluhur Keluarga Xiao mendirikan klan di Kota Ziyun lebih dari seratus tahun lalu.

Bahkan terdapat tradisi khusus yang berkaitan dengannya.

Sebelum membangkitkan Jiwa Bela Diri, setiap anak Keluarga Xiao akan dibawa ke tempat ini untuk mengamati patung tersebut dari kejauhan.

Sebab Jiwa Bela Diri dapat lahir dari segala sesuatu di dunia.

Pedang.

Tumbuhan.

Binatang Roh.

Bahkan api, angin, atau berbagai benda lainnya.

Semakin dalam kesan seseorang terhadap sesuatu sebelum kebangkitan, semakin besar kemungkinan Jiwa Bela Diri yang bangkit memiliki keterkaitan dengannya.

Karena itulah keluarga besar maupun sekte biasanya memiliki objek khusus untuk diamati generasi muda mereka.

Dan bagi Keluarga Xiao, patung misterius inilah objek terpenting tersebut.

Sayangnya, selama lebih dari seratus tahun, belum pernah ada seorang pun yang benar-benar membangkitkan Jiwa Bela Diri dengan wujud yang sama seperti patung itu.

Meski demikian, satu hal dapat dipastikan.

Binatang Roh dalam patung tersebut memiliki atribut api.

Itulah sebabnya sebagian besar keturunan Keluarga Xiao membangkitkan Jiwa Bela Diri yang berkaitan dengan api.

Xiao Ruohan memiliki Piton Awan Api.

Xiao Shi memiliki Serigala Api.

Xiao Xingyang memiliki Banteng Api Liar.

Sementara Jiwa Bela Diri pertama Xiao Yi hanyalah Binatang Pengendali Api yang dianggap paling lemah.

Xiao Yi menatap patung itu dengan penuh minat.

"Kalau aku datang ke dunia ini beberapa tahun lebih awal, mungkin aku juga bisa mencoba membangkitkan Jiwa Bela Diri yang menyerupai makhluk ini."

Ia tersenyum kecil.

"Aku jadi penasaran. Sebenarnya makhluk apa kau?"

Tiba-tiba—

Tubuh Xiao Yi membeku.

Senyumnya menghilang.

Sebuah hawa mengerikan mendadak menyelimuti dirinya.

Jantungnya berdetak keras.

Untuk sesaat, Xiao Yi merasa seolah seluruh dunia menghilang.

Tidak ada Xiao Ruohan.

Tidak ada anggota Klan Xiao.

Tidak ada Gua Ziyun.

Yang tersisa hanyalah dirinya... dan patung raksasa di hadapan sana.

Mata patung itu seolah hidup.

Sepasang pupil merah sebesar lonceng menatap lurus ke arahnya.

Boom!

Tekanan mengerikan menghantam kesadarannya.

"Apa...?"

Tubuh Xiao Yi menegang.

Bahkan dengan pengalaman hidup dan mati dari kehidupan sebelumnya, untuk pertama kalinya ia merasakan ketidakberdayaan sedalam ini.

Seolah makhluk yang sedang menatapnya bukan sesuatu yang mampu dilawan manusia.

Satu pikiran saja dari makhluk tersebut mungkin cukup untuk menghancurkannya.

Keringat dingin membasahi punggung Xiao Yi.

Namun tepat ketika tekanan itu hampir menelan kesadarannya—

Deng!

Pedang Bingluan di dalam tubuhnya bergetar.

Aura pedang yang tajam dan tak tertandingi meledak dari kedalaman jiwanya.

Tekanan mengerikan tadi langsung terputus.

Mata Xiao Yi kembali jernih.

"Hah... hah..."

Ia menarik napas perlahan.

Pakaiannya ternyata sudah basah oleh keringat.

"Apa yang baru saja terjadi?"

Xiao Yi kembali memandang patung tersebut.

Namun semuanya telah kembali normal.

Patung itu tetap diam.

Tidak ada mata merah.

Tidak ada tekanan.

Seolah kejadian tadi hanyalah ilusi.

Namun Xiao Yi tahu satu hal.

"Itu bukan ilusi."

Pedang Bingluan tidak mungkin bereaksi tanpa alasan.

Belum sempat ia menyelidikinya lebih jauh, sebuah suara terdengar dari depan.

"Xiao Yi! Kenapa kau berhenti? Cepatlah!"

Xiao Yi tersadar.

"Ya."

Ia segera menyusul rombongan.

Orang yang memanggilnya tadi adalah Xiao Zhuang.

Pemuda bertubuh besar itu sengaja memperlambat langkah hingga berjalan sejajar dengannya.

"Xiao Yi."

"Hm?"

"Terima kasih atas kejadian beberapa hari lalu."

Xiao Yi mengangkat alis.

Barulah kemudian ia teringat bahwa bocah yang diperas Xiao Jie dan Xiao Shi ternyata adik Xiao Zhuang.

"Bukan masalah besar."

"Bagi dirimu mungkin tidak," jawab Xiao Zhuang serius. "Tapi bagiku berbeda."

Ia mengepalkan tangan.

"Jika suatu hari kau membutuhkan bantuanku, aku pasti membalas budi ini."

Xiao Yi tersenyum tipis.

"Terserah kau."

Beberapa menit kemudian, rombongan akhirnya tiba di kawasan inti Gua Ziyun.

Tetua Kedua sudah menunggu mereka.

Yang disebut Gua Ziyun ternyata bukan sekadar gua biasa.

Kawasan tersebut berpusat pada patung Binatang Roh misterius tadi dan mencakup area luas di sekitarnya.

Pada hari biasa, anggota keluarga bahkan tidak diperbolehkan mendekat.

Tetua Kedua menatap kesepuluh pemuda.

"Semuanya, maju satu langkah!"

Sepuluh orang serentak melangkah.

Begitu kaki Xiao Yi menyentuh tanah di depan—

Wusss!

Ekspresinya langsung berubah.

"Ini..."

Energi spiritual!

Energi spiritual Langit dan Bumi di tempat itu setidaknya sepuluh kali lebih pekat dibandingkan dunia luar.

Bahkan tanpa sengaja menyerapnya, energi tersebut sudah memasuki tubuh melalui pori-porinya.

Murni.

Padat.

Hampir tanpa kotoran.

"Tempat yang luar biasa."

Mata Xiao Yi berbinar.

Berkultivasi di sini memang jauh lebih efektif dibandingkan mengandalkan pil biasa.

Ia menoleh ke belakang.

Tetua Kedua berdiri hanya satu langkah dari batas tersebut.

Namun energi spiritual di sana berbeda seperti langit dan bumi.

Ada semacam kekuatan yang mengunci seluruh energi spiritual di kawasan ini.

Xiao Yi semakin tertarik.

Tetua Kedua kemudian berkata serius, "Kalian harus mengingat satu hal."

"Patung leluhur itu memancarkan tekanan yang sangat kuat."

"Semakin dekat kalian kepadanya, semakin besar tekanan yang harus kalian tanggung."

Ekspresi kesepuluh pemuda berubah serius.

Tetua Kedua melanjutkan.

"Lima puluh langkah adalah batas yang telah ditentukan Klan."

"Jangan melewatinya."

"Begitu kalian melampaui batas tersebut, tekanan yang kalian hadapi akan meningkat drastis. Bahkan seorang ahli Alam Fondasi Roh belum tentu mampu menahannya."

"Jika memaksakan diri, kalian bisa kehilangan nyawa."

Kesepuluh orang segera menjawab serempak.

"Kami mengerti!"

Tetua Kedua mengangguk.

Setelah memastikan semuanya memahami aturan, ia mundur dan duduk bersila.

Baginya, setiap kesempatan untuk berkultivasi sangatlah berharga.

Sementara itu, kesepuluh generasi muda mulai bergerak menuju posisi masing-masing.

Semakin dekat dengan patung, tekanan yang mereka rasakan semakin kuat.

Namun energi spiritualnya juga semakin pekat.

Xiao Yi memperoleh posisi terbaik berdasarkan aturan keluarga.

Ia berhenti tepat pada batas lima puluh langkah.

Lima langkah di belakangnya adalah Xiao Ruohan.

Selanjutnya, posisi ditentukan berdasarkan peringkat kompetisi sebelumnya.

Jarak lima langkah dibuat agar penyerapan energi spiritual masing-masing tidak saling mengganggu.

Xiao Ruohan menatap punggung Xiao Yi.

Giginya mengatup keras.

Posisi Xiao Yi memiliki energi spiritual paling pekat dan kecepatan kultivasi tertinggi.

Bagaimana mungkin ia tidak iri?

Namun Xiao Yi sama sekali tidak memedulikannya.

Ia duduk bersila.

Menutup mata.

Lalu mulai mengedarkan Qi Sejati di dalam tubuhnya.

Wusss!

Energi spiritual di sekitar mendadak bergolak.

Jiwa Bela Diri Binatang Pengendali Api mulai menyerap energi tersebut.

Namun sesaat kemudian—

Deng!

Pedang Bingluan ikut bereaksi.

Kecepatan penyerapan energi spiritual Xiao Yi langsung melonjak berkali-kali lipat.

Energi Langit dan Bumi dari sekeliling mulai mengalir deras ke arahnya.

Xiao Yi terkejut.

"Kecepatan ini..."

Ia dapat merasakan dengan jelas Qi Sejati di dalam tubuhnya bertambah dengan kecepatan luar biasa.

Jika keadaan ini terus berlanjut selama sepuluh hari...

Mata Xiao Yi perlahan terbuka.

Senyum tipis muncul di wajahnya.

Alam Penempaan Tubuh Tingkat Enam mungkin jauh lebih dekat daripada yang ia perkirakan.

......................

Bersambung...

1
Momu
👍👍👍
Momu
👍👍
Jojo Shua
🫡🤣
Jojo Shua
😄
Jojo Shua
7
Jojo Shua
3🫡
Momu
👍👍
Ryyy
up trusthor🤭 semangat 💪💪💪💪
Ryyy
semangat thor💪
Adek Darmansyah
smngt trusss thorrr
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!