NovelToon NovelToon
Putri Tersembunyi Sang Kaisar

Putri Tersembunyi Sang Kaisar

Status: tamat
Genre:Penyesalan Suami / Cinta Istana/Kuno / Identitas Tersembunyi / Tamat
Popularitas:1.9M
Nilai: 5
Nama Author: Yulianti Azis

Xu Natalia, wanita yang diam-diam mengangkat keluarga Li dari rakyat biasa menjadi bangsawan, justru dihina saat suaminya, Li Adrian, pulang dari perang membawa istri lain. Tanpa banyak kata, ia memilih bercerai dan pergi hanya dengan harga dirinya.

Tak ada yang tahu wanita yang mereka remehkan adalah putri kaisar dari negeri seberang sekaligus ahli pengobatan yang mampu mengubah takdir.

Bagaimanakah saat keluarga Li tahu identitas Natalia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yulianti Azis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Selama Ini

Kediaman Li mendadak terasa sedingin es. Seluruh anggota keluarga Li terpaku, mematung dengan wajah kaku seolah-olah darah mereka berhenti mengalir.

Lilith yang semula menggenggam cap kediaman dengan bangga, kini gemetar hebat hingga benda tembaga itu hampir jatuh dari tangannya.

Li Anna, Karina, Andra, dan Lusi segera merangsek maju, merampas buku besar dari meja untuk membuktikan bahwa Natalia berbohong.

Mata mereka terbelalak lebar saat jemari mereka menelusuri baris demi baris angka yang tertulis dengan rapi. Setiap detail pengeluaran tercatat dengan tinta hitam yang tegas, lengkap dengan stempel resmi dari berbagai toko dan barak prajurit.

Wulan, pelayan setia Natalia, menundukkan kepala untuk menyembunyikan senyum puas yang tersungging di bibirnya. Ia merasa kemenangan nyonyanya telah tiba setelah bertahun-tahun pengabdiannya dihina oleh keluarga parasit ini.

“Kau pasti berbohong, Natalia! Ini tidak mungkin!” teriak Li Anna dengan suara melengking yang pecah karena syok.

Wajah wanita tua itu memerah padam, tangannya meremas pinggiran buku kas hingga kertasnya tampak kusut. Ia tidak bisa menerima kenyataan bahwa kemewahan yang ia nikmati selama ini adalah hasil “bantuan” dari menantu yang selalu ia remehkan.

Natalia menatap ibu mertuanya dengan tatapan datar yang tidak tergoyahkan sedikit pun. “Lihatlah baik-baik, Ibu Mertua. Di buku itu tertera dengan jelas, lengkap dengan tanda terima dari setiap transaksi.”

Karina mendengus kasar, wajahnya yang cantik kini tampak buruk karena rasa iri yang meluap-luap. “Lalu dari mana uang yang kau gunakan untuk membeli perhiasan dan sutra mahal semalam itu jika uang keluarga ini saja tidak cukup?”

“Tentu saja aku menggunakan uang pribadiku sendiri, bukan uang dari kas keluarga ini,” sahut Natalia singkat.

Nyonya Li Anna tertawa hambar, matanya memancarkan kebencian yang mendalam. “Uang pribadi? Jangan bercanda! Kau pasti telah melakukan penggelapan dana dan memanipulasi pembukuan ini untuk memperkaya dirimu sendiri!” tudingnya dengan wajah sinis.

Andrian yang sedari tadi diam, tiba-tiba bergerak maju dan mencengkeram kuat lengan Natalia. Matanya menatap tajam, penuh dengan rasa curiga yang menyakitkan.

“Katakan yang sejujurnya, Natalia! Kau benar-benar penggelapan dana, bukan?” desis Andrian dengan nada rendah yang mengancam. “Pengeluaran kita tidak mungkin sebanyak ini. Ini pasti hanya akal-akalanmu untuk menipu kami semua!”

Natalia menatap pria di hadapannya itu dengan tatapan yang sulit diartikan. Ia teringat bagaimana ia mencintai Andrian selama lima tahun ini karena mengira pria itu berbeda dari bangsawan rakus lainnya.

Dahulu ia berpikir, karena Andrian berasal dari rakyat jelata, suaminya itu akan tetap rendah hati dan bijaksana, serta tahu cara menghargai ketulusan istrinya. Namun nyatanya, setelah diberikan kekuasaan dan jabatan telah mengubah pria itu menjadi sosok asing yang mengerikan.

“Ternyata semua laki-laki sama saja saat berada di atas,” batin Natalia dengan hati yang kian membeku terhadap laki-laki.

Dengan satu hentakan kuat, Natalia menyentak tangannya hingga terlepas dari cengkeraman Andrian. Ia berdiri tegak, membalas tatapan suaminya dengan sorot mata yang penuh kekecewaan.

“Apa selama ini aku pernah berbohong padamu, Andrian? Ataukah kau yang sebenarnya memiliki seribu kebohongan yang disembunyikan di balik punggungku?” tanya Natalia balik.

Andria tertegun, ia melihat kekecewaan di mata Natalia. Mata yang dulu memandangnya penuh cinta kini tak ada lagi.

Natalia kemudian beralih menatap anggota keluarga Li lainnya yang masih tampak syok. “Jika kalian tidak percaya padaku, silakan panggil kepala pelayan dan kepala prajurit ke sini sekarang juga!”

Tak butuh waktu lama bagi para staf kediaman untuk berkumpul di ruang tengah yang tegang itu. Andrian langsung melangkah maju dan menginterogasi mereka dengan suara yang menggelegar.

“Jelaskan padaku tentang catatan pengeluaran ini! Apa benar semua dana itu digunakan sesuai yang tertulis di sini?” tanya Andrian menuntut jawaban.

Andra, suami Lusi, menyela dengan nada sinis yang memprovokasi. “Kalian tidak perlu takut jika wanita ini mengancam kalian. Katakan saja yang sebenarnya!”

Kepala pelayan lalu berdeham pelan, memecah keheningan yang mencekam di ruang tengah itu. Dengan tangan tertaut di depan tubuh, ia menatap Andrian dan Nyonya Li Anna dengan tatapan yang sangat serius.

“Mohon maaf, Tuan Andrian, tapi apa yang tertulis di buku itu adalah kebenaran yang sesungguhnya,” ujar kepala pelayan dengan suara rendah ndan mantap. “Nyonya Natalia sama sekali tidak berbohong mengenai pengeluaran militer yang membengkak ini.”

Kepala prajurit maju selangkah, menambahkan kesaksian yang membuat wajah keluarga Li semakin pucat. “Bahkan saat kas keluarga menipis, Nyonya Natalia seringkali merogoh kocek pribadinya untuk menutupi kekurangan biaya operasional kediaman ini.”

“Benar, Tuan,” sahut seorang pelayan senior yang berdiri di belakang mereka. “Jika gaji kami terlambat turun karena administrasi yang kacau, Nyonya Natalia selalu memberikan uangnya lebih dulu agar dapur kami tetap mengepul.”

Brak!

Nyonya Li Anna memukul meja dengan keras, wajahnya memerah karena malu sekaligus murka. “Mustahil! Kalian semua pasti sudah disogok oleh wanita ini untuk membela setiap kebohongannya!”

Natalia hanya tersenyum tipis, sebuah senyuman hambar yang tidak mencapai matanya yang sedingin es. Ia menatap satu per satu anggota keluarga Li yang masih memandangnya dengan penuh kebencian dan ketidakpercayaan.

“Jika kalian masih merasa aku memanipulasi angka-angka itu, aku punya tawaran yang adil,” tantang Natalia dengan nada menantang. “Biarkan Lilith yang memegang kendali pembukuan dan mengurus semua kebutuhan rumah ini selama sebulan ke depan.”

Lilith tersentak kaget, matanya mengerjap tidak siap saat semua pasang mata kini tertuju padanya. Natalia melipat tangannya di dada, memberikan tatapan yang seolah menguliti harga diri adik iparnya itu.

“Mari kita lihat, apakah setelah sebulan kau masih bisa menuduhku berbohong, Lilith?” tanya Natalia dengan nada sarkastis. “Atau justru kau yang akan menangis memohon padaku untuk mengambil alih kekacauan ini kembali?”

Andrian terdiam, tangannya mengepal kuat, namun rasa sesak di dadanya kian menguat. Ia menatap istrinya, menyadari bahwa wanita yang ia remehkan itu selama ini telah memikul beban yang sangat berat sendirian.

Tanpa berkata apa-apa lagi, Natalia pergi dari ruangan itu. Ia benar-benar merasa lega, karena telah melepaskan beban itu selama lima tahun ia pendam.

Silakan kalian urus kediaman ini. Dan mungkin selama sebulan ke depan, aku tidak akan berada di kediaman ini lagi, batin Natalia telah bertekad untuk pergi.

1
Luna
haha puas juga lihatnya
Luna
keluarga palsu dan nggak tahu diri banget
Indah Rahayuni
Alur cerita seru, tdk berbelit2
Diandra Kim
kok AQ merasa kyk pernah ada drama korea yg ceritanya sama kyk gini deh..tp lupa drakor apa ya
Musdalifa Ifa
seru
?...
/Good//Good//Good/
Luna
gak tahu malu banget sih
Luna
namanya juga manusia
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
sudah kuduga... 🤣
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
astaga 🤣🤣🤣
sungguh gencar sekali ya anda mengamankan posisi🤣
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
jiahhh dah pinter banget nih pangeran soal rayu merayu 🤣
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
nah mampus lu, hobi banget mempermalukan diri sendiri
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
kenapa harus tepat ditangan sih, kenapa gak meleset aja ke leher
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
issa, sumpah benci banget gw sama ni laki.
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
dasar nenek lampir pinter banget bohongnya 🤣
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
dasar laki gak tau malu
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
dihhh malesss...
gak ngotak lu.
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
Ooo tentu saja pangeran. mana masih perawan pula itu
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
nah ini maksud ku, kalo dah dijual kan selesai semuanya
Luna
nggak tahu malu banget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!