NovelToon NovelToon
DETERMINED

DETERMINED

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Dikelilingi wanita cantik / Playboy / Anak Genius / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Murid Genius
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: amuntuyu

"Di antara dinginnya sebuah pelindung dan hangatnya sebuah tawa, ada hati yang bertekad untuk tidak lagi hancur." - Meira tidak pernah percaya bahwa tragedi yang merenggut nyawa Papanya hanyalah kecelakaan biasa. Didorong oleh rasa kehilangan yang amat dalam dan teka-teki hilangnya sang Mama tanpa jejak, Meira berangkat menuju Lampung dengan satu tekad bulat, menguak tabir gelap yang selama ini menutupi sejarah keluarganya. Namun, menginjakkan kaki di SMA Trisakti ternyata menjadi awal dari perjalanan yang jauh lebih berbahaya dari yang ia bayangkan. Jalannya tidak mudah. Meira harus berhadapan dengan tembok tinggi yang dibangun oleh rahasia yang terkubur dalam, hingga trauma yang nyaris membuatnya menyerah di setiap langkah. Setelah satu demi satu rahasia terbongkar, Meira pikir perjuangannya telah usai. Namun, kebenaran itu justru membawa badai baru. Ia kembali dihadapkan pada persoalan hati yang pelik. Antara rasa bersalah, janji masa lalu, dan jarak. Kini, Meira harus membuat keputusan tersulit dalam hidupnya. Bukan lagi tentang siapa yang bersalah atau siapa yang benar, melainkan tentang siapa yang berhak menjadi tempatnya bersandar selamanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon amuntuyu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sembilan belas

Meira terduduk di meja belajarnya, sedangkan Ayara membaringkan tubuhnya di atas kasur. Mereka kini sibuk dengan kegiatannya masing-masing. Meira terfokus pada puluhan soal latihan di buku paket Matematika, sedangkan Ayara tengah sibuk menatap layar ponselnya sambil sesekali berdecak sebal.

"Kamu kenapa sih, Ra? Dari tadi aku dengar komat-kamit terus, ada apa?"

Ayara mengubah posisinya menjadi duduk. Suara Meira membuatnya lagi-lagi berdecak.

"Sebel banget tahu gak, Abil gak angkat-angkat telepon gue." keluh Ayara.

Meira menolehkan kepalanya sebentar, kemudian membereskan buku dan alat tulisnya. Ia bangkit merebut ponsel dari tangan Ayara. Posisinya kini duduk di sebelah Ayara. Meira mencari kontak seseorang di ponsel cewek itu dan menghubunginya.

Untuk sekian lama, mereka berdua hanya mendengar nada sambung yang monoton dari ujung ponsel.

"Halo, Ay?"

"Nih." Meira mengembalikkan ponsel Ayara saat telepon berhasil tersambung. Tertera nama Haris di sana.

"Kok lo nelpon dia sih? Gue kan—"

"Kamu bilang sama dia, suruh Abil buat angkat teleponmu." sela Meira.

"Ya tapi gue—"

"Halo, Ayara. Lo bisa dengar gue?"

Lagi-lagi ucapan Ayara terpotong oleh suara di seberang telepon. Ayara membuang napas kasar. Mau tak mau ia menerima ponsel dari Meira dan menempelkannya di telinga.

"Halo." katanya tanpa minat.

"Kenapa lo? Tumben telpon gue, kangen ya sama gue?" suara Haris kembali terdengar.

"Gue mau minta tolong sama lo. Bilangin ke Abil suruh angkat telepon gue bentar, penting banget." sahut Ayara tanpa salam pembuka.

Hening sejenak. Baru kemudian, Haris menjawab dengan nada tengil khasnya.

"Lo telpon gue cuma mau bilang itu doang?" terdengar tawa meledek darinya.

"Cepet, gue gak mau buang-buang waktu ngobrol sama lo." jawab Ayara ngegas.

"Kalem dong Mbak-nya. Ini Abil lagi bareng gue, btw."

Ayara yang mendengarnya langsung menegakkan badan. "Serius? Kasihin dong hp nya ke dia bentar, Please.." mohon Ayara.

Tawa Haris kembali terdengar di telinga Ayara, kali ini lebih keras, membuat Ayara menjauhkan ponselnya karena telinganya terasa berdengung. "Lo nipu gue?!"

"Becanda kali, mana ada Abil di rumah gue jam segini." timpal Haris, tawanya masih belum reda.

"Nyebelin banget lo jadi orang." Meira yang melihat kekesalan Ayara hanya bisa terkekeh pelan.

"Yaelah, lagian lo juga kenapa demen banget sama Abil sih? Udah jelas-jelas dia tuh keras kayak batu. Sama gue aja sini, kalau dilihat-lihat gue juga gak kalah ganteng sama Abil kok, Ay."

Ayara memutar bola matanya mendengar ucapan Haris. Perutnya terasa bergejolak ingin memuntahkan isi-isinya. Tingkat kepedean Haris terlalu tinggi, sampai-sampai dia lupa diri.

"Ogah, percuma ganteng kalo gak menarik!"

Tut! Ayara menjauhkan ponselnya sesaat setelah memutuskan sambungan telepon. Ia berkali-kali mengedikkan bahunya geli mengingat perkataan Haris di telepon tadi. Sementara itu, Meira sudah tertawa lepas. Meira tidak bisa menahan tawanya mendengar kenarsisan Haris.

...\~\~\~...

"Baru kali ini gue ketemu cewek paling nyebelin kayak dia. Kenapa dia pindah kesini coba, tiap hari ketemu dia rasanya kepala gue mau pecah!" gerutu Abil kesal.

Bel pulang berbunyi, Abil, Haris dan Ilham langsung memisahkan diri dari siswa lain di kelasnya. Apalagi Abil, wajahnya sudah memerah akibat seharian penuh Ayara terus saja mengganggunya. Cewek itu tak henti-hentinya mengajak untuk pergi ke rumahnya, dengan alasan akan berunding soal tugas proyek yang diberikan Bu Hera. Kekesalannya kian bertambah saat tahu kalau mereka satu kelompok dalam proyek itu.

"Nggak boleh gitu, Bro. Jangan kelewat sebel sama cewek, nanti jatuh cinta baru tahu rasa lo." sahut Haris sambil tertawa.

"Gue gak bakal jatuh cinta sama cewek kayak dia!"

"Kita lihat aja nanti. Sekarang lo bisa ngomong nggak, tapi nanti bisa aja lo berubah pikiran." timpal Haris.

Ilham menjentikkan jarinya menyetujui ucapan Haris. "Nah bener tuh, Bil. Urusan hati nggak ada yang tahu. Cinta bisa aja muncul tanpa lo sadari. Gue bisa lihat tatapan mata lo beda ke dia."

"Tatapan apa?" tanya Abil cepat, cowok itu tiba-tiba menghentikkan langkahnya, membuat Haris dan Ilham ikut berhenti melangkah.

"Gini, ya, Bil. Tatapan lo ke Ayara tuh kayak tatapan lo dulu ke Lyra."

"Maksudnya?" Abil mengerutkan keningnya bingung. "Kok lo jadi bawa-bawa Lyra?"

Haris mengelus bahu Abil, berusaha menenangkannya. "Sabar dulu, Bil. Mungkin maksud Ilham, tatapan yang lo kasih ke Ayara itu sama persis kayak tatapan lo ke mantan lo dulu."

"Tatapan cinta." Ilham membenarkan.

Abil terperanjat. Ia benar-benar tidak mengerti jalan pikiran kedua temannya yang dengan mudahnya berpendapat kalau ia jatuh cinta pada Ayara.

"Itu nggak mungkin!" tolaknya.

"Abil Arsalaan, ayolah, mau sampe kapan lo nutup pintu hati lo buat cewek lain? Yang udah pergi biarlah pergi, tapi lo harus tetap hidup dan menjalani hidup lo. Lo harus bisa nerima cewek lain di hati lo." timpal Ilham.

"Gue gak pernah nutup pintu hati gue buat cewek lain, tapi ini nggak semudah yang lo bilang. Nggak mudah cari pengganti Lyra. Meski kebersamaan gue dan dia cuma sebentar, tapi kenangannya masih membekas, susah buat dilupain gitu aja! Lo juga pasti ngerti, Ham."

Ilham dan Haris terdiam. Mereka berusaha tidak berkata apa-apa lagi. Mereka tidak mau menambah kesedihan di hati Abil. Keduanya dapat mengerti bagaimana perihnya, tetapi mereka tidak bisa melihat Abil terus-menerus mengingat Lyra yang telah pergi dan tak akan pernah kembali.

"Hai, Abil." tiba-tiba Ayara datang bersama Hesty dan Lana, menghampiri Abil yang langsung memasang wajah masam.

"Panjang umur lo, Ay." sambut Haris.

Ayara menaikkan satu alisnya, lalu tersenyum lebar. "Kamu lagi ngomongin aku ya?" tanyanya pada Abil.

Abil memutar bola matanya malas. "Gue gak pernah ngomong apa-apa tentang lo!" Abil berdesis, merasa muak melihat wajah Ayara.

Ayara mengerucutkan bibirnya. "Kamu jadi ke rumahku kan?" Ayara mengalihkan pembicaraan.

"Iya." singkat Abil. "Gue gak mau terus-terusan lo teror."

Ayara tersenyum semakin lebar mendengarnya. Walaupun ia tahu Abil pasti sangat terganggu dengan kehadirannya, tapi apa boleh buat, hati Ayara lah yang membuatnya menjadi seperti itu.

"Kalau begitu, bareng aja yuk." ajaknya.

"Boleh, yuk." Haris merangkul bahu Ayara tanpa izin, yang tentu saja langsung Ayara singkirkan. Cowok itu hanya tertawa kecil melihat ekspresi sebal di wajah Ayara.

"Gue ikut."

Keenamnya menoleh kompak ke arah orang yang baru saja berbicara.

"Gue mau diskusi sama Meira, dia satu kelompok sama gue. Dan lo juga." Rey menatap Ilham sekilas.

Ilham menggerutu. "Kenapa gue harus sekelompok sama dia sih." katanya terang-terangan.

"Ya udah, ayo berangkat ah, nanti keburu sore." Lana bersuara, semuanya mengangguk menyetujui.

...\~\~\~...

1
Zanahhan226
ups, penuh misteri sekali ini..
listia_putu
ceritanya bagus kok, udah melewati 10 bab yg aku baca. tp kenapa pembacanya sedikit??? heran....
Zanahhan226
menarik dan misterius..
Zanahhan226
halo, aku mampir, Kak..
semangat, ya..
kita saling dukung ya..
🥰🥰
Zanahhan226
‎Halo, Kak..

‎Datang dan dukung karyaku yang berjudul "TRUST ME", yuk!

‎Kritik dan saran dari kakak akan memberi dukungan tersendiri untukku..
‎Bikin aku jadi semangat terus untuk berkarya..

‎Ditunggu ya, kak..
‎Terima kasih..
‎🥰🥰🥰
anggita
mampir ng👍like aja☝
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!