Riana... ia sempat berpikir Apakah ada dirinya di dunia lain tapi ia tidak tahu? Pertanyaan itu terus melanda di pikiran Riana. namun...
Brakk! ia tertabrak oleh mobil laju karena Ada seseorang yang mendorongnya.. dan...
Apa yang terjadi dengan riana? selamat? mati? atau semacamnya? Ayo lihatt!
.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon penulis tapi ending sesuai mood, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Permainan 2
"Apa aku sudah bisa mengobati permaisuri?" Tanya riana sambil Mengusap tangan permaisuri
Derek pun mengangguk "Ya, Obatilah. Jika kau tidak berhasil tidak apa apa"
Riana pun mengangguk lalu memulai Pengobatan nya
SSRR
'Bekerja lah...'
BRRR
Riana pun terkejut 'P-petir?'
pupil derek mulai melebar
Riana pun menutup mata, Takut Kekuatan ini Menyerangnya
ZRRR, BRRR
Syunggg
Riana pun membuka matanya perlahan, Ia pun melihat tidak ada yang terjadi 'Apa bekerja?'
'Bekerja lah, Kau pikir kekuatan kita pernah gagal?' ucap cursed dalam telepati
Riana terdiam dengan suara itu, ia pun mencoba Menenangkan dirinya
"Apa.. Berhasil?" Tanya Derek dengan sedikit khawatir
"tunggu sebentar" Ucapnya dengan tenang
Wajah derek tampak tidak Percaya, Namun setelah menunggu beberapa menit. Tangan permaisuri Pun mulai bergerak
Derek pun terkejut "Ibu!"
Permaisuri pun membuka matanya "Zane.."
Riana pun sedikit tersentak ketika permaisuri memanggil nama zane dulu, padahal yang menunggunya adalah derek
derek pun terkejut ketika ibunya memanggil zane deluan "Bu.. Ini Derek.."
"Derek?.." gumam permaisuri sambil melirik Derek
Derek mengangguk, Ia mengambil segelas air dan memberinya pada ibunya "Bu, minumlah dulu"
Riana hanya memperhatikan Interaksi mereka lalu Permaisuri pun bangun dari Tidurnya, Ia menyandarkan punggungnya di kepala Ranjang
"Terima kasih, nak ..." ucap Permaisuri sambil menerima air itu
Derek mengangguk, Ia pun memanggil salah satu kepala pelayan untuk menyuruhnya memanggil semua keluarga kerajaan
...
..
..
"Sherly!" Teriak panik Kaisar
"Henry?" Gumam permaisuri
Kaisar pun berlari ke Permaisuri, Sambil menggenggam tangan nya dengan erat "Syukurlah Kau sudah sadar"
permaisuri pun tersenyum "Ya.. Derek.."
ia menoleh ke ibunya "Ya?"
"Siapa yang.. Mengobati ku?" Tanya permaisuri
Derek pun tersenyum, Ia berjalan mendekati Riana lalu memegang tangannya "Tunangan ku, Riana.. Dia kebetulan memiliki kekuatan penyembuhan, Aku pikir kekuatan nya Sama saja tapi aku tidak menyangka sebesar ini kekuatan nya"
Riana pun tersenyum canggung 'tidak menyangka? Tck.. Bilang saja bahwa Kau meragukan ku' Gumamnya dalam hati
"Namanya riana?.. Cantik sekali tunanganmu, Derek.." Ucap Permaisuri sambil tersenyum
Derek mengangguk "Ya, Aku yang memilihnya, tentu saja Sangat cantik" ia tersenyum melihat riana
Riana membalas senyumannya walaupun palsu "Salam hormat permaisuri, Saya riana Antoinette ruin. Tunangan tuan derek"
Permaisuri pun membalas Hormat nya dengan mengangguk "salam juga, nona riana. Kau sangat sopan ya"
Riana Mengangguk dengan tersenyum malu "Bisa saja, Permaisuri.."
"Kekuatanmu sangat hebat, Nona riana" Ucap kaisar
"Terima kasih atas pujian anda, yang mulia baginda" ucap riana balik
Ia tertawa kecil, lalu tiba tiba ada dua orang yang datang. Mereka tampak familiar
"Ibu!" Victoria terengah engah
"Ehh, Victoria? ada apa denganmu?" Tanya Permaisuri dengan kebingungan
mata Victoria mulai berkaca kaca, Ia pun langsung berlari dan memeluk Ibunya "Ibuu!!"
rengeknya
"Ah.. Kau sudah menjadi ratu tapi Masih kekanak-Kanakan ya?" Ucap Permaisuri sambil tertawa
"Hey.. jangan terlalu keras peluk Ibu, Kak"
suara familiar
Riana terdiam, Suara itu membuatnya terpaku
Pintu terbuka dan matanya Riana Melihat orang yang membuka pintu lagi, ternyata ...
"Nanti ibu bisa sesak nafas" Ucap zane dengan wajah datar
Riana pun terdiam, Terpaku dengan kedatangan zane. setelah ia Menyadarkan dirinya ia kembali Ke Mereka
"Kau selalu menyebalkan" gumam Victoria dengan wajah yang sedikit kesal
Zane menghela nafas, lalu ketika ia sudah memperbaiki Kancing lengannya. Ia terkejut melihat riana dan derek yang hadir
"R-Riana?" gumam Zane
mereka semua pun kebingungan, bahkan riana
"Riana?" Victoria pun menoleh ke riana, ia sedikit terkejut kedatangan Riana "Rianaa???"
"Kakak... Mengenalnya?" Tanya Derek
Victoria pun berdiri, wajahnya sedikit senang namun Tidak menyangka "Ya.. Dia adalah teman kakak." Ia pun mulai Tersenyum "bisa dibilang kita sahabat.. Hehehe"
Mereka semua terkejut "Sahabat?!" sontak Zane, Permaisuri, Dan derek
Victoria pun mengangguk "Yap.. Dia sahabatku, kan.. Riana??"
Riana mengangguk "Ah.. Iya.." Jawabnya dengan gugup
"Riana.. Kau tidak pernah memberitahuku bahwa kau mengenal Kakakku" Ucap Derek sambil berbisik
"ehm.. Aku lupa.." Gumamnya sambil tersenyum canggung 'Aku saja tidak tahu Victoria adalah keluarga kerajaan ini' gumamnya dalam hati
..
.
.
"Ohh jadi yang menyembuhkan ibu itu.. Riana?" gumam Victoria
Derek pun mengangguk "Ya, Sekaligus Tunangan ku"
Victoria sedikit terkejut, Lah? Tunangannya? Ia pun melirik Zane yang sedang duduk di sebelah kaisar Dengan murung
Victoria pun tersenyum miring karena ia tahu Zane menyukai Riana "Bodoh.."
"Bagaimana Kita Makan bersama untuk menyambut ibu?" Ucap Victoria
Mereka semua mengangguk "Ya, bisa. Aku Akan menyuruh Pelayan untuk menyiapkan nya" Ucap kaisar dengan singkat lalu pergi
Mereka semua pun Makan siang, Riana ada di sebelah Derek, zane ada di seberang Riana, Victoria ada di sebelah Zane, Kaisar duduk di bangku khususnya, sedangkan Permaisuri duduk di antara Kaisar dan derek
Mereka pun Makan bersama sambil mengobrol akan Pertunangan Riana dan Derek, riana hanya Mengikuti alur nya karena kini ia belum ada kesempatan untuk melakukan apa apa
Mereka saling ngobrol dengan damai, Riana Memperhatikan Mereka yang sedang asik mengobrol. matanya Sedikit terpaku akan melihat kedekatan Victoria dan Permaisuri, Kedekatan mereka seperti kedekatan dia dan ibunya sendiri
Riana berharap Dia bisa seperti mereka, berkumpul bersama Ibu...
Ketika Dia mengalihkan pandangannya lalu fokus makan, Tiba tiba...
"Bu?..." Gumam Victoria
.....
Mereka pun menoleh
Dukk
"Bu!!! Ibu!!" Teriak Victoria
"Ibu!??" Sentak derek
"Ibu?!" Sentak Zane
"Sherly!!"
'Dia.. Mati?' ucapnya dalam hati, Riana terkejut dengan Permaisuri yang tiba tiba mati tanpa aba aba. Ia pun berdiri dan Teriak memanggil Perajurit dan pelayan yang ada disitu sambil mendecakkan Lidahnya 'Tch.. Terlalu cepat kematiannya, pembunuh aneh' ucapnya dalam hati
Riana pun bergegas untuk melihat Permaisuri yang tergeletak, dan ia terkejut melihat Tanda seperti Tembakan tapi.. Di masa itu, belum ada senjata seperti pistol ataupun senjata angin
Ruangan itu menjadi Tegang, Victoria yang menangis histeris karena kematian Ibunya, Zane juga Ingin menangis namun tidak bisa mengeluarkan tangisannya. Sedangkan Kaisar dan derek Hanya mengernyit kan dahi mereka
"Apa dia sudah-" kaisar dengan nada yang sudah Tenggelam
riana pun menyela "Tidak, Dia tidak mati dengan penyakit nya. Tapi dia Di bunuh dengan suatu senjata"
"Senjata? K-kalau begitu senjata apa?" Tanya Derek
Riana pun menyeringai "kita belum tahu untuk senjatanya, apa kau ingin tahu sekali?"
Derek pun terdiam sambil tersenyum canggung "A-ah.. Tidak.. Aku hanya penasaran senjata apa itu, karena ada seperti tusukan"
Riana Menggelengkan kepalanya "Tidak, Itu bukan tusukan. sepertinya itu benda tajam yang membuatnya begini"
"Apa ini pisau?" Gumam Victoria sambil menarik Air matanya
Riana menggelengkan kepala sambil tersenyum lembut ke Victoria "Aku sudah bilang, kan? Ini bukan tusukan. Jika tusukan pasti kita tahu siapa yang melakukan nya"
Zane pun menghela nafas, lalu berdiri "Bawa ibu ke dokter dulu.. Nanti darahnya habis" Zane pun teriak dengan Tegas, mengarahkan Perajurit nya untuk mengangkat ibunya Berobat
Riana pun memperhatikan Ibunya pergi, Sambil terdiam. Berpikir sejenak
Pembunuhan ini sepertinya.. Ada di keluarga kerajaan..
Siapa kah dia?