Seorang pemuda berusia 25 tahun, harus turun gunung setelah kepergian sang guru. Dia adalah adi saputra.. sosok oemuda yang memiliki masa lalu yang kelam, di tinggalkan oleh kedua orang tuanya ketika dirinya masih berusia lima tahun.
20 tahun yang lalu terjadi pembantaian oleh sekelompok orang tak di kenal yang menewaskan kedua orang tuanya berikut seluruh keluarga dari mendiang sang ibu menjadi korban.
Untung saja, adi yang saat itu masih berusia lima tahun di selamatkan okeh sosok misterius merawatnya dengan baik dari kecil hingga ia berusia 25 tahun. sosok misterius itu adalah guru sekaligus kakek bagi Adi saputra mengajarkan banyak hal termasuk keahliah medis dan menjadi kultivator dari jaman kuno.
lalu apa tujuan adi saputra turun gunung?
Jelasnya sebelum gurunya meninggal dunia, dia berpesan padanya untuk mencari jalan hidupnya sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sarif Hidayat, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 35 Di cegat di jalan
"Maudy.. apa kamu tidak merasa aneh, kenapa pemuda itu menghilang"?
Hana dan maudy mulai berjalan keluar dari area danau itu, bahkan sampai sore hari mereka menunggu kemuculan rayan dari dalam air, pemuda itu tak kunjung juga muncul..
Sampai ada yang mengira bahwa pemuda itu di bawa oleh siluman jahat penjaga danau, bahkan ada juga yanng beranggapan bahwa pemuda itu sebenarnya bukanlah manusia melainkan jelmaan siluman air,
Dan tak sedikit dari orang-orang langsung mengunggahnya ke internet dengan caption pahalawan danau kesunyian, ada juga yang menulia caption siluman pahlawan, dan di tuliskan juga sosok pahlawan yang menghilang setelah menyelamatkan sorang gadis dari se-ekor buaya ganas.
Maudy tampak merenung sepanjang jalan pulang. ia masih teringat dengan suara pemuda itu di kepalnya, ia tidak tahu antara harus meyakinkan dirinya atau mendengarkan omongan hana yang mengatakan bahwa dirinya hanya berhalusinasi. apalagi hanya dia sendiri yang mendengarnya. namun ke mana pemuda itu pergi ?
"Maudy, apa kamu mendengarku?"
Melihat sahabatnya itu tampak berjalan sembari melamun, hana menghentikan langkahnya karena kebetulan mereka sudah sampai di tempat parkiran mobilnya,
"A-aku,, memikirkan kak rayan, bagai mana jika dia benar-benar hilang"
Dengan raut wajah cemas, maudy sungguh tak bisa berpikir jernih.. hilangnya pemuda itu tak di sadari oleh semua orang.
"Aku tau kamu mengkhwatirkannya, tetapi kita sudah menunggu nya hingga hari mulai gelap, tetapi pemuda itu tak kunjung keluar dari dalam air.. "
Ujar hana, ia sendiri kebingungan kemana pemuda itu, apakah benar apa yang di katakan oleh orang-orang bahwa pemuda itu sebenarnya siluma pahlawan. Hana menggelengkan kepalanya menghilangkan pikiran konyolnya itu,
Tepat ketika hana sudah berada di depan mobilnya, panca indranya menangkap beberapa sosok tengah mengawasi mereka berdua dari kejauhan,
"Maudy,, cepat masuk ke dalam mobil. kita harus segera pergi sekarang"
Dengan tingkat beladirinya yang berada di tingkat bawan tahap sembilan, yang mana sebentar lagi akan menerobos ke tigkat menengah tahap pertama.
Tanpa banyak bertanya maudy pun langsung masuk, pikirannya masih berkelana memikirkan rayan, ntah kenapa meski ia baru beberapa hari bersama pemuda itu, ia merasa cukup nyaman di bandingkan hidup bersama keluarganya sendiri.
brum
Mobil dugati berwarna merah mulai membelah jalan, dan beenar saja saat hani melihat ke arah spion mobinya dan mendapati sebuah mobil berwarna hitam tengah membnututinya.
"Hana, kenapa begitu terburu-buru.."
Menyadari mobil yang ia tumpangi tampak melaju dengan cepat maudy merasa sedikit heran.
"Ada sebuah mobil mengikuti kita"
Jawab hana dengan wajah serius dan berfokus pada kemudinya.
Maudy mengerutkan keningnya lalu ia menoleh ke belakang dan benar saja ada sebuah mobil suv berwarna hitam sedang mengikuti mereka. seketika dirinyapun merasa panik, maudy langsung menduga bahawa mereka pasti ada sedang mengicarnya.
"Siapa mereka. Apa mereka orang suruhan pria tua itu untuk mengincarku?"
Lirih maudy dengan suara pelan namun masih bisa di dngar oleh hana. yang mana hana langsung menoleh sekilas pada gadis itu dan berkata.
"Belum tentu, mungkin saja Mereka adalah orang-orang bayaran yang sedang mengincarku"
"Kenapa mereka mengincarmu "?
Maudy terkejut mendengarnya, hana adalah nona muda dari keluarga purnawan, siapa yang begitu berani mengincarnya.
"Aku tidak tau, tetapi kakeku pernah mengatakan bahwa ada beberapa orang yang mengincarku. itu jugalah alasan kakeku memberikan aku dua orang pengawal untuk menjagaku"
Jawab hana. namun sayangnya ia telah membuat kedua pengawalnya itu pulang.
Kedua mobil itupun terus beiring-iringan membelah jalan raya pinggiran kota. maudy sampai mengencangkan sabuk pengamannya karena hani semakin menambah kecepatannya.
"Sial,,, kenapa mobil mereka begitu cepat"
Gerutu hana, ketahuilah mobilnya adalah bugati veyron keluaran terbaru, yang mana kcepatannya tidak dapat di ragukan lagi, namun ntah kenapa mobil muatan keluarga itu mampu mengejar mobilnya. ataukah kemapaun mengemudinya begitu buruk.
Ciittttttt
tepat saat di jalanan sepi, hana terpaksa menghentikan mobilnya secara mendadak, karena tiba-tiba saja mobil dengan arah berlawanan mengentikan mobilnya tepat di jalannya, lalu tak lama ada sekitar lima orang keluar dari mobil itu, begitupun dengan dengan mobil yang terus membuntuti mereka, juga keluar empat orang dari dalam mobil itu,
Tampaknya mereka sudah merencanakn semuanya, karena masing-masing di antara mereka adalah seorang ahli beladiri tingkat bawaan tahap ke lima hingga ke sembilan. dan mereka semuanya menggunkan penutup wajah mereka juga jubah hitam yang menutupu tubuh mereka.
"Ini...? se-sepertinya mereka berkelompok"
Dengan wajah maudy langusng pucat pasi, akhir-akhir ini ia terus mengalami hal hal serupa.
"Jangan memaksa kami menggunakan kekerasan padamu gadis kecil, keluarlah atau kami akan menghancurkan mobil mu"
Ucap salah satu dari mereka.,
"Ap_apa yang harus kita lakuakan"
Lirih maudy kembali,
Hana menggeretakan giginya menahan kesal, ia tidak tahu siapa sebenarnya yang mengincar dirinya sampai-sampai kakek nya pernah berpesan padanya untuk jangan pergi terlalu jauh.
"Kamu tetap diam, jika hal terduga terjadi.. kamu larilah sebisamu"
Ucap hana dengan wajah serius pada maudy'
"Hana.. apa yang kamu bicarakan, aku-aku tidak mungkin meninggalkan mu"
Maudy merasa hana sedang memperdulikannya dan itu cukup membuat dirinya tersentuh,
"Aku hanya akan berbicara dengan mereka sebentar, kamu tunggulah percaya padaku mereka tidak akan menyakitiku"
Hana meyakinkan maudy,
"Tap-tapi... "?
"Kamu jangan lupa bahwa aku juga seorang ahli beladiri "
Lanjut hana memotong perkataan maudy.
"Tapi jumlah mereka sangat banyak, apalagi sepertinya mereka sangat kuat"
Maudy bukan seorang hali beladri, tetapi hanya dengan melihat penampilan mereka yang tampak misterius, ia yakin pasti mereka sangat kuat,
"Jangan khawatir, di kota ini tidak ada yang bisa menyakitiku"
Setelah berkata seperti itu, hana langsung keluar dari mobilnya, dan seketika ia merasakan aura kuat dari orang-orang itu.
"Bagus.. akhirnya kamu keluar dengan patuh gadis kecil"
Ucap salah satu dari mereka.
"Siapa kalian,..?"
Tanya hana tanpa basa-basi,
"Kamu akan tau siapa kami jika kamu mau ikut dengan patuh bersama kami "
jawab salah satu dari mereka misterius,
Hana menatap mereka semua dingin, ekpresi wajahnya langsung berubah tanpa rasa takut,
"Kalau begitu, aku juga tidak akan mau ikut dengan kalian"
ke sembilan orang itu saling memandang,
"Kalau begitu kami juga terpaksa harus memaksamu"
mendapati tidak ada orang lain di dalam mobil itu selain seorang gadis biasa, lima orang sekligus langung menyerang hani berniat langsung tanpa berniat melukainya,
"Cih,, kalian jangan harap bisa membawaku"
Dengus hana aura beladirinya pun keluar, sudah lama sekali ia tidak bertarung sungguhan terkecuali berlatih dengan kakek nya.
"Oh.. memang pantas di sebut tubuh murni, kamu bahkan sudah mencapai tingkat bawaan tahap ke sembilan gadis kecil.. tetapi tetapi hanya kamu seorang diri, kamu hnya akan terluka jika melawan kami semua. jadi lebih baik kamu menyerahlah dan ikut kami dengan patuh "
Ucap salah satu dari mereka, menghentikan gerakan serangan nya,
"Kamu terlalu banyak bicara sebai seorang pria"
Ujar hana,
"Hahah,,, bagus-bagus,, memang layak menjadi nona muda dari keluarga purnawan. namun setelah ini, kamu mungkin tidak akan memiliki kesempatan lagi untuk bertemu keluarga mu" Ucap pria itu kembali langsung menyerang hana.
wus
Hana yang memang sudah bersiapun tidak tinggal diam, ia melawan lima orang sekaligus dengan masing-masing berada di tingkat beladiri bawaan tingkat ke lima dan yang tertinggi tingkat ke delapan.
bam
bam
bam
Satu demi satu hana menahan setiap serangan dari mereka dengan mudah. gerakan mereka begitu cepat,, namun gerakan hana lebih cepat dari mereka.
Maudy yang berada di dalam mobil, ia mengepalkan tinjunya sembari berpikir apa yang harus ia lakukan untuk membantu, sedangkan ia tidak mungkin hanya berdiam diri menyaksikan sahabatnya itu bertarung.
Sebuah nama rayan pun muncul kembali di benak nya, andai saja ada pemuda itu, pastilah kakak nya itu bisa membantunya,
Bruk
Bam
Wus
Setelah bertarung cukup lama, akhirnya Hana berhasil membuat ke lima orang itu terpental mundur, meski ia sendiri harus menerima beberapa serangan dari mereka,
"Rupanya kamu memang cukup kuat gadis kecil"
Ucap salah satu dari mereka, lalu menoleh ke arah empat rekan yang sebelum nya belum turun tangan,
"Cepat bergerak... Kita tidak punya banyak waktu"
Ke empat orang itu dua di antara nya ahli beladiri bawaan tahap ke depan dan dua lagi tahap ke sembilan tingkatan yang sama dengan Hana,
Wus
Ke empat orang itu langsung menggerakkan tangan nya dan tak lama muncul sesuatu dari udara menyerupai sebuah kurungan berbentuk piramida.
"Gadis kecil... Maaf kami tidak punya waktu lagi untuk menemanimu bermain"
Ucap mereka, membuat hana langsung mendongak ke atas dan menyadari bahwa itu adalah sebuah formasi kurungan.
"Kalian...."?
Jelas Hana tidak memiliki kekuatan maupun kesempatan untuk menghindari dari formasi itu, karena mereka sudah menekannya.
Bruss
Dengan cepat formasi kurungan itu langsung menyerang Hana dan Hana langsung merasakan energinya perlahan terkikis oleh formasi itu,
"Ka-kalian... Bedebah... Kalian sungguh tidak tau malu, bertarunglah dengan ku jika kalian memang seorang pria"
Maki Hana, rupanya formasi itu bukan hanya sekedar kurungan biasa, tetapi bisa mengikis energinya secara perlahan,dan Jika itu terus berlangsung... Maka mereka akan dengan mudah membawa dirinya,
"Gadis kecil... Kamu memiliki keberanian dan ucapan yang tajam. Tetapi itu justru akan semakin membuat guru kami menginginkan mu"
Ucap salah satu dari mereka,
Hana menggeretakan giginya mencoba untuk menahan formasi itu, ia meninju kesan kemari menyerang formasi itu berharap akan hancur, namun justru apa yang ia lakukan malah membuat formasi itu semakin cepat mengikis energi nya,
Duarrrrr
Tepat ketika Hana merasa putus asa, sebuah energi besar menghantam formasi itu hingga hancur, dan tak berselang lama suara mengejutkan mereka semua pun terdengar,
"Aku tidak berharap ternyata masih ada begitu banyak seorang ahli beladiri pria yang tidak tahu malu melawan seorang gadis dengan cara mengeroyok nya"
ditunggu kelanjutannya thor💪
ditunggu kelanjutannya thor
SEKIAN DAN TERIMA KASIH
Disini juga di sebut nama MCnya Rayan tapi di sinopsis di sebut Adi agak membingungkan thor apakah ada kesalahan di penamaan karakternya?
Itu saja kritik yang mau aku sampaikan kepadamu thor, Terima kasih