NovelToon NovelToon
Masih Tentangmu Di Setiap Detikku

Masih Tentangmu Di Setiap Detikku

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Romansa / Kehidupan di Sekolah/Kampus
Popularitas:9.3k
Nilai: 5
Nama Author: Veline ll

Bagi Liana, mencintai Justin dimulai dari sebuah sore di lobi kampus. Hanya karena melihat Justin bermain basket di bawah hujan, Liana nekat mengejar pria dingin itu hingga mereka bersatu di tengah lapangan basket yang basah.

Namun, janji itu hancur saat Justin memutusnya secara sepihak di hari kelulusan Justin dan menghilang tanpa jejak.

Tiga tahun kemudian.
Liana terkejut saat harus berhadapan dengan CEO baru di kantor tempatnya melamar kerja. Justin kembali, namun ia kini asing, dingin, dan terjebak dalam pusaran perjodohan.

Meski waktu berlalu, Liana menyadari: "There was something about you that I can't forget." Hidupnya tetap terjebak pada melodi yang sama Lagu kesukaannya "About You" milik The 1975. Karena baginya, ini masih tentang Justin di setiap detiknya.

Apakah takdir memberi mereka kesempatan kedua, ataukah hujan kali ini benar-benar menghapus jejak mereka selamanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Veline ll, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35: Pilihan di Ujung Tanduk

Malam itu, kediaman mewah keluarga Adhinata terasa lebih sunyi dari biasanya, namun kesunyian itu menyimpan ketegangan yang sanggup memecahkan kaca. Justin berdiri di tengah ruang tamu yang luas, dikelilingi oleh pilar-pilar marmer dan lukisan klasik yang mahal. Di depannya, sang Papa duduk di sofa kulit dengan kaki menyilang, sementara sang Mama menyesap teh tawarnya dengan ekspresi yang tak terbaca.

"Duduk, Justin," suara Papa terdengar berat dan otoriter.

Justin tidak bergerak. Ia tetap berdiri tegak, tangannya mengepal di samping tubuh. "Justin lebih suka berdiri, Pa. Apa yang mau Papa bicarakan soal Liana?"

Papa meletakkan cangkir kopinya dengan denting yang cukup keras. "Liana? Gadis maba itu? Justin, Papa dan Mama baru saja pulang dari Singapura. Kami tidak hanya mengurus ekspansi cabang baru, tapi kami juga bertemu dengan kolega lama Papa, keluarga Wijaya dari Wijaya Group."

Mama menyambung dengan nada bicara yang dibuat sehalus mungkin, namun penuh tekanan. "Mereka punya putri tunggal bernama Clarissa. Dia lulusan terbaik dari National University of Singapore. Cantik, berkelas, dan yang paling penting, dia mengerti dunia bisnis kita. Dia adalah pasangan yang paling tepat untuk mendampingi mu memimpin perusahaan nanti."

Darah Justin seolah mendidih. "Justin sudah punya pasangan, Ma. Liana. Dan Justin tidak butuh partner bisnis untuk menjadi istri. Justin butuh seseorang yang Justin cintai."

"Cinta?!" Papa berdiri, suaranya menggelegar memenuhi ruangan. "Cinta tidak akan menyelamatkan saham perusahaan saat krisis! Cinta tidak akan memberikanmu koneksi internasional! Kamu itu pewaris tunggal Adhinata, Justin! Berhentilah bersikap seperti anak remaja yang sedang puber!"

Perdebatan itu berlangsung hebat selama hampir satu jam. Justin mencoba bertahan, memberikan argumen bahwa Liana adalah gadis yang baik dan berbakat. Namun, bagi orang tuanya, Liana hanyalah "gangguan" yang tidak memberikan nilai tambah bagi kekaisaran bisnis mereka.

"Pilih, Justin," ucap Papa dengan nada yang mendadak dingin dan mematikan. "Putuskan hubunganmu dengan gadis itu sekarang juga, tunangan dirimu dengan Clarissa, dan semua fasilitas, warisan, serta posisi CEO yang sudah Papa siapkan akan tetap menjadi milikmu."

Justin terdiam. Matanya menatap tajam ke arah sang Papa.

"Atau," lanjut Papa, "Kamu tetap bersama gadis itu, tapi Papa akan mencabut semua fasilitas mu. Papa akan mengeluarkan mu dari daftar ahli waris, menyita mobilmu, apartemen mu, dan Papa pastikan kamu tidak akan mendapatkan pekerjaan di perusahaan mana pun di negara ini. Kamu akan memulai semuanya dari nol sebagai orang miskin. Dan ingat, Liana juga akan ikut menderita bersamamu."

Justin tertegun. Ancaman itu bukan sekadar gertakan. Ia tahu betul kekuasaan Papanya. Jika ia memilih Liana sekarang dan jatuh miskin, bagaimana ia bisa melindungi Liana? Bagaimana ia bisa menjamin masa depan gadis itu jika ia sendiri tidak punya apa-apa?

Namun, di sisi lain, membayangkan hidup tanpa Liana terasa seperti kiamat baginya.

"Justin..." suara Mama melunak, ia mendekati putranya dan menyentuh lengannya. "Clarissa akan datang ke Jakarta bulan depan. Temui lah dia sekali saja. Mama yakin kamu akan berubah pikiran."

Justin memejamkan mata rapat-rapat. Ia merasa terjepit di antara dua dinding beton yang semakin menghimpitnya. Ia memikirkan Liana—senyumnya, semangatnya, dan bagaimana gadis itu baru saja sembuh dari cedera. Ia tidak sanggup jika harus meninggalkan Liana sekarang.

Setelah keheningan yang panjang, Justin akhirnya membuka suara. Suaranya terdengar serak dan penuh kepahitan.

"Baik," ucap Justin pendek.

Papa tersenyum penuh kemenangan, namun senyum itu segera luntur saat Justin melanjutkan kalimatnya.

"Justin akan mengikuti kemauan Papa untuk mengenal Clarissa dan tetap berada di jalur warisan ini. Tapi, Justin punya satu syarat."

Papa mengernyit. "Syarat apa?"

"Justin tidak akan memutuskan Liana sekarang. Justin akan tetap berpacaran dengannya selama Justin masih berstatus mahasiswa. Justin butuh dia untuk menyelesaikan skripsi ini dengan tenang," tegas Justin.

Papa tertawa meremehkan. "Kamu masih mau bermain-main dengan maba itu?"

"Ini bukan main-main, Pa. Ini syarat mutlak. Kalau Papa setuju, Justin akan bersikap baik di depan Clarissa dan rekan bisnis Papa. Kalau tidak, silakan cabut semuanya sekarang, dan Justin akan pergi dari rumah ini malam ini juga."

Papa menatap Justin lama, mencoba mengukur keseriusan di mata putranya. Sebagai sesama pebisnis, Papa melihat ini sebagai sebuah negosiasi.

"Hanya sampai hari kelulusanmu," ucap Papa akhirnya. "Begitu kamu memakai toga dan turun dari podium wisuda, hubunganmu dengan gadis itu harus berakhir secara permanen. Setelah itu, kamu akan bertunangan dengan Clarissa dan berangkat ke Singapura untuk pelatihan manajemen. Bagaimana?"

Justin mengepalkan tangannya di balik punggung hingga kuku-kukunya melukai telapak tangannya sendiri. Menyetujui ini berarti ia sedang menghitung mundur waktu kebersamaannya dengan Liana. Ia sedang memberikan tanggal kedaluwarsa pada cintanya sendiri.

"Setuju," jawab Justin lirih.

Malam itu, Justin kembali ke kamarnya dengan perasaan hancur. Ia merebahkan diri di tempat tidur, menatap langit-langit kamar yang gelap. Ponselnya bergetar di samping bantal.

My Shortie ❤️: Kak Justin, sudah selesai bicaranya sama Papa dan Mama? Semuanya baik-baik saja kan? Jangan lupa istirahat ya, Kak.

Air mata yang sejak tadi ditahannya akhirnya jatuh membasahi pipi Justin. Bagaimana ia bisa memberitahu Liana bahwa hubungan mereka kini memiliki batas waktu? Bagaimana ia bisa menatap mata tulus gadis itu besok pagi di kampus, sementara ia tahu bahwa ia telah "menjual" masa depan mereka demi sebuah kesepakatan?

Justin mengetik balasan dengan tangan yang gemetar.

Justin: Semua baik-baik saja, Li. Jangan khawatir. Besok pagi aku jemput ya. Tidurlah, aku sayang sama kamu.

Justin melempar ponselnya dan menutupi wajahnya dengan bantal. Ia menangis tanpa suara. Ia merasa menjadi pengecut yang paling hina di dunia. Ia merasa telah mengkhianati Liana, namun di sisi lain, ia berharap waktu menuju kelulusan akan berjalan sangat lambat, atau mungkin, ia bisa menemukan cara lain untuk menghancurkan kesepakatan berdarah itu sebelum hari wisuda tiba.

Di kampus besok, sandiwara besar harus ia mulai. Ia harus tetap menjadi Justin yang kuat di depan Liana, sambil menyimpan bom waktu yang siap meledak di hari kelulusannya nanti.

1
nesha
🤭🤭
Yoyoh Rokayah
lanjut thor
Kostum Unik
Justin Timberlake jealous /Slight/
Kostum Unik
Justin Timberlake.. Jgn cemburu kan kamu yg minta putus. Apapun alasannya ttp kalian sudah putus. Biarkan Liana memulai hidup baru. Dan buat Liana move on jgn naif jgn baper
Azalea Qziela
mulai muncul saingan justin😄
Reni Anjarwani
cemburu justin
Elprasco
😍💪
Widya Ekaputri
semangatttt!!!😍
SarSari_
iyaa...aku pun juga sama penasarannya sama liana🫣 halo kakak ..aku mampir di novelnya kakak ..mampir juga ya di novel aku. mkasih....🤗
Celine
Keren Author, lanjut thor
MayAyunda
keren👍👍
Reni Anjarwani
lanjut thor semanggat doubel up
Azalea Qziela
bagus KK,, ditunggu crazy up nya👍
Azalea Qziela
semangat kak😍💪
Veline: Terimakasih udah Mampir
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!