NovelToon NovelToon
"Rahasia Laut Pasuruan"

"Rahasia Laut Pasuruan"

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Cinta Istana/Kuno / Penyelamat
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Kristinawati Wati

Berlatarkan masa kejayaan Kerajaan Panjalu (Singhasari) di wilayah Pasuruan, sebuah prasasti kuno yang ditemukan oleh Gadis nelayan, Mira, mengungkap rahasia pelabuhan perdagangan rempah-rempah yang hilang selama berabad-abad. Bersama dengan Jaka, seorang budak kerajaan yang ahli membaca naskah kuno, keduanya harus mengurai misteri di balik prasasti tersebut sebelum kekayaan dan sejarah kerajaan jatuh ke tangan yang salah. Di tengah ombak laut dan rahasia yang terpendam, apakah mereka berhasil menyelamatkan warisan leluhur?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kristinawati Wati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Judul Episode 32: "Perjanjian Antar Dua Dunia dan Ancaman yang Muncul Kembali"

Setelah mendengar penjelasan Juna melalui radio tentang keberadaan suku Aquarius dan ancaman yang mengintai sumber energi utama, Kapten Mira tidak ragu lagi. “Kita akan membantu mereka! Lia, segera hubungi stasiun induk dan beri tahu mereka tentang situasi ini—sampaikan bahwa kita membutuhkan dukungan darurat tapi jangan mengungkapkan detail tentang suku Aquarius dulu. Juna, kamu dan tim tetap di sana, kita akan segera mengirim tim bantu dan peralatan tambahan!”

Namun sebelum Lia bisa menyelesaikan panggilan, sinyal radio kembali terganggu—kalau sebelumnya hanya sedikit gangguan, kali ini seluruh sistem komunikasi kapal Pelangi Bahari mati total. Bahkan peralatan navigasi dan mesin utama mulai menunjukkan tanda-tanda kegagalan. Dari dalam kapal terdengar suara alarm yang menusuk telinga, dan kru bergegas untuk memeriksa setiap bagian kapal dengan cepat.

“Kapten! Semua sistem energi kita sedang terserap oleh sesuatu dari bawah laut!” teriak Adit, teknisi utama kapal, wajahnya penuh ketakutan. “Seolah-olah ada magnet raksasa yang menarik semua daya listrik keluar dari kapal!”

Sementara itu di dalam piramida Aquarius, Lyra menghela napas dalam-dalam. “Saya khawatir ini sudah mulai terjadi. Sumber energi yang tidak stabil mulai menarik semua energi di sekitarnya—ini adalah tanda bahwa waktu kita sangat terbatas. Kalau tidak segera diperbaiki, dalam waktu 24 jam saja, ledakan yang terjadi akan mampu menghancurkan seluruh wilayah Laut Jawa Timur dan bahkan bagian daratan Surabaya.”

Juna melihat ke arah Rina, Bara, dan Toni—wajah mereka semua menunjukkan keseriusan yang sama. “Kita tidak punya pilihan lain. Apa yang harus kita lakukan, Lyra?”

Lyra mengajak mereka ke ruangan belakang piringan besar. Saat pintu besar terbuka, mereka disambut oleh pemandangan yang luar biasa: sebuah kristal raksasa berwarna biru keemasan yang mengambang di tengah ruangan, dikelilingi oleh lima pilar kecil yang juga terbuat dari kristal yang sama. Cahaya yang dipancarkan begitu terang hingga mereka harus menyipitkan mata. Namun di permukaan kristal utama, terlihat beberapa retakan yang semakin membesar seiring waktu.

“Kristal utama ini disebut Cahaya Keseimbangan,” jelas Lyra sambil mengarahkan tangan ke arah kristal. “Ia menyimpan energi yang menjaga keseimbangan antara dunia atas dan bawah laut. Ribuan tahun yang lalu, ketika pemimpin kita yang jahat bernama Zarek mencoba mengambil alih kekuatan kristal, ia menyebabkan kerusakan parah yang membuat kristal hampir hancur. Kami berhasil membekukannya dan memperbaiki kristal sebisa mungkin, tapi kerusakan dalam tidak pernah benar-benar hilang. Seiring waktu, retakan itu semakin membesar hingga seperti sekarang.”

Untuk memperbaiki kristal, kata Lyra, mereka membutuhkan lima benda berharga yang disebut Batu Pendukung—setiap batu memiliki kekuatan unik yang bisa menyembuhkan bagian tertentu dari kristal utama. Empat di antaranya sudah berada di tangan suku Aquarius, tapi yang kelima hilang saat peristiwa besar ribuan tahun yang lalu dan diperkirakan telah terdampar di daratan.

“Kita telah mencari batu itu selama berabad-abad tapi tidak pernah menemukannya,” ujar Lyra dengan nada sedih. “Namun beberapa waktu yang lalu, kami mendeteksi adanya getaran energi yang sama dengan batu itu dari arah kota Surabaya. Kami mencoba untuk mengambilnya tapi tidak bisa keluar dari dasar laut karena adanya larangan yang telah kami buat sendiri untuk menjaga keamanan kedua dunia.”

Sebelum Juna bisa menjawab, mereka terdengar suara kaki berlari dari arah pintu masuk piramida. Seorang anggota suku Aquarius yang bernama Kael datang dengan wajah pucat. “Lyra! Ada masalah besar—pasukan Zarek yang kita pikir sudah hilang selamanya muncul kembali! Mereka telah menyerang pemukiman kita dan mencari cara untuk mencapai Cahaya Keseimbangan!”

Lyra mengerutkan kening. “Itu tidak mungkin—kami telah mengurung mereka di dalam gua bawah laut yang terkunci dengan sihir kuno!”

“Mereka menemukan cara untuk melepaskan diri,” jawab Kael terengah-engah. “Mereka berkata bahwa mereka akan mengambil kekuatan kristal dan membalas semua yang telah kita lakukan padanya. Mereka bahkan telah mencuri salah satu dari Batu Pendukung yang kami simpan!”

Di atas kapal, situasi semakin memburuk. Mesin kapal sudah benar-benar mati, dan kapal mulai hanyut karena arus bawah laut yang kuat. Mira memerintahkan kru untuk mengeluarkan jangkar darurat dan mempersiapkan semua peralatan darurat yang ada. Saat itu juga, Lia datang dengan membawa sebuah kotak kayu tua yang ditemukan di ruang penyimpanan kapal—kotak itu tiba-tiba memancarkan cahaya yang sama dengan kristal di bawah laut.

“Kapten, ini adalah barang yang disimpan oleh nenek moyang saya yang juga seorang penjelajah laut,” ujar Lia dengan suara gemetar. “Dia selalu mengatakan bahwa satu hari nanti barang ini akan dibutuhkan untuk menyelamatkan dunia. Saya tidak pernah mempercayainya sampai sekarang.”

Ketika Mira membuka kotak dengan hati-hati, di dalamnya ada sebuah batu bulat berwarna hijau kehijauan yang memancarkan energi hangat. Tiba-tiba, radio yang sudah mati tiba-tiba menyala kembali dengan suara Lyra: “Kapten Mira! Apakah kamu melihat sebuah batu yang memancarkan cahaya hijau? Itu adalah Batu Pendukung yang hilang—kita membutuhkannya segera!”

Mira segera memberi tahu Juna tentang penemuan batu tersebut. Juna kemudian menginformasikan hal itu kepada Lyra, yang langsung menunjukkan kegembiraan di wajahnya. “Ini adalah harapan kita! Tapi kita harus cepat—pasukan Zarek sudah berada di jalur menuju sini. Juna, kamu dan tim harus membawa batu itu ke sini segera. Sementara itu, saya dan anggota suku Aquarius akan menghadang mereka sebisa mungkin.”

Juna memimpin timnya keluar dari piramida dan menyelam ke arah kapal. Saat mereka semakin dekat, mereka melihat beberapa sosok dengan bentuk tubuh yang sedikit berbeda dari suku Aquarius—mereka adalah pasukan Zarek, yang sedang berusaha mendekati kapal Pelangi Bahari untuk mengambil batu pendukung.

“Kita tidak bisa biarkan mereka mengambilnya!” teriak Rina sambil meningkatkan kecepatan menyelam. Bara dan Toni mengangguk dan siap menghadapi bahaya apa pun. Di atas kapal, Mira dan kru juga sudah bersiap dengan alat bantu penyelaman dan senjata non-membunuh yang mereka miliki.

Saat Juna dan tim tiba di sisi kapal, salah satu anggota pasukan Zarek yang bernama Goran sudah berhasil naik ke atas kapal dan sedang menghadapi Mira yang sedang memegang kotak batu pendukung. “Serahkan batu itu padaku, manusia!” seru Goran dengan suara yang kasar. “Dengan kekuatan semua batu pendukung, sang pangeran Zarek akan bangkit kembali dan menguasai kedua dunia!”

Mira menggeleng dengan tegas. “Kita tidak akan pernah menyerahkan batu ini kepada orang yang hanya ingin menggunakan kekuatan untuk kejahatan! Kami telah berjanji untuk membantu suku Aquarius, dan kami akan menepati janji itu!”

Pada saat yang sama, Juna dan timnya muncul dari dalam air dan segera menghadang Goran serta pasukannya. Pertempuran antara kru Pelangi Bahari beserta suku Aquarius melawan pasukan Zarek dimulai—bukan dengan kekerasan yang mematikan, tapi dengan kecerdikan dan kerja sama yang erat. Sementara itu, di dasar laut, Lyra dan pasukannya sedang berjuang untuk menghalangi Zarek sendiri yang telah berhasil mencapai pintu piramida Cahaya Keseimbangan...

1
falea sezi
ne cerita nyata kah Thor
Anna
Thor maaf sekali, tapi ini cerita kamu sebener ee mau novel apa cerpen kok tiap bab beda. bukan beda alur tapi beda isi cerita. padahal tema judul kamu bagus lho. 🙏🙏
Anna
kok agak bingung ya, kan di bab 2 mira sudah kabur sama jaka, kenapa di bab 3 baru ketemu? tapi di awal ada mereka ketemu, eh ketemu atau belum ketemu 🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!