Dituduh Cinta karena kesalahan. Rama membuktikan kalau cintanya bukan kesalahan, murni rasa dari mata turun ke hati. Usaha mendapatkan cintanya seolah didukung oleh jagat raya meski berawal dari kesalahpahaman.
“Nggak masalah nikah karena digrebek, yang penting sah.”
“Siapa kamu, berani mencintai seorang Bimantara.”
“Di dunia ini, Rama jodohnya Gita.”
Kisah cinta Rama Purwangga dan Gita Putri Bimantara, jadilah saksi seberapa darurat cinta mereka.
Spin off Bosku Perawan Tua dan Diam-diam Cinta
=== Mohon dengan sangat agar tidak baca dengan melompat bab dan ikuti sampai akhir ya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dtyas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
4. Calon Mertua
Bab 3
...Pretty Angels...
Bela : Girl, gue ke tempatnya Sesil. Sementara jangan kumpul di kosan gue
Leni : Kenapa gitu?
Sesil : Oke. Jam delapan kita otw ya
Bela : Kena teguran dari si Aceng, tetangga norak bin katro. Sampe bang Rama turun tangan. Kalo ketemu lagi, gue cip0k dah
Leni : Cip0k otw dinikahin
Rani : Kita berempat doang, Gita ikut gak?
Gita : Maaf ya, nggak bisa ikut. Aku ada janji sama keluarga
Sisil : Lain kali ikut, nggak akan nyesel deh
Gita meletakan ponselnya, tidak ikut terlibat lagi di pembicaraan grup. Khawatir semakin ingin bergabung dengan keseruan mereka. Malam minggu ini, ia berada di apartemen Gilang. Baru selesai makan malam, sekarang menguasai ruang keluarga menonton layanan tv streaming.
“Gita, mau salad nggak. Bibi yang buat tadi siang, sekarang udah dingin nih.” Maira, kakak iparnya itu sedang hamil, ikut bergabung di sofa membawa sekotak salad.
“Enak kayaknya, mau kak.”
“Nonton apa?” tanya Maira.
“Horor. Kakak jangan ikut nonton, nanti kebanyakan amit-amit,” ujar Gita menyuap salad ke dalam mulutnya.
“Nonton horor, nanti takut tidur sendiri,” seru Gilang yang lewat menuju ruang kerjanya.
“Dih, kapan aku takut.”
Sudah kebiasaan Gita setiap malam minggu, kalau Papa Arya dan Mama Sarah tidak mengajaknya pergi maka ia akan bergantian menginap di rumah Gilang, apartemen Mada atau kediaman Om Edric.
“Mama gimana, kemarin katanya kontr0l lagi?”
“Kemarinnya lagi, bukan kemarin. Udah sehat, buktinya udah cerewet lagi sama aku. Kak, mama tuh posesif dan protect banget sih. Aku kayak dikekang, apa-apa nggak bebas,” keluh Gita lalu cemberut dan menyandarkan kepala di sandaran sofa. “Aku udah bilang kak Gilang biar ngomong sama Mama, malah diketawain.”
Maira tersenyum. Meletakan kotak salad lalu menekan tombol pause di remote.
“Gita, mama Sarah bukan kekang kamu, tapi peduli. Tinggal kamu yang belum menikah, wajar kalau beliau lebih aware sama kamu. Beban orangtua terhadap anak-anaknya itu berat, mereka memikirkan banyak hal. Kesehatan, pendidikan, jodoh dan masa depan.” Maira mengusap bahu Gita. “Gimana sikap mama waktu kamu izin kesini?”
“Hm … biasa aja. Malah mama bilang, jangan ngerepotin Maira. Dia lagi hamil. Terus aku diminta ke rumah Om Edric aja. Bosan di sana. Papa sekarang lebih sering di rumah temenin mama, kita jarang pergi.”
“Main sama temen aku juga nggak boleh, malah temen aku yang disuruh ke rumah. Gimana mau punya pacar, temen juga nggak ada.”
“Oh, Gita mau punya pacar. Wah, adiknya Mas Gilang udah dewasa nih,” ejek Maira lalu memanggil suaminya.
“Ih, kak Maira,” rengek Gita.
Gilang pun ikut bergabung, duduk di samping istrinya. “Kamu punya pacar? Siapa?”
Maira terkekeh dan Gita berdecak kesal.
“Gimana bisa punya pacar, kemana-mana diantar Pak Iwan. Kapan itu, Pak Iwan sampai masuk ke kampus nyamperin aku karena nggak ngabarin lagi di perpus bikin tugas.”
“Anak kesayangan Papa sama mama, ya gitu,” ejek Gilang dan Maira kembali terkekeh.
Gita kesal karena digoda Gilang, candaan dan keseruan mereka terhenti saat ponsel Gilang berdering.
“Papa, pasti nanyain kamu lagi ngapain,” ujar Gilang sambil terkekeh melihat id caller di layar ponsel.
“Jangan dijawab atau bilang aku lagi ngambek, nggak mau pulang.”
“Halo, pah,” ucap Gilang. Lalu diam mendengarkan suara di ujung sana, perlahan wajahnya berubah datar. “Rumah sakit Sentral Medika? Aku ke sana sekarang.”
“Mas.”
“Kak … jangan bilang mama?”
Gilang mengakhiri panggilan lalu menghela nafas. “Mama kolaps lagi.”
“Ya Tuhan,” ujar Maira menutup mulutnya.
Gita membisu, mendadak dad4nya terasa penuh dan sesak. Menyesal ia mengeluhkan apa yang Sarah lakukan untuknya.
“Aku ke rumah sakit, kamu di rumah ya,” ujar Gilang pada istrinya dijawab dengan anggukan.
“Aku ikut, kak.”
“No, kamu di rumah dengan Maira,” sahut Gilang.
“Nggak, aku mau ikut,” rengek Gita, bahkan ia sudah terisak.
“Ganti baju kamu, pakai sweater.” Maira menarik tangan Gita untuk berganti, Gilang beranjak mengambil kunci mobil.
***
“Papa,” panggil Gita saat sampai UGD melihat Arya berdiri mengusap wajahnya.
Arya menoleh, Gita langsung memeluknya. Gilang mengekor di belakang.
“Mama sedang diperiksa, kamu kenapa ikut?”
Gita menggeleng sambil menggigit bibirnya menahan tangis. Sungguh ia sangat sayang dengan Mamanya itu, lengkap dengan kebawelan dan sikapnya yang posesif meski tadi ia keluhkan. Situasi di UGD yang crowded, membuat Arya menepi dan mengarahkan Gita untuk duduk lalu berbincang pelan dengan Gilang. Kedua pria itu terlihat serius.
“Pah.” Mada datang dengan nafas terengah karena berlari dari parkiran.
“Mama masih di dalam,” ujar Arya lalu ikut duduk di samping Gita. “Moza kamu kasih tahu? Jangan boleh dia kemari, putrinya lagi sakit.”
“Aku hubungi Bang Dewa, pastikan dia nggak nyusul kemari,” sahut Mada. “Sudah lama di dalam?” tanya Mada.
“Lumayan.”
Gita berada dalam rangkulan Arya, air matanya tidak berhenti menetes mengkhawatirkan kondisi sang mama. Akhirnya ada kabar mengenai kondisi Sarah.
“Ibu Sarah masih dalam pemeriksaan, dokter Faisal baru datang,” seru perawat pada Mada dan Gilang.
Tidak sampai 15 menit, perwakilan keluarga diminta menemui dokter Faisal. Gita dan Mada menunggu di luar.
***
Rama bersenandung sambil mengecek komputer, baru dua hari ini kembali beraktifitas. Sempat cuti beberapa hari saat berduka. Berada di meja panjang di mana di depan sana 5 ruang operasi saling berhadapan. Hanya 1 ruang sedang berlangsung tindakan caesar cito.
Baru saja operan shift, berharap malam ini tenang jadi dia bisa tidur. Haha, sungguh niat yang tidak baik.
“Semoga landai biar gue bisa ngorok bentar,” cetus Rama.
“Gue aminkan,” seru rekannya.
“Mau tidur, kerja woi. Jangan makan gaji buta,” ucap rekan lainnya. “Tapi kita bagi waktu aja, gue jam berapa merem, terus Rama terus elo.”
“Dasar mulut, emak-emak rempong. Tadi ikut menghujat, sekarang jadi garda terdepan. Kuy-lah.”
Pesawat telepon di meja admin itu berdering. “Halo, iya … oke. Siap.”
“Udah deg-degan gue. Kayak denger terompet sangkakala, pasti ada yang darurat,” cetus Rama langsung mengeluarkan ponsel dari scrub nurse dan meletakan di meja itu.
“Cerdas sekali. Bypass jantung darurat, ruang operasi 1. Penanggung jawab dokter Faisal, anestesi dokter Ryan ….”
Nama Rama tercantum sebagai perawat anestesi di operasi tersebut. Sempat melirik ke arah layar komputer, di mana nama pasien itu tampak tidak asing.
“Sarah Alesha, kayak … Emaknya si cinta nih. Waduh, calon mertua.”
...Tim Pencari Kitab Suci🤸...
Rama P. : Calon mertua gue mau op
Beni Ganteng : Calon mertua?
Yuli Imut : Emak siapa lo aku calon mertua
Rama P. : Harapan gue begitu. Yakin banget gue sama wajah anaknya, wajah istri idaman kaum lelaki. Tampak jelas masa depan Rama di wajah itu, anjayyyy
S4pri : Belum jadi menantu dia sudah harus operasi mas, gimana kalau mas Rama jadi menantu
Beni Ganteng : Stoke kayaknya
Rama P. : Sapri sekarang lucu pengen gue garuk aja rasanya
Asoka Harsa : Awas ngantuk, jangan sampai melamun bisa fatal nanti gagal jadi menantu. Apa pasien yang tadi di UGD ya, ini ada yang kita kirim ke OK
Rama P. : Betul saudara Asoka, sepuluh ribu untuk anda minta dari Sapri
Beni Ganteng : Penasaran gue, tapi lagi di rumah. Ya udah nanti berkabar aja Ram. Gue mau indeh0y dulu
S4pri : Saya juga bang, ini istri udah manggil-manggil manja
Rama P. : Set4n lo berdua
dah tau pake nanya 🤭
orang tua kalian juga kalau tau kelakuan kalian begitu pasti kecewa 😔
denger arlan orang baik mah pasangannya sama orang baik, nah situ maniak cewe dapetnya juga tar yang sama kaya kamu 😏
Kalian yang jomblo & dokter vampire duda tambah ngiri aja ya, jangan sampe nganan itu lampu shein hatinya, ngiri aja 😜
ndak jujur az kalo ketangkep basah ma Camer???
hadew....