NovelToon NovelToon
Istri Dadakan Tuan Arrafiy

Istri Dadakan Tuan Arrafiy

Status: tamat
Genre:CEO / Cinta setelah menikah / Selingkuh / Pengkhianatan / Tamat
Popularitas:3.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Sylvia Rosyta

Karya ini telah terpilih sebagai pemenang YAAW 2026 periode 1 kategori 2 juara 3🥳 🎉 🎉

Arsy Raihana Syahira percaya hidupnya akan sempurna. Pernikahan yang tinggal menghitung hari mendadak batal, setelah ia memergoki calon suaminya sendiri berselingkuh dengan sahabat yang selama ini ia percayai dengan sepenuh hati.

Belum sempat Arsy bangkit dari keterpurukan, cobaan lain kembali menghantam. Ayahnya mengalami serangan jantung dan terbaring kritis setelah mengetahui pengkhianatan yang menimpa putri kesayangannya. Dalam satu waktu, Arsy kehilangan cinta, kepercayaan, dan hampir kehilangan orang yang paling ia cintai.

Di tengah kehancuran itu, datanglah Syakil Arrafiy—CEO sekaligus teman semasa sekolah, dan lelaki yang diam-diam telah mencintai Arsy sejak lama. Mendengar kabar tentang Arsy, Syakil datang ke rumah sakit tanpa ragu. Di hadapan ayah Arsy yang terbaring lemah, Syakil mengucapkan sebuah permohonan yang tak pernah Arsy bayangkan sebelumnya: melamar Arsy sebagai istrinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sylvia Rosyta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14

Pintu IGD ditutupnya pelan, nyaris tanpa suara. Begitu berada di lorong, Omar langsung menekan layar ponselnya. Jarinya bergerak cepat, menekan nomor yang sudah tersimpan. Lalu panggilan itu terangkat.

“Cari semua informasi tentang Radit,” ucap Omar tanpa basa-basi, suaranya rendah dan tegas. “Latar belakangnya, pekerjaannya, hubungannya dengan Arsy, dan terutama perempuan yang terlibat dalam perselingkuhan itu. Aku mau semuanya. Tidak ada yang tertinggal.”

Di ujung sana, suara samar terdengar mengiyakan.

“Lakukan secepat mungkin,” lanjut Omar. “Ini perintah langsung dari Tuan Syakil.”

Beberapa saat kemudian panggilan telepon pun berakhir. Omar menurunkan ponselnya perlahan. Wajahnya terlihat serius, matanya terlihat tajam. Dalam hati, ia tahu, begitu Tuan Syakil bergerak, tidak akan ada jalan untuk kembali. Dan lelaki bernama Radit itu baru saja masuk ke dalam masalah besar.

Sementara itu, di dalam ruang IGD, suasana kembali hening. Tangan pak Rahman bergerak sedikit, seolah mencari pegangan. Tanpa ragu, Syakil meraih tangan itu dan menggenggamnya dengan lembut namun mantap.

“Pak…” ucap Syakil pelan. “Bapak harus tenang. Jangan memaksakan diri.”

Pak Rahman tersenyum lemah. Senyum yang membuat hati Syakil terasa perih.

“Aku sudah tua, Nak,” katanya lirih. “Dan aku bisa merasakan kalau waktuku tidak akan lama lagi.”

“Jangan bicara seperti itu, Pak,” potong Syakil cepat, suaranya terdengar lebih tegas dari yang ia maksudkan. “Bapak pasti bisa sembuh. Arsy masih membutuhkan Bapak.”

Pak Rahman menggeleng pelan.

“Justru karena itulah aku merasa takut,” ucapnya. “Aku takut meninggalkan Arsy sendirian di dunia ini.”

Kalimat itu membuat dada Syakil mengencang. Tangannya menggenggam tangan Pak Rahman sedikit lebih erat. “Arsy adalah anak yang kuat,” lanjut Pak Rahman dengan suara bergetar. “Tapi sekuat apa pun seseorang, tetap tidak seharusnya menjalani hidup sendirian. Terutama setelah apa yang ia alami.”

Syakil terdiam. Matanya tanpa sadar melirik ke arah sofa panjang di sudut ruangan, tempat dimana Arsy tertidur pulas dengan jasnya yang menyelimuti tubuhnya. Wajah perempuan itu terlihat lebih damai dalam tidur, namun Syakil tahu kalau kedamaian itu terlihat rapuh. Sangat rapuh.

“Aku tidak bisa meninggalkannya sendirian,” ucap Pak Rahman lagi. “Aku tidak tahu siapa yang akan menjaga Arsy setelah aku pergi.”

Kata pergi itu menggema di kepala Syakil.

Ia menelan ludah. Ada dorongan kuat dalam dirinya. Dorongan yang selama ini ia tahan, ia simpan, ia kubur dalam-dalam. Tapi di hadapan ayah Arsy, di hadapan ketakutan seorang ayah yang merasa ajalnya sudah dekat, Syakil tahu kalau ia tidak bisa lagi diam.

“Pak,” ucap Syakil akhirnya. Suaranya terdengar lebih mantap, meski hatinya berdegup kencang. “Saya tidak tahu apakah saya pantas mengatakan ini sekarang atau tidak.”

Pak Rahman menatapnya.

“Tapi satu hal yang pasti,” lanjut Syakil. “Bapak tidak perlu mengkhawatirkan soal Arsy yang sendirian di dunia ini.”

Pak Rahman terdiam. Alisnya berkerut sedikit, seolah mencoba memahami maksud Syakil.

“Kenapa?” tanyanya lirih dan membuat Syakil menarik napas dalam-dalam. Tangannya masih menggenggam tangan Pak Rahman yang kini terasa sedikit lembap oleh keringat. Namun ia tidak melepaskannya.

“Karena saya mencintai Arsy, Pak.”

Kalimat itu keluar begitu saja. Jujur dan tanpa ragu sedikitpun. Pak Rahman membelalakkan matanya sedikit, jelas terkejut dengan pengakuan Syakil. Napasnya tersendat.

“Kamu mencintai Arsy?” suaranya nyaris tak terdengar.

“Saya sudah mencintainya sejak lama, pak.” lanjut Syakil. “Sejak kami masih sekolah. Tapi saya tidak pernah memberitahu Arsy. Setelah lulus SMA, saya ikut orang tua saya pindah ke Kairo. Dan itu adalah penyesalan terbesar dalam hidup saya.” Syakil menghela napas panjang, matanya terasa panas. “Saat saya kembali dan melihat Arsy lagi hari ini, melihatnya hancur, sendirian, dan menahan semua rasa sakitnya sendiri…” suara Syakil bergetar. “Saya sadar, Pak. Saya tidak ingin kehilangan dia untuk kedua kalinya.”

Pak Rahman menatap Syakil cukup lama. Tatapan pak Rahman terlihat dalam, penuh pertanyaan, dan penilaian seorang ayah.

“Kamu tahu,” ucap Pak Rahman pelan, “Arsy baru saja dikhianati. Hatinya hancur. Kepercayaannya runtuh.”

“Saya tahu,” jawab Syakil tanpa ragu. “Dan justru karena itu, saya ingin berada di sisinya. Bukan untuk memaksa, bukan untuk menuntut. Tapi untuk menjaga dan mencintainya.” Syakil menunduk sedikit, suaranya kini lebih rendah dan tulus. “Saya ingin menikahi Arsy, Pak,” ucapnya. “Jika suatu hari nanti dia bersedia. Jika hatinya sudah siap.”

Pak Rahman terdiam lama. Dadanya naik turun pelan. Air matanya kembali menggenang.

“Apakah kamu benar-benar sangat mencintainya?” tanya Pak Rahman lirih yang membuat Syakil mengangguk tanpa ragu.

“Lebih dari apa pun,” jawabnya. “Dan saya berjanji, Pak. Selama saya hidup, saya akan melakukan apa pun untuk membuat Arsy bahagia. Saya akan menjaganya. Melindunginya. Dan tidak akan pernah menyakitinya seperti yang orang lain lakukan.”

Suasana di antara mereka kembali hening. Hanya suara mesin monitor jantung yang terdengar pelan, berdetak pelan namun stabil.

Pak Rahman memejamkan matanya perlahan. Air matanya jatuh, kali ini bukan hanya karena kesedihan—melainkan juga karena sedikit kelegaan. Tangannya menggenggam tangan Syakil, lebih erat dari sebelumnya.

“Kalau memang itu niatmu…” ucap pak Rahman dengan suaranya yang nyaris berbisik. “Tolong jaga Arsy, Nak. Jangan pernah sekali-kali kau menyakiti hatinya.”

Syakil menunduk lebih dalam. Dadanya terasa penuh oleh emosi yang sulit dijelaskan.

“Saya bersumpah, Pak,” jawabnya mantap. “Saya akan menjaga Arsy dengan baik. Selalu.”

Pak Rahman masih menggenggam tangan Syakil ketika napasnya mulai sedikit lebih tenang. Matanya terpejam, namun wajahnya tidak lagi setegang sebelumnya. Ada ketenangan tipis yang perlahan menggeser kecemasan di raut wajahnya. Beberapa detik berlalu dalam diam. Lalu Pak Rahman membuka matanya kembali dan menatap Syakil dengan sorot mata yang berbeda. Tidak lagi sekadar ketakutan seorang ayah yang cemas akan masa depan putrinya, melainkan sorot mata seseorang yang baru saja menemukan secercah harapan.

“Nak…” ucapnya pelan yang membuat Syakil segera mendekat sedikit.

“Iya, Pak?”

Pak Rahman menarik napas dalam-dalam, seolah sedang mengumpulkan kekuatan untuk mengucapkan sesuatu yang penting.

“Besok pagi,” katanya lirih namun tegas. “Aku akan bicara dengan Arsy.”

Jantung Syakil berdegup lebih kencang.

“Maksud Bapak?” tanya Syakil hati-hati, meski di dalam dadanya sudah tumbuh rasa berdebar yang sulit ia sembunyikan.

“Aku akan meminta Arsy untuk mempertimbangkan menikah denganmu,” lanjut Pak Rahman. “Bukan untuk memaksa. Tapi sebagai seorang ayah aku ingin memastikan dia tahu bahwa ada laki-laki yang tulus mencintainya. Laki-laki yang siap bertanggung jawab atas hidupnya.”

Syakil terdiam beberapa detik. Rasanya seperti ada sesuatu yang hangat sekaligus menyesakkan di dadanya. Ia tidak menyangka Pak Rahman akan mengambil langkah sejauh itu.

“Pak…” suara Syakil terdengar pelan. “Saya—”

1
Inooy
ooooohh,,suami yg benar2 menjaga dn melindungi martabat istri nyaa 🥰

beruntung kamu terlepas dr Radit, Sy..kini kamu mendapatkan suami yg benar2 menjaga dn melindungi..menjadikan diri nya tameng bagi kamu Sy,,Syakil benar2 tulus mencintai..mencintai tanpa syarat dn tanpa memaksa..ibarat nya kamu d buang batu kerikil, mendapatkan berlian....
Inooy
hhadeuuuuhh, ni orang pengen aq getok aj kepala nya biar otak nya jalan 😤

heeey broo,,kamu kata nya sahabat nya Radit..tp ketika Radit nyakitin Arsy masa kamu g taaaauu,,benar kata Syakil..sahabat macam apa yg ngebiarin sahabat nya selingkuhin calon istri nyaa,,ato jangan2 kamu jg satu tim ama Radit yg suka selingkuhin wanita nyaa??
heeeran..g tau kebenaran yg sebenar benar nya, berani berani nya menjudge Arsy wanita g beneeer!? 🤨😬
Inooy
wuidiiiih, keren Syaak 👍👍..pak Rahman tidak salah menilai laki2 yg akan jd suami nya Arsy,,d tengah omongan orang2 yg menjelekkan Arsy dn pak Rahman karena ketidak tahuan mereka..kamu maju mengklarifikasi sebenar nya, kini kamu jd garda terdepan bagi Arsy..kamu benar2 pria sejati Syak!!
kamu menepati janji mu utk selalu melindungi Arsy, karena pria sejati akan selalu berusaha melindungi dn membahagiakan orang yg d cinntai nya....
Inooy
dn sekarang waktu nya bangkit, Sy..terkadang luka g akan pernah hilang,,apalagi kehilangan orang yg benar2 qta sayangi akan selalu membekas d memori qta..luka hanya bisa d samarkan dengan kehadiran seseorang yg benar2 tulus terhadap qta..karena luka hati akan selalu bersemayam d hati qta, jd bangkitlah utk menunjukkan siapa diri qta..tunjukan bahwa qta masih baik2 aj, terlebih sekarang ada seseorang yg akan selalu melindungi mu, Sy...🥺
Inooy
hhaaa,,untung aj ada Omar..klo g Arsy akan d liputi penyesalan sepanjang hidup nya telah menyia nyiakan laki laki sebaik Syakil...
memang paling g enak klo qta merasa jd beban bagi orang lain,,apalagi orang tersebut sangat amat baik terhadap qta...
Inooy
hhuaaaaaa ka Sylviii bikin mata ku banjiir air mataaaa 😭😭😭😭😭
y Allah,,aq jd keinget bapa aq yg udh ninggalin aq /Sob/

d saat ayah Rahman menghembuskan napas nya yg terakhir, Arsy udh ada yg melindungi biarpun pernikahan nya benar2 mendadak dn mendesak..hanya dengan menikahkan Arsy, ayah Rahman bisa pergi dengan tenang..karena sejati nya cinta seorang ayah akan selalu mengutamakan kebahagiaan anak nya....

jujur baru d cerita ini aq nemuin nikah dadakan tanpa riweuh cari penghulu dn sebagai nya...d cerita2 yg pernah aq baca, rata2 d saat napas udh berada d ujung kerongkongan..orang2 sibuk cari penghulu dn nyari bwt mahar,,d sini cukup dengan seorang ayah yg langsung menikahkan anak nya d tengah2 kondisi sang ayah d ujung napas 😢
Inooy
hhuaaaaa bab tersediiiiih 😭😭😭

aq bisa merasakan kesedihan Arsy yg begitu dalam,,d saat permasalahan nya belum terselesaikan..kini d tambah permintaan ayah Rahman yg mungkin ini permintaan terakhir sebelum beliau pergi menemui Sang Khalik..
ini benar2 dilema bagi Arsy, d satu sisi dia begitu menyayangi ayah nya..d sisi yg lain luka itu belum tersembuhkan utk menerima pria lain,,tp situasi yg tidak memungkin bagi Arsy utk menolak permintaan terakhir ayah nya..karena klo menolak, bisa jd penyesalan seumur hidup Arsy...
hhaaa,,smoga keputusan Arsy awal dr kebahagiaan nya 😢
Inooy
ternyata meleset dugaan ku, aq pikir yg jd direktur RS tempat Radit bekerja tuh Syakil..nyata nya RS nya udh berpindah tangan jd Arsy pemilik nya atas campur tangan Syakil...👍
kamu punya dendam apa terhadap Arsy, Dìit?? kamu segitu benci nya terhadap Arsy, padahal dia yg sedikit nya ikut menjadikan mu seorang dokter seperti skarang ini..kamu g sepantas nya marah terhadap Arsy hanya gara2 kamu mo d pecat dr RS,,mesti nya kamu introspeksi diri bukan nya menyimpan dendam terhadap Arsy ckckck
kamu yg bikin salah, tp kamu yg merasa tersakiti..klo Arsy dendam, wajarlah karena kamu menyakiti hati nya begitu rupaa....😤
Nurma Sadiah
😭😭
Inooy
diiih percaya diri sekali kamu, Diiitt...tp aq salut ama kamu,,biarpun orang2 mulai g peduli ama kamu..kamu dengan pede nya masih bisa menegakkan kepala, tapiiii setelah kamu menerima surat dr direktur RS..apakah kamu masih bisa percaya diri? masih bisa menegakkan kepala kamu lg??
Maryami
Alhamdulillah, trm ksh thor
☘️🍀Author Sylvia🍀☘️: sama sama kak 🙏😍
total 1 replies
Maryami
senangnya punya mertua sebaik mama syakil
Maryami
🦾🦾🦾💪💪💪💞💞💞💞💞
Inooy
macan Kairo udh mengeluarkan taring nya niih,,siap2 kamu Radit menerima cakaran nya..kamu udh tega menyakiti Arsy yg udh mencintai mu dengan tulus, sampe kuliah pun kamu d bantu Arsy..skarang terimalah setiap cakaran macan Kairo yg g terima orang yg d cintai nya kamu sakiti hhaa ha ha ha

benar apa yg d katakan pa Rahman..bahwa cinta yg baik tidak akan menyakiti ato pun memaksakan kehendak nya..cinta yg baik akan selalu melindungi orang yg d cintai nya tanpa pamrih dn tanpa syarat!!!
Inooy
wuidiiiihh hebat nih aspri nya Syakil,,skali tatap langsung mengerti apa yg d mo tuan nya..hebat kamu Omar, kepekaan mu aq acungi jempol 👍👍

setelah tau kronologis nya, kamu harus balaskan sakit hati nya Arsy dn pa Rahman, Syak..karena gara s Radit pa Rahman kena serangan jantung, dn Arsy hampir kehilangan ayah nya..terlebih lebih sakit yg d terima Arsy begitu dalam torehan nya Syak..jd kamu harus jd pelindung Arsy!!
Inooy
d tengah badai yg menggempur Arsy,,sebentar lg badai itu akan hilang bersama dengan kedatangan Syakil...

qta terkadang g terima dengan cobaan yg menghampiri qta, tp qta g tau seindah apa balasan yg qta terima..ketika qta dengan ikhlas menerima cobaan yg d berikan-Nya...
Inooy
d saat hati Arsy d hancurkan oleh Radit dn sahabat nya sendiri,,kini ada hati yg benar2 tulus mencintai Arsy yg tengah mendekat...
ayoo Syakiiill sembuhkan hati Arsy yg tengah terluka, aq yakin cinta mu benar2 tulus!!
Inooy
Radiiit,,kamu bener2 y jahat..udh nyakitin Arsy..eeehh dengan tanpa bersalah dn berdosa nya kamu bilang bukan urusan kamu ayah nya Arsy kena serangan jantung?!
heey kampreeet!! ayah nya Arsy g bakalan kena serangan jantung klo kamu g nyakitin anak nyaaa,,apalagi beliau denger secara langsung kamu mo mutusin hari pernikahan kamu ama Arsy,,emg kamu pria terbrengseeek 😤
udh jelas2 ayah nya Arsy serangan jantung gara2 kamu...hhadeuuuh dengan tak tau malu nya kamu ninggalin Arsy dn ayah nya 🤦‍♀️
Serli oktavia
semoga syakil bisa mengobati luka di hati Arsy
Maryami
hamidun arsynya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!