NovelToon NovelToon
Istri Gendut Kesayangan

Istri Gendut Kesayangan

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Harem / Ruang Ajaib
Popularitas:6.1k
Nilai: 5
Nama Author: rozh

Demi bertemu sang ibu, Liya berlari ke portal. Akan tetapi, jiwanya malah berpindah ke dunia hewan. Di sana, dia terkejut mendapati tubuh yang dia tempati sangat gendut berbeda dengan tubuh aslinya. Tabiatnya buruk dan malah mendapatkan empat suami hewan yang ingin membunuhnya karena perjodohan dewa monster. Dengan kematian, maka perceraian bisa terjadi.

"Tidaaaaaaaaak!" Liya menjerit keras, yang dia inginkan bertemu ibunya atau kembali ke dunia asalnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rozh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15. Abyysal Minta Maaf

Setelah menangkap banyak udang, ikan, siput bahkan dapat kepiting tiga ekor, mereka segera kembali. Liya memasak, Pidi dan Bayu membantu Liya.

"Liya, benar seperti ini?" Pidi membuat gambaran di tanah dengan ranting.

"Benar, gali sampai jumpa air yang banyak ya," pinta Liya.

"Baik, serahkan padaku, yang penting ikan bakar, udang saus tomat lebih banyak untukku," kata Bayu penuh semangat. Lalu tubuhnya berubah menjadi hewan seutuhnya, membesarkan wujud ularnya. Pidi pun juga sama.

Pidi menggaruk tanah dengan cakarnya menjadi bulatan, sedangkan Bayu menggali tanah sekitar 16 meter dalamnya dengan kepala menyundul tanah, lalu tubuhnya melingkar besar.

"Puaaah!" Kepala Bayu menyembul, menyemburkan tanah yang sebagian masuk ke bibir, lalu memanjat ke atas kembali. "Liya, lihat, airnya sudah muncul banyak, ini untuk apa?" Bayu keluar setelahnya.

"Untuk mandi, minum dan masak. Sungai terlalu jauh, apalagi kalau malam-malam sakit perut, payah sekali." Yap benar, waktu dia susah tidur kala itu, perutnya mules, pergi ke semak hendak buang kotoran, malah terpijak bekas kotoran lama yang banyak tempatnya beronggok-onggok. Pemilik tubuh lama buang kotoran sembarangan saja, jorok!

"Mana puas begini, mending ke sungai, lagian kamu melompat ke bawah, yakin bisa ke atas lagi?" Bayu melihat tubuh Liya.

"Siapa bilang aku mau melompat ke dalam sumur. Airnya di timba, bukan berenang di sini!"

"Oooooh!" Begitu panjang mulut Bayu membulat sambil angguk-angguk. "Kalau lubang satu lagi, kenapa tidak dalam, bahkan tidak mengeluarkan air, apa aku harus buat lebih dalam lagi?" tanya Bayu.

"Tidak, ini sudah cukup. Ini untuk buang kotoran."

Liya menyentuh pelan tangan Bayu, mencoba. "Terimakasih ya, aku akan membuat makanan lebih banyak untuk kamu!

Ting! Ruang dimensi elemen kayu level satu terbuka! Benar saja, ruang penyimpanan milik Liya bereaksi jika sentuhan itu mengandung makna.

Pidi memperhatikan air dari tanah naik perlahan. Lalu, membersihkan sekitarnya.

"Liya, lihat, airnya bersih dan jernih sekali, jauh lebih bagus dari sungai!" seru Pidi senang.

Bayu dan Liya menoleh, melihatnya.

"Wah, kamu pintar sekali Liya, bisa tahu jika ada air bersih dari dalam tanah!" puji Bayu.

"Terimakasih Bayu, Pidi, ini berkat bantuan kalian!" Liya memeluk Pidi dan Bayu bergantian. Kedua jantan itu terkejut awalnya karena di peluk, tapi langsung tersenyum, Liya hanya memeluk sekejap saja, karena ungkapan senang.

Ting! Ruang dimensi elemen tanah level dua terbuka!

Ting! Ruang dimensi elemen kayu level dua terbuka!

'Woah, keren sekali, aku bisa menaikkan level bukan hanya dari makanan saja, tapi bersentuhan dengan para suami hewanku juga bisa!' Liya berteriak senang dalam hati.

"Liya, mulai hari ini, kita bertiga hidup rukun ya?"

"Baik," jawab Liya tanpa berpikir panjang.

Bayu dan Pidi tersenyum.

"Ayo istirahat dulu, kita makan dulu, baru lanjutkan pekerjaan!" ajak Liya.

"Baik."

Mereka makan dengan lahap, terutama Bayu, benar-benar lahap di tahap rakus. Abyssal diam-diam mengintip mereka makan.

"Apa yang mereka makan, itukan makhluk penjepit? Monster cacat saja jika tidak punya makanan, tidak akan mau memakan itu. Cangkang kosong dan kotoran saja!" Abyssal menggeleng saat melihat Liya membagikan kepiting satu ekor masing-masing.

Pidi dan Bayu di ajarkan cara makannya, membuat Abyssal yang tadi melihat aneh, kini sangat ingin, dia ingin mencicipi juga.

Di ruang hampa, Liya menarik tangan dan mengeluarkan daging babi berlemak, membakarnya sebentar, lalu memberikan pada Pidi dan Bayu.

"Dia benar-benar bisa membuka ruang penyimpanan dan juga punya elemen air dan tanah. Jika tidak diberi obat oleh Asoka, bisa jadi dia sudah naik level sejak dulu. Sejak kapan Asoka memberikan dia obat?" Abyssal bergumam seorang diri.

"Aku mau itu!" Jakun Abyssal naik turun, air ludahnya sampai di telan berkali-kali.

Bruk! Sepandai-pandainya Abyssal bersembunyi, ketahuan juga.

"Kamu ngapain di sini? Bau amis ikanmu sejak tadi anyir banget!" Bayu berkata sinis.

"Apaan sih, aku ini jantan dia juga, jadi wajar aku di sini!" Abyssal melirik sisa makanan masih banyak. Dia ingin. Biasanya, Liya pasti baik dan menawarkan dia. Dia berdiri dari jatuhnya, langsung bersikap sok elegan.

"Liya, bagi aku juga! Aku mau!" Dengan tebal muka, Abyssal berkata.

Liya menoleh. Menatap Abyssal dengan tatapan datar, tak bisa ditebak oleh Abyssal tatapan seperti apa itu.

"Abyssal, aku orangnya berhati dingin dan sebenarnya pendendam juga. Kau sudah membuatku tidak nyaman, bukankah seharusnya kau minta maaf dulu, sebelum meminta makan?" sahut Liya tanpa intonasi, suaranya datar.

Pidi dan Bayu saling lihat. Abyssal itu sombong, mustahil rasanya dia minta maaf dan menundukkan kepala. Dia itu Tuan Muda di suku duyung.

Abyssal berkata dingin. "Aku begitu, karena bersifat dan berkata jujur. Sebelumnya kamu memang jelek, kotor dan suka menganggu."

"Lalu?" Liya masih berkata dengan tenang, tanpa menoleh pada Abyssal, dia sibuk membakar daging yang sudah dia iris tipis di tusuk dan diberi bumbu. Aromanya wangi sekali, membuat konsentrasi Abyssal goyah.

Abyssal diam tak menyahut lagi, tak bisa menebak kelanjutan percakapan dengan Liya, betinanya itu juga tak berkata apa-apa lagi sampai selesai membolak balik beberapa daging tusuk yang dia bakar.

"Ini untukmu, karena tadi kau bilang mau makan. Ini tidak mengandung racun atau obat, kau sendiri melihatnya kan? Pidi dan Bayu juga makan daging yang sama. Kau bisa segera mengumpulkan delima hewan level 15 dan harta seserahan cerai. Aku yang jelek gendut dan kotor ini tidak akan mengganggumu lagi, percayalah! Maaf karena selama ini membuat kamu risih dan terganggu, aku setuju kita bercerai."

Abyssal memegang makanan yang diberikan Liya. Canggung sekali, perasaan nya kacau. Dia menatap Liya yang kembali sibuk di pemanggang setelah berkata seperti tadi. Kini dia memanggang udang.

'Selama ini, jelas yang memberikan obat bukan Liya. Perubahan sikap Liya yang sekarang juga sangat mengejutkan. Guanya tidak bau, bahkan rambutnya tidak kusut seperti biasa. Sepertinya kutunya sudah habis. Wajahnya juga lebih berbentuk, nanah dan benjolan di wajah Liya mulai habis.'

"I-itu—" Abyssal ragu. "A-aku minta maaf juga. Minta maaf karena berkata kasar dan salah paham padamu. Aku sudah menyelidiki semuanya. Yang memberikan obat dan menyebarkan perihal itu adalah sepupu dan adikku. Aku sudah menghukum mereka, maafkan aku Liya."

Pidi dan Bayu saling pandang, terkejut sekali. Dimana Abyssal yang sombong itu? Benarkah dia minta maaf? Mereka berdua sampai menggelengkan kepala berkali-kali.

"Liya, terimakasih makanannya," kata Abyysal pelan, nyaris tak terdengar oleh Liya. Makanan yang diberikan Liya dia pegang erat. Wajahnya memerah karena terlalu ingin makanan ini.

Dia membalikkan badannya, langsung memakan makanan itu dengan lahap.

"Aku sudah selesai makan," kata Liya.

"Biar aku cuci alat bekas makan, dan juga aku akan berjaga malam, malam ini di sini," balas Pidi.

"Oh, kalau aku?" Bayu bertanya sambil menunjuk diri.

"Kau bisa kembali, atau memilih berjaga di pohon semalam lagi, hehehe!"

"Itu tidak akan terjadi lagi, Aku sudah menghukum mereka!" Abyssal langsung menyahut dengan pipi menggembung berisi penuh makanan.

"Suaramu tidak jelas, Dasar duyung! Habiskan dulu makanan dimulut kamu!" protes Bayu. Pidi hanya tersenyum kecil, padahal Bayu juga punya kebiasaan seperti itu.

1
Musdalifa Ifa
semangat semangat dan semangat up Thor💪
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
semangat up nya lagi akak, di tunggu
Lestari Ami'ne Zia
🥰🥰🥰uupp yg bnyk thorrr..... pidi sudah suka liya dari kecillll
Shakila🪼
Ceritanya mirip dengan PF Ta-pon judul nya "Istri Gendut Yang Dibenci" disana sudah banyak cm beda nama-nama tokohnya aja semuanya mirip
Lestari Ami'ne Zia
kirain hari ini up😌
Musdalifa Ifa
penasaran lanjutannya 🤔
Lestari Ami'ne Zia
Alhamdulillah up up up💪💪💪💪
sasa adzka
🤣🤣🤣 belum tau aja jiwa liya yg sekarang agak bar bar😂😂😂 ayooo liya program diet🤭
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
jadi gak sabar nunggu perubahan Liya menjadi cantik lagi 😁
Lestari Ami'ne Zia
semoga up LG
Lestari Ami'ne Zia
hahaha.....dasar Loki akal bulusss
Lestari Ami'ne Zia
takoballahu minba wa mingkum thor Alhamdulillah up jg😍😍
Musdalifa Ifa
selamat hari raya idul Fitri juga Thor, mohon maaf lahir dan batin bila ada komentar ku yg menyinggung perasaan atau menyakiti hati author 🙏
Rozh: mohon maaf lahir dan batin 🥰
total 1 replies
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
selalu di tunggu kehadiran nya akak
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
Selamat hari raya idul fitri juga ya kak, maafkan lahir dan bathin
Rozh: mohon maaf lahir dan batin 🥰
total 1 replies
Yani
semangat Thorr, lanjut lagi crita nya 🫰🏻🥰🥰
Yani
wah makacih Thorr sdh double upadate 🥰🥰🥰🥰
Yani: sorry typo
total 1 replies
Musdalifa Ifa
Thor kok tidak up" kami nunggu up dari mu jangan lama" yah😔
Rozh: mulai hari ini up ya kak. kmrin sibuk menyambut lebaran🥰
total 1 replies
★Xia★
thor seru banget aduhh semangat ya
★Xia★: sama²
total 2 replies
Lestari Ami'ne Zia
kok g up up
Rozh: nanti kak, kmrin masih sibuk lebaran
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!