"jangan om, aku masih perawan, "!! kata seorang gadis yang sudah berada di bawah kungkungan seorang laki laki tampan ,namun terlihat bagitu arogan.
"siapa yang menyuruhmu kesini ,"! sahut laki laki tersebut dengan suara yang terdengar paro, sambil menahan sesuatu yang sudah ingin meledak saat itu juga.
"om, jangan macam-macam atau aku tendang itu ular arab mu ya"!! ancam gadis tersebut yang masih mencoba mempertahan kan dirinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon giyonk17, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 6
Pagi pun tiba..
Mentari pagi mulai menampakan senyum manisnya,kehangatan cahayanya membiarkan sebuah harapan baru bagi penduduk bumi.
Sama hal nya dengan seorang gadis cantik yang kini sedang bersenandung ria di depan cermin sambil menguncir rambut panjangnya.
Menatap dirinya pada pantulan cermin.
"Semangat Clara,kamu pasti bisa"! Ucapnya sambil mengangkat satu tanganya ke udara memberikan semangat untuk dirinya sendiri.
Ya pagi itu Clara memutuskan untuk daftar kuliah di salah satu investasi ternama di ibu kota.
Celana jeans dan tang top yang melekat pada tubuh nya yang begitu ideal,wajah cantik ,membuat pesona seorang Clara azelina menyala.
Ceklek', ceklek."!!
Terdengar Clara mengunci pintu kamar kosnya ,dan duduk di teras tersebut untuk mengenakan sneakers pada kaki nya.
"Clara"!! Panggil seseorang yang tidak asing,siapa lagi jika bukan Tania ,ya karena hanya Tania saja teman Clara dan keluarga di situ.
"Hai"!! Sahut Clara masih membenarkan sepatunya.
"Mau kemana"! Tanya Tania sambil memperhatikan penampilan Clara dari atas sampai bawah .
"Anjir,coba kamu cowok cla,sudah pasti aku mau menjadi pacar mu"! Celetuk Tania tanpa sadar.
Clara hanya tergelak mendengar ocehan Tania pagi ini.
"Kamu sedang mengumpatiku atau mengagumiku,Tan"! Sahut Clara sambil berdiri dari duduknya.
"Gila , perfect dah menampilanmu,memang nya kamu mau kemana Tan"! Tanya Clara yang saat itu juga akan berangkat kerja di sebuah kafe x yang tak jauh dari tempat tinggal mereka.
"Aku mau ke kampus ,daftar kuliah"! Sahut Clara sambil berjalan beriringan menuju depan gang tepatnya di pinggir jalan untuk mencari angkot.
"Benarkah,, kalau begitu Hanis pulang dari kampus langsung mampir ke tempat ku kerja ya,,buat sekalian aku kenalkan ke pemilik cafe siapa tahu dengan melihat penampilanmu seperti ini ,kamu bisa bekerja disana"! Oceh Tania ngalor ngidul .
"Sib"!! Jawab Clara sambil menatap sekilas ke arah Tania.
"Ya sudah kamu hati hati ya"! Ucap Tania sebelum melanjutkan langkahnya menuju caffe tempatnya bekerja .
Ya hanya berjalan kaki 10 menit saja Tania sudah sampai ke tempat kerjanya .
10 menit menunggu Clara pun menghentikan angkot dengan nomor 73 yang akan membawanya menuju kampus tujuannya.
Bersamaan dengan itu sebuah mobil verari hitam melintas di jalan yang sama ,saat clara akan naik ke dalam angkot .
"Berhenti"!! Ucap Devan mendadak meminta Jo menghentikan mobilnya.
"Ciiiit"!! Decitan ban yang beradu dengan aspal membuat Clara menoleh ke arah mobil yang berhenti tepat di belakang angkot tersebut,dan hampir saja menabrak.
Clara hanya menoleh sekilas lalu kembali masuk ke dalam angkot tersebut.
"Ayo pak,saya sudah telat'! Ucap clara pada supir angkot yang ada di depannya.
"Baik neng". Sahut supir angkot lalu menginjak pedal gas begitu saja,tanpa memperdulikan mobil mewah yang hampir menabrak angkotnya itu.
"Ikuti Angkot itu,Jo"! Pekik Devan dengan tatapan terus tertuju pada angkot warna orange didepanya.
"Ada apa ini,, apa jangan jangan gadis cantik tadi"! Gumam Jo di dalam hati sambil sesekali melirik Devan dari kaca spion.
Angkot masih terus melaju ke tempat tujuan Clara,Clara pun sesekali melihat mobil mewah di belakangnya yang masih membuntutinya.
Namun Clara culek dan tidak mau tahu.
Sedangkan kejadian malam itu,Clara pun juga tidak lagi memikirkannya,yang ada di pikiranya hanya lah kuliah dan bekerja ,agar bisa membantu bibi dan pamannya menyekolahkan kedua keponakannya di kampung.
15 menit berlalu sampailah angkot yang ditumpangi Clara di sebuah universitas ternama di kota tersebut.
"Terimakasih pak"! Kata Clara sebelum keluar dari angkot tersebut dan membayar kan uang angkot ke pada supir.
"Sama sama neng"! Sahut supir tersebut lalu meninggalkan gadis cantik tersebut yang masih diam mematung di pinggir jalan menatap gedung sekolahan yang begitu mewah di matanya.
"Akhirnya aku sampai disini" katanya lirih sambil mulai melangkahkan kakinya menuju kampus tersebut .
"Cantik sekali"! Gumam Devan tanpa sadar dengan tatapan tertuju pada Clara .
"Hah"!! Jo di buat tercengang dengan ucapan yang baru saja di dengar nya,baru kali ini boss nya memuji seorang gadis terang terangan .
"Apa es di kutup Utara di belakangnya kini sudah meleleh." Lagi lagi Jo hanya bisa mengumpat boss nya di dalam hati .
"Jo, buat gadis itu menjadi istriku,beri dia uang berapapun dia mau"! Celetuk Devan dari kursi belakang.
"Apaa"!! Sahut Jo yang sudah ingin semaput mendengar ucapan boss nya itu.
"Apa kau ingin aku pecat"! Lagi lagi emosi Devan tertuju dengan Jo yang banyak bertanya pagi itu.
"Ti-tidak boss,siap dilaksanakan"! Jawab Jo akhirnya meskipun tidak yakin bagiamana caranya.
"Belum menikah sudah membuat kepalaku ingin meledak ,bagiamana jika sudah menikah"!
"Jangan mengumpatiku "!
"Tidak berani boss"! Sahut Jo secepat kilat.
Boss,satu jam lagi kita ada meeting"! Kata Jo sambil melihat jam yang melingkar di pergelangan tanganya.
"Ayo pergi,tapi pastikan anak buahmu mengikuti terus gadis itu,laporkan apa saja yang terjadi"!.
"Siap boss"!
Akhirnya mobil hitam tersebut pun kembali berjalan meninggalkan kampus tersebut.
Di dalam kampus,tak sedikit pasang mata yang menatap Clara penuh kagum ,gayanya yang cuek dan persona nya yang terpancar jelas,setiap langkah yang mengiringi jalannya membuat siapa saja ingin melihat dan terpaku di tempat.
"Permisi, tempat pendaftaran jalur biaya siswa dimana"! Tanya kepada seorang laki laki yang kini telah berdiri membelakangi nya.
Laki laki tersebut menoleh pelan namun belum membalikan badanya.
Laki laki tampan tubuh tegap berkulit putih.
Abiyan Rafasya,laki laki tertampan di kampus tersebut,mahasiswa semester 4 tersebut banyak di kagumi seluruh mahasiswi di universitas tersebut.
Bahkan ada yang rela bertengkar hanya karena sama sama suka kepada abiyan.
Deg"!!
Saat membalikan badan Abiyan pun terkejut ketika melihat sosok cantik berdiri di hadapannya saat ini,.
Clara masih terdiam dengan dua alis yang sudah terangkat melihat ekspresi Abiyan .
"Halloo"!! Kata Clara lagi sambil melambaikan tangan nya tepat di depan wajah abiyan.
Ehemmm"! Kamu bertanya apa tadi "! Ucap abiyan kembali.
"Tempat pendaftaran"! Jawab Clara .
"Oooh, sebelah ruang informasi ," kata abiyan sambil menuju ke arah yang di sebutkan itu.
"Baiklah,thanks ya"! Sahut Clara lalu berjalan begitu saja meninggalkan abiyan yang masih menatap nya.
"Sumpah,sangat menarik"! Gumam abiyan dengan senyum miring terlihat pada wajah tampannya.
Hampir 3 jam Clara menghabiskan waktu di kampus tersebut berkeliling seorang diri.
Namun langkahnya terhenti saat melihat seorang gadis cupu sedang di olok olok oleh gadis lain yang sepertinya juga mahasiswi di kampus tersebut.
"Hentikan"!! Kata Clara sambil melangkah mendekati 3 gadis yang sedang membuli satu gadis cupu di hadapan mereka.