NovelToon NovelToon
Kaisar Alkemis Abadi.

Kaisar Alkemis Abadi.

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Reinkarnasi / Mengubah Takdir
Popularitas:27.8k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Di kehidupan sebelumnya, Jiang Chen adalah Kaisar Alkemis terhebat di Alam Dewa, mampu menciptakan pil legendaris yang bisa menghidupkan orang mati dan memberikan keabadian. Namun, karena terlalu percaya, ia dikhianati oleh murid kesayangannya sendiri yang bersekongkol dengan istrinya. Mereka meracuninya, merebut "Kuali Primordial Semesta" miliknya—artefak ilahi tertinggi—dan membunuhnya tepat saat ia akan mencapai terobosan ke Alam Penguasa Surgawi.

Namun, Kuali Primordial Semesta yang legendaris itu memiliki kesadarannya sendiri. Alih-alih membiarkan jiwa Jiang Chen lenyap, Kuali itu membawa serpihan jiwanya melintasi ruang dan waktu, bereinkarnasi ke dalam tubuh seorang pemuda bernama sama di dunia fana rendahan, ribuan tahun kemudian.

Ironisnya, tubuh barunya ini adalah "sampah" terkenal di klannya, dengan meridian yang hancur dan bakat kultivasi nol. Kini, dengan ingatan dan pengetahuan seorang Kaisar Alkemis, Jiang Chen memulai perjalanannya kembali ke puncak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21: Penaklukan di Atas Langit

Pekikan Griffon Giok-Mata itu kini bukan lagi pekikan kemarahan, melainkan pekikan keterkejutan dan pelanggaran. Sesuatu yang kecil dan tidak penting berani menodai punggungnya yang agung!

Binatang buas itu melesat ke langit seperti roket, melakukan serangkaian manuver udara yang gila untuk melepaskan penunggang yang tidak diundang itu. Ia menukik tajam, melakukan putaran barel, dan berhenti mendadak di udara, mencoba menggunakan gaya G yang luar biasa untuk melempar Jiang Chen.

Bagi orang lain, mereka akan terlempar dalam sepersekian detik. Tapi Jiang Chen seperti terpaku di punggung Griffon itu. Kakinya mencengkeram bulu-bulu kasar itu dengan kuat, dan tubuhnya bergerak dengan sinkronisasi yang sempurna dengan setiap gerakan binatang itu, menyerap sebagian besar guncangan. Di kehidupan sebelumnya, ia pernah menunggangi naga sejati. Dibandingkan dengan itu, ini seperti menaiki kuda poni yang sedikit rewel.

Di bawah, di tepi tebing, rahang Li Yuan dan Hong Mengyao hampir jatuh ke tanah. Mereka tidak lagi melihat pertarungan; mereka menyaksikan sebuah tarian mustahil antara manusia dan binatang buas di atas langit.

"Dia... dia menungganginya..." bisik salah satu anggota aliansi Hong Mengyao, suaranya dipenuhi kekaguman.

Wajah Li Yuan menjadi sangat serius. Niat pedangnya yang tadinya terfokus pada Jiang Chen kini telah ditarik kembali, digantikan oleh ekspresi waspada dan sedikit ketakutan. Ia menyadari bahwa pemuda yang ia anggap sebagai semut ini adalah monster yang sebenarnya.

Setelah gagal melepaskan Jiang Chen dengan manuver udara, Griffon itu menjadi semakin marah. Ia menukik tajam ke arah dinding tebing, berencana untuk mengikis Jiang Chen dari punggungnya.

"Trik murahan," gumam Jiang Chen.

Tepat sebelum mereka menabrak dinding batu, Jiang Chen sedikit menggeser berat badannya dan menarik segenggam bulu di leher Griffon itu. Gerakan kecil ini, yang diarahkan pada titik saraf sensitif, menyebabkan Griffon itu secara refleks berbelok sedikit. Akibatnya, hanya ujung sayapnya yang menyerempet tebing, sementara punggungnya—dan Jiang Chen—tetap aman.

Griffon itu memekik frustrasi. Ia tidak pernah menghadapi lawan yang begitu aneh dan merepotkan.

"Sudah cukup bermainnya," kata Jiang Chen, nadanya menjadi dingin.

Ia tahu ia tidak bisa terus seperti ini selamanya. Ia perlu mengakhiri ini.

Ia melepaskan cengkeramannya pada bulu dan berdiri tegak di punggung Griffon yang sedang terbang itu—sebuah tindakan yang menentang semua hukum fisika.

"Tunduk!"

Jiang Chen tidak berteriak dengan suaranya, tetapi dengan Jiwa Spiritualnya. Sebuah gelombang tekanan spiritual yang agung, kuno, dan tak terbantahkan—sisa-sisa kekuatan seorang Kaisar—menyelimuti pikiran liar Griffon itu.

Bagi Griffon Giok-Mata, itu seperti seekor semut yang tiba-tiba memancarkan aura seekor naga purba. Nalurinya yang paling dasar berteriak ketakutan. Tekanan jiwa ini jauh lebih menakutkan daripada ancaman fisik apa pun. Itu adalah tekanan dari predator absolut, puncak dari rantai makanan.

Tubuh Griffon itu bergetar hebat di udara. Kecepatannya melambat. Gerakannya yang tadinya ganas menjadi ragu-ragu. Ia mencoba melawan, memekik dengan marah, tetapi tekanan spiritual itu terlalu kuat, menekan kehendak liarnya hingga ke titik puncak.

"Aku bilang," ulang Jiang Chen, kali ini ia menyalurkan sedikit Qi ke dalam suaranya, "TUNDUK!"

Ia menghentakkan kakinya di punggung Griffon itu. Pukulan itu tidak terlalu kuat secara fisik, tetapi itu adalah jerami terakhir yang mematahkan punggung unta. Kehendak Griffon itu hancur.

Dengan pekikan yang kini terdengar seperti rengekan pasrah, Griffon Giok-Mata itu berhenti melawan. Ia mengepakkan sayapnya dengan patuh dan mulai meluncur turun, kembali ke puncak batu tempat Bunga Roh Tujuh Warna berada.

Ia mendarat dengan lembut, lalu menundukkan kepalanya yang agung di hadapan Jiang Chen, sebuah tanda penyerahan total.

Di tepi tebing seberang, keheningan total menyelimuti kelompok Li Yuan dan Hong Mengyao. Mereka baru saja menyaksikan penaklukan seekor monster puncak tingkat lima. Bukan dibunuh, bukan dikalahkan, tetapi ditaklukkan. Dijinakkan.

Jika mengalahkan Kera Kabut Ilusi adalah sebuah keajaiban, maka ini adalah sebuah mitos yang menjadi kenyataan di depan mata mereka.

Jiang Chen melompat turun dari punggung Griffon itu dengan ringan. Ia menepuk leher binatang itu seolah sedang menepuk seekor anjing peliharaan. "Anak baik."

Griffon itu hanya mengeluarkan suara geraman pelan, tidak lagi menunjukkan keganasan sedikit pun.

Jiang Chen kemudian berjalan mendekati Bunga Roh Tujuh Warna. Ia memeriksanya dengan cermat. "Hampir mekar sempurna. Bagus."

Dengan hati-hati, ia memetik bunga itu beserta akarnya dan menyimpannya di dalam sebuah kotak giok khusus yang ia bawa—harta yang ia ambil dari kantong penyimpanan Elder Feng.

Setelah memastikan hartanya aman, ia menoleh ke seberang tebing, matanya bertemu dengan tatapan Li Yuan yang kompleks.

Kau tadi bilang mau membagi hasilnya?" tanya Jiang Chen dengan senyum mengejek.

Wajah Li Yuan menjadi merah karena malu dan marah. Ini adalah penghinaan terbesar yang pernah ia terima. Ia, seorang jenius pedang, diperlakukan seperti anak kecil.

Tanpa berkata apa-apa lagi, Li Yuan berbalik dan melesat pergi, menghilang ke dalam hutan. Ia bahkan tidak bisa memaksa dirinya untuk tinggal di sana lebih lama lagi. Kehadiran Jiang Chen telah benar-benar menghancurkan harga dirinya.

Kelompok Hong Mengyao juga mulai mundur perlahan, tidak berani menarik perhatian Jiang Chen.

Hong Mengyao menatap Jiang Chen untuk terakhir kalinya. Pria itu kini berdiri di samping binatang buas agung yang telah ia taklukkan, di bawah cahaya Bunga Roh yang baru saja ia petik. Ia tampak seperti seorang raja yang sedang mensurvei wilayahnya.

Sebuah kesadaran yang menyakitkan akhirnya menghantamnya dengan kekuatan penuh.

Ia tidak pernah benar-benar mengenal pria yang pernah menjadi tunangannya. Pria yang ia pandang rendah dan ia buang itu bukanlah seekor cacing di lumpur.

1
ddrhart
mengyao melongo .... pasti nyesel tuh
ddrhart
kenapa ditolong, kalaupun.biar suruh babak belur dulu....
ddrhart
masih baik hati.... tidak dibantai semuanya
ddrhart
kelihatan banget beda kelas..... kota awan bambu ga cukup buat nahan Jiang Chen
ddrhart
zhang wei sok kuat.... tetua sj tumbang.... bodoh banget
ddrhart
kibarkan !!!!!
ddrhart
mantaaafffff..... ayah lebih percaya kepada anaknya, yang akan bangkit menjadi naga sakti
ddrhart
selalu ada wanita yang tidak tulud. tapi hanya menghitung untung rugi dalam hubungan dengan orang lain...
ddrhart
persiapan mengjadapi tikus yang lebih besar dengan membuat sekutu yanv kuat
ddrhart
gilaaaa.... langsung bunuh tanpa rasa takut !!!!
ddrhart
bagaimana menghadapi kemarahan patriark zhang ?
ddrhart
ngapain di tanya-tanya, cewek matre kays gitu ?
Eko
ditunggu update terbaru thor
Eko
hehehehe final melawan perang gila nih
ddrhart
apakah cukup dengan tingkat empat untuk membuat gebrakan di kota awan bambu dan mengembalikan hinaan yg selama ini diterima ?
ddrhart
gebrakan pertama langsung akan mengguncang kota awan bambu
ddrhart
orang-orang yang tidak punya kesetiaan tidak perlu mendapat perhatian
ddrhart
semoga alurnya tetap bagus sampai akhir....., jangan kacau seperti yang lain-lain
Nanik S
Jangan pakai kendor Tor
Nanik S
Maaaantaaap Pooool
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!