NovelToon NovelToon
Milik Sang Kapten

Milik Sang Kapten

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Menyembunyikan Identitas / Romansa
Popularitas:8.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ra H Fadillah

Karline sengaja bersembunyi di balik masker dan jaket gembel demi ketenangan. Namun, sebuah insiden di kolam renang membongkar segalanya. Di balik penampilan kumuhnya, ternyata ada kecantikan luar biasa yang membuat seisi sekolah lupa cara bernapas.
​Dean, sang kapten voli yang populer dan arogan, tidak tinggal diam. Sejak napas buatan itu diberikan, Dean mengklaim Karline sebagai miliknya. Kini, Karline harus menghadapi dunia yang memujanya, sekaligus menghadapi obsesi posesif sang kapten yang tidak sudi berbagi tatapan Karline dengan pria mana pun.
​"Lepaskan maskermu. Mulai sekarang, kamu aman di bawah kuasaku."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ra H Fadillah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

​Bab 5 Basah dan Terungkapnya Rahasia

Sore itu, saat lonceng pulang sekolah berdentang, sebuah mobil sedan hitam mengkilap jenis yang hanya dimiliki oleh kalangan kelas atas berhenti tepat di depan gerbang utama SMA Garuda Kencana. Semua mata tertuju ke sana.

​"Gila, itu mobil keluaran terbaru kan? Siapa yang dijemput?" bisik Raka yang kebetulan sedang nongkrong di parkiran bersama Dean dan Rio.

​Karline, yang baru saja keluar dari lobi, langsung mengenali mobil itu. Bukannya senang, ia justru membelalakkan mata. Tanpa pikir panjang, ia memutar arah dan berlari menjauh menuju gang kecil di samping sekolah. Mobil itu perlahan mengikuti dari belakang, membuat kerumunan siswa semakin penasaran.

​Setelah merasa cukup jauh dari jangkauan mata teman-temannya, Karline berhenti dan masuk ke dalam mobil dengan cepat.

​"Pak, sudah saya bilang jangan berhenti tepat di depan gerbang," ucap Karline setelah mengatur napasnya.

​Supir pribadinya, seorang pria paruh baya bernama Pak Dirman, tampak merasa bersalah. "Mohon maaf, Non Karline. Tadi jalanan depan sangat padat, saya pikir lebih mudah kalau menunggu di depan saja."

​"Saya hanya tidak ingin mereka tahu, Pak. Cukup panggil saya Karline saja kalau di sekitar sini," pinta Karline lembut namun tegas.

​Pak Dirman mengangguk patuh. "Baik, Non. Besok saya akan menunggu di jarak yang tidak terlalu dekat dengan sekolah. Sekali lagi saya minta maaf."

​Sementara itu, di area parkir sekolah, Dean masih menatap arah hilangnya mobil hitam tadi.

​"Namanya Karline," ucap Dean tiba-tiba, memecah keheningan. "Bukan Anak Aneh. Jadi berhenti panggil dia dengan sebutan sampah kayak gitu."

​Raka dan Rio saling lirik. Raka yang masih memegangi jidatnya yang terasa senut-senut hanya bisa mendengus. "Ya elah, De. Lo belain dia banget sekarang? Jidat gue masih sakit nih."

​"Gue nggak belain," sahut Dean dingin sambil menghidupkan mesin motor besarnya. "Gue cuma nggak suka kalian terlihat bodoh karena terus-menerus kalah sama adik kelas. Dia berani, cuek, dan punya harga diri. Jarang ada cewek kayak gitu di sini."

​Di sisi lain, di dalam ruang OSIS, suasana sangat mencekam. Arlan, Clarissa, dan dua pengurus inti lainnya berkumpul dengan wajah kusam. Mereka merasa dipermalukan di depan seluruh angkatan tadi siang.

​"Gue nggak terima, Lan! Dia bikin nama kita jatuh!" seru Clarissa sambil memukul meja. "Kita harus kasih dia pelajaran yang nggak akan dia lupain besok pagi."

​Arlan terdiam sejenak, harga dirinya sebagai Ketua OSIS benar-benar terusik. "Oke. Besok pagi, kita kasih dia sambutan hangat sebelum masuk kelas."

​Keesokan paginya, suasana SMA Garuda Kencana terasa sedikit berbeda. Saat Karline berjalan menyusuri koridor lantai satu yang menuju kelasnya, ia tidak menyadari bahwa di atas balkon lantai dua, Clarissa dan dua anggota OSIS lainnya sudah bersiap dengan sebuah ember besar berisi air keruh.

​Byuuurrr!

​Dalam sekejap, air tumpah tepat mengenai tubuh Karline. Guyuran itu cukup deras hingga membasahi topi dan jaket tebal yang ia kenakan. Beruntung bagi Karline, jaket itu berbahan waterproof di bagian luar dan sangat tebal, sehingga air tidak langsung menembus ke seragam sekolahnya yang berwarna putih.

​Karline berhenti melangkah. Air menetes dari pinggiran topinya. Suasana koridor mendadak ramai oleh tawa Clarissa dan kawan-kawannya dari atas.

​"Oups! Maaf ya, Anak Aneh! Gue pikir tadi ada tempat sampah jalan, jadi pengen gue cuci!" teriak Clarissa puas.

​Karline tidak berteriak. Ia juga tidak menangis. Dengan tenang, ia melepas topinya yang basah, memperlihatkan rambutnya yang disanggul rapi. Karena jaketnya sudah sangat berat dan kotor oleh air keruh itu, ia memutuskan untuk membukanya.

​Satu per satu kancing jaket besar itu ia lepas. Di belakangnya, ternyata ada Dean, Raka, dan Rio yang baru saja datang dan menyaksikan kejadian itu.

​Saat jaket itu terlepas dari bahunya, suasana koridor mendadak sunyi senyap. Untuk pertama kalinya, mereka melihat postur tubuh Karline yang sebenarnya di balik seragam sekolah yang pas di badan.

​Meskipun tertutup seragam, terlihat jelas bahwa Karline memiliki tubuh yang sangat proporsional tinggi ramping namun berisi di bagian tertentu yang membuatnya terlihat sangat feminin sekaligus atletis. Tangannya yang terekspos karena ia menggunakan seragam lengan pendeknya dan terlihat warna kulit seputih susu dengan rona pink yang sehat.

​Dean tertegun di tempatnya berdiri. Ia tidak menyangka di balik jaket kedodoran yang selama ini ia ejek sebagai "ninja", tersimpan sosok yang begitu memukau.

​"Gila... dia beneran Karline?" bisik Rio tanpa sadar, matanya tidak bisa beralih.

​Karline tidak memedulikan tatapan mereka. Ia tetap mengenakan maskernya, menenteng jaket tebalnya yang basah kuyup di tangan kanan, lalu berjalan menuju kelasnya dengan kepala tegak. Meskipun basah, aura yang ia pancarkan justru semakin kuat dan berwibawa.

​Jam pulang sekolah pun tiba. Karline tahu, dendam yang tidak tuntas hanya akan membuat orang seperti Clarissa semakin melunjak. Ia sudah menyiapkan rencananya sendiri.

​Saat Arlan, Clarissa, dan dua pengurus OSIS lainnya sedang berjalan beriringan menuju gerbang sekolah dengan tawa sombong, Karline sudah menunggu di koridor yang sedikit sepi. Ia membawa ember kecil yang ia pinjam dari gudang kebersihan.

​Tanpa suara, Karline muncul dari balik pilar.

​Byuuurrr!

​Sekali siram, air itu mengenai mereka berempat sekaligus. Clarissa menjerit histeris karena rok dan bajunya basah kuyup. Arlan yang biasanya rapi kini tampak berantakan dengan air yang menetes dari rambutnya.

​Karline meletakkan ember itu begitu saja. Ia menatap mereka berempat datar dari balik maskernya. Tidak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulutnya, namun tatapannya seolah berkata, "Kita impas."

​Ia kemudian berbalik dan berjalan santai menuju gerbang, di mana Pak Dirman sudah menunggu sedikit lebih jauh sesuai kesepakatan.

​Raka dan Rio yang melihat kejadian itu dari kejauhan hanya bisa tercengang.

​"Gila... dia beneran nekat," gumam Raka, kali ini dengan nada kagum yang tak bisa disembunyikan. "Dia nyiram Ketua OSIS sama sepupunya di depan umum!"

​Dean yang berdiri di samping mereka hanya menyunggingkan senyum tipis yang sangat langka. Ia melihat Karline masuk ke dalam mobil sedan hitam yang sama dengan kemarin.

​"Dia bukan cuma nekat, Ka," sahut Dean pelan. "Dia tahu cara membalas dengan elegan."

​Dean pun melangkah pergi, namun pikirannya masih tertuju pada sosok Karline yang baru saja melepas jaketnya tadi pagi. Rasa penasarannya kini berubah menjadi sesuatu yang lebih dalam, sesuatu yang belum pernah ia rasakan pada siapapun sebelumnya.

1
Anonymous
jgn gantung dong thor 😭
jajangmyeon
Suka banget sama ceritanya! Alurnya menarik dan karakternya juga bikin penasaran. Pokoknya recommended, yang lain wajib baca! 😆✨
Ra H Fadillah: Terima kasih, senang sekali melihat komentarmu yang sangat positif 💞
total 1 replies
Anonymous
loh kok beda thor?
Anonymous: oke thorr, semangat selalu 💪😎
total 2 replies
jajangmyeon
wihhhhh seru nii
brawijaya Viloid
yey cerita baru 😎
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!