Merlin yang merupakan seorang genius dari dunia bumi mati tewas karena kelelahan dan juga kebosanan di dunia asalnya, dan terlahir kembali ke Avalond yang mana berada di galaksi Andromeda, di sana dia menyadari kalau Avalond telah mengembangkan tehnik sihir yang mana mereka lakukan untuk bertahan hidup dari serangan 10.000 ras monster. Namun bukanya putusasa ataupun bertekad untuk menjadi penyelamat dunia, Merlin malah lebih tertarik untuk mulai meneliti tehnik sihir yang ada di dunia Avalond.
Ini adalah kisahnya seorang peneliti gila yang jenius, yang akan melakukan apapun untuk penelitiannya, baik itu legal maupun ilegal dan akan menghancurkan siapapun yang menghalangi jalannya baik itu manusia, monster, Demon ataupun Dewa itu sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rafli Ananda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 08 Demonic Grimoire
Demon adalah salah dari 10.000 ras yang mana menyerang dunia Avalon 5.000 tahun yang lalu, bersama dengan mereka Satan sang penguasa Naraku ( Dunia Demon ), mereka mulai menjajah umat manusia dan menghabisi mereka satu persatu dengan kejam. Akan tetapi saat umat manusia kesulitan berhadapan dengan bangsa Demon, seorang pahlawan muncul diantara para Mage yang ada.
Dengan Grimoire ber elemen cahaya miliknya, seorang perempuan muda yang gagah berani dan juga cantik maju memimpin pasukan Mage untuk memukul mundur para Demon. Mage perempuan itu bernama Jeant, dia adalah seorang wanita muda yang gagah berani melawan pimpinan para Demon Satan.
Karena pengorbanan yang Jeant berikan untuk mengalahkan Satan, para Demon mundur kembali ke Naraku, dan gerbang dimensi tempat Naraku dengan dunia Avalon tertutup rapat sehingga para Demon tidak dapat kembali lagi untuk menyerang umat manusia.
“Sihir Demon di katakan adalah sihir kejam yang mana mirip seperti tehnik sihir kegelapan… akan tetapi sihir Demon memiliki elemen kekejaman, Demon, dan Kegelapan di dalamnya”
“Dari yang aku baca di dalam Grimoire merah darah ini, aku bisa menggunakan inti monster level 1 – 3 untuk mengaktifkan sihir level 1 yang ada di dalam Grimoire ini”
“Demon yah… aku penasaran apakah Grimoire ini adalah rencana mereka untuk membangun koneksi kembali dengan dunia Avalon, walaupun itu benar maka aku tidak perduli… kalau mereka datang maka akan aku tangkap dan jadikan bahan percobaan ku” pikir Merlin.
Pada saat itu “Traakk…” dia mengeluarkan inti monster level 3 yang dia dapatkan dari Goblin Rider tersebut, dan menggunakan inti monster itu Merlin mengaktifkan sihir dari Grimoire Demonic miliknya. Sebuah cahaya merah gelap mulai muncul, dan cahaya itu “Srrahkk…” melahap inti kristal yang Merlin pegang di tangan kanannya.
Inti monster tersebut kemudian berubah menjadi sebuah belati merah gelap, dengan mengeluarkan aura yang merah darah kehitaman, “Sringgs… Wushkk…” Merlin terlihat dengan sangat mudah mengendalikan belati merah tersebut. “Wushhk… Fusshkk…” belati itu terbang dan melayang sesuai dengan pikiran Merlin, dan “Taaask…” belati merah itu juga dapat Merlin simpan di dalma buku Grimoire Demonic miliknya.
“Jadi ini yang dinamakan sihir Demonic, menarik sekali… aku dapat merasakan perasaan dominasi yang bercampur dengan kegilaan di dalamnya, akan tetapi untuk mencoba kekuatan belati ini maka aku memerlukan mahluk hidup untuk bahan percobaan ku” pikir Merlin.
Pada malam yang sama di tempat yang berbeda, Luciel terlihat sedang memegang sebuah kotak berukuran 5 cm yang merupakan sebuah item sihir. Dengan wajah terlihat malas “Fushkk…” Luciel melemparkan item sihir itu ke pojokan kamarnya, dia kemudian langsung berbaring di kamarnya sambil berusaha untuk menenangkan dirinya.
“Trieekk…” kemudian secara tiba-tiba seorang pria paruh baya yang terlihat berumur 40 tahunan membuka pintu kamarnya, pria itu memiliki mata kebiruan dan rambut pirang sama seperti Luciel. Pria paruh baya tersebut adalah ayah dari Luciel Greed, yang bernaman Namos Greed.
Namos adalah seorang Mage yang memiliki Grimoire ber elemen tanah, dia adalah salah satu dari pimpinan 5 keluarga besar yang mengendalikan Kerajaan Nera, dia juga merupakan Mage berlevel 8 yang hanya ada sedikit di dunia saat ini. Dengan penuh wibawa Namos kemudian berkata.
“Kenapa denganmu putraku, apa kau tidak puas dengan hasil dari tes ujian kali ini…??”
“Bukan itu… kami seharusnya tidak menang, akan tetapi karena bantuannya kami dapat menang tes kali ini… bukan hanya itu saja, kalau dia tidak membantu kami maka mungkin saja aku dan beberapa rekanku akan kehilangan nyawa kami” balas Luciel.
Namos kemudian “Taask…” menepuk pundak putranya itu dan dengan tatapan tajam dia berkata.
“Jangan berkecil hati putraku, yang kau alami ini justru adalah hal yang sangat baik… karena dengan pengalaman ini kau dapat tumbuh menjadi lebih baik lagi…”
“Aku mengerti ayah, aku berjanji akan berlatih untuk menjadi lebih baik lagi” balas Luciel.
Namos dapat melihat tatapan mata putranya berbeda dari sebelumnya, dia dapat merasakan kalau Luciel telah tumbuh dewasa dan dapat menjadi lebih kuat dari sebelumnya. Lalu saat itu “Traak…” Namos tampa sengaja mengambil item sihir yang di buang oleh Luciel, dan melihat item sihir itu Namos langsung memiliki sebuah ide di dalam pikirannya.
“Luciel… kau bilang temanmu adalah orang yang menyelamatkan dirimu bukan, kalau begitu sesuai dengan prinsip dari keluarga Greed kita harus membalas kebaikannya”
Melihat mata keserakahan di mata ayahnya tersebut Luciel hanya bisa tersenyum pahit memikirkan apa yang telah di rencanakan oleh ayahnya itu terhadap Merlin.
“Temanku Merlin… maafkan aku kawan” pikir Luciel.
Pada keesokan harinya, para murid tahun ke 4 yang mendapatkan Grimoire di berikan istirahat selama 3 hari, semua itu di lakukan untuk memulihkan mental dan juga fisik para murid setelah tes perburuan. Akan tetapi pada saat itu Merlin terlihat tidak beristirahat dan berjalan menuju kearah gerbang kota, dan di sana dia melihat ada seorang Mage berlevel 3 yang sedang menjaga gerbang kota seorang diri.
Dengan tatapan mata yang tajam dan nada yang tinggi penjaga kota tersebut berkata.
“Siapa kau, dan mau apa kau datang kemari…??”
“Maafkan aku tuan, akan tetapi aku adalah murid dari Akademi yang telah mendapatkan Grimoireku… dan aku ingin tahu bagaimana caranya agar bisa keluar untuk mengetes tehnik sihirku” balas Merlin.
“Haaah… dengarkan aku anak muda, semua orang yang telah mendapatkan Grimoire dapat pergi ke tempat pengecekan identitas dan bisa keluar masuk kapan saja asalkan kau tidak memiliki masalah… jadi bisa tolong tunjukkan kartu identitasmu” kata penjaga gerbang tersebut dengan tatapan mata yang tajam.
Merlin kemudian menunjukkan kartu Akademi miliknya, dan setelah pengecekan Merlin di perbolehkan untuk keluar dari gerbang Kerajaan. Dengan tatapan kasihan penjaga gerbang itu melihat kearah Merlin dan berkata.
“Haaah… satu lagi anak-anak bodoh yang mana tidak sadar akan kemampuannya, mereka benar-benar percaya dapat mengalahkan para monster seorang diri karena telah mendapatkan Grimoire…. yah karena tidak ada monster level 4 di sini dia mungkin akan kembali dengan cepat”
Sementara itu Merlin yang telah memasuki hutan melihat kesekitarnya untuk memeriksa keadaan, dan saat dia merasakan kalau keadaan sudah aman “Zringgs…” Merlin mengeluarkan Demonic Grimoire dari tangan kirinya. Saat Merlin membuka Demonic Grimoire tersebut “Sringgs…” belati merah yang tadi malam Merlin ciptakan langsung keluar dan terbang di sekitar Merlin.
Lalu pada saat itu “Srrahkk…” Merlin tampa sengaja melihat 5 ekor Goblin yang terlihat sedang berburu, mereka membawa mayat dari kelinci bermata merah bersama mereka, dan saat melihat kearah Merlin para Goblin itu langsung bersiap dengan senjata batu mereka. Melihat para Goblin tersebut Merlin tersenyum dengan lebar, dan dari senyuman itu ke 5 Goblin itu dapat merasakan adanya bahaya yang sangat besar dan menggigil ketakutan karenanya.
“Ketemu kalian, kelinci percobaanku” kata Merlin.
.
.
.
Bersambung…..