Indira berprofesi sebagai pengacara, ia dijuluki pendekar ulung karena selalu memenangkan kasus yang dia tangani. karena kesibukannya dia lupa akan statusnya sebagai kaum jomblo sejati hingga membuat mamanya turun tangan untuk mencarikannya jodoh. hingga akhirnya dia dijodohkan dengan anak temannya yang bernama Gibran (pemilik PT Murni alam) yang berstatus duda anak 3. setelah menikah Indira dihadapkan dengan konflik keluarga hingga akhirnya dia menemukan titik kebahagian nya dengan suaminya Gibran.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daisy Puppy 1412, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
pengacara Indira, istri baru papaku
...Serigala memburu mangsa, “hehehe iya oke oke maaf maaf” ucap Maya pergi buru-buru meninggalkan ruangan Indira....
...“Hihhhhh” Indira uring-uringan melampiaskan kekesalannya dengan melemparkan anak panah ke dartboard....
...Ponsel Indira pun berbunyi, dia mengangkat telepon dalam kondisi masih kesal “iya” ucapnya singkat....
...“Maaf ini benar dengan walinya Sasha, bisa ke sekolah sekarang anak anda menangis di dalam toilet tidak mau keluar? Saya wali kelasnya sudah membujuk nya namun Sasha tidak mau keluar” ucap wali kelas Sasha dengan nada lembut....
...“Oh baik, terima kasih” Indira buru-buru pergi meninggalkan kantor menuju sekolah Sasha, di mobil Indira baru ingat kalau dia tidak tahu Sasha sekolah dimana yang akhirnya dia menelpon mertuanya....
...20 menit berlalu, Indira sampai disekolah tempat Sasha belajar. Dengan langkah cepat dia menemui wali kelas sasha, wali kelas langsung memberitahukan toilet tempat Sasha mengurung diri. Dengan pelan Indira mengetuk pintu toilet “Sasha ini Tante Indira nak” ucapnya pelan....
...“Sasha gak butuh Tante, Tante pergi aja” sasha menangis terisak-Isak....
...“Bukain dulu pintunya, Sasha ngobrol sama Tante diluar yuk” bujuk Indira gelisah....
...“Gak mau” teriak Sasha....
...Indira berbisik kepada wali kelas untuk pergi meninggalkan toilet agar Indira bisa leluasa berbicara dengan anak bungsunya. Kaki Indira yang masih memakai sepatu high heels berusaha menendang pintu toilet sampai engsel pintu rusak. Sasha duduk meringkuk di pojok toilet matanya merah sembap badannya basah kuyup, dengan cepat Indira melepas jasnya (blazer) lalu memakaikan ke badan Sasha. Indira memeluk Sasha, mereka duduk berdua diatas lantai toilet “siapa yang melakukan ini?” Tanya Indira merangkul Sasha sambil membelai rambut Sasha....
...“Teman Sasha Tante, mereka bilang Sasha anak yang gak punya ibu. Gak berguna, saat lomba kasih ibu saja Sasha hanya di temani mbak Sri. Papa gak pernah datang ke acara sekolah Sasha Tante. Kata Mereka papa gak sayang sama Sasha, Mereka selalu membully Sasha” ucap Sasha terbata-bata....
...Indira mengusap air mata Sasha mengajak anak bungsunya pulang, saat berdiri Indira melihat rok Sasha ada noda darah dengan cepat Indira menyuruh anaknya untuk memakai pembalut yang ia bawa di dalam tasnya “tapi Sasha belum pernah pakai ini tan, baru pertama kali” ucap Sasha pelan....
...Indira mengajari sasha cara memakai pembalut saat menstruasi, ketika Indira menjelaskan Sasha menatap wajah Indira dengan begitu hangat....
...Sebelum pulang Indira berpamitan dengan wali kelas dan menemui kepala sekolah, Indira dengan tegas menentang pembullyan yang terjadi di sekolah tempat Sasha belajar apalagi korban yang di bully adalah anak bungsunya. Kepala sekolah menginstruksikan kepada pihak security sekolah untuk mengecek cctv dan benar saja, Sasha ditarik paksa oleh 3 orang siswa satu kelasnya lalu di dorong masuk kedalam toilet, kata-kata kasar serta hujatan terlempar di mulut tiga anak tersebut hingga Sasha diguyur seember air kotor oleh mereka. Mereka yang membully keluar dengan rasa bangga karena sudah menghujat temannya tanpa ada rasa bersalah. “Sebagai kepala sekolah seharusnya anda bisa mengupas tuntas kasus ini kalau tidak saya yang turun tangan” ucap Indira dengan rasa marah. Sasha yang ketakutan hanya berlindung di balik badan Indira dengan menggenggam tangannya....
...“Baik saya akan menghubungi orang tua mereka” ucap kepala sekolah....
...“Saya tunggu” tegas Indira sambil duduk di kursi sofa ruangan kepala sekolah....
...Tak menunggu lama orang tua ketiga anak tersebut datang, orang tua anak tersebut berjalan keruangan kepsek berlagak seperti penguasa....
...“Siapa yang berani memfitnah anak saya?” Teriak salah satu orang tua anak yang membully. Tiara, Lana dan Pevita adalah siswa yang membully Sasha....
...“Saya” ucap Indira dengan duduk santai....
...“Kita gak ngebully, Sasha nya aja yang lemah makanya dia ngira kita ngebully” celetuk Tiara senyum sinis....
...Indira menendang Tiara hingga tersungkur di lantai, tangan Lana dicengkeram lalu didorong oleh Indira begitu dengan Pevita di siram segelas air yang berada di meja kepala sekolah hingga mukanya basah....
...“Perlakuan kayak gini yang kalian anggap bukan ngebully, kalian bilang sama Sasha gak punya ibu, kenalin saya mama nya Sasha” ucap Indira dengan lantang....
...“Bisa-bisanya kamu menendang anak saya, pa cepat lapor polisi” ucap mama Tiara merengek kepada suaminya....