Zhang Liu gadis malang yang di paksa menikahi seorang raja aneh, demi menolak pernikahan dan menjaga kesucian Zhang Liu bunuh diri dengan menenggelamkan diri di dalam danau, namun siapa yang menyangka setelah kepergian Zhang Liu dari tubuhnya, seorang gadis dari dimensi lain terjebak di dalam tubuhnya, apakah yang akan di lakukan gadis itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Auliya Wulandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Merebut mas kawin
Mentari pagi kembali bersinar, Liu Yan duduk di depan kaca sembari berhias,
"Tidur ku sangat nyenyak, ternyata ini yang di sebut rasa nyaman" Liu Yan menguap pelan, ia baru saja selesai membersihkan diri dan membiarkan Wei Yuan membantunya merias wajah
Tiba tiba ia tersenyum tipis, akan lebih baik saat itu ia memiliki seorang nenek yang mendukung, akhir perjuangan Bai Xioshang pastinya tak akan berakhir dengan kematian menyedihkan itu
Tangan kecilnya meraih sebuah tusuk rambut berwarna hitam, mengelusnya lembut, terdapat gagang di antara keduanya,
"Gunakan ini" Ia menyerahkannya pada Wei Yuan
"Nona, saat ini kita sudah di kediaman putri agung, nona tak perlu lagi berpenampilan begitu sederhana"
"Tak masalah, kita hanya akan berada di rumah, mengapa harus berdandan berlebihan" Liu Yan tersenyum kecil, Wei Yuan juga hanya mengangguk patuh, memasangkan tusuk rambut pada sanggul sang nona
"Wei Yuan"
"Ah"
"Ada apa?, ada yang menganggu pikiran mu?"
"Tidak tidak, hanya saja Wei Yuan merasa tak nyaman, apakah baik baik saja menyinggung Tuan besar" Ucap Wei Yuan dengan nada pelan
"Ayah ku itu sangat pemarah, bahakan jika aku diam saja ia akan tetap menghakimi ku, jadi apa salahnya sedikit memberontak, toh kita hanya akan tinggal untuk sementara saja, aku akan masuk ke istana raja Han dalam waktu dekat dan semua hal yang telah terjadi di masa lalu harus di hitung dengan hati hati" ia tersenyum kecil, bergerak ke meja belajar, Wei Yuan dengan patuh menggiling tinta untuk sang nona
"Apakah sudah siap, ayo temui nenek di halamannya"
"Nona tadi pelayan tua di sisi putri agung menyampai pesan bahwa putri agung di panggil ke istana"
"Jika begitu ayo antar nenek"
"Putri agung sudah pergi saat Pagi"
"Ah sudah lah jika begitu" Ia menghela nafas pelan tak ada hal yang bisa di lakukan, ia memilih untuk duduk di balik meja, di hadapannya sudah ada beberapa kertas dan tinta
Wei Yuan dengan lembut berdiri di samping sang nona, tangan kecilnya mulai menggiling tinta, nonanya meski bukan wanita berbakat juga tetap seorang wanita bangsawan, kemapuan melukis nonanya cukup baik dan indah
"Ah, satu tetes tinta merusak lukisan ku" Liu Yan menghela nafas pelan, ia ingin menunjukkan kemapuan, tapi malah berakhir seperti ini,
"Nona lukisan nona benar benar indah, satu tetes tinta hitam tak akan mengurangi kemegahannya"
"Kau salah, satu tetes tanda hitam ini akan menimbulkan noda di lukisan yang begitu sempurna, sangat di sayangkan" Ia menghela nafas dan meletakan kuasnya ke penyangga giok di sisi meja
"Apakah orang yang mengawasi kediaman sudah memberi laporan?" Melipat lukisan dan masukan ke tempat sampah
"Tuan Zhang ke pengadilan istana pagi ini, dan mereka masih terus mengawasi kediaman
"Bagus sekali, menurut karakter kedua sepupu ku mereka akan memporak porandakan kediaman Zhang, minta orang untuk tahan ayah di pengadilan, jika ayah tidak ada akan lebih mudah memprovokasi mereka" Liu Yan tersenyum kecil, ia sangat kenal dengan karakter sepupu yang belum ia temui ini
Sepupu ini terdengar cukup baik, Wei Yuan cukup suka bercerita dan sepupu ini memperlakukan Liu Yan dengan sangat baik, harta mainan semua hal indah akan menjadi miliknya
"Nona apakah ini akan baik baik saja, bagaimanapun nona masih keluarga Zhang, jika terjadi sesuatu pada keluarga Zhang maka nona akan terseret di dalamnya"
"Tenang saja hari ini ayah ku sudah melepaskan ku, dan ia sudah tidak memiliki hak atas diri ku, sudahlah abaikan itu, ayo kita ketaman melihat lihat" Liu Yan berucap pelan
"Nona lutut anda"
"Hanya luka kecil, juga sudah di obati" Kakinya lelah karena berlutut, ia sudah bersandiwara dengan baik, ia akan melihat saja, keluarga Zhang, harus di beri perhitungan dengan baik.
Di sisi lain di kediaman Zhang terjadi keributan karena Hu Jian dan Hu Lian mengacau di kediaman Zhang
"Giok ruyi ini kualitas buruk, ini bukan barang dari keluarga Hu, kami harus menemukan tuan Zhang, untuk meminta penjelasan yang layak" Sekilas saja Hu Lian sudah menemukan kejanggalan pada giok ruyi yang di hadapannya ini
"Beraninya kalian menipu, apakah kalian pikir kamu buta?, kalian semua tentu tau jika kami adalah pebisnis perhiasan ternama, keluarga Hu tak akan membiarkan Bibi membawa perhiasan kualitas buruk" Hu Jian mulai membuat onar
Bisnis mereka begitu besar, Jika tak bisa menilai benda seperti ini bukankah akan mempermalukan leluhur mereka?
"Pangeran Hu, semua barang nyonya sudah di serahkan dan silahkan membawa semua orang pergi" Selir Ming berucap sopan
Meskipun nampak tenang ada kilas rasa panik pada dirinya, kedua bocah ini, bahkan belum genap 19 tahun, bagaimana bisa begitu mengintimidasi
"Bagaimana mungkin bisa semudah ini, sepupu ku di tindas di kediaman Zhang kalian, hari ini kami hanya mengambil mahar bibi kami, belum membuat perhitungan dengan kalian" Hu Jian nampak sangat sombong, berdiri dengan tangan terlipat, dagu terangkat seolah mengatakan jika aku lah bosnya
"Bagai mana?" Pelayan datang dan Hu Lian yang sedari tadi duduk tenang di meja batu bertanya dengan suara nan indah
"Menjawab yang mulia, hanya tinggal beberapa halaman lagi, setelahnya semua sudah di periksa" Si pengawal menjawab patuh
Tuan mereka ini, meski terlihat sedikit lebih tenang dari adik sepupunya namun ia sangat licik, kediaman Zhang ini benar benar sial karena mengusik dua iblis ini
"Hm" Hu Lian mengangguk pelan, di depan sana Hu Jian masih ribut, mengatur semua hal dengan suara menggema
"Geledah semuanya, jangan biarkan bibi ku mengalami kerugian apapun, harta bibi ku, meskipun satu sen kita harus membawa kembali ke keluarga Hu"
"Kediaman Zhang adalah kediaman Mentri bagaimana bisa di geledah begitu saja" Teriak Ming Rao dengan murka
Kediaman mereka, bagaimana mungkin di geledah begitu saja, jika ia tak bisa menjaga kediaman dengan baik, maka Suaminya akan menyalahkan dirinya jika sesuatu berharga hilang.
"Jika kami ingin tentu saja bisa, bahkan kaisar harus hormat pada nenek kami, kalian hanya Mentri bagai mana mungkin bisa menghentikan kami, huh, dasar wanita rendahan" Hu Jian mengumpat
"Kami akan melaporkan ini pada pemerintah, kalian datang dan mengacau di kediaman Zhang" Ming Rao tak bisa melakukan apa apa lagi, hanya bisa melapor pada pemerintahan agar kedua pemuda ini berhenti membuat kekacauan di kediaman mereka.
Kediaman perdana Mentri adalah kediaman pejabat kelas atas, jika seseorang menemukan hal yang tak seharunya di temukan maka mereka semua bisa saja kehilangan nyawa
"Oh, tidak perlu, kami sudah membawa petugas, kita akan membicarakan semuanya di pengadilan" Hu Guan berucap pelan dan setelahnya ia memerintahkan pelayan untuk membawa perhiasan kembali ke keluarga Hu
Hu Lian hanya menatap kekacauan ini dengan tatapan sinis, jika membuat keributan maka Hu Guan benar benar ahlinya.