NovelToon NovelToon
Akhir Dari Penghianatan

Akhir Dari Penghianatan

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Keluarga / Wanita perkasa
Popularitas:3.2k
Nilai: 5
Nama Author: Penikmat_lara

Setelah dikhianati oleh orang orang terdekatnya, Indira pun berusaha untuk keluar dari zona yang membuatnya tertekan, namun orang orang itu sama sekali tidak membiarkan Indira untuk bebas. Dengan rasa trauma yang dia alami, ia di hantui kata kata menyakitkan yang selama ini ia dengar, lantas bagaimana caranya agar bisa keluar dari zona tersebut? apakah dia akan menemukan cinta sejati yang selama ini ia nantikan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Penikmat_lara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pulang

Didalam sana, Indira hanya bisa diam dan sesekali menjawab apabila diajak mengobrol, karena hubungan keduanya juga belum terlalu dalam sehingga masih ada kata tidak enakan diantara keduanya. Indira sendiri juga merasa tidak enak dengan Dion, apalagi ia sudah dibelikan beberapa makanan oleh Dion sebelumnya.

Hingga tidak terasa bahwa waktu sudah semakin malam dan jam berkunjung pun habis, Dion langsung berpamitan untuk pulang karena sebentar lagi gerbang rumah sakit itu akan ditutup oleh pihak keamanan. Sehingga dirinya tidak bisa berlama lama lagi berada ditempat itu, kalau ia tidak kunjung keluar maka pintunya hanya akan terbuka di keesokan harinya saja.

"Kalo ada apa apa kabarin ya, Dira. Kalo aku bisa bantu ya nanti aku bantu, kalo ada apa apa bilang ke aku aja nggak papa," Ucap Dion.

"Iya tenang saja," Jawab Indira.

"Beneran, kalo nggak ada biaya buat bayar rumah sakit juga langsung kabari aku, nanti aku cari cara buat nyari uangnya,"

"Gampang lah soal itu, aku juga masih punya pegangan untuk bayar jadi kamu nggak perlu khawatir,"

"Baiklah, aku pulang dulu,"

"Iya hati hati."

Setelah berpamitan, Dion langsung bergegas untuk meninggalkan tempat itu, dan meninggalkan Indira sendirian disana karena kedua orang tua Indira keluar dari ruangan tersebut. Meskipun Dion begitu baik kepadanya, namun Indira sama sekali tidak memiliki perasaan apapun terhadap lelaki itu, dan bahkan Indira hanya menganggapnya sebagai teman baiknya tidak lebih dari itu.

******

Akhirnya saat ini Indira sudah diperbolehkan untuk pulang oleh pihak rumah sakit, karena keadaan Indira sudah stabil sehingga tidak memerlukan pengobatan lebih dalam lagi, dan sudah tidak membutuhkan cairan infus lagi. Sehingga Indira bisa melakukan rawat jalan untuk memulihkan staminanya, dan memulihkan tenaganya yang saat ini tengah loyo.

"Dira, ini nota nya, harus dilunasi," Ucap Yanti sambil menyerahkan selembar kertas kepada Indira.

"Tenang Bunda, uangku cukup kok kalo segini. Apalagi ditambahi oleh teman teman sebelumnya jadi Bunda tenang saja,"

Indira dapat mengetahui bahwa Yanti tengah gelisah ketika melihat nominal yang tercetak disana dan takut jikalau Indira ikut panik, namun reaksi yang diberikan oleh Indira terlihat biasa saja tanpa ada rasa panik dihatinya. Indira lalu mengeluarkan uang miliknya dari dompetnya, dan menghitung uang tersebut dan memang masih ada lebihan yang dapat ia gunakan untuk makan nantinya.

"Nih Bunda, sudah lengkap kok," Ucap Indira sambil menyerahkan selembar kertas dan beberapa lembar uang kertas itu kepada Yanti.

"Kamu beneran nggak papa?" Tanya Yanti.

"Nggak papa, nanti bisa ngumpulin uang lagi kalo sudah sehat."

"Baiklah, Bunda pergi bayar dulu ya."

"Iya Bunda."

Yanti langsung bergegas untuk meninggalkan Indira didalam ruangan tersebut, karena selang infus masih terpasang ditangan Indira sehingga Indira masih belum boleh kemana mana. Tak beberapa lama kemudian datanglah seorang perawat kedalam ruangan itu, dirinya juga membawa beberapa alat untuk melepas selang infus tersebut.

Hanya membutuhkan waktu sebentar saja bagi perawat Tees untuk melepaskan jarum infus dari tangan Indira, rasanya tangan itu sudah ingin bebas secepatnya dari jeratan selang infusan. Indira pun merasa lega bahwa selang tersebut sudah terlepas, namun tangannya sendiri juga masih terasa sakit akibat lama tidak ia gerakkan.

"Nunggu Ayah jemput dulu, dia masih di perjalanan," Ucap Yanti kepada Indira.

"Iya Bun," Jawab Indira.

Yanti pun mengemasi barang barang milik Indira dan mengecek satu persatu barang bawahan itu, agar tiada barang milik Indira yang tertinggal disana. Sudah seminggu Indira dirawat dirumah sakit, dan Wisma juga sudah melihat story miliknya namun Wisma sama sekali tidak peduli dengan kesehatannya itu.

Wisma hanya menjadi penonton story miliknya yang dimana sebelumnya sangat perhatian kepadanya, sekarang bahkan hanya menanyakan kabarnya saja tidak sama sekali, entah mengapa didalam hati kecil Indira masih berhadap dengan lelaki itu. Indira tau sendiri bahwa Wisma tidak benar benar mencintainya, namun Indira sendiri menolak untuk mempercayai hal itu.

Meskipun Indira sangat berharap bahwa Wisma akan menghubunginya, namun gengsinya cukup besar untuk mengubungi Wisma terlebih dahulu. Sehingga Indira mencoba tidak terganggu dengan hal itu, dan menganggap seolah olah tidak terjadi sesuatu namun hatinya tetap merasa sakit cuma tidak ia utarakan kepada siapapun.

Ia tidak mau orang lain tau tentang bagaimana perasaannya saat ini, apalagi ia tidak ingin tau bahwa Ibunya mengetahui bahwa dirinya tengah bersedih. Indira tidak pernah menunjukkan kepada siapapun bahwa kerap kali Indira menangis, yang orang lain harus tau hanya disaat dirinya tertawa bukan bersedih.

Hanya orang orang tertentu saja yang tau tangisannya, tidak semua orang bisa melihatnya, orang orang tertentu pun hanya bisa tau bahwa Indira menunjukkan saja bukan selalu tau. Indira benar benar tertutup kepada siapapun itu, bahkan ia sendiri pun juga kehilangan jati dirinya yang sebenarnya, dan bahkan sifat dan sikapnya sangat berbeda dari dirinya waktu kecil yang periang.

"Besok aku langsung kerja ya, Bunda. Nggak bisa libur lama lama," Ucap Indira.

"Loh kenapa? Kamu loh baru keluar dari rumah sakit kok langsung kerja, memang kuat?"

"Kalo nggak kerja nggak dapat uang Bunda, lagian juga aku sudah tidak papa, hanya pusing saja yang masih tertinggal. Kasihan juga teman teman kalo aku nggak masuk lama,"

"Nggak besok dirumah saja sampai sembuh, besok Bunda kesana pokoknya jangan kerja, kamu juga harus perhatikan kesehatanmu sendiri. Pokoknya jangan kerja,"

"Ala Bunda, kalo kambuh lagi ya tinggal pulang aja. Pokoknya besok kerja aku,"

"Emang mau ketemu siapa maksa kerja?"

"Nggak ada sih, cuma nggak enak aja nganggur dirumah,"

"Hemm pokoknya jangan kerja,"

"Tapi Bunda,"

"Nurut sama Bunda kali ini,"

"Baiklah baiklah."

******

Akhirnya Indira sampai juga dirumahnya siang itu, dirinya sudah merasa begitu kelelahan dan rasanya seperti telah melakukan perjalanan yang sangat panjang. Indira langsung merebahkan tubuhnya diatas kasur kamarnya, karena kepalanya masih teramat sangat pusing apabila digunakan untuk berdiri dengan waktu yang lama.

Rasanya tubuhnya sangat nyaman ketika ia merebahkan tubuhnya diatas kasur tersebut, sudah sekian lama dirinya tidak tidur disana dan rasanya ia sangat merindukan bantal dan guling kesayangannya itu. Padahal dirinya hanya seminggu saja meninggalkan mereka, namun rasanya dirinya sangat merindukan tentang kedua benda itu.

Mengg...

Melihat kedatangan dari Indira, kedua kucing milik Indira langsung bergegas untuk mendekat kearahnya, rasanya keduanya sangat merindukan pemiliknya sehingga baru saja Indira sampai dirumah keduanya langsung menghampirinya begitu saja. Melihat hal itu langsung membuat Indira tersenyum kearah kedua hewan kesayangannya itu, sementara kedua hewan itu langsung menggeliat ditubuh Indira seakan akan mengalirkan energi positif kepada Indira.

"Kucingmu kangen Nduk, lihat pemiliknya pulang langsung menghampiri," Ucap Yono seraya mendekat kearah Indira.

"Yah, terus siapa yang ngasih mereka makan?" Tanya Indira.

"Ya Ayah tiap hari kesini buat ngasih makan, sebelum jemput Ibumu Ayah pulang dulu buat ngasih makan mereka,"

Mendengar itu langsung membuat Indira merasa tenang, sejak dirumah sakit dirinya sangat khawatir dengan kucing kucingnya apabila mereka sampai kelaparan karenanya. Namun ketika ia bertanya kepada Ibunya mengenai kucingnya itu, Ibunya selalu mengomelinya dan menyuruhnya untuk mementingkan dirinya sendiri daripada mementingkan para kucingnya yang ada dirumah.

Kepulangannya dari rumah sakit itu pun langsung membuat tetangga dekatnya datang dan mengunjunginya, melihat mereka yang berantusias tersebut langsung membuat Yanti menyambut kedatangan mereka dengan senang. Indira memang jarang sakit namun sekali sakit langsung opname, dan langsung mengeluarkan biaya yang banyak.

Penyakitnya akan kambuh apabila dirinya begitu banyak pikiran dan tubuhnya tidak lagi dapat menahan rasa sakit di kepalanya, oleh karenanya dalam keadaan apapun dirinya masih bisa bertahan kecuali jika yang disakiti adalah hatinya. Jika hatinya yang sakit maka sudah dipastikan bahwa tubuhnya akan ikut sakit bersama dengan hatinya.

Indira jarang sakit hanya karena kelelahan fisik yang dia alami ketika bekerja ataupun yang lainnya sebagainya, bahkan jika kehujanan hingga kedinginan pun tubuhnya tetap sanggup berdiri dengan tegaknya. Namun jika hatinya yang terluka, bahkan tubuh tegak itu pun bisa roboh begitu saja selayaknya tanpa ada penopangnya.

******

Hingga tidak terasa bahwa berbulan bulan terlah berlalu, dan tibalah malam yang dimana dinanti nantikan begitu banyak orang. Yaitu malam takbiran, tepat dimalam ini Wisma kembali menghubungi Indira, dan ingin bertemu dengan Indira untuk mengatakan sesuatu.

Indira yang selama ini tidak pernah mendengar kabar dari Wisma pun terkejut, ternyata Wisma telah pulang dari tempat rantaunya dan sekarang sudah berada dirumahnya. Namun Indira tidak bisa menemuinya karena ia sendiri tidak berada di tempat ia tinggal, ia kini pulang kerumah orang tuanya yang letaknya lumayan jauh, jauh pula dari desa tempat Wisma tinggal.

Hati perempuan mana yang tidak goyah ketika masih ada rasa terhadap seorang lelaki dan lelaki itu terus merayunya, meskipun Wisma telah meninggalkan dirinya cukup lama namun perasaan itu masih ada didalam hati Indira. Itu adalah kesalahan terbesar yang dilakukan oleh Indira, dan sekarang Indira pun menyesal bahwa ia pernah tertipu rayuannya itu.

*Kapan ada waktunya?* Pesan dari Wisma.

*Nggak tau, kalo nggak besok ya lusa baru ada. Soalnya kalo lebaran gini aku sibuk,* Balasan dari Indira.

*Padahal aku pulang hanya ingin bertemu denganmu loh, Dira. Masak nggak ada waktu bersamaku, aku pulangnya juga nggak bisa lama lama,*

*Nggak tau juga.*

*Kalo bisa besok sore ya nggak apa,*

*Yaudah besok aku kabari lagi.*

Keesokan harinya, Indira menjalankan hari harinya seperti hari lebaran pada umumnya, ia bertamu dari rumah saudaranya ke saudaranya yang lain sampai semuanya sudah ia kunjungi untuk bersalam salaman. Sehingga tidak ada kesempatan untuk memberi kabar kepada Wisma, dan bahkan memegang hp pun hanya bisa sebentar sebentar, ia juga tidak kepikiran untuk memberitahu Wisma.

Hingga saatnya Wisma pun menghubungi Indira terlebih dahulu, ia menanyakan tentang apakah Indira bisa bertemu dengannya atau tidak dihari ini, menurut Indira dia sudah mengunjungi seluruh keluarganya sehingga apa salahnya jika bertemu dengan Wisma sebentar saja. Oleh karenanya dia pun menyetujuinya, dan ia pun mengatur pertemuan antara dia dengan Wisma.

Indira pun mengajak Wisma ke rumah dari Tante nya yang ada di kota Surabaya, karena tujuan selanjutnya Indira adalah pergi kerumah Tante nya itu untuk silaturahmi. Namun karena ia ada janji dengan Wisma, sehingga ia mengajak Wisma ikut serta menuju kerumah dari Tantenya tersebut. Cukup lama perjalanan mereka dan akhirnya mereka telah tiba juga dirumah Tantenya itu, dan mereka pun langsung disambut oleh Tante dan keluarganya.

"Kesini sama siapa kamu?" Tanya Mahmudah, Tante dari Indira.

"Ini sama ini," Jawab Indira sambil menunjuk kearah Wisma.

"Siapa ini?"

"Ya itulah, jelas Tante tau sendiri,"

1
Lee Mba Young
syukurin indira jd wanita bloon banget di peras laki mau mau saja hnya dng modal mulut manis 🤣. tipe tipe wanita kl dah di nikahi walau laki selingkuh gk akn mau di ceraikan.
masih jd pacar ae di Peres mau saja 🤣. pa lagi dah di nikahi di jadi kan BABU gratisan pun mau di indira ini.
Lee Mba Young
kasih lah uang dira kamu gk kasian ma pacar tercintamu itu gk Ada rokok. 🤣😄🤣🤣🤣.
cewek kok bego mau di manfaat kan laki.
Aku ae orang kampung kurang kasih sayang Dr ortu pun gk sebego itu kok, gk bucin ma laki.
Riskejully: wkwkw...🤭🤭🤭
total 1 replies
Lee Mba Young
ceweknya tolol, bucin nya smp tulang 🤣
Riskejully: hustt... tulangnya masih proses remuk
total 1 replies
Ifah Al Azzam Jr.
maaf ya thor saya sampai dsinibaja baca nya soalnya gak suka sama karakter cwe nya🙏🙏🙏
Riskejully: Iya kak nggak papa, silahkan cari novel yang lain🙏
total 1 replies
Ifah Al Azzam Jr.
bisa gak Thor Indira nya di bikin pintar jgn bodoh banget bikin malu aja jd perempuan seakan² mudah dibodohin...
bikin indira nya jd perempuan yg kuat, tegas dan pintar jd gak mudah diperalat oleh laki2 sperti wisnu
Riskejully: Hallo kakak, terima kasih sudah mampir 🙏
Sebenarnya agak malu sih dalam nulis novelnya soalnya itu masa bodoh"nya... Alhamdulillah sekarang sudah nggak lagi seperti dulu 🤭
total 1 replies
JELINA,S.PD.K JELINA,S.PD.K
Ndak seru ceritanya ga bisa dilanjutkan
Riskejully: Nggak mau baca juga nggak papa kak, ini cerita hanya untuk mengenang kisahku dan seseorang yang aku cintai saja. terima kasih sudah baca sampai sini🙏
total 1 replies
Lee Mba Young
what 3 bln tp gk tau rumah RT nya. lah berarti waktu mau tinggal gk laporan dulu dong.
kayak nya orang desa lbih Pinter mau tinggal di suatu tempat ya laporan dulu, ibarat kata permisi. trus salam perkenalan ke tetangga.
kcuali rumah kaum elit lah biasa gk akn kenal dng tetangga. kl komplek hrse ya laporan dulu kan.
Riskejully: bukan komplek ya, awalnya dia tinggal sama budenya disatu tempat dan para tetangganya sudah tau, tapi budenya tiba tiba pindah ditempat lain namun masih tetanggaan + indira jarang bersosialisasi dengan siapapun. pulang kerja langsung masuk rumah di kunci rapat
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!