NovelToon NovelToon
Dari Pecundang Jadi Legenda

Dari Pecundang Jadi Legenda

Status: sedang berlangsung
Genre:Action
Popularitas:13.4k
Nilai: 5
Nama Author: waseng

Di dunia tempat kekuatan adalah hukum dan kelemahan adalah dosa, Qiu Liong hanyalah sampah sekte murid buangan dengan akar spiritual retak, bahan ejekan, dan simbol kegagalan.
Ia dihina, dipermalukan, bahkan dikhianati oleh orang yang paling ia percaya.
Namun takdir berputar ketika ia menemukan Inti Kekosongan Tanpa Batas, warisan kuno dari dewa yang telah musnah. Kekuatan itu bukan sekadar energi… melainkan kemampuan untuk menembus hukum langit, menelan takdir, dan menciptakan ulang realitas.
Dari seorang pecundang yang diinjak-injak, Qiu Liong bangkit.
Ia akan merobek langit. Menghancurkan para dewa. Dan memahat namanya sebagai legenda yang tak akan pernah pudar.
Karena ketika dunia menertawakannya…
ia diam-diam sedang belajar menjadi tak terbatas.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon waseng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pedang yang Tak Pernah Terangkat

Fajar baru saja menyentuh puncak Gunung Awan Biru ketika suara ketukan kayu menggema di halaman latihan murid luar.

“Hari ini latihan teknik pedang dasar!” seru instruktur tua dengan suara serak namun tegas.

Qiu Liong sudah berdiri paling belakang, pedang kayu tergenggam di tangannya. Matanya sedikit sembab karena semalam hampir tak tidur. Dadanya masih terasa nyeri akibat memaksa qi mengalir di meridian retaknya.

Namun ia tetap datang.

Selalu datang.

Murid-murid lain mulai berbaris. Gerakan mereka rapi, napas teratur, aliran qi terasa samar namun stabil. Bahkan dari jarak beberapa langkah, Qiu Liong bisa merasakan getaran energi mereka — sesuatu yang tak pernah benar-benar ia miliki.

“Ingat!” kata sang instruktur. “Pedang bukan sekadar senjata. Ia adalah perpanjangan kehendak. Jika hati kalian goyah, pedang akan berat. Jika niat kalian jelas, pedang akan ringan.”

Kalimat itu terasa seperti ironi pahit di telinga Qiu Liong.

Karena pedangnya… selalu terasa berat.

“Mulai!”

Puluhan pedang kayu terangkat serempak. Tebasan pertama memotong udara pagi dengan suara desiran yang rapi.

Qiu Liong mengangkat pedangnya sedikit terlambat.

Lengannya bergetar.

Ia mencoba menyalurkan qi ke pergelangan tangan seperti yang diajarkan. Namun aliran itu lemah dan tersendat. Pedang kayu yang seharusnya ringan terasa seperti batang besi.

Tebasan pertama.

Terlalu lambat.

Tebasan kedua.

Sudutnya meleset.

Seorang murid di sampingnya melirik sekilas lalu tersenyum tipis.

“Masih sama saja,” bisiknya pelan, cukup keras untuk terdengar.

Qiu Liong menggertakkan gigi.

Ia memperbaiki posisi kuda-kudanya, mencoba lagi. Kali ini ia memusatkan pikirannya pada satu hal: jangan pedulikan yang lain.

Angkat.

Tarik napas.

Tebas.

Gerakannya sedikit lebih stabil, namun tetap jauh dari kata baik.

Di depan barisan, instruktur tua berjalan memeriksa satu per satu murid. Ketika sampai di depan Qiu Liong, langkahnya terhenti.

“Posisi bahumu terlalu tegang,” katanya datar.

Qiu Liong mengangguk cepat dan memperbaiki sikap.

Instruktur itu menghela napas pelan. “Sudah berapa tahun kau berlatih teknik dasar ini?”

“Empat tahun, Guru,” jawab Qiu Liong.

“Dan masih seperti ini?”

Kata-kata itu tidak diteriakkan. Tidak diucapkan dengan marah. Justru karena nadanya biasa saja, rasanya lebih menekan.

Empat tahun.

Empat tahun mengulang gerakan yang sama.

Empat tahun menjadi yang paling lambat.

Empat tahun melihat pedang orang lain melesat seperti angin… sementara pedangnya sendiri terasa seperti beban yang tak pernah mau terangkat sempurna.

Latihan berlanjut.

Gerakan berubah menjadi rangkaian teknik kombinasi. Putar, langkah silang, tusukan lurus.

Ketika giliran demonstrasi berpasangan, Qiu Liong dipasangkan dengan murid bertubuh besar bernama Han Rui.

“Jangan sampai aku harus memperlambat gerakan karena kau,” ujar Han Rui tanpa menyembunyikan nada meremehkan.

Qiu Liong hanya mengangguk.

Mereka saling memberi hormat singkat, lalu mulai.

Han Rui menyerang lebih dulu, gerakannya cepat dan penuh tenaga. Qiu Liong menangkis, namun benturan membuat pedang kayunya terpental hampir lepas.

Tawa kecil terdengar dari beberapa sudut.

Han Rui memutar tubuh dan menyapu ke arah bahu Qiu Liong. Ia mencoba mengangkat pedangnya untuk menahan—

Namun terlambat.

Pedang kayu Han Rui menyentuh pundaknya lebih dulu.

“Poin untukku,” kata Han Rui ringan.

Latihan berlanjut beberapa ronde. Setiap kali, hasilnya sama.

Pedang Qiu Liong selalu sedikit terlambat terangkat.

Selalu kurang cepat.

Selalu kurang kuat.

Ketika sesi berakhir, murid-murid lain mulai berbicara satu sama lain dengan semangat. Beberapa mendiskusikan teknik, beberapa tertawa.

Qiu Liong berdiri sendiri, memandang pedang kayu di tangannya.

Ia mengangkatnya perlahan.

Lengannya terasa berat, bukan karena kayu itu, tetapi karena perasaan yang menumpuk di dadanya.

“Kenapa…” gumamnya lirih.

Kenapa pedang ini tak pernah terasa ringan di tangannya?

Kenapa setiap gerakan terasa seperti melawan arus?

Ia teringat kata instruktur tadi: pedang adalah perpanjangan kehendak.

Apakah kehendaknya kurang kuat?

Atau justru terlalu penuh keraguan?

Angin pagi berembus, menyentuh wajahnya.

Qiu Liong menutup mata sejenak.

Ia kembali mengangkat pedangnya.

Perlahan.

Kali ini bukan untuk latihan.

Bukan untuk menunjukkan pada siapa pun.

Hanya untuk dirinya sendiri.

Meski bergetar.

Meski terasa berat.

Meski dunia menertawakannya.

Pedang itu tetap terangkat.

Dan selama ia masih mampu mengangkatnya, sekecil apa pun gerakannya…

ia belum sepenuhnya kalah.

1
Saykoji
ilusi pasti bisa kamu hadapi qiuliong💪
riano
bala mereka qiu liong
riano
balas mereka. qiuliong
winda
sejauh ini alur nya sangat menarik dan bikin ketagihan banget novel yang Thor buat
christian Defit Karamoy: trimakasih 🙏
total 1 replies
Nia
mantap thor😍
Ardi
tambah menarik thor👍
meg4k
iya Thor lanjut dong terlalu asik bacanya😍
kurnia
tambah lagi thor updatenya👍
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
halo aku mampir lagi kak 🤗
christian Defit Karamoy: siap KAk trimakasih
total 1 replies
Stevanus
lanjut thor
buden
bagus thor👍
Nia
sangat menarik Thor aku sangat puas bacanya ,
jangan bikin kecewa ya🙏💪
Anonymous
thor pertahankan ya alurnya 👍
Anonymous
kamu sosok kuat 👍
itstime
aku penasaran banget ni thor
meg4k
menarik banget thor
kurnia
mantap
Karen
mantap thor
Serly
kasih alur yang bagus ya thor
itstime
semangat thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!